Catatan Perang Besar Rhapsodia

Catatan Perang Besar Rhapsodia
3. Mengejutkan Teman III


__ADS_3

Setelah itu dengan segera mereka berempat menuju ke gedung di sebelah Kedai milik Edward. Tepatnya ke Balai Pertukaran Jasa. Alias Markas dari Bintang Api.


Sekarang Balai Pertukaran Jasa tersebut tampak semakin besar dari sebelumnya. Gedungnya memiliki dua lantai ke atas. Terlihat di penuhi banyak orang yang rata-rata adalah seorang Petarung Bayaran, Pemburu, dan Penyihir lepas. Tak jauh berbeda dengan Balai Pertukaran Jasa yang pernah Aksa dan Nata lihat di kota-kota di utara.


Memiliki aula besar di tengah ruangan, yang menurut perkiraan Nata mampu menampung 50 orang sekaligus. Terlihat pula beberapa papan kayu berdiri di sebelah kiri ruangan dengan daftar Permintaan tertempel di atasnya. Tepat dihadapan pintu masuknya, terdapat meja untuk melakukan pendaftaran dan tampak 3 orang duduk dibaliknya. Dan sisa ruangan di sebelah kanan diisi dengan bangku dan meja untuk bersosialisasi.


Serempak semua mata menatap ke arah mereka berempat tepat di saat mereka berjalan melewati aula tersebut. Semua orang terlihat saling berbisik-bisik, dan beberapa terlihat terkejut. Bukan terkejut karena kehadiran Aksa dan Nata, namun melihat sosok Val. Aksa dan Nata tidak mengenal satupun wajah dari orang-orang yang ada di tempat itu.


"Sepertinya mereka memperhatikan mu, Val. Kau terkenal juga ternyata," celetuk Aksa setelah memperhatikan sekeliling.


"Mengapa tempat ini begitu ramai, Tuan Couran? Banyak sekali para Petarung dan Pemburu bayaran di tempat ini," tanya Nata mengikuti Aksa menatap berkeliling. "Apa wilayah ini membuka Permintaan Jasa? Bukankah wilayah ini sudah tidak lagi memiliki tempat dengan banyak hewan buas liar kecuali di Hutan Sekai?" lanjutnya.


"Benar tempat ini membuka Permintaan Jasa, tapi Permintaan untuk wilayah di luar kerajaan," jawab Couran.


"Bukannya kalian sedang Lockdown?" celetuk Aksa tiba-tiba.


"Apa itu lokdon?"


"Menutup gerbang," sahut Nata menjelaskan.


"Benar. Namun karena beberapa dari kita masih memerlukan sesuatu dari luar, seperti bagian dari hewan atau tumbuhan yang belum ada di tempat ini, maka sebagai jalan keluarnya, dibukalah Permintaan Jasa untuk keluar wilayah kerajaan itu" jawab Couran menjelaskan. "Sedangkan para penerima Permintaan Jasa itu keluar melewati pesisir timur dan pesisir barat menggunaan Kapal Laut. Dan berlabuh di dermaga-dermaga kecil agar tidak menarik perhatian," tambahnya lagi sebelum Nata kembali bertanya.


"Oh, sebuah Quest ternyata. Jadi sekarang tempat ini sudah resmi menjadi sebuah Guild buat para Adventurer." celetuk Aksa yang terlihat kagum.


"Masuk akal. Karena itu adalah tugas yang sangat beresiko, jadi butuh para Petarung dan Pemburu untuk melakukannya. Lalu bagaimana wilayah ini memastikan tidak ada penyusup saat para Petarung dan Pemburu itu kembali?" Nata bertanya lagi. Tampak penasaran.


"Yang ku tahu mereka memiliki tanda pengenal khusus. Tapi bagaimana penjaga memastikan bahwa tanda pengenal atau pemilik dari tanda pengenal itu asli atau palsu, aku kurang begitu tahu." Couran menjawab saat mereka sudah tak jauh dari meja pendaftaran.


"Seperti itu tenyata." Tampak Nata mengangguk paham. "Mungkin nanti akan ku tanyakan detilnya pada Tuan Caspian tentang bagaimana mereka melakukannya," lanjutnya kemudian.


"Tuan Val, Tuan Couran, tumben kalian datang kemari. Ada yang bisa saya bantu?" Seorang gadis Morra dengan pakaian seorang pemburu menyapa dan bertanya dengan ramah dari balik meja.

__ADS_1


"Apa ketua cabang Anda ada, Nona Lindia?" tanya Couran kemudian. Terlihat Aksa mulai terlihat antusias untuk ingin segera melihat sosok dari anggota Bintang Api yang baru.


"Oh, sayang sekali para ketua sedang tidak ada di tempat sekarang ini, Tuan Couran. Nona Shuri sedang berada di Kota Pelabuhan di barat. Sedang Tuan Cedrik dan Nona Margaret sedang menghadiri rapat di kediaman Yang Mulia Ratu," jawab gadis bernama Lindia itu dengan sopan.


"Oh, jadi Nona Shuri sudah naik pangkat, Val?" tanya Aksa kepada Val dari belakang Couran, yang membuat gadis bernama Lindia dan 2 pria yang juga berada di balik meja pendaftaran itu menatap terkejut ke arahnya.


