
Gerbang Teleportasi itu serupa menara batu berbentuk limas yang mengerucut ke atas dengan ukiran Runic memenuhi seluruh bidang di setiap sisinya.
Tingginya melebihi tinggi tembok benteng Kotaraja pada umumnya, dengan luas bagian dasarnya mencapai luas sebuah rumah mewah para bangsawan.
Berdiri di atas sebuah landasan batu yang lebih luas lagi berbentuk segi delapan bertingkat dua dengan delapan pilar kecil di setiap sudutnya.
Menara tersebut memiliki celah yang cukup lebar di bagian tengahnya. Memanjang dari sebelum bagian dasar hingga ke ujung paling atas.
Dan terdapat dua buah lingkaran dari emas di antara celah paling atasnya. Dengan posisi satu lingkaran berada di dalam lingkaran yang lain. Dimana celah antara dua lingkaran itu diisi dengan pecahan Kristal Arcane yang ditata serupa jendela kaca mozaik.
Kemudian terdapat pula sebuah papan batu di salah satu sisi menaranya, yang hanya setinggi pinggang pria dewasa. Diisi dengan ukiran Runic yang berfungsi sebagai alat untuk mengaktifkan sihir pemindahnya.
Sedang untuk alat penanda atau gerbang untuk keluarnya, memiliki bentuk yang nyaris serupa dengan menara Gerbang Teleportasi tersebut.
Hanya saja terbuat dari bahan logam dengan bentuk yang lebih sederhana dan ukuran yang jauh lebih kecil. Tapi tidak cukup kecil sampai mudah untuk dibawa-bawa.
Perbandingan ukurannya dengan Gerbang Teleportasi adalah satu banding sepuluh. Dan karena memang bukan alat yang dibuat untuk dipasang secara permanen di suatu tempat, maka untuk mempermudah memindahkannya, alat penanda tersebut dapat dibongkar untuk bisa dibawa secara terpisah perbagian, dan kemudian dirakit ulang di tempat yang diinginkan.
-
-
"Bagaimana dengan keadaan anda tuan Makari?" Vossler bertanya saat sudah berhadap-hadapan dengan Makari di salah satu tempat persembunyiaannya yang tidak terkena sihir pembeku.
Vossler memang sengaja datang secara langsung bersama pasukannya ke markas Pemberontak Cilum di pesisir pantai paling barat dari dataran selatan itu, disamping untuk menyampaikan pesan dari Lucia dan Nata, karena nyaris seluruh Menara Antena di wilayah Cilum dan wilayah yang dikuasai Alexander telah hancur oleh serangan sihir sebelumnya, yang menyebabkan Radio Komunikasi tidak dapat digunakan lagi, juga karena pasukannya bertanggung jawab atas pemasangan alat penanda untuk Gerbang Teleportasi dalam rencana yang akan dijalankan setelah ini.
"Tidak baik, namun masih bertahan." Makari yang kepalanya terlihat masih terbalut kain perban itu menjawab dengan tegas dan bersemangat.
"Saya diutus datang sekarang ini berkaitan dengan rencana yang sudah lama kita persiapkan. Berhubung setelah serangan sihir pembeku tersebut jaringan komunikasi kita lumpuh hampir seluruhnya." Vossler berucap.
"Ya, aku tahu, Jendral. Ini tentang rencana serangan mengambil alih pertambangan bukan?" Makari menjawab.
"Benar. Yang Mulia Ratu dan tuan Nata hanya ingin memastikan apakah anda sudah siap dengan hal tersebut. Mengingat apa yang baru saja menimpa pasukan anda." Vossler sedikit enggan mengutarakan. Ia merasa seperti sedang memaksa berlari seseorang yang baru saja terjatuh.
"Jangan kuatir, Jendral. Kami harus tetap siap. Karena bila melewatkan kesempatan kali ini, mereka yang menjadi korban akan gugur dengan sia-sia." Pria berberewok lebat itu menjawab dengan tegas.
"Tapi tugas untuk rencana ini mengharuskan anda dan pasukan anda menyusup ke belakang garis pertahanan lawan." Vossler terdengar sedikit kuatir.
"Ya, bila untuk orang lain tugas ini terdengar seperti misi bunuh diri. Tapi bukan dengan pasukan kami. Kami cukup menguasai medan di sekitar pertambangan tersebut. Kami tahu jalur-jalur di lereng bukit yang aman untuk dilewati." Makari menjawab dengan tenang dan penuh percaya diri.
__ADS_1
"Kita tidak ditugaskan untuk menerobos masuk, bukan? Hanya berada sedekat mungkin dengan wilayah pertambangan untuk mengaktifkan alat penandanya, bukan?" George salah satu Jendral besar Cilum bertanya seolah memastikan.
"Benar, Jendral." Vossler membenarkan.
"Kurasa bila hanya sampai sejauh itu, kami masih bisa melakukannya," balas sang Jendral kemudian.
"Saya mengerti. Dan saya kemari disamping untuk mengurus alat penanda Gerbang Teleportasi, juga akan membantu pasukan anda menyelesaikan tugas ini." Vossler kembali berucap.
"Terima kasih Jendral. Kau dan pasukanmu adalah bantuan besar bagi kami." Makari menjawab. Terlihat benar-benar bersyukur.
