Catatan Perang Besar Rhapsodia

Catatan Perang Besar Rhapsodia
11. Pergerakan Sefier


__ADS_3

Beberapa hari kemudian Elbrasta di bawah pimpinan Sefier pun mulai melakukan serangannya ke arah Cilum dan Estrinx secara sekaligus.


Yang ditanggapi oleh pihak Cilum dan Estrinx dengan serang balik. Hingga membuat wilayah perbatasan Elbrasta dengan Cilum dan Estrinx pun berubah menjadi medan peperangan.


Para penduduk di sekitar tempat itu mulai mengungsi ke wilayah yang lebih aman. Sedang untuk penduduk Elbrasta beberapa memilih menuju Rhapsodia.


"Jumlah pengungsi yang datang ke perkemahan di luar Gerbang Utara kini bertambah banyak. Tempat itu nyaris tidak dapat menampung mereka semua secara layak." Cornelius berucap membuka pertemuan yang diadakan di kediaman Lucia. Yang dihadiri Lucia, Nata, Vossler, Jean, Lily, Orland, dan Constine.


"Lalu bagaimana dengan pekerjaan untuk membuat penampungan pengungsi sementara di wilayah timur Ignus?" Lucia bertanya.


"Masih perlu beberapa hari lagi sampai para pengungsi bisa mulai kita pindah ke wilayah tersebut. Sekarang kita sedang membenahi fasilitas umum seperti kamar mandi dan jaringan air bersih di tempat tersebut," jawab Cornelius memberikan penjelasan singkat.


"Beberapa hari yang lalu saya juga sudah berbicara dengan keluarga Ghalia dan Voryn tentang masalah ini. Dan mereka mengerti akan situasi yang kita hadapi. Juga berterima kasih karena kita masih mau peduli terhadap mereka," ucap Constine menambahi.


"Baguslah kalau memang begitu." Lucia terlihat lega.


"Dan menurut saya setelah ini kita perlu lebih banyak Kapal Besi di pesisir timur. Sebagai tindakan antisipasi, Yang Mulia. Karena kita tidak tahu apa yang sebenarnya sedang direncanakan oleh Penasehat Seithr itu." Vossler berucap.


"Ya, kita tidak boleh lengah bila memang Sefier lah dalang di belakang masalah tersebut." Lucia tampak setuju dengan ucapan Vossler.


"Tapi bagaimana mereka bisa cukup percaya diri untuk melakukan serangan langsung ke dua arah secara sekaligus?" ucap Orland kemudian ikut berbicara. "Dari mana mereka bisa mendapat cukup banyak prajurit untuk melakukannya? Bukankah selama ini Elbrasta sedang dilanda perang saudara?"


"Sepertinya saat ini Elbrasta mengandalkan anggota dari 7 penjaga untuk melakukan serangan," ujar Vossler menjawab.


"Apa mereka dibekali dengan gelang-gelang Scion untuk tambahan senjata mereka?" Nata menyela dengan pertanyaan.


"Sampai sejauh ini tidak ada kabar tentang gelang Scion yang terlihat dalam pertarungan. Mereka hanya menggunakan Senjata Mistik biasa saja." Vossler kembali menjawab dengan penjelasan yang diperlukan.


"Tolong selidiki hal tersebut lebih dalam lagi, tuan Vossler. Karena meski pun mereka tahu bahwa kita tidak akan ikut campur dalam peperangan ini karena masalah kita dengan kerajaan Joren dan Augra, tapi tetap saja aneh rasanya melihat sikap percaya diri mereka yang seperti itu kalau mereka tidak memiliki senjata yang cukup kuat." Nata mengungkapkan kecurigaannya.


"Baik tuan Nata, saya akan menyelidikinya lebih lanjut," jawab Vossler tegas.


"Semoga perang mereka tidak akan pernah sampai kemari," sahut Orland berharap. "Karena bila perang itu sampai ke wilayah kita, maka kemungkinan besar kerajaan Augra dan Joren juga akan bergerak memanfaatkan kesempatan untuk menyerang kita."


"Ya, kemungkinan itu memang sangat besar tuan Orland. Maka dari itu, kita harus segera menangani masalah selatan sebelum perang yang dibawa Sefier itu sampai kemari," ucap Nata kemudian.


"Lalu apa rencanamu mengenai hal ini, Nat?" Kali ini Lucia yang bertanya.


Dan kemudian Nata pun mulai menjelaskan rencananya.

__ADS_1


-


Seminggu kemudian terdapat kabar mengejutkan bahwa Kotaraja Kerajaan Cilum berhasil dihancurkan hanya dalam serangan semalam saja.


Dan oleh karenanya, kini pihak Cilum mulai kualahan melakukan perlawanan. Wilayah mereka sedikit demi sedikit mulai dikuasai oleh pasukan Elbrasta.


Hal tersebut tidak hanya mengejutkan orang-orang di daratan utara saja, tapi juga seluruh daratan Elder.


Sedang Kerajaan Estrinx kini mulai merasa tidak tenang dan takut. Karena cepat atau lambat hal tersebut juga akan terjadi pada Kotaraja mereka.


.


"Apa kabar itu benar?" tanya Aksa memastikan kabar yang ia dengar, saat ia dan yang lain sedang berbincang dalam tenda selepas makan malam. "Kotaraja Cilum hancur dalam semalam?" ulangnya lagi untuk memberi penekanan.


