
Pagi-pagi benar Trio Pemburu yang ikut dalam kelompok pembangun Menara Komunikasi mulai memasuki barisan menaiki Kapal Udara.
Mereka ikut dalam kelompok kerja itu karena setelah dibahas ulang mengenai wilayah tempat-tempat yang akan dibangun Menara Komunikasi tersebut, ternyata beberapa berada di perbukitan yang dikelilingi oleh hutan dan lembah. Yang berarti dibutuhkan seorang pemburu yang jauh lebih berpengalaman dalam medan lingkungan tersebut.
Maka dari itu untuk beberapa kelompok akan diikut sertakan juga pemburu disamping para pekerja, pengerajin, penyihir, dan prajurit. Dan untuk kelompok yang memiliki pemburu, mereka harus mengurangi jumlah prajurit agar sesuai dengan total anggota dari kelompok yang lain. Yaitu 18 orang.
Dan dalam kelompok tempat Trio Pemburu ditempatkan, mereka mengurangi jumlah prajurit menjadi 5 orang, dari yang seharusnya 8 orang.
.
Geladak Kapal Udara itu terlihat sudah dipenuhi oleh puluhan orang saat Trio Pemburu tiba. Para pekerja dan pengerajin terlihat sibuk mempersiapkan barang-barang dan peralatan kerja mereka, sementara para penyihir dan pemburu berdiri bergerombol di beberapa tempat, sedang bersosialisasi.
Peti kayu berukuran besar tampak menumpuk tinggi di sudut-sudut geladak tersebut. Disusun berdasarkan warna dari tanda silang yang digambar di setiap sisinya. Sebagai penanda isi dari peti tersebut. Biru berarti bahan makanan, Hijau berarti bahan material, dan seterusnya.
Beberapa kompi prajurit Yllgarian Burung Hantu dari satuan khusus Pasukan Udara yang baru dibentuk beberapa bulan lalu terlihat berbaris menerima penjelasan dari pemimpin mereka.
Mereka mengenakan jaket lengan panjang dari kulit tebal dengan banyak kancing besi di bagian dadanya, yang dikenakan sebagai rangkapan luar, lengkap dengan syal merah yang membalut menutupi leher untuk melindungi diri dari cuaca dingin.
Seragam berwarna biru gelap yang bertujuan untuk menyamarkan warna terang dari bulu mereka itu cukup menarik perhatian orang-orang di sekitarnya. Terutama bagian kaca yang dibuat untuk melindungi mata yang disebut Aksa dengan Goggle.
Namun memang Pasukan Udara Yllgarian itu sedang menjadi perbincangan hangat akhir-akhir ini. Karena sebelumnya memang tidak pernah ada prajurit Yllgarian yang menggunakan seragam lengkap seperti manusia.
Biasanya mereka mengenakan pakaian khas klan mereka masing-masing dengan tambahan plat pelindung yang biasa dipakai para petarung dan pemburu.
Namun karena menurut Aksa dan Nata seragam itu diperlukan untuk alasan keselamatan dan penggunaannya dalam perang, maka para Yllgarian itu mau mengenakannya. Disamping seragam itu memang dibuat khusus menyesuaikan bentuk tubuh klan Strigi yang membuatnya sangat nyaman saat mereka pakai.
.
Dan di tengah asiknya Trio Pemburu berkeliling melihat-lihat geladak tersebut, terdengar seseorang menyapa mereka.
"Hei, Trio Pemburu. Sudah ku kira kalian juga akan ikut dalam kelompok kerja ini." Tampak Nikolai dengan jas dan topi seorang kapten datang menghampiri.
__ADS_1
"Tuan Nikolai? Lama kita tidak bertemu," ucap Deuxter menyapa saat mendapati Nikolai lah yang menyapa mereka.
"Anda yang akan membawa Kapal Udara ini, Tuan Nikolai?" tanya Loujze kemudian.
"Ya, benar," jawab Nikolai yang terlihat sediki bangga.
"Saya merasa lega mendengarnya," balas Loujze sambil mengusap dadanya.
"Ini bukan pertama kalinya kalian melakukan penerbangan, kan?" tanya Nikolai memastikan setelah melihat reaksi dari Loujze.
"Ini yang kedua kali. Namun yang pertama hanya memutari wilayah kerajaan saja," jawab Huebert kemudian. "Dan dari yang saya dengar, penerbangan itu tidak akan setinggi dan selama perjalanan yang akan kita lakukan setelah ini," tambahnya lagi.
"Ya, memang kita akan terbang cukup tinggi dalam perjalanan kali ini. Di balik awan-awan itu." Nikolai menunjuk ke arah awan yang sebagian masih berwarna biru gelap.
"Benarkah?" Loujze tampak terkejut.
"Kelompok kalian mendapat tugas kerja di wilayah mana?" tanya Nikolai kemudian.
