Catatan Perang Besar Rhapsodia

Catatan Perang Besar Rhapsodia
25. Bulan Darah


__ADS_3

Berjarak 20 kereta kuda di seberang sabana tempat Pasukan Senjata Api Caspian berbaris, terlihat puluhan Yllgarian Serigala berbulu kelabu dengan pakaian Pemburu yang tampak tidak seragam itu, sedang berbaris siap untuk menyerang. Mereka juga terdengar berteriak dan melolong buas. Yang mereka sengaja untuk menjatuhkan mental lawan.


Sedang pasukan pimpinan Caspian yang kali ini tidak sedang menunggang kuda itu, terlihat tidak terusik dengan intimidasi dari para Lycan tersebut. Mereka berbaris rapi dengan senjata siap di tangan.


Tampak pula Pasukan Penyihir pimpinan Parpera yang berbaris di belakangnya juga tetap tenang menanggapi gertakan dari lawan mereka tersebut.


-


Dan tak lama setelah suara tiupan terompet panjang dari arah lawan terdengar, puluhan Yllgarian Serigala itu mulai berlari ganas menyerbu ke arah pasukan Rhapsodia.


Melihat hal tersebut, Caspian segera mengangkat senapannya dan mulai membidik. "Siap membidik!" teriaknya kemudian yang diikuti oleh para pasukannya dengan serempak.


Dan setelah dirasa para Lycan itu berada dalam jangkauan jarak tembakan peluru, Caspian pun memberi perintah. "Tembak!" Dan ia pun menarik pelatuk senapannya.


Puluhan suara ledakan terdengar nyaris bersamaan. Dan meski beberapa peluru berhasil menembus tubuh para Lycan tersebut, tapi seperti tidak merasakan sakit, para Yllgarian itu tidak mengurangi kecepatannya mereka, malah berlari semakin liar ke arah pasukan Caspian berada.


"Seperti yang sudah diduga. Ketahanan tubuh dan tekat bertarung mereka memang luar biasa. Dan lagi senapan ini tidak akan bisa menjatuhkan mereka bila mereka bisa melompat dengan gesit seperti itu," ucap Caspian kepada dirinya sendiri. Cara yang bisa ia gunakan untuk membuatnya tetap tenang dan berpikir logis dalam situasi genting seperti sekarang.


"Sepertinya mereka tidak melambat, Jendral," sahut Biggs dari sebelah Caspian. Masih terlihat menembakan senapannya ke arah lawan. Dalam peperangan kali ini, ia menjabat sebagai wakil dari Caspian.


"Sepertinya sudah saatnya kita menggunakan senjata itu," jawab Caspian yang mulai menggantungkan senapannya di belakang punggung. "Semuanya, ganti senjata kalian!" perintah Caspian kemudian.


Dan mengikuti pemimpin mereka, para prajurit bersenjata api itu menggantungkan senapan mereka di belakang punggung, dan mulai mengeluarkan senjata lain yang terlihat jauh lebih pendek yang tersimpan di belakang pinggang mereka.


Senjata itu tampak seperti sebuah pistol. Hanya saja memiliki ukuran yang jauh lebih besar dengan wadah peluru berbentuk persegi panjang yang terlihat menonjol di bagian bawah pegangan tangannya.


Senjata itu memiliki mekanisme serupa dengan Senapan Gutling. Yang dapat menembakan beberapa peluru dalam sekali tarikan pelatuk. Aksa menyebutnya dengan Mini UZI.


"Siapkan pelindung telinga kalian," teriak Caspian untuk terakhir kalinya, sebelum kemudian mulai menggunakan tanda dengan tangan kanannya sebagai pengganti komunikasi verbal.


Pelindung telinga yang dimaksud Caspian itu adalah sebuah benda seperti penyumbat yang dipasang dalam lubang telinga di balik pelindung kepala mereka.


Setelah semuanya sudah siap, Caspian terlihat memasang kuda-kuda sebelum kemudian mulai berlari maju sambil mengangkat tangan ke udara. Memberi tanda pada pasukannya untuk mulai menyerang.


Dan terlihat puluhan prajurit mulai berlari mengikuti Jendral Besar Rhapsodia tersebut, sambil berteriak mencoba membalas lolongan buas para Lycan yang mulai mendekat.

__ADS_1


\=


Sementara di kubu pasukan Vistralle, terlihat seorang Narva dengan pakaian kesatria bangsawan sedang mengamati situasi dari atas pelana kudanya bersama beberapa kesatria lainnya.


"Apa mereka sudah kehilangan akal? Mereka hendak menghadapi binatang-binatang buas itu secara langsung?" ucap salah seorang kesatria yang menggunakan pelindung berwarna coklat tembaga, yang berada di sebelah kesatria bangsawan tadi.


"Mereka tidak sebodoh itu, Ba. Mereka tidak akan gegabah mencoba menghadapi Yllgarian buas itu bila tidak yakin bisa menang," sahut sang kesatria bangsawan itu kemudian. "Dan aku tidak suka dengan kepercayaan diri mereka," tambahnya.


"Apa menurut Anda, mereka memiliki senjata yang dapat mengalahkan para Lycan itu, Jendral?" tanya seorang kesatria lain dari arah belakang.


"Bahkan senjata api saja tidak mampu menumbangkan para Yllgarian buas itu." Kesatria berpelindung coklat tembaga tadi menimpali.


"Entahlah. Perasaanku tidak enak," jawab kesatria bangsawan yang di panggil Jendral itu dengan tatapan kuatir ke arah medan pertempuran.


\=


Dan kembali ke medan tempur, kini kedua kubu pasukan hanya berjarak 5 kereta kuda saja sebelum mulai saling bertabrakan.


