Catatan Perang Besar Rhapsodia

Catatan Perang Besar Rhapsodia
Antology Story : Menara Komunikasi II


__ADS_3

Ke esokan harinya, pengerajin dan pekerja mulai mendirikan bagian dari Menara Komunikasi yang disebut Antena itu di area yang cukup landai tak jauh dari puncak bukit.


Para penyihir menutupi bagian kaki menara Antena tersebut dengan tanah dan bebatuan agar tidak begitu terlihat dari kejauhan. Hingga hanya bagian batang besinya saja yang berdiri menjulang yang dapat dilihat dari kejauhan bila ada yang memperhatikannya.


Dan pekerjaan itu memakan waktu satu hari penuh, sementara Trio Pemburu dan para prajurit yang lain membantu untuk mengusung bagian dari Pengerak Generator turun ke dasar lembah.


-


Keesokan harinya mereka melanjutkan pekerjaan mereka memasang Pengerak Generator yang terdiri dari 2 jenis, berdasarkan dari tempat alat pengerak tersebut dipasang.


Yang pertama bernama Turbin Angin Vertikal yang dipasang bersebelahan dengan menara Antena. Bentuknya hampir mirip dengan batang besi Antena, hanya saja di bagian atasnya terpasang 3 logam pipih seperti sebuah sirip namun dengan bentuk mengulir saling-silang yang dapat berputar ketika tertiup angin.


Mereka memasang 2 Turbin jenis itu di sisi kiri dan kanan menara Antena.


Kemudian yang ke dua adalah Turbin Air Vertikal yang dipasang di dasar lembah di pinggiran sungai yang sudah ditinjau ulang posisinya oleh trio pemburu sebelumnya.


Jenis yang ini lebih sulit pemasangannya, karena harus membuat sodetan pada sungai dan membangun seperti bak air kecil sebelum kemudian membuat pintu air kembali ke arah sungai. Medan aliran sungainya pun juga perlu diperhatikan. Semakin aliran sungai itu menurun, semakin bagus.


Sedang bentuk dari Turbin Air Vertikal itu lebih seperti baling-baling pengerak Kapal Besi. Hanya saja sayap baling-balingnya dibuat lebih banyak, dan lebih panjang meruncing di bagian ujung. Dan nantinya benda itu akan diletakan di tengah aliran air dalam sodetan tersebut.


Sebenarnya jenis Turbin Air Vertikal itu tidak selalu dibangun ketika hendak membangun Menara Komunikasi. Karena jelas alat tersebut memerlukan aliran sungai untuk mengerakannya. Dan hanya ada 3 dari 18 tempat yang memiliki aliran sungai dimana Menara Komunikasi itu dibangun. Yang salah satunya adalah tempat kelompok Trio Pemburu di tugaskan.


.


Kali ini mereka menyelesaikan semua pembangunan itu tepat ketika matahari mulai tenggelam. Disamping membangun Turbin Air tersebut, mereka juga membangun jaringan pipa berisi kabel tembaga menuju ke atas, ke tempat dimana Generator dan peralatan komunikasi berada.


-


Malam harinya selepas makan malam, 18 anggota kelompok kerja tersebut duduk berkumpul mengelilingi tungku perapian. Disamping untuk bersantai dan beristirahat karena telah menyelesaikan semua pekerjaan yang ditugaskan kepada mereka, juga karena mereka akan mencoba menggunakan radio tersebut untuk menghubungi wilayah kerajaan.


Terlihat seorang pengerajin dari Bintang Timur yang dikenali Trio Pemburu sebagai anggota dari kelompok pembuat baterai pimpinan Couran, yang bernama Riga itu, tampak sedang memutar-mutar salah satu kenop pada sebuah kotak persegi berwarna hitam dengan 3 buah tabung kaca besar terasang di bagian sampingnya.

__ADS_1


Di bagian tengah kotak tersebut tampak sebuah kaca bening berbentuk setengah lingkaran yang memperlihatkan bagian dalamnya yang berupa angka-angka dan sebuah jarum yang bergerak-gerak mengikuti putaran kenop yang dilakukan oleh Riga.


Suara seperti kertas diremas, dan dengungan kecil mengganggu terdengar dari Pengeras Suara di samping kotak hitam tersebut. Timbul tenggelam seiring gerakan jarum.


Dan setelah beberapa kali putaran kenop, mulai terdengar suara seseorang yang lebih jelas meski sedikit terputus-putus.