"Oh, setengah perjalanan menuju Pegunungan Trava," ucap Nikolai yang terlihat mengangguk kecil. "Ya, mungkin perjalanan ini akan terasa cukup lama untuk kalian. Terutama, ketika yang bisa kalian lihat hanyalah hamparan awan tanpa ujung," tambahnya kemudian.
"Wow, bukankah itu pemandanhan yang luar biasa?" sahut Loujze yang tampak tidak setuju dengan ucapan Nikolai tersebut.
"Ya, Primaval juga mengatakan hal tersebut di awal penerbangan beliau. Namun beliau merubah pendapat di sepanjang sisa perjalanan," ucap Nikolai bercerita, yang tiba-tiba disela oleh awak kapal yang datang menghampirinya.
"Lapor, Kapten. Semua barang dan penumpang sudah naik ke atas kapal. Kita sudah siap untuk berangkat," ucap awak kapal itu memberi laporan.
"Baiklah kalau begitu, tuan-tuan. Saya permisi dulu," pamit Nikolai sebelum kemudian berjalan masuk ke dalam anjungan. Meninggalkan ketiga pemburu melanjutkan kegiatan mereka berkeliling geladak Kapal Udara tersebut.
.
Dan tak lama setelah itu Kapal Udara tersebut mulai bergerak dan sedikit demi sedikit mulai naik meninggalkan permukaan sungai.
__ADS_1
Matahari mulai terlihat semakin jelas seiring dengan Kapal Udara yang terus naik menembus awan. Membuat kebanyakan orang yang memang belum pernah melakukan penerbangan setinggi itu tampak terkagum-kagum dengan pemandangan yang ada di hadapan mereka.
Dan dari posisi tersebut, mereka mulai bergerak maju menuju ke selatan.
-
Empat jam kemudian, tiba giliran kelompok Trio Pemburu yang bersiap-siap untuk turun dari Kapal Udara tersebut, mengikuti beberapa kelompok kerja yang sudah turun lebih dulu.
Mereka diturunkan oleh Pasukan Udara Burung Hantu dengan berhati-hati agar tidak terlihat oleh orang disekitar tempat tersebut. Dan setelah semua orang, juga beberapa peti kayu berisi bahan material, alat berat, dan bahan makanan sudah diturunkan, yang tidak membutuhkan waktu lama, Kapal Udara pun kembali bergerak meninggalkan tempat tersebut untuk melanjutkan perjalanannya.
-
Sementara itu 18 orang yang terdiri dari 4 Pekerja, 4 Pengerajin, 2 Penyihir, 5 Prajurit, dan 3 Pemburu tadi, terlihat berdiri di area landai di sebuah lereng bukit dengan hutan yang cukup luas menghampar di kaki bukitnya, dan sebuah lembah dengan sungai yang mengalir di bagian dasarnya.
Dan tanpa membuang waktu, mereka pun segera membongkar peti-peti kayu tersebut, kemudian mulai membangun tempat untuk mereka tinggal 4 hari kedepan.
Sementara semua orang bekerja, tidak terkecuali para prajurit yang juga ikut membantu, Trio Pemburu mulai bergerak meninggalkan tempat tersebut untuk memastikan keamanan wilayah sekitar dan jalur yang akan mereka gunakan untuk membangun. Baik itu Menara Komunikasi yang akan dipasang di puncak bukit, juga Penggerak Generator yang akan dipasang di pinggir aliran sungai di dasar lembah.
.
Tak sampai tengah hari, semua peti kayu tersebut sudah selesai dibongkar semuanya. Bahkan 4 tenda juga sudah berdiri saling berhadapan dengan sebuah tungku perapian menjadi pusatnya.
Semua itu karena hampir semua peralatan yang mereka bawa sudah dalam keadaan setengah jadi. Mulai dari kerangka-kerangka yang tinggal disusun ulang tanpa perlu tambahan pasak, sampai peralatan yang hanya perlu disambung dengan aliran listrik saja.
Aksa selalu menyebut kata Portable saat membahas tentang jenis barang-barang setengah jadi tersebut.
Selain itu mereka juga dibekali dengan makanan ransum para prajurit untuk mereka bertahan hidup selama berada di tempat tersebut. Jatah makan tiga kali sehari untuk setiap orang selama 5 hari.
.
Dan setelah makan siang, para pengerajin mulai merakit dan memasang peralatan untuk Menara Komunikasi yang disebut Aksa dengan Antena Penerima dan Pemancar, sementara para pekerja dan penyihir mulai membangun seperti pos jaga yang tidak terlalu besar, untuk tempat menyimpan peralatan-peralatan komunikasi nantinya. Yang kemudian menyamarkannya dengan kontur perbukitan di sekitar tempat itu.
__ADS_1
-