
"Jadi Anda sekalian sudah mengerti kan, sekarang?" Nata mengajukan pertanyaan menyela keterkejutan orang-orang yang ada dalam ruangan tersebut.
"Saya masih tidak mengerti meski sudah melihatnya," sahut Couran jujur.
"Kalau bukan sihir, tidak tahu lagi apa itu tadi?" Jean terlihat mengeleng pelan.
"Science. Ilmu Pengetahuan," sahut Aksa menimpali.
"Dan bagaimana aliran listrik itu bisa kembali berubah menjadi suara?" Tampak Couran masih belum selesai dengan rasa penasarannya.
"Di balik corong ini ada ruang kosong yang dilapisi dengan kulit binatang. Di belakang kulit tersebut terpasang jarum yang menempel pada magnet dalam sebuah kumparan." Kali ini Nata yang menjawab mencoba untuk menjelaskan.
"Jadi saat kabel tembaga itu dialiri listrik maka medan magnet akan tercipta. Dan saat terjadi perbedaan kutup, maka magnet yang berada di tengahnya akan bergerak. Dan bila mengikuti pola dari aliran listrik sebelumnya, maka pola gerak magnet itu akan sama dengan pola gelombang suara yang berasal dari mikrofon.
"Dan kulit binatang yang bergetar karena gerakan jarum tadi berlaku sebagai pencipta tekanan udara, sementara corong nya berfungsi sebagai pengeras suara," tutup Nata kemudian.
Terlihat Couran mulai samar mengangguk paham. Kontras dengan sebagian besar orang yang sama sekali tidak mengerti tentang apa yang telah Nata dan Aksa bicarakan.
"Pada dasarnya alat ini meniru cara kerja pita suara dan gendang telinga." Nata menambahkan.
"Oh, dan sebelum kalian bertanya apa fungsi dari tabung Audion itu, aku akan memberitahukannya pada kalian terlebih dahulu," sela Aksa seraya menunjuk ke arah tabung kaca serupa bola lampu di sisi kotak kayu tadi.
"Jadi bola lampu berukuran besar ini disebut Tabung Audion?" tanya Couran seraya mengamati lebih teliti tabung kaca tersebut.
"Benar. Jadi Triode jadul ini berfungsi sebagai penguat arus. Keberadaannya sangat penting untuk peralatan yang berhubungan dengan suara dan signal listrik," jelas Aksa yang sudah tidak lagi menarik minat yang lainnya. Karena terlalu sulit untuk dipahami.
"Aku tidak melihat apapun kecuali lempengan logam yang mengelilingi tali logam yang seperti ada di dalam bola lampu pijar. Tidak ada Roda Gerigi, tidak ada kumparan, jadi bagaimana benda ini bekerja? Apa lempengan logam itu magnet?" Couran masih terlihat penasaran.
Sedang tampak yang lain sedikit kesal melihat Couran masih mengajukan pertanyaan yang jelas tidak akan dapat mereka pahami.
"Ya, rasa penasaran adalah nafas untuk para ilmuan. Anda benar-benar seorang ilmuan sejati, Tuan Couran," puji Aksa sebelum memulai penjelasannya lagi. "Jadi tabung ini hampa udara, karena kalau tidak, filamen nya akan langsung rusak saat membakar oksigen begitu dipanaskan. Ya, sekedar FYI aja," tambahnya kemudian.
__ADS_1
"Baiklah. Jadi tabung ini masih menggunakan cara kerja yang serupa dengan bola lampu pijar pada umumnya. Emisi Termionik. Proses pelepasan elektron dari sebuah material dengan cara memanaskannya. Hanya saja untuk bola pijar tujuannya adalah untuk membuat Photon karena hanya memiliki satu elemen di dalam tabung tersebut. Sedangkan dalam tabung Audion ini terdapat tiga elemen. Dimana Anode berfungsi untuk menarik elektron yang dilepaskan Katode, yang berarti menyearahkan arus bolak-balik. Alias merubah arus dari AC ke DC. Dan elemen ketiganya yaitu Control Grid, aku sering menyebutnya dengan penjaring elektron, berfungsi sebagai pengatur besar dan cepatnya laju elekron menuju Anoda. Nah, dari Control Grid ini, kita akan... "
"Maaf menyela," ucapan Lucia seperti sebuah harapan bagi orang-orang yang sudah tidak tahan akan penjelasan panjang dari Aksa tersebut. "Kurasa kalian bisa melanjutkan pembahasan kalian mengenai hal tersebut berdua saja setelah pertemuan ini selesai."
"Oh, baik..lah, kalau begitu." Aksa menjawab ragu dengan wajah sedikit kecewa karena Lucia memotong penjelasan.
"Maafkan saya telah menghambat jalannya pertemuan ini, Yang Mulia Ratu," ucap Couran dengan segera, seraya membungkuk hormat ke arah Lucia.
"Bukan masalah, Tuan Couran. Jadi intinya apa kegunaan tabung ini sebenarnya?" tanya gadis itu kemudian. "Secara sederhana," tambahnya lagi memperingatkan.
"Jadi alat ini adalah kunci penting bila kita ingin melakukan komunikasi berjauhan seperti tadi, tapi tanpa terhubung dengan kabel." Nata menambahi, yang segera menarik minat Lucia dan para elit militer yang pernah mendengar Nata membicarakan cara berkomunikasi dengan kelompok prajurit yang akan dibuat nantinya.
