
Esok harinya, para petinggi dan orang-orang penting di wilayah Eblan tampak mengantar rombongan Aksa dan Nata hingga stasiun Kereta Uap untuk meneruskan perjalanan mereka menuju wilayah lain.
"Maafkan kami tuan-tuan, tapi sudah rencana kami menuju ke barat hari ini," ucap Nata menolak tawaran basa-basi orang-orang wilayah Eblan untuk tinggal lebih lama di tempat mereka.
"Ya, saya mengerti tuan Nata. Sayang sekali anda sekalian hanya tinggal di wilayah ini sehari saja. Dan itupun untuk bekerja." Gladio terlihat cukup kecewa.
"Lain kali kami akan mampir kemari lagi, tuan Gladio," jawab Nata kemudian.
"Dan kali itu jelas untuk berlibur," sahut Aksa dari belakang Nata. Tampak pemuda itu sudah bersiap menyusul Rafa dan Luque menaiki gerbong Kereta Uap.
"Baik tuan Aksa. Saya tidak sabar untuk menunggu kedatangan anda sekalian kembali kemari," ucap Gladio sebelum suaranya tenggelam oleh nyaringnya bunyi peluit kereta.
Dan dengan begitu Kereta Uap rombongan Aksa dan Nata pun bertolak meninggalkan wilayah Eblan.
.
Tujuan mereka setelah ini adalah wilayah Nalbina. Namun sebelum itu mereka akan mampir ke Kota Nezarad terlebih dahulu.
Karena Luque yang tak pernah lagi menginjakan kakinya ke kota itu semenjak status Tanah Suci dipindah ke Wilayah Pusat Rhapsodia, meminta untuk singgah. Ia ingin menjenguk dan bernostalgia dengan kota tempat ia tinggal selama 300 tahun itu.
Dan meski Luque sendiri tidak menganggap singgahnya ke Kota Nezarad itu adalah hal yang terlalu penting, namun bagi banyak orang kedatangan Gadis Suci kembali ke bekas Tanah Suci itu merupakan hal yang luar biasa. Setara dengan kejadian yang layak diitulis dalam sejarah.
.
"Bagaimana perasaanmu, Luq?" Aksa bertanya saat rombongan mereka tengah dalam perjalanan menuju Kuil Gadis Suci lama yang berada di tengah kota dengan Kereta Besi.
"Ada sedikit perasaan nostalgia saat kembali ke kota ini. Meski hampir sebagian besarnya sudah tak dapat ku kenali lagi," ucap Luque dengan senyum bahagia melihat keadaan di luar melalui jendela kereta.
"Apa kau mau mengembalikan status Tanah Suci ke tempat ini lagi?" Kali ini Nata yang bertanya dari kursi di sebelah Aksa.
"Hm... Aku rasa tidak," jawab Luque kemudian. "Mereka yang benar-benar mengikutiku adalah orang-orang yang sangat berharga bagiku. Jadi aku rasa menempatkan mereka di Wilayah Pusat adalah keputusan yang paling baik. Itu adalah tempat paling aman buat mereka.
"Karena bila mereka kembali ke tanah perbatasan yang penuh dengan kekacauan ini, pasti akan membuatku selalu merasa kuatir dan tidak nyaman," tutupnya kemudian.
Mendengar jawaban Luque membuat yang lain tersenyum.
.
__ADS_1
Rombongan Aksa dan Nata hanya tinggal beberapa jam saja di kota tersebut.
Setelah mengunjungi Kuil lama Luque yang masih terawat dengan baik, dan kemudian menyapa orang-orang dari sekitar wilayah itu yang memang sengaja datang untuk menemui Gadis Suci, mereka pun kemudian berkeliling kota dengan penjagaan yang cukup ketat.
Meski sudah sejak 2 minggu yang lalu pihak Augra menyetujui perjanjian damai yang diajukan oleh Rhapsodia.
Dan setelah itu rombongan Aksa dan Nata pun melanjutkan perjalanan mereka menuju wilayah Nalbina.
-
Sehari setelah tiba di wilayah Nalbina dan menyelesaikan tinjauan mereka ke tempat-tempat Rencana Kerja yang tengah berlangsung, Aksa dan Nata kedatangan tamu yang tak sengaja juga berada di wilayah itu.
Tamu itu adalah Versica yang kini sudah tidak lagi diperbantukan di kemiliteran sejak Augra berhenti melakukan pengempuran.
"Tak menyangka bertemu dengan anda di tempat ini Nona Versica." Nata membuka percakapan.
Nata mengundang Versica untuk makan siang bersama setelah perempuan itu muncul untuk menyapanya setelah selesai pertemuan dengan para pemimpin dan ketua dari Rencana Kerja setempat.
"Saya berada di wilayah ini karena ada keperluan dan sekaligus berkunjung ke tempat salah satu keluarga saya tak begitu jauh dari sini," jawab Versica yang duduk di sebelah Rafa di ujung meja makan panjang di tempat rombongan Aksa dan Nata menginap di wilayah itu.
"Dan kebetulan kemarin malam saya mendengar dari keluarga saya bahwa anda sekalian sedang berada di tempat ini. Maka saya berniat untuk datang menyapa," lanjutnya kemudian.
"Sejak kapan kau pandai berbasa-basi seperti ini, Luq?" celetuk Aksa mengomentari ucapan Luque. Yang tampaknya tidak dihiraukan oleh Gadis Suci itu.
