Catatan Perang Besar Rhapsodia

Catatan Perang Besar Rhapsodia
Antology Festival II


__ADS_3

Tak lama setelah Versica dan anggota kelompok Bintang Api bertemu dan mulai berbincang, terlihat rombongan orang-orang Desa Timur dan keluarga Lumire berjalan melewati mereka.


Terlihat Andele berjalan paling depan dalam rombongan tersebut sambil menggandeng Sona, putri Fla yang berusia 3 tahun. Tampak pula Rubah Ekor Belah peliharaannya berjalan pelan di sebelah Sona seperti sedang ikut menikmati suasana Pasar Raya tersebut.


Sedangkan Fla tampak berjalan bersama Livia, anggota keluarganya yang lain, dan juga keluarga Lumier di belakang sambil mengendong putranya, Naka.


Mereka terlihat baru saja selesai memborong barang-barang di Pasar Raya tersebut. Karena beberapa orang tampak menenteng banyak keranjang bawaan di kedua tangan mereka.


Tak lama kemudian mereka pun berpapasan dengan rombongan Anna dan orang-orang dari Pelabuhan Barat.


"Nona Anna," panggil Livia saat mendapati Anna sedang melihat-lihat pakaian di salah satu lapak jualan.


"Oh, kalian?" ucap Anna setelah melihat rombongan Fla dan Lumire itu. "Wah, sepertinya kalian sedang memborong barang-barang di Pssar Raya ini," lanjutnya kemudian.


"Benar, Nona Anna. Itu karena banyak sekali barang-barang yang jarang dijual di hari-hari biasa," sahut Arian, bibi Fla menjawab jujur.


"Itu benar. Apa lagi peralatan masak yang menggunakan listrik itu. Di tempat ini dijual hampir setengah dari harga biasa," sahut Fatima, istri Lumire menambahi.


"Wah, bisa-bisa kami tidak akan kebagian barang lagi kalau tidak cepat-cepat," balas Nikolai menanggapi.


"Hahaha... Anda memang harus cepat kalau tidak mau kehabisan barang bagus di tempat ini." Livia menjawab dengan tertawa.


"Bagamana kalau setelah ini kita menuju ke tempat untuk melihat Kembang Api bersama-masa," ajak Fla menyambung pembicaraan.


"Oh, boleh-boleh. Bagaimana kalau sekarang? Aku sudah mulai capek berjalan selama hampir dua jam," jawab Anna menerima ajakan tersebut.


"Bibi bisa pergi dulu. Aku masih ingin berkeliling sebentar lagi," sahut Gale menyela.


"Aku dan Sona juga akan melihat panggung pertunjukan terlebih dahulu. Jadi kami akan menyusul setelah itu," tambah Andele kemudian.


"Kami juga akan berkeliling sebenar lagi." Beberapa sepupu Andele juga terlihat masih ingin berkeliling Pasar Raya tersebut.


"Baiklah. Kalian tahu kan, tempat untuk kita melihat Kembang Api?" tanya Fla kemudian memastikan.


"Iya. Jangan kuatir tuan Fla," jawab Andele mewakili yang lainnya.


"Baiklah kalau begitu. Kami pergi dulu," ucap Fla kemudian.


Dan beberapa orang dewasa dari rombongan Anna dan Fla pun pergi meninggalkan para anak muda untuk melanjutkan berkeliling.


.

__ADS_1


"Apa kalian sudah mencoba menaiki yang seperti Kincir Air Bukit Waduk itu?" tanya Gale kemudian saat ia dan yang lain sudah kembali berjalan.


"Belum. Tapi sepertinya kincir air itu terlalu tinggi untuk Sona." jawab Andele yang dibalas anggukan cepat oleh gadis cilik yang berdiri di sebelahnya.


"Aku mau coba untuk menaikinya," ucap Gale kemudian.


"Aku juga," sahut pemuda sepupu Andele dengan bersemangat.


"Ya, kalian naik dulu sana. Nanti beri tahu aku, apakah Kincir itu terlalu tinggi dan menakutkan atau tidak," ucap Andele kemudian.


"Baiklah. Kami tinggal dulu berarti," sahut Gale menjawab.


"Ya, kami akan menyaksikan pertunjukan di panggung dulu," balas Andele kemudian. "Cari kami di sana setelah kalian selesai. Tapi sebelum pukul setengah sembilan, ya?"


"Mengerti." Gale dan sepupu Andele segera pergi meninggalkan Andele dan Sona.


"Kalau begitu kita juga segera pergi menuju panggung. Ayo Sona, Dende," ucap Andele kemudian.


-


Terlihat Yvvone sedang duduk di sebuah bangku kayu bersama Solas dan Talos. Menunggu Ymone dan Ares turun dari sebuah Kincir Air berukuran besar dengan 20 ruang seperti gerbong gondola untuk 2 orang terpasang di sekelilingnya. Yang oleh Aksa disebut dengan Bianglala.


Sedang para Getzja suku Azorgia tampaknya tengah teropsesi dengan jenis makanan yang dijual di tempat itu. Mereka terlihat sibuk berkeliling mencoba segala jenis makanan yang dijual di Pasar Raya tersebut.