"Jadi maksud Anda kita bisa berkomunimasi jarak jauh tanpa sandi dan cahaya, juga tanpa takut akan bocor itu, dengan alat ini?" Caspian bertanya dengan wajah penuh harapan.
"Ya mungkin tidak terlalu jauh juga sih, jaraknya." Nata berucap.
"Kita juga masih harus mengerjakan bagian pemancarnya terlebih dahulu sebelum benar-benar bisa di implementasikan," sahut Aksa menyela. "Dan belum lagi membicarakan tentang Sutet yang seperti apa yang akan kita bangun untuk mengakomodasi hal tersebut nantinya," tambahnya kemudian.
Dan dengung suara bernada ceria pun mulai terdengar dari orang-orang di sekeliling dua pemuda itu.
"Pengetahuan ini akan merubah banyak sektor di kerajaan ini dengan sangat drastis," ucap Cornelius yang sedari tadi hanya diam di belakang Jean.
"Kita bisa membuat pengumuman, peringatan, atau sekedar bersapa salam dengan seluruh wilayah kerajaan ini nyaris tanpa jedah. Meski dari pesisir timur ke pesisir barat, atau dari Kota Utara ke Kota Selatan. Lebih cepat dari Kereta Uap," ucap Aksa yang terpancing ikut bersemangat memberikan gagasan dalam penggunaan teknologi baru mereka.
"Ini benar-benar luar biasa. Alat ini akan merubah peradaban daratan ini."
"Ya, itu karena kami berdua sudah memutuskan untuk tidak menahan diri. Maka dari itu mulai sekarang dan kedepannya nanti, anda sekalian akan sering melihat benda-benda yang seperti ini dari kami," ucap Nata menanggapi.
"Benar. Sekarang kita akan All Out!" timpal Aksa seraya mengangkat kepalan tanganya ke udara.
"Dengan puluhan peralatan mengagumkan sebelum ini, anda bilang sedang menahan diri selama ini?" tanya Matyas dengan senyum sinisnya.
__ADS_1
"Ilmu pengeuahuan apa lagi yang akan kalian keluarkan dari dalam kepala-kepala itu?" Couran hanya mampu menghela nafas panjang mendengar ucapan 'tidak akan menahan diri' dari kedua pemuda tadi.
"Jadi dengan alat komunkasi itu, kita bisa menerima peringatan dari pos penjagaan di setiap gerbang dengan segera?" Kali ini Lucia yang berucap setelah beberapa saat sebelumnya mencoba untuk mencerna dan memahami informasi tersebut.
"Kita juga bisa membuatnya sebagai media hiburan. Request Musik misalnya." timpal Aksa memberikan beberapa gagasan lain kepada Lucia. "Oh! Sebentar, kita belum siap untuk itu. Ya, kurasa berkomunikasi saja sudah cukup untuk saat ini," tambahnya kemudian.
"Tapi itu berarti kita harus memasang jaringan kabelnya ke seluruh wilayah terlebih dahulu?" tanya Lucia memastikan.
"Untuk sementara kita bisa gunakan kabel tembaga jaringan listrik yang sudah terpasang." jawab Nata memberi solusi.
"Luar biasa. Kalau begitu segeralah pasang, setidaknya pada pos jaga di setiap gerbang wilayah, begitu alat-alat itu selesai dibuat," ucap Lucia memberi perintah.
"Baik, Yang Mulia Ratu," jawab beberapa pemimpin wilayah nyaris berbarengan.
"Dan berbicara tentang benda-benda yang seperti ini." Lucia kembali mengambil alih pembicaraan. "Kalian belum mendiskusikan hal ini dengan ku, tapi kudengar para pengerajin sedang heboh membicarakan tentang Kapal Udara, apakah itu benar?" tanyanya seraya menatap Aksa dan Nata secara bergantian. "Apa kalian akan membuat kapal yang dapat melayang di udara seperti yang ada di gambar-gambar dalam Laptop itu?"
Semua orang terlihat diam mengantisipasi jawaban dari kedua pemuda itu.
"Benar. Dan karena itulah kenapa saya membuat rencana penyerangan tersebut." Nata menjawab tanpa beban.
"Sulit dipercaya," ucap Lucia lirih. Raut muka gadis itu terlihat rumit. Meski tersirat kelegaan di wajahnya, namun ada sedikit ketakutan dalam matanya.
Nata menyadari hal tersebut. Namun ia tidak berniat untuk menanyakannya. Ia akan mencari waktu khusus untuk benar-benar membicarakan tentang apa yang ada dalam pikiran Lucia saat ini.
"Jadi karena itu kita akan menyerang wilayah dibelakang garis pertahanan lawan? Karena kita bahkan tidak perlu melewati garis pertahanan itu sama sekali." Caspian terlihat kagum atas analisa dan kesimpulan yang ia buat sendiri.
"Hal ini akan memutar arah peperangan." Terdengar Helen menyuarakan pemikirannya.
"Tidak hanya peperangan saja. Hal ini akan merubah cara hidup orang-orang daratan Elder ini ke depannya." Val menambahi.
--
__ADS_1