"Seperti yang sudah kita duga. Mereka memiliki senjata yang tidak main-main," jawab Nata dari ujung sofa sedang menulis sesuatu dalam bukunya.


"Tapi bila itu benar Alta Larma, berarti perkiraan Solas tentang waktu yang dibutuhkan untuk melakukan Penyelarasan itu salah," ucap Aksa yang terlihat seperti sedang membuat perhitungan dalam kepalanya.


"Mereka sudah dapat menggunakannya sekarang. Padahal bila mengikuti perhitungan harusnya masih ada waktu sekitar 2 sampai 3 bulan lagi."


"Sepertinya antara tuan Solas salah menghitung awalnya, atau memang ada seseorang yang cukup ahli untuk mempercepat tehnik Penyelarasan tersebut," jawab Lily yang duduk di sebelah Luque.


"Tapi apa benar ada orang yang seahli itu?" Aksa bertanya lagi.


"Setahuku hanya Marga Azuar yang tahu dan ahli dalam penggunaan Alta Larma," sahut Luque menjawab.


"Setelah ini aku akan mengirimkan kabar untuk Nona Yvvone tentang permasalahan ini," ucap Lily kemudian.


"Apa menurutmu perang di utara itu akan kemari, Nat?" tanya Luque tiba-tiba. Tampak benar-benar penasaran akan pendapat Nata.


"Sayang iya Nona Luque. Karena menurutku niatan orang bernama Sefier itu untuk melakukan penaklukan wilayah. Dan bila ia sudah selesai dengan kerajaan di daratan utara, maka jalan satu-satunya untuk mengambil alih kerajaan di wilayah selatan hanyalah melalui wilayah kita," jawab Nata mencoba menjelaskan pemikirannya.


"Padahal perang di selatan belum juga sepenuhnya selesai." Luque membuat wajah kuatir.


"Benar, padahal baru juga selesai festival," sahut Aksa kemudian dengan keluhan. "Tapi tetap, aku tidak akan menunda memeriksa tempat untuk Pemandian Air Panas di lereng gunung Sekai lusa depan. Kalian juga akan ikut, kan?" lanjutnya lagi dengan pertanyaan kepada Luque dan Rafa.


"Oh, tentu saja aku akan ikut," sahut Luque cepat yang melupakan kekuatirannya.


"Iya, Tuan Aksa. Saya juga akan ikut bersama anda." Rafa menjawab dengan senyuman.

__ADS_1


Rafa tahu tujuan Aksa menanyakan hal tersebut adalah untuk membuat Luque tidak terlalu kuatir memikirkan situasi saat ini.


"Hei, tapi ingat Aks, jangan menggunakan budget terlalu tinggi untuk melakukan pembangunan. Karena kita masih harus membangun tempat penampungan di wilayah Ignus." Nata memberi peringatan kepada Aksa.


"Iya-iya, aku tahu. Rencananya aku akan menyerahkan pembangunan dan pengelolaan tempat itu pada Yllgarian," sahut Aksa ketus karena merasa jengkel Nata mengingatkan hal yang sudah ia pahami.


-


Beberapa hari setelahnya Ellian dan Katarina yang memang berasal dari Kerajaan Cilum pun kedatangan sanak keluarga mereka bersamaan dengan beberapa pengungsi dari wilayah Cilum yang meminta perlindungan ke wilayah Rhapsodia.


Gelombang kedatangan para pengungsi dari Cilum ke wilayah Rhapsodia cukup tinggi. Baik melalui Gerbang Utara, Pelabuhan barat, maupun kota-kota pelabuhan di sepanjang pesisir utara daratan selatan.


.


"Apa keluarga kalian baik-baik saja?" tanya Lucia kepada Ellian dan Katarina saat mereka tengah mengadakan pertemuan rutin di kediaman Lucia.


"Bersyukur mereka baik-baik saja, Yang Mulia. Kami sudah berhubungan lewat surat dari semenjak serangan Elbrasta pertama dilakukan. Dan mereka sudah bersiap untuk langsung mengungsi ke tempat ini bila terjadi sesuatu di wilayah Cilum." Katarina menjawab panjang lebar.


"Syukurlah kalau memang begitu." Lucia terlihat lega.


"Namun banyak pengungsi lain yang juga datang bersama mereka Yang Mulia." Kali ini Ellian yang berucap menambahi.


"Ya, aku juga sudah mendengarnya. Lalu bagaimana keadaan di tempat penampungan para pengungsi di wilayah Ignus?" ucap Lucia dilanjut dengan pertanyaan.


"Kalau pengungsi terus bertambah, bisa-bisa penampungan tersebut berubah menjadi sebuah kota baru, Yang Mulia," ucap Orland menjawab dengan perumpamaan.


"Apa sudah sebanyak itu?" Lucia bertanya.


"Benar, Yang Mulia. Kita harus mulai melebarkan tempat penampungan tersebut," jawab Orland.


"Apa hal itu akan mempengaruhi Rencana Kerja kita terhadap pembangunan wilayah selatan?" tanya Lucia kuatir.


"Tidak terlalu Yang Mulia. Hanya saja kita perlu mengalokasikan dana tambahan yang akan diambil dari kas Wilayah Pusat." Kali ini Nata yang menjawab.


"Bila itu tidak membebani Wilayah Pusat, maka lakukanlah," ucap Lucia kemudian.


"Baik, Yang Mulia."


-

__ADS_1


__ADS_2