
"Loli Elf dan Tuan Talos!" Aksa terkejut saat mendapati Yvvone dan Talos di depan gerbang Kota Araz. Bersama mereka terlihat pula Yllgarian, Getzja, dan Elf lainnya.
"Ada Hawkman dan Kyubi, Nat," bisik Aksa di sebelah Nata dengan penuh semangat saat melihat anggota dari rombongan Yvvone tersebut. "Oh, ada skin versi dewasa dari si loli Elf juga," tambahnya kemudian saat mendapati sosok Aeron serupa Yvvone yang berpenampilan seperti seorang gadis berusia 20 tahunan di antara rombongan besar itu.
"Oh, kalian benar-benar kembali?" Sedang Yvvone juga tampak terkejut melihat Aksa dan Nata yang muncul dari balik gerbang bersama Lily dan Val.
"Apa kabar, Nona Yvvone, Tuan Talos." Nata memberi salam.
"Apa aku tidak salah lihat? Kalian sepertinya tidak berubah banyak dari terakhir kita bertemu. Yang mana itu adalah lima tahun yang lalu," ucap Talos, si marga Shuuran itu setelah memperhatikan sosok Aksa dan Nata dengan seksama dari atas ke bawah.
"Ceritanya panjang Tuan Talos. Bagaimana kalau kita masuk dulu. Rombongan anda sangat mencolok di depan gerbang seperti ini," undang Nata seraya mengarahkan pandangannya ke para prajurit, pekerja, dan penduduk yang tampak penasaran melihat mereka di sekitar gerbang tersebut.
"Heran, kenapa setiap kali aku bertemu dengan kalian, selalu saja ada peperangan," celetuk Yvvone di tengah ia mengikuti rombongan Aksa dan Nata memasuki kota.
.
Kemudian rombongan Yvvone pun dibawa ke kastil milik mantan bangsawan pemimpin kota. Yang memang selama beberapa malam ini digunakan oleh Aksa dan Nata, juga para prajurit, untuk tempat tinggal sementara. Karena memang cukup besar, dan memiliki puluhan kamar.
-
Mereka duduk mengelilingi meja panjang di ruang makan kastil tersebut. Dan dari ke 16 kursi yang ada, hanya menyisakan satu kursi yang kosong.
"Ini. Buat Smartphone ini kembali bekerja seperti sebelumnya," ucap Yvvone sambil memberikan benda berbentuk persegi sebesar satu setengah telapak tangan itu kepada Nata yang duduk di hadapannya.
"Memang kenapa dengan Smartphone ini?" Nata terlibat memeriksa alat tersebut dengan teliti. "Apa anda tanpa sengaja menjatuhkannya ke dalam air?" tanyanya kemudian.
"Tidak. Aku tidak pernah menjatuhkannya ke dalam air." Yvvone menggeleng celat.
"Hm... Biar nanti diperiksa Aksa sesampainya di wilayah pusat," ucap Nata seraya memberikan Smartphone tersebut kepada Aksa.
Aksa menerima benda persegi itu, kemudian melakukan pemeriksaan yang sama seperti yang telah dilakukan Nata sebelumnya. "Kurasa aku bisa memperbaikinya," ucapnya kemudian.
"Benarkah?" Wajah Yvvone mulai terlihat ceria.
Sementara yang lainnya, kecuali Talos, tampak kebingungan melihat tingkah dan keakraban Yvvone dengan dua pemuda itu. Pemandangan yang sangat janggal bagi mereka melihat Manusia bisa begitu akrab dengan Elf.
"Tapi sebelum itu bagaimana kalau kami memperkenalkan diri terlebih dahulu," sela Nata memotong percakapan Yvvone. "Maafkan saya, baru memperkenalkan diri. Saya Nata, dan dia Aksa," tambahnya memperkenalkan dirinya sendiri dan juga Aksa ke rombongan Yvvone yang belum ia kenal.
__ADS_1
"Iya, aku Aksa," lanjut Aksa sambil melambai kecil. "Apa perempuan Aeron itu kakak mu?" bisiknya kemudian bertanya kepada Yvvone dengan wajah malu-malu.
"Oh, benar juga. Aku belum memperkenalkan kalian semua." Yvvone seolah baru saja sadar mengenai hal tersebut. "Ini adalah Ymone. Kakak ku," tambahnya seraya menunjuk gadis Aeron di sebelahnya.
"Halo, kak Ymon," sahut Aksa kemudian sambil melambai kecil ke arah kakak Yvvone tersebut.
Sedang Aeron yang dipanggil Ymone itu terlihat bingung dengan sapaan dari Aksa tersebut. Sementara terlihat Lily dan Talos tersenyum geli dari ujung meja.
"Salam kenal, Nona Ymone. Maafkan teman saya ini. Dia memang sedikit aneh. Tapi tidak bermaksud tidak sopan, kok." Nata mencoba memberi penjelasan agar Ymon tidak tersinggu. Yang dibalas dengan tatapan sinis oleh Aksa.
"Lalu yang ini Ares, suami Ymone," lanjut Yvvone memperkenalkan Aeron yang berpenampilan seperti seorang pria berusia 30 tahunan yang duduk di sebelah Ymon.
"Apa? Suami?" Aksa nyaris berteriak saat mendengar Yvvone memperkenalkan Aeron tersebut. "Oh, rasanya aku baru saja patah hati di lima menit pertama setelah bertemu, Nat," ucapnya kemudian dengan wajah yang dipenuhi kekecewaan.
"Dasar lebay," balas Nata sebelum menyapa Ares. "Salam kenal, Tuan Ares."