"Saya merasa lega dan tersanjung bila Anda menyukainya Primaval," balas Versica dengan membungkukkan badan samar ke arah Luque.
"Lalu bagaimana dengan kabar anda sekarang Nona Versica? Apa yang anda lakukan sekarang ini? Yang saya dengar anda sudah tidak diperbantukan lagi di kemiliteran," tanya Nata memulai perbincangan.
"Benar, Tuan Nata. Sekarang saya sudah tidak diperbantukan lagi di kemiliteran. Saya sudah mendapat tugas baru sebagai penanggung jawab Rencana Kerja pembukaan jalur perdagangan ke wilayah Tanah Bebas Azure bersama kelompok Bintang Api." Versica menjawab dengan cukup rinci.
"Ah, berarti sekarang anda sedang disibukkan dengan pembangunan ulang bekas Pos pasukan Vistrale di pesisir utara yang berbatasan dengan Tanah Bebas Azure?" tanya Nata yang mengetahui perkembangan dari Rencana Kerja yang dimaksud Versica itu.
"Benar sekali. Kedatangan saya kemari juga sebenarnya karena hal tersebut. Keluarga yang saya datangi ini dulunya adalah seorang pekerja yang biasa membangun dermaga di wilayah barat," jawab Versica kemudian.
"Oh, cocok sekali." Nata menanggapi.
"Benar. Dan menurut kabar yang keluarga saya berikan sebelum saya datang kemari adalah, ada beberapa kenalannya yang juga membutuhkan pekerjaan," jawab Versica. "Mereka adalah orang-orang pelarian dari Hagar. Desa kecil di wilayah Joren yang berbatasan langsung dengan Nabradia. Saya datang juga untuk menemui mereka secara langsungl" lanjutnya.
__ADS_1
"Apa anda ingin memastikan mereka bukan mata-mata?" Aksa menyela dengan pertanyaan.
"Tidak, saya menemui mereka bukan untuk memastikan hal tersebut tuan Aksa. Penjaga perbatasan sudah memeriksa latar belakang mereka dengan bantuan dari jaringan infromasi milik Joan," ucap Versica menjawab.
"Saya hanya ingin memastikan secara langsung bahwa mereka benar-benar cocok bekerja dalam Rencana Kerja ini, sebelum berangkat ke wilayah Ignus," tambahnya kemudian.
"Tak kusangka anda cukup pemilih untuk masalah seperti itu Nona Versica," ucap Aksa menanggapi.
"Hahaha... Begitukah? Saya hanya tidak ingin mereka terbebani dengan pekerjaan ini nantinya," balas Versica dengan tawa ringannya. "Karna meski wilayah timur tergolong cukup aman, namun tetap saja pekerjaan di wilayah perbatasan adalah pekerjaan yang cukup berbahaya," ucapnya melanjutkan.
"Ya, itu memang benar." Kali ini Nata yang berucap. "Dan apa anda sudah bertemu dengan orang-orang itu?" lanjutnya dengan pertanyaan.
"Sudah. Kemarin sore. Ada 3 orang yang menurut saya cocok untuk pekerjaan itu." Versica menjawab singkat kali ini.
"Lalu apa anda mendengar situasi kerajaan Joren dari orang-orang itu?" Nata masih melanjutkan pertanyaannya.
"Ya, saya sempat menanyakan hal tersebut kepada mereka," jawab Versica cepat. "Menurut mereka beberapa bangsawan di wilayah perbatasan sedang berusaha mengajukan permintaan kepada kerajaan untuk berdamai dan menerima perjanjian dagang dengan wilayah kita," lanjut perempuan itu menjelaskan.
"Tampaknya rencanamu menyebar rumor untuk mengangkat ide tentang hal itu sudah membuahkan hasil, Nat," ucap Aksa menyahut.
"Ya, setidaknya langkah awalnya sudah berhasil. Sekarang tinggal kita tunggu saja. Kalau memang Kerajaan Joren tidak mendengarkan para bangsawan itu, maka kita akan memulai rencana selanjutnya." Nata menjedah ucapannya. "Kita akan mulai menghasut mereka untuk memberontak dari Kerajaan Joren, dan setelah itu menerima mereka menjadi bagian dari wilayah kita."
"Oh? Jadi Anda merencanakan hal ini untuk mengambil alih wilayah Joren tanpa kekuatan militer? Anda luar biasa sekali tuan Nata." Versica tampak terkesima mendengar rencana itu untuk pertama kalinya.
"Tergantung bagaimana Kerajaan Joren menyikapinya," jawab Nata mencoba menjelaskan. "Bila mereka memilih untuk berdamai dan memulai kerjasama dengan kita, maka kita tak perlu mengambil alih wilayah mereka."
"Ya, saya paham. Tapi tetap saja itu rencana yang luar biasa." Versica masih terlihat kagum terhadap Nata.
"Rencana ini sebenarnya adalah rencana yang pernah digunakan untuk mengambil alih wilayah ini dulu. Hanya saja kali ini kita akan melakukannya dengan cara yang lebih elegan," balas Nata dengan senyuman yang kemudian diikuti oleh yang lain.
Setelah selesai makan siang, Versica pun undur diri untuk kembali ke tempat keluarganya.
-
Dan pada akhirnya butuh waktu 10 hari untuk mereka menyelesaikan perjalanan mengelilingi wilayah-wilayah di selatan.
Kemudian sehari setelah mereka tiba di Wilayah Pusat, Aksa segera mengajukan rencananya untuk membuat sebuah Festival secara resmi kepada Lucia.
__ADS_1
-