Mereka bertiga terlihat begitu penasaran tentang siapa sebenarnya pemuda Morra yang berbicara tanpa sopan santun tehadap Val itu.


Sedang Val hanya mengangguk, "Benar. seluruh anggota asli Bintang Api diangkat sebagai ketua cabang di setiap wilayah," jawabnya kemudian.


"Kalau memang mereka tidak ada, berarti kita langsung saja menuju ke tempat Lucia sekarang," sahut Aksa yang terlihat kecewa seraya berjalan menuju pintu keluar.


Sedangkan 3 orang dibalik meja pendaftaran itu terlihat sangat terkejut dan cukup geram mendengar Aksa menyembut nama Lucia secara langsung tanpa menggunakan gelar.


Namun Lindia tidak mau gegabah untuk langsung menegur. Karena bisa jadi Aksa adalah orang penting, melihat Val dan Couran tidak menegurnya, meski jelas-jelas mereka mendengar ucapan pemuda itu.


"Oh, baiklah kalau begitu, saya akan langsung menuju ke kediaman Yang Mulia Ratu saja. Terima kasih, Nona Lindia," ucap Couran kemudian.


Terlihat Lindia dan 2 rekannya menatap dengan penuh curiga dan rasa penasaran kepada Aksa dan Nata yang bertingkah seperti tidak mengenal adat dan sopan santun itu meninggalkan ruangan.


Bahkan tadinya pria yang mengunakan pakaian khas seorang Petarung di sebelah Lindia itu sudah hampir ingin menegur, sebelum kemudian ditahan oleh Lindia dengan memberi tanda di bawah meja.


.


Sementara Aksa terlihat semakin kecewa, setelah Couran memberi tahukan bahwa sekarang pengurus Percetakan dan Sekolahan di wilayah Kota Tengah ini bukan lagi Fla dan kawan-kawannya, saat ia berencana untuk menuju ke dua tempat tersebut.


-


"Kalian membangun ulang Menara Jam itu?" tanya Aksa saat mereka memasuki wilayah Alun-alun Kota.


Keramaian mulai terlihat jauh berkurang setelah mereka keluar dari Wilayah Hiburan dan Perdagangan di sekitaran Stasiun Kota tadi. Kini sisi kiri dan kanan jalan mulai diisi dengan perumahan penduduk, tempat umum, dan gedung pemerintahan.

__ADS_1


"Benar. Menara itu hancur saat terjadi penyerangan di kota ini. Nyaris seluruh wilayah pusat kota ini hancur." jawab Couran dengan raut wajahnya yang seperti baru saja mengingat hal buruk.


Aksa dan Nata hanya terdiam tidak berucap. Mereka mencoba membayangkan seperti apa suasana saat hal itu terjadi. Mungkin sampai saat ini beberapa orang masih merasa trauma dengan kejadian tersebut.


.


Tak lama kemudian bangunan kediaman Lucia pun mulai terlihat di ujung jalan. Tampak semakin megah. Beberapa bangunan baru dibangun mengelilingi bangunan utamanya. Sebuah tembok pagar dan 4 menara tinggi yang nyaris terlihat seperti sebuah kastil.


"Wah, sekarang rumah Lucia sudah seperti Istana Raja saja," ujar Aksa yang mulai kembali terlihat bersemangat ketika Kereta Besi mereka diberhentikan prajurit penjaga di gerbang luarnya.


\=


Di ruang pertemuan, tampak 20 lebih orang sedang duduk mengelilingi sebuah meja besar berbentuk oval. Tampak Sang Ratu sendiri yang memimpin jalannya pertemuan tersebut.


Kemudian terdengar pintu ruangan diketuk dari luar, yang menyebabkan pertemuan tersebut terhenti.


"Masuk!" Perintah Sang Ratu saat orang-orang yang berada dalam ruangan tersebut sudah mulai terdiam.


"Lapor, Yang Mulia Ratu. Yang Mulia kedatangan tamu." Prajurit itu melapor setelah memberi hormat.


"Tamu?" tanya Sang Ratu yang terlihat penasaran. Ia tidak merasa sedang menunggu seseorang atau memiliki janji apapun dengan orang dari luar wilayah kerajaan.


"Apa kau prajurit baru? Kau tidak tahu peraturannya? Minta siapapun tamu tersebut untuk menunggu sampai Yang Mulai Ratu memiliki waktu untuk menemuinya."


"Maaf, Tuan Orland, tapi...." Belum selesai si prajurit berucap, tiba-tiba Aksa muncul dari balik pintu.


"Halo!" ujar Aksa seraya melambaikan tangan dengan santai. Yang kemudian disusul Nata, Couran, dan Val yang muncul dari belakangnya.


Seluruh orang yang berada dalam ruangan tersebut terlihat terkejut dan tidak percaya mendapati sosok Aksa dan Nata yang tengah berdiri dihadapan mereka. Bahkan beberapa orang sampai melompat dari tempat duduk mereka sangking terkejutnya.


-

__ADS_1


__ADS_2