Catatan Perang Besar Rhapsodia

Catatan Perang Besar Rhapsodia
21. Teman Lama IV


__ADS_3

Dan pada akhirnya seluruh rombongan Yvvone mengikuti Aksa dan Nata ke Pertambangan Trava.


Mereka menggunakan Kereta Uap yang jalurnya baru saja selesai dikerjakan.


Di tengah perjalanan mereka sempat membicarakan tentang orang-orang yang sedang mencari gelang Scion tersebut.


"Jadi anda berpikir orang-orang yang berusaha mengumpulkan Alta Larma itu ada hubungannya dengan situasi kerajaan Elbrasta sekarang ini?" tanya Murrel saat mereka sedang menikmati teh di gerbong makan kereta tersebut.


"Dugaan saya situasi di kerajaan itu memang sengaja dibuat agar selalu berada dalam kekacauan oleh orang-orang yang sama dengan yang sedang mengumpulkan gelang-gelang Scion tersebut." Nata menjelaskan dugaannya.


"Dan apa tujuan mereka, kalau menurut anda?" Kali ini Morgana yang bertanya.


Nata, Lily, Murrel, dan Morgana duduk saling beehadapan dalam satu meja. Sementara di sebelah meja mereka duduk Aksa, Val, Yvvone, dan Solas.


"Dari semua informasi yang kita ketahui saat ini, kemungkinan besar ada seseorang atau mungkin sebuah kelompok yang sedang mengincar kekuatan dan kekuasaan," jawab Nata kemudian.


"Bagaimana anda bisa menyimpulkan hal tersebut?" Morgana kembali bertanya.


"Pertama, kekacauan di Kerajaan Elbrasta yang terus terjadi selama 5 tahun itu jelas sengaja dijaga agar tetap seperti itu. Yang kemungkinan besarnya untuk melemah dan mempermudah saat hendak ditaklukan." Nata menjedah.


"Dan bila dugaan saya benar mengenai orang-orang yang telah mengacaukan Elbrasta adalah para mencari gelang Scion, berarti kemungkinan besarnya Alta Larma itu akan digunakan untuk menjatuhkan Kerajaan Elbrasta," lanjut Nata menjelaskan.


"Oh, benar juga." Terlihat Murrel baru saja terpikirkan akan kemungkinan tersebut.


"Ya, kalau memang mereka orang yang sama, berarti motifasi mereka kurang lebih seperti itu," tambah Nata lagi.


"Berarti dengan beracu pada alasan tersebut, kemungkinan kita bisa mengerucutkan dugaan siapa orang-orang tersebut, dengan mencari informasi yang berhubungan dengan kerajaan itu, kan?" Kali ini Yvvone yang duduk tepat di belakang Lily yang bertanya.


"Saya rasa tidak akan semudah itu," balas Nata. "Karena mungkin bukan hanya Kerajaan Elbrasta saja yang sedang mereka sasar. Tapi juga kerajaan-kerajaan lain." Nata menjawab tanpa berpaling menatap Yvvone.


"Maksudmu seperti Penakluk Daratan? Orang yang berambisi menguasai kerajaan-kerajaan untuk mempersatukan daratan?" Kali ini Morgana yang berucap memastikan.


"Bisa jadi," jawab Nata tidak sepenuhnya yakin.


"Apa perang Api Hitam seratus tahun yang lalu akan terjadi lagi?" Solas bertanya tidak kepada siapa pun.


"Bisa saja lebih buruk," jawab Nata yang membuat beberapa orang tampak waspada menatap ke arahnya.


"Maksud Anda?" Morgana bertanya lagi. Kali ini terlihat cukup kuatir.


"Maksud saya, dengan kekuatan dari Alta Larma yang mereka punya kelak, kemungkinan besar tidak hanya manusia saja yang akan terkena imbasnya." Nata menjawab.


"Elf dan Yllgarian tidak akan luput bila memang orang-orang itu sudah mendapatkan senjata tersebut." Lily menambahi.


"Tapi itu hanya dugaan saya saja. Mungkin masih bisa salah." Nata kembali berucap untuk mencairkan situasi yang terasa tegang.


"Tapi bila ada kemungkinan seperti itu, berarti kita harus mencegahnya." Ymone berucap dari meja lain di belakang Yvvone.

__ADS_1


-


Dua jam kemudian Kereta Uap pun tiba di Benteng Pertambangan Trava. Rombongan besar itu disambut oleh Trio Pemburu, Go, juga Helen dan Wedge yang tiba sehari sebelumnya


Semua orang terlihat terkejut melihat Aksa dan Nata yang datang bersama rombongan Yvvone tersebut.


Dan setelah saling menyapa dan berbincang ringan, Nata pun memulai pertemuannya dengan Helen dan Wedge tentang penghadangan Pasukan Augra.


Sementara Aksa bersama Go, dan Trio Pemburu membicarakan tentang hasil tambang dan kendala yang terjadi selama melakukan penambangan.


Sedang rombongan Yvvone hanya berkeliling melihat-lihat benteng dan pertambangan tersebut.


-


Kemudian setelah selesai makan siang, mereka semua berkumpul di tanah lapang tak jauh dari barak para pekerja. Aksa hendak menunjukan Kapal Udara kepada Yvvone dan yang lain.