Caspian dengan segera mengeluarkan sebuah benda berbentuk seperti telur logam dari dalam kantong di pinggang kirinya. Dan tepat saat petarung Lycan yang berlari paling depan melompat hendak menerkam ke arahnya, ia menekan bagian atas dari benda berbentuk telur tadi.


Seketika suara mendenging yang menusuk telinga terdengar lantang keluar dari benda tersebut. Bahkan suara itu dapat didengar oleh Caspian yang telah mengenakan pelindung telinga di balik pelindung kepalanya. Meski hanya sayup.


Dengan cepat Caspian melemparkan benda logam itu ke arah para Lycan lain di hadapannya. Sebelum kemudian, dengan cekatan dan tidak membuang waktu, mulai mengarahkan senjatanya tepat ke kepala Lycan yang sedang berguling menahan rasa sakit tadi, dan menarik pelatuknya.


Beberapa peluru keluar dalam satu kali tarikan pelatuk. Dan Lycan itu sudah tidak lagi bernyawa. Meninggalkan tiga lubang peluru tepat di batok kepalanya.


Dan meski terlihat sedang menahan rasa sakit, beberapa dari Yllgarian Serigala yang mengetahui sumber dari suara mendenging tersebut mulai berlari menuju benda logam tadi untuk menghancurkannya.


Namun tak sampai lima langkah dari benda tersebut, tubuh para Lycan itu mulai dihujani peluru panas oleh pasukan Caspian.


Terlihat Biggs yang kini menggunakan senapannya sebagai pedang di tangan kanannya, dan UZI di tangan kirinya, mulai menerjang kawanan Lycan di hadapannya. Menjauhkan mereka dari benda logam penghasil suara tersebut. Yang kemudian diikuti oleh Caspian dan pasukan yang lainnya.


Pertarungan sepihak pun kembali terjadi. Dampak dari suara yang mengganggu tersebut membuat sabetan cakar para Lycan itu melemah dan tidak cukup kuat untuk menembus baju pelundung Pasukan Rhapsodia.


Dan meski para Lycan dengan kemamapuan fisik di atas rata-rata manusia itu masih dapat bergerak di tengah suara yang memekakan telinga, namun tetap saja mereka tidak dapat bertahan dari tembakan senjata beruntun dalam jarak dekat.

__ADS_1


Kini tekat bertarung para Yllgarian buas itu mulai diambil alih oleh insting bertahan hidup mereka. Dan pada akhirnya melarikan diri adalah pilihan terbaik untuk mereka saat ini.


Namun Pasukan Senjata Api pimpinan Caspian itu tidak membiarkan satupun dari para Lycan itu untuk kabur.


-


Sementara bagi parjurit Vistralle, pemandangan yang ada di hadapan mereka itu terlihat sangat mengerikan. Karena kini yang mereka saksikan adalah pasukan Rhapsodia yang memburu para Lycan-Lycan tersebut seperti seekor binatang liar.


Dua-tiga prajurit tambak menembakan senjata mereka ke satu Lycan hingga tidak dapat bergerak dan mati. Begitu seterusnya hingga Serikat Petarung Bulan Darah itu nyaris tak tersisa.


\=


"Tak kusangka mereka menemukan cara untuk melemahkan para Lycan buas itu," ucap Jendral Pasukan Vistralle yang terlihat tidak percaya dengan apa yang sedang ia saksikan saat ini.


"Apa kita tidak akan memerintah pasukan untuk membantu mereka, Jendral?" sela seorang kesatria bertanya.


"Membantu para binatang liar itu? Tidak-tidak. Itu bisa melukai harga diri mereka," jawab sang Jendral seraya menggelengkan kepala. "Disamping juga, suara berisik itu dapat mempengaruhi prajurit kita," tambahnya kemudian.


"Tapi bila dibiarkan seperti ini, mereka akan menghabisi para Lycan itu dan mulai menyerang kita, Jendral," ucap kesatria itu memberikan argumen.


"Ya, aku tahu itu. Maka sebagai gantinya, perintahkan para penyihir untuk melancarkan serangan Sihir Peledak tingkat tinggi," balas sang Jendral kemudian. "Kita akan gunakan kesempatan ini untuk mengancurkan mereka semua."


"Tapi, serangan tersebut bisa mengenai Lycan-Lycan itu juga, Jendral."


"Dalam peperang, korban pasti berjatuhan. Apa yang kau harapkan?" Sang Jendral menjawab dengan ringan. "Sudah, laksanakan perintahku," tambahnya menutup argumen.


"Baik, Jendral!"


\=


Kembali ke medan pertempuran. Kini yang terlihat tinggallah hamparan sabana yang dipenuhi dengan darah dan jasad dari para Yllgarian Serigala Bulan Darah.


Caspian yang baru saja menusuk lambung salah satu Lycan yang tergeletak di tanah untuk memastikan bahwa ia sudah benar-benar mati itu, mulai berjalan menuju ke arah benda berbentuk telur logam tadi, yang kemudian mengambilnya, dan kemudian mematikannya.


Kesunyian tak wajar tiba-tiba saja terjadi. Caspian melepas pelindung kepala dan pelindung telinganya. Ia menatap berkeliling sambil mencoba kembali membiasakan pendengarannya, saat tiba-tiba sebuah bola api besar menghantam tanah di sebelah tempatnya berdiri dan meledak.

__ADS_1


Nyaris bersamaan dengan itu beberapa bola api juga jatuh dan meledak di beberapa tempat. Menghamburkan Pasukan Senjata Api yang lain.


-


__ADS_2