
Sementara menunggu jaringan Menara Komunikasi selesai dibangun di wilayah selatan, Kapal Udara kedua pun mulai dikerjakan. Kali ini mereka akan membuat Kapal Udara dengan bentuk yang berbeda dari yang pertama.
Namun tidak hanya Galangan Kapal di dasar Jurang Besar saja yang mulai terlihat sibuk. Galangan Kapal di pesisir timur dan pelabuhan Kota Barat juga terlihat mulai sibuk.
Di pesisir timur mereka sedang mempersiapkan Kapal Besi untuk pelayaran jarak jauh menuju ke laut timur. Sementara di Kota Barat mereka mempersiapkan beberapa Kapal Besi untuk melakukan penyerangan.
-
Sementara itu Lucia sedang mengadakan pertemuan kecil di kediamannya. Yang hanya dihadiri oleh Nata, Orland, dan Jean saja. Karena memang hanya akan membicarakan perkembangan dari pekerjaan yang tengah berlangsung.
"Bagaimana dengan pembangunan Kapal Udara kedua, Nat?" Lucia bertanya setelah mereka selesai membicarakan tentang pembangunan sarana dan prasarana di lereng gunung Sekai.
"Bagian yang cukup memakan waktu dalam pembuataan Kapal Udara tersebut adalah Balon nya, Yang Mulia. Karena ukurannya cukup besar," jawab Nata kemudian. "Meski kita memiliki bahan baku yang mencukupi, namun jumlah penjahit dan penenun yang ada di wilayah kerajaan ini tidak cukup untuk mempercepat pembuatannya," tambahnya lagi.
"Ya, aku tahu itu. Jadi kira-kira dapat diselesaikan dalam waktu berapa lama?" Lucia kembali bertanya.
"Mungkin sebulan lagi, Yang Mulia," jawab Nata sambil membenahi posisi duduknya.
Lucia terlihat mengangguk paham tanpa bersuara.
"Lalu untuk jalur laut ke kerajaan Estrinx, apakah sudah ada kabar dari mereka, Tuan Orland?" Kali ini Nata bertanya kepada Orland yang duduk tepat di hadapannya di seberang meja.
"Selama ini saya sudah berhubungan dengan Arcdux Lugwin untuk membicarakan tentang jalur perdagangan baru melewati laut tersebut. Dan beliau menunjukan tanggapan yang positif," jawab Orland memberikan penjelasan. "Beliau menunjuk satu pelabuhan di timur wilayah Garaza, tepatnya di tenggara desa Dyms, yang akan mulai dibangun sebegitu kapal kita berhasil berlabuh di sana."
"Bagus sekali," balas Nata.
"Aku juga sudah mengirim pesan ke Estrinx untuk memberitakan bahwa kapal kita akan mulai berlayar dua minggu lagi." Kali ini Lucia yang menambahi.
"Maka bila semua ini berjalan dengan lancar, kita bisa kembali memiliki pasokan logam Dracz tanpa harus melewati wilayah Elbrasta. Ini bagus buat kita, karena saya yakin urusan kita dengan Elbrasta tidak akan cepat selesai. Dan akan menjadi semakin rumit seiring dengan berjalannya waktu." Nata mencoba menjelaskan alasan dan keuntungan dari hal tersebut.
"Aku juga sempat berpikir seperti itu." Lucia tampak sepemikiran dengan Nata.
__ADS_1
"Sedang untuk persiapan di Kota Barat, laporan dari Nona Anna mengatakan bahwa semuanya sudah selesai." Orland menyambung pembicaraan dengan tema selanjutnya. "Hanya tinggal hal-hal kecil saja yang perlu dilakukan pemeriksaan ulang, dan Kapal Besi kita siap untuk diluncurkan," tambahnya lagi.
"Baguslah. Karena begitu serangan ke tempat-tempat penting mereka dimulai, kita harus segera menggerakan kapal-kapal tersebut untuk memastikan bahwa Tyrion tidak ikut campur memberikan bantuan." Nata memberikan tanggapan.
"Ya, Nona Anna juga sadar akan hal tersebut." Orland menjawab.
"Namun semua serangan itu masih harus menunggu sampai pengambil alihan pegunungan Trava selesai dilakukan," ucap Nata menambahi.
"Apa kau yakin kita bisa mengambil alih wilayah pertambangan itu hanya dengan 30 orang saja, Nat?" Lucia kembali bertanya setelah Nata mengungkit hal itu lagi.
"Percayalah, Yang Mulia. Tiga puluh orang itu memiliki kemampuan dan pengetahuan yang cukup untuk menyandingkan mereka dengan Pasukan Pengepungan Benteng." Nata menjawab ringan. "Ya, meski tidak benar-benar sama secara cara dan jumlahnya," tambahnya kemudian.
"Begitukah? Kuharap memang begitu." Lucia masih memiliki sedikit keraguan tentang hal tersebut.
"Jadi setelah semua itu tadi, kita akan melakukan serangan ke kota Varun untuk membuka jalur ke wilayah Coedore?" Kali ini Jean yang duduk di kursi di belakang Lucia yang ganti bertanya pada Nata.