"Kalau begitu saya akan menghubungi Yang Mulia Ratu dan mengatakan kita siap untuk menjalankan rencana," balas Vossler kemudian yang memang datang berbekal Telepon Sihir milik Nata untuk mempermudahkan mereka berkomunikasi.
"Ya, lakukanlah." Makari menjawab.
.
Dan tidak menunggu lama, setelah mendapat kabar dari Vossler bahwa pasukan Makari siap, Nata segera menjalankan rencananya untuk mengambil alih tambang mineral Arcane di wilayah bekas kerajaan Cilum.
Rencana itu dibagi menjadi dua bagian. Yang pertama adalah penyusupan untuk memasang alat penanda yang ditugaskan kepada pasukan Makari, yang memang mengenal medan dengan sangat baik.
Dan yang kedua adalah serangan kejutan untuk mengambil alih pertambangan tersebut, yang diserahkan pada pasukan utama Rhapsodia.
Dan beberapa hari kemudian pasukan Rhapsodia sudah berkumpul di sekitaran Gerbang Teleportasi. Menanti untuk melancarakan serangan kejutan.
.
Kini terdapat tenda militer yang dipasang di sekitar menara batu tersebut.
Sementara di sekililingnya juga dipasang beberapa peralatan Sihir Pelindung untuk berjaga-jaga. Karena melihat ukuran dari Gerbang Teleportasi yang masih nampak meski dari Wilayah Pengungsi di perbatasan timur Rhapsodia, gerbang itu akan sangat mudah untuk ditemukan oleh musuh.
.
"Lihat, ini baru yang namanya modern warefare. Ada bagian dimana tenda isinya monitor pengawas dari udara dan juga dari sudut pandang prajurit." Aksa berucap di hadapan 8 papan sihir yang ada di salah satu tenda militer di sekitar Gerbang Teleportasi.
Ada banyaknya Jendela Sihir LED Magic itu karena saat ini peralatan sihir penangkap gambar seperti yang ada pada alat komunikasi Vidcom milik Aksa, telah dipasang di setiap Kereta Melayang yang baru. Sebagai alat bantu untuk memantau situasi di medan perang agar para pemimpin dapat segera bertindak dan mengambil keputusan.
"Ya, meski masih berjedah dan tidak benar-benar real time, tapi memang sangat membantu." Nata mengakui.
"Sekarang tinggal Airship nya saja," ucap Aksa yang kemudian dipotong oleh seorang prajurit.
__ADS_1
"Tuan Aksa, tuan Nata, Jendral Vossler sudah memberi kabar bahwa Alat Penanda sudah siap untuk digunakan. Yang Mulia Ratu memerintahkan untuk segera memulai pembukaan gerbang." Prajurit itu menyampaikan pesan sekaligus perintah.
"Baiklah."
Dan kedua pemuda itu segera bergegas.
Sementara Aksa menuju ke Gerbang Teleportasi, Nata menuju ke tempat Lucia. Karena penyerangan kali ini Lucia sendiri yang akan memimpin. Karena memang hanya pasukan di bawah pimpinannya saja yang belum mendapat tugas.
.
"Baiklah semua, saatnya menunjukan hasil kerja keras kalian," ucap Aksa kepada rombongan Yvvone, Rafa, dan juga Luque yang terlihat berkerumun di depan papan pengaktifan Gerbang Teleportasi.
Dan tanpa banyak bertanya lagi Rafa dan Yvvone segera bersiap-siap melakukan pengaktifan dengan arahan dari Aksa.
"Semua generator sudah siap, tuan Aksa." Rafa berucap.
"Pengaktifan sudah bisa dimulai," sahut Yvvone kemudian.
"Kalau begitu nyalakan. Hisatsu Teleport!" seru Aksa memerintah.
Dan pemandangan yang memukau setiap orang di tempat itu pun terjadi.
Ukiran runic yang ada pada papan batu pengaktifan lah yang pertama kali menyala dengan warna biru terang. Yang kemudian memicu nyala ukiran runic lain pada delapan pilar di sekitar tempat itu.
Baru kemudian melanjut ke ukiran runic yang ada pada setiap sisi menara batu utamanya. Yang semakin naik ke atas, warna sinarnya berubah menjadi ungun terang.
Tak lama kemudian terdengar seperti suara retakan kencang saat bagian kristal Arcane nya mulai ikut bersinar. Dan setelahnya seperti lingkaran berwarna ungu muncul di depan lingkaran emas di ujung menara tersebut.
Lingkaran yang sudah dikenali semua orang sebagai pintu dari Sihir Pemindah. Hanya saja ukurannya sangatlah besar. Diameternya sekitar dua kali tinggi pintu gerbang sebuah benteng.
"Benar-benar berhasil. Alat ini benar-benar dapat membuat gerbang pemindah sebesar itu. Tanpa perlu menghancurkan kristal Arcane." Ymone masih belum dapat percaya sepenuhnya meski melihat secara langsung.
"Benar. Dengan begini Sihir Pemindah akan lebih mudah untuk didapat dan digunakan." Yvvone menambahi.
"Dan peradaban daratan ini akan berubah total," sahut Rafa kemudian.
"Bagaimana? Berhasil kan?" tanya Aksa dengan nada sombong yang sengaja dibuat-buat.
"Ya, kau mungkin benar-benar utusan dewa," gumam Yvvone kemudian.
__ADS_1
.