"Kemudian, Rhafie ini bernama Solas," lanjut Yvvone lagi memperkenalkan pria Elf berkulit putih, berambut lurus sedagu berwarna kuning kemerahan, dengan bola mata berwarna kuning kehijauan ciri fisik dari marga Rhafie, yang duduk di sebelah Ares.
"Salam kenal, Tuan Solas," sapa Nata kemudian.
"Lalu ada Talos, kalian sudah mengenalnya, kan?" Yvvone menunjuk ke arah Talos yang duduk di paling ujung meja, berhadap-hadapan dengan Lily. "Kemudian empat Getjza itu adalah Azorgia," lanjutnya seraya menunjuk ke empat Getzja yang duduk berjajar di sebelah Val.
"Azorgia?" Mendengar kata tersebut membuat Aksa kembali menegakan tubuhnya.
"Benar. Yang itu Moye" ucap Yvvone kemudian memperkenalkan Getzja perempuan berambut panjang dikuncir kuda yang duduk paling dekat dengan Val.
Gadis bernama Moye itu hanya tersenyum sambil mengangguk kecil.
"Kemudian yang itu Jian," lanjut Yvvone memperkenalkan pria Getzja berperawakan kekar yang duduk di sebelah Moye tadi. "Lalu ada Wusu dan Ruyi," tambahnya kemudian memperkenalkan seorang gadis Getzja berambut pendek sepanjang dagu sebagai Wusu, dan pria Getzja dengan rambut sepanjang punggung dianyam rapi sebagai Ruyi.
"Salam kenal. Maaf karena saya tidak terlalu lancar dalam berbahasa daratan tengah," ucap Moye dengan cara berbicara yang terdengar aneh. "Sedang ketiga rekan saya sama sekali tidak dapat berbicara bahasa ini," tambahnya kemudian menjelaskan.
"Apa berarti kalian berbicara dalam bahasa Cindar?" Tiba-tiba Aksa berucap dalam bahasa yang tidak dipahami oleh Nata dan beberapa orang di ruangan tersebut.
Namun tidak bagi ke empat Getzja Azorgia tersebut. Mereka tampak terkejut mendengar Aksa dapat berbicara bahasa mereka.
"Anda bisa berbicara bahasa Cindar?" balas Ruyi, pria Getzja dengan rambut dianyam itu, dalam bahasa yang sama seperti yang baru saja diucapkan Aksa.
__ADS_1
"Jelaslah, aku kan utusan dewa. Aku mengerti bahasa Hirgin, Hiryu, Mara, dan Cindar. Hanya tinggal bahasa Elves saja yang belum. Karena aku tidak memiliki cukup buku untuk mempelajari bahasa tersebut," balas Aksa dengan nada sombong yang biasa ia gunakan.
"Sebentar, apa anda baru saja mengatakan bahwa anda adalah utusan dewa?" Moye tampak terkejut mendengar ucapan Aksa barusan. Tak ubahnya ketiga rekannya yang lain.
"Benar. Aku adalah utusan dewa." Aksa mengulang ucapannya seraya membusungkan dada.
"Sudah hentikan, Aks. Maafkan dia. Dia memang seperti itu. Kalian jangan terlalu menanggapi ucapannya." Kali ini Lily yang menyahut untuk meluruskan kesalah pahaman yang mungkin dimiliki oleh ke empat Azorgia tersebut setelah mendengar ucapan Aksa sebelumnya.
"Meski aku tidak mengerti apa yang kau bicarakan, tapi aku yakin pasti kau sedang membual seperti biasa, kan?" sahut Nata kemudian.
"Siapa bilang?" Terdengar Aksa tidak terima akan tuduhan Nata. "Kau pasti iri dan merasa tersisih, kan? Saat aku berbicara menggunakan bahasa yang tidak dapat kau mengerti," tambahnya kemudian mencoba balik menggoda Nata.
"Lalu, mereka berdua?" Alih-alih membalas Aksa, Nata malah mengacuhkannya dan lanjut bertanya kepada Yvvone mengenai dua Yllgarian yang masih belum ia kenal itu.
Terlihat Aksa yang kesal dengan kelakuan sahabatnya itu terdengar mengerutu pelan. "Tunggu saja pembalasanku."
Sedangkan tanpa menunggu untuk dikenalkan, Yllgarian dengan wujud pria Elang itu berinisiatif memperkenalkan dirinya sendiri. "Saya Murrel, dan ini Morgana. Salam kenal," ucapnya seraya memperkenalkan Yllgarian lain di sebelahnya. Perempuan Rubah, bernama Morgana.
"Salam kenal, Tuan Murrel, Nona Morgana," balas Nata menyapa kedua Yllgarian tersebut.
"Maaf tapi saya ingin menanyakan hal ini sejak tadi. Apakah benar kedua pemuda ini adalah tuan anda, Nona Lilian?" Kali ini Murrel bertanya kepada Lily.
"Iya, benar," jawab Lily cepat yang membuat beberapa orang kembali terkejut.
"Dan apa benar, bahwa Sang Oracle sendiri yang menunjuk kedua pemuda ini?" Morgana ikut menambahkan pertanyaan.
"Benar. Sang Oracle sendiri yang memberitahukan dan meminta kami untuk melindungi mereka berdua," jawab Lily kemudian dengan sedikit penjelasan.
"Jadi memang benar mereka adalah utusan dewa," ucap Moye membuat kesimpulan setelah mendengar penjelasan Lily tersebut.
"Sekarang kalian sudah percaya, kan?" Aksa segera menyahut dengan nada sombongnya.
"Omong kosonga apa yang kau katakan kepada mereka tadi, Aks?" timpal Nata dengan cepat.
"Hanya mengatakan sebuah kenyataan," balas Aksa seraya membuang muka berpaling dari Nata.
-
__ADS_1