"Benar. Dari kota Varun itu kita akan secara harafiah membuka jalur ke wilayah kekuasaan Vistralle yang lainnya dengan Jalur Kereta Uap.Terutama jalur menuju pertambangan di pegunungan Trava." Nata menjawab. "Karena kita akan memerlukan cukup banyak tembaga untuk memulai pembangunan jaringan komunikasi dan juga tenaga listrik," jelasnya kemudian.
"Disamping beberapa jalur kereta yang dibuat sebelumnya masih belum dibongkar dan dapat kita gunakan ulang, saya dan Aksa juga sudah menemukan area yang cukup aman, jauh dari wilayah perbatasan musuh, untuk membangun jalur Kereta Uap yang baru." Sekali lagi Nata menjawab dengan penjelasan. "Namun semua itu masih dengan asumsi bahwa kita telah berhasil mengambil alih wilayah-wilayah tersebut secara penuh dari kekuasaan Vistralle."
"Lalu bagaimana dengan Augra? Mereka pasti tidak akan tinggal diam melihat hal tersebut." Jean kembali bertanya.
"Kita akan kirim prajurit ke wilayah perbukitan Trava untuk berjaga, dan kita juga akan membuat pertahanan di tempat tersebut bila diperlukan," jawab Nata kemudian.
"Kau ingin membentengi wilayah pegunungan itu?" Jean terlihat sedikit terkejut.
"Benar. Bukankah sudah ku tulis dalam lembar penjelasan rancangan yang sudah ku bagikan beberapa bulan yang lalu?" Nata terlihat tak percaya menatap ke arah Jean.
"Aku tidak terlalu suka membaca. Apa lagi sebanyak itu," jawab Jean terlihat sedikit malu. "Jadi kau memang berencana membentengi pegunungan itu dari awalnya," ucapnya lagi sambil mengangguk kecil.
"Ya, setidaknya di beberapa bagian saja. Karena pada dasarnya pegunungan tersebut memiliki benteng perlindungan alami yang cukup kuat." Nata kembali memberi penjelasan.
__ADS_1
"Lalu bagaimana dengan wilayah lain yang dikuasai oleh kerajaan tersebut?" Jean bertanya lagi setelah mengingat bahwa Augra tidak hanya menguasai wilayah Pegunungan Trava saja.
"Maksud mu wilayah Ravus dan Lighthill?" Nata memastikan.
"Benar. Mereka bisa saja menggunakan kesempatan ini untuk memperluas wilayah mereka dengan melakukan serangan ke Ignus atau Margrace." Kali ini Orland yang menyahut memberikan jawaban dan penjelasan.
"Seperti yang telah saya jelaskan sebelumnya, kita juga akan melakukan serangan ke dua wilayah tersebut melewati Ignus," jawab Nata yang mulai terlihat sedikit kesal karena permasalahan tersebut juga sudah ia jelaskan di pertemuan beberapa bulan sebelumnya.
"Jadi kau masih akan melakukan dua serangan disaat yang bersamaan?" Kali ini Lucia yang bertanya.
"Saya tahu, yang Yang Mulia kuatirkan adalah bila kerajaan Augra melakukan serangan balik dalam skala besar." Nata menjawab. "Saya akan sekali lagi mengatakan bahwa Yang Mulia tidak perlu kuatir tentang hal tersebut. Saya sudah memperhitungkan semuanya. Saya memiliki cara untuk mengulur waktu agar mereka tidak melakukan penyerangan penuh sampai kita berhasil mengambil alih wilayah Vistralle dan membangun tembok perbatasan," jelas pemuda itu dengan penuh percaya diri. Seakan menunjukan pada Lucia bahwa semua sudah dalam kendalinya.
Sedangkan Lucia sendiri merasa bahwa mungkin ia telah menyinggung Nata secara tidak sadar. Terlihat perempuan itu menutup matanya dan menghembuskan nafas panjang, "Maafkan aku, Nat. Aku tidak bermaksud untuk... ini hanya kebiasaan yang sulit untuk ku ubah," ucapnya kemudian.
"Saya mengerti Yang Mulia," jawab Nata dengan tenang.
"Baiklah kalau begitu, Aku serahkan semuanya padamu, Nat," ucap Lucia memberikan mandat.
"Baik, Yang Mulia," jawab Nata cepat,
"Mungkin yang perlu kita kuatirkan setelah ini adalah para Pekerja dan Penyihir Pembangun. Karena kita akan memerlukan banyak dari mereka bila melihat rencana yang telah kalian berdua buat setelah penyerangan ini." Orland terdengar seperti sedang mengeluh membayangkan apa yang harus ia kerjakan untuk menyelesaikan permasalahan tersebut.
"Tidak perlu terlalu kuatir, Tuan Orland. Aksa sudah mulai menyiapkan peralatan untuk lebih mempermudah dan mempercepat pengerjaan membangun." Nata menjawab dengan santai.
"Ya, kurasa memang begitu. Kalian pasti sudah memikirkannya," balas Orland yang merasa salah telah menguatirkan hal tersebut.
.
.
__ADS_1