"Ki~jang sat~, kij~jang satu,. ka~lian de~nga~"


Semua orang langsung mengenali suara Aksa tersebut meski terdengar garau, sebelum kemudian kembali tengelam dalam suara dengung yang mengganggu.


"Oh, itu tadi suara Tuan Aksa, kan?" celetuk salah seorang pengerajin di sebelah Riga.


"Benar. Itu suara Tuan Aksa," sahut penyihir dari belakang Riga.


Dan hal tersebut membuat semua orang segera mendekat, berkumpul di depan Pengeras Suara tersebut. Mereka semua terlihat antusias dan bersemangat menanti suara Aksa terdengar kembali.


"Kenapa Tuan Aksa menyebut-nyebut kijang?" tanya seorang prajurit yang sedari tadi duduk di belakang Pengeras Suara.


"Bisa jadi." Prajurit tadi terlihat mengangguk kecil.


Tak lama kemudian setelah suara lengkingan panjang, suara Aksa kembali terdengar.


"Ki~ang~kal~an de~ar~" Suaranya masih terdengar timbul tenggelam.


Semua orang yang terkejut saat pertama mendengar suara Aksa tersebut, sekarang sudah mulai terlihat gembira karena itu berarti tugas yang mereka emban sudah hampir selesai sepenuhnya.


Sedang Riga yang sedari tadi terlihat serius dengan kenop di tangannya itu, kini mulai mengangkat Mikrofon, mendekatkan ke mulutnya dan mulai membalas suara Aksa. "Kelompok tiga mendengarnya. Ulangi kelompok tiga mendengarnya."


"Oh~ su~ara kalian cukup jelas didengar." Perlahan suara Aksa mulai terdengar semakin jelas, meski suara berisik sebelumnya masih lirih terdengar. "Apa suara ku jelas terdengar?" tanyanya kemudian.


"Ya, sekarang sudah jauh lebih jelas, Tuan Aksa." Riga membalas cepat.

__ADS_1


"Oh, berarti tidak ada masalah dengan Frequency Mixer nya. Apakah ada kendala dalam pengerjaan di tempat itu?" Suara Aksa terdengar sedikit garau.


"Syukur tidak ada kendala dalam pembangunan baik Menara Komunikasi, maupun Pengerak Generator di wilayah ini, Tuan Aksa." Riga segera menjawab.


"Baiklah kalau begitu. Berarti aku ucapkan selamat untuk kalian semua. Karena sudah berhasil membuat jaringan komunikasi jarak jauh pertama di dunia," ucap Aksa memberi selamat.


Dan semua orang terlihat bertepuk tangan dan bersorak gembira mendengar ucapan selamat tersebut.


"Terima kasih, Tuan Aksa," balas Riga kemudian.


"Jangan lupa minta Trio Pemburu membawakan daging buruan yang banyak dari tempat itu," ucap Aksa menambahi. Dan semua orang tertawa.


"Bilang pada Tuan Aksa, perbukitan ini hanya ada serangga dan rerumputan liar. Apa beliau masih mau dibawakan?" seru Loujze dari depan tungku perapian bersama Huebert dan Deuxter. Yang kemudian disahut dengan tawa lebih kencang dari yang lainnya.


Setelah itu, malam pun dilalui dengan pesta kecil untuk merayakan keberrhasilan mereka menyelesaikan tugas.


-


Paginya di hari keempat, semua orang mulai mengemas dan menyimpan kembali peralatan mereka. Namun memang beberapa peralatan berat sengaja di tinggal ditempat itu. Juga tenda dan beberapa peralatan masak. Mereka membangun seperti gudang di sebelah bangunan tempat peralatan komunikasi dan Generator berada.


Tidak lupa, mereka juga membuatnya menyaru dengan lingkungan sekitar. Seperti melapisi dindingnya dengan tanah dan bebatuan, juga menutupi bagian atapnya dengan ranting-ranting kering.


Trio Pemburu juga memastikan ulang bahwa tidak ada orang, atau jalur untuk para pencari kayu dan pengumpul jamur di sekitar tempat itu.


Dan menjelang senja, tampak sebuah bayangan melintas di balik awan, sebelum kemudian beberapa Yllgarian Burung Hantu turun untuk menjemput mereka.


.


Tampak sudah cukup banyak kelompok kerja berada di dalam Kapal Udara tersebut. Terlihat Nikolai berjalan menghampiri saat Trio Pemburu tiba di atas geladak.


"Terima kasih atas kerja kerasnya," ucap Nikolai kemudian. Yang dibalas dengan senyuman lebar oleh ketiga orang tersebut.

__ADS_1


-


__ADS_2