"Kenapa Ymone dan Ares suka sekali naik benda seperti itu? Bukankah melihat pemandangan dari atas sudah bukan hal baru lagi buat mereka?" Solas bertanya dari sebelah Yvvone yang sedang sibuk mengambil gambar kerlip lampu yang menyala di sekeliling kincir air itu dengan Smartphone nya.


"Kurasa mungkin karena lebih nyaman melihat pemandangan dari tempat tinggi tanpa harus mengerahkan Aliran Jiwa." Talos menjawab setelah meneguk minuman dingin dari botol kecilnya.


"Tapi ini sudah terlalu lama. Apa mereka tidak tertarik dengan hal lainnya?" Solas masih terlihat tidak paham dengan kelakuan kedua rekannya itu


"Hei, kalian! Ayo kita segera pergi. Sebentar lagi Kembang Api akan dimulai," seru Murrel kemudian dari kejauhan.


"Baik. Sebentar aku bilang ke Ymone dulu." Dan dengan cepat Yvvone melompat ke atas kemudian melayang menuju ke salah satu gerbong dimana kakaknya berada.


"Hei, kalian. Kami akan pergi ke tempat untuk menonton pertunjukan Kembang Api sekarang," ucap Yvvone seraya melayang mengikuti gerakan kincir tersebut setelah menemukan tempat Ymone dan Ares berada.


"Baik. Pergilah dulu, akan kami susul setelah ini," jawab Ymone kemudian.


"Baiklah kalau begitu," jawab Yvvone sebelum kemudian melesat turun ke bawah.


Dan setelah itu Rombongan Yvvone pun bergegas menuju ke tempat untuk menonton Kembang Api.

__ADS_1


-


Beberapa menit menuju pukul 9 malam terlihat Aksa bersama Val, Trio Pemburu, dan para pekerja yang lain sudah mulai bersiap-siap dan memastikan peralatan untuk menembakan Kembang Api itu tidak mengalami masalah.


Mereka memeriksa ulang setiap peralatan dan memastikan kembali urutan Kambang Api yang akan ditembakan agar mendapatkan hasil yang sesuai dengan rencana.


Dan kemudian Aksa pun memberi aba-aba setelah waktu menunjukan pukul 9 tepat.


"Semua siap?"


Terlihat beberapa orang yang berdiri di posisi mereka masing-masing tampak mengacungkan jempol menjawab pertanyaan Aksa.


"Dalam hitungan ketiga. Satu, dua, tiga!"


Dan bersamaan dengan aba-aba Aksa tersebut, setiap orang segera menarik pelatuk alat peluncur Kembang Api yang menjadi bagian mereka masing-masing mengikuti urutan yang sudah mereka latih sebelumnya.


Terdengar suara ledakan kecil di beberapa tempat saat Kembang Api tersebut diluncurkan ke atas. Yang lalu disusul dengan suara seperti siulan keras, dan kemudian diikuti oleh beberapa ledakan dengan pola dan cahaya berwarna-warni yang indah di udara.


Hal tersebut pun berulang dalam sebuah pola yang menghasilkan sebuah pertunjukan cahaya yang mengagumkan dan belum pernah dilihat oleh para penduduk benua Elder sebelumnya.


-


Semua orang yang menyaksikan pertunjukan cahaya yang cantik itu tampak terkesima dan kagum.


"Oh... Indah sekali!" ucap Luque yang tampak sangat kagum dan merasa bangga melihat pertunjukan Kembang Api hasil kerja Aksa itu dari sebelah Rafa.


"Benar. Baru pertama kalinya saya melihat pertunjukan cahaya semegah ini. Bahkan sihir pun belum tentu dapat menghasilkan pertunjukan seperti ini," sahut Rafa menanggapi ucapan Luque.


Rafa dan Gadis Suci duduk bersama Lucia dan orang-orang penting kerajaan di sebuah panggung yang memang sengaja di buat untuk tempat mereka menyaksikan Kembang Api tersebut.


Nata, Lily, rombongan Yvvone, para pemimpin, dan anggota parlemen juga berada di tempat tersebut.


Karena dibangun di tanah kosong yang cukup luas dan stategis untuk menyaksikan pertunjukan Kembang Api nantinya, maka tak heran bila puluhan orang juga ikut berkumpul di sekitar panggung itu untuk mendapatkan pemandangan yang terbaik.


Dan meski banyak orang yang menyaksikannya dengan berdiri, namun tak sedikit juga yang terlihat mengelar alas dan duduk bersama sanak keluarga dan kawan-kawan mereka. Terlihat saling berbincang dan menikmati kebersamaan mereka di tempat itu.


.


Dan setelah itu, tema tentang kemeriahan Pasar Raya dan indahnya pertunjukan Kembang Api di malam pembukaan Festival itu menjadi topik hangat yang terus dibicarakan di seluruh wilayah Rhapsodia sampai beberapa hari lamanya.


Dan bahkan sampai terdengar keluar wilayah kerajaan. Memberikan citra positif di mata kerajaan-kerajaan lain di wilayah barat daya dataran selatan.

__ADS_1


Festival yang berlangsung selama 5 hari itu juga kembali di tutup dengan pertunjukan Kembang Api yang bahkan menjadi topik pembicaraan hingga berminggu-minggu lama.


-


__ADS_2