
Sedang kabar buruk malah datang dari sisi militer. Dua hari setelah memeriksa hasil Ransum di Desa Waduk, yang berarti kurang dari sebulan sebelum pelatihan prajurit selesai dijadwalkan, Nata kembali mengadakan pertemuan untuk melakukan evaluasi dan menentukan rencana selanjutnya.
.
"Jadi setelah kita lakukan ujian akhir, prajurit yang dapat menyerap setidaknya tujuh per sepuluh dari pelatihan yang telah diberikan itu ternyata tidak sesuai dengan jumlah yang Anda harapkan, Tuan Nata." Helen berucap membuka pertemuan yang diadakan di salah satu ruang pertemuan di Garnisun Utara. "Sekarang kita hanya memiliki 30 orang yang mampu mengikuti semua pelatihan tersebut," tambahnya kemudian.
Pertemuan itu hanya dhadiri oleh orang-orang militer saja, dan juga Lucia.
"Begitu ternyata. Jadi hanya setengah dari yang sudah ditargetkan." Terlihat Nata mengangguk kecil menatap seolah menembus meja di hadapannya. Ia sedang memikirkan sesuatu.
"Apa dengan begini, berarti rencanamu harus dirubah, Nat?" tanya Lucia yang terlihat kuatir.
"Tiga puluh tidak akan genap bila dibagi dua belas. Jadi kita akan bagi jadi sepuluh saja,"ucap Nata kemudian alih-alih menjawab pertanyaan Lucia.
"Itu berarti kita hanya memiliki 3 kelompok saja? Apakah itu cukup?" tanya Lucia lagi sedikit meragukan rencana Nata.
"Cukup, Yang Mulia. Tapi kita juga akan rubah sedikit rencananya. Dan memundurkan jadwal penyerangan kita untuk beberapa waktu," ujar Nata memberi jawaban.
"Apa Anda sudah menyiapkan rencananya, Tuan Nata?" Caspian bertanya dari seberang meja tepat dihadapan Nata duduk.
"Sudah. Saya sudah membuat rencana cadangan kalau-kalau hal seperti ini terjadi." Nata menjawab. "Kalau begitu kita akan segera mulai melatih para prajurit dalam kelompok sepuluh orang. Dan kita akan menambah waktu pelatihan mereka dua bulan lagi. Karena sekarang ada keahlian lain yang harus mereka kuasai," ucapnya kemudian memberikan perintah.
"Baik, Tuan Nata. Akan segera saya lakukan." Helen yang bertanggung jawab atas pelatihan prajurit baru tersebut menjawab tegas.
"Dan Nona Helen, pastikan mereka berada dalam kelompok yang nyaman. Maksud saya kumpulkan mereka dengan orang-orang yang mereka kenal atau yang sudah akrab. Agar kerja sama kelompok bisa berjalan dengan lebih baik," ucap Nata lagi menambahi.
"Baik. Saya mengerti."
"Oh, dan juga, tolong atur pertemuan saya dengan Nona Versica lagi, Tuan Caspian. Saya perlu bantuannya," pinta Nata yang kali ini kepada Caspian.
"Baik, Tuan Nata. Saya akan segera menghubunginya." Caspian menjawab cepat.
.
Dan lima hari kemudian pelatihan prajurit baru dalam kelompok kecil pun dimulai. Di pelatihan kali ini, mereka juga mulai diajarkan keahlian lain diluar cara bertarung dan cara menggunakan Obat-Obatan. Keahlian itu seperti penggunaan Radio, pengetahuan dasar peralatan elektronik, dan cara mengemudikan beberapa jenis kendaraan.
...***...
Selepas dua minggu setelahnya, perakitan Kapal Udara pun selesai dilakukan. Namun masih harus dilakukan beberapa kali percobaan untuk menyesuaikan tekanan dan jumlah Hydrogen yang diperlukan balon untuk mengangkat berat kapal, sebelum penerbangan resminya dilakukan.
.
__ADS_1
Akhirnya sepuluh hari kemudian acara penerbangan Kapal Udara pertama kerajaan Rhapsodia pun digelar. Acara ini juga akan digunakan untuk mengumumkan secara resmi rencana penyerangan merebut kembali wilayah selatan dari tangan Tyrion dan Vistralle.
Dan karenanya, sehari sebelumnya, dikeluarkan