"Hari ini langitnya cerah tidak berawan. Tapi untungnya kita berada di pegunungan yang jauh dari mana-mana. Jadi mungkin tidak akan ada orang yang akan melihatnya," ucap Aksa sambil menatap berkeliling ke arah langit di sekitarnya.


"Memang ada dimana Kapal Udara itu?" Yvvone menyipitkan matanya seraya ikut melihat ke atas berkeliling.


"Dari arah Barat. Mereka baru saja kembali dari Kota Ulry. Harusnya sih, sampai di jam-jam segini," ucap Aksa sambil memeriksa jam di tangannya.


"Itu dia," ucap Helen sembil menunjuk ke arah langit di ujung barat. Yang membuat semua mata menatap ke arah tersebut.


"Oh, benda yang seperti buntalan kain itu?" tanya Yvvone yang hanya dapat melihat bagian balon udaranya saja dari kejauhan.


"Oh..." Terlihat Yvvone sudah tidak sabar lagi untuk melihat bentuk dari Kapal Udara tersebut. Tidak ubahnya dengan rombongannya yang lain.


.


Tak lama kemudian bentuk dari badan kapal yang menggantung di bawah balon itu mulai terlihat seiring dengan semakin dekatnya Kapal Udara tersebut.


Dan begitu sudah berada tepat di atas tanah lapang itu, puluhan Yllgarian Burung Hantu meluncur turun dari Kapal Udara tersebut dalam formasi yang rapi.


"Selamat siang, Tuan Evora," Nata menyapa begitu Yllgarian Burung Hantu itu mendarat.


"Siang, Tuan Nata, Tuan Aksa, dan semuanya." Evora menyapa. "Memang ada kepentingan apa sampai semua orang berkumpul ditempat ini?" susulnya bertanya.


"Yvvone ingin melihat Kapal Udara," jawab Aksa cepat.


"Oh, begitu rupanya."


"Jadi itu Kapalnya? Kalau begitu aku naik dulu," ucap Yvvone yang kemudian meluncur naik dengan bantuan sihir anginnya.


"Yvvone, tunggu," sahut Ymone yang kemudian bersama dengan Ares ikut melesat mengejar Yvvone.


"Bisa terbang memang bikin iri." Aksa terlihat membuat wajah manyun.

__ADS_1


"Apa anda bisa membawa kami ke atas, Tuan Evora?" pinta Nata kemudian.


"Baik, Tuan Nata," jawab Evora seraya memberi tanda kepada anak buahnya.


Dan kemudian sisa orang yang ada di tempat itu digendong naik oleh pasukan Burung Hantu. Kecuali Morgana. Karena Murrel terbang sambil mengendongnya.


.


Setibanya di atas geladak, terlihat Yvvone sedang mengamati tiang logam Tesla Coil yang ada di ujung haluan. Sementara dua Aeron keluarganya tampak sedang mengamati sekeliling.


"Benda apa ini?" tanya Yvvone begitu Aksa dan Nata mendekatinya.


"Alat pembuat petir," jawab Aksa asal. Yang langsung direspon oleh tengokan kepala dari yang lain ke arah pemuda itu dengan wajah yang seolah berkata, 'apa aku tidak salah dengar?'


"Alat pembuat petir?" Yvvone bertanya ulang untuk memastikan.


"Apa itu semacam Formasi Sihir?" Solas yang kali ini bertanya.


"Bukan. Meski tiang itu dapat menyambarkan petir saat mendapat tenaga listrik, tapi bukan Formasi Sihir," jawab Aksa kemudian.


"Jadi menurut mu alat itu tidak menggunakan Aliran Jiwa?" Kali ini Ymon yang terdengar tidak percaya.


"Benar. Hanya menggunakan tegangan yang diperoleh saat medan magnet bergerak," jawab Aksa lagi dengan penjelasan yang tidak dimengerti oleh yang lain.


"Apa yang sebenarnya terjadi? Sihir dapat diciptakan selain dari Aliran Jiwa?" Ymone terdengar semakin tidak percaya.


"Coba hidupkan benda ini. Aku ingin melihatnya," pinta Yvvone yang terlihat penasaran sama seperti kakaknya dan juga Solas.


"Jangan. Benda itu berbahaya." Nata segera menjegahnya.


"Benar, Nona Yvvone. Sambaran petirnya liar tak dapat dikendalikan," ucap Evora menguatkan larangan Nata.


"Anda pernah melihatnya, Tuan Evora?" Yvvone bertanya.


Evora mengangguk. "Kita harus berada di dalam Anjungan kalau ingin menghidupkan alat itu. Karena petirnya akan menyambar orang-orang yang berada di dekatnya," ucapnya kemudian.


"Dan juga Kapal Udara harus melayang di atas tanah kosong. Karena sambarannya sampai ke bawah." Helen ikut menambahi.


"Oh, aku jadi semakin ingin melihatnya," ucap Yvvone dengan senyuman penuh semangat.


"Lebih baik kita melihat hal lain dari Kapal Udara ini. Apa anda sudah melihat dek bawah?" Nata segera mengalihkan tema pembicaraan dan fokus Yvvone dari Tesla Coil tersebut.


-


-


Malam harinya pasukan Wedge ditambah Pasukan Elit dan prajurit Yllgarian yang berjaga di wilayah Pegunungan Trava itu, mulai menuju ke posisi yang telah ditentukan dari pengintaian sehari sebelumnya. Mereka bersiap untuk menyergap Pasukan Augra.

__ADS_1


-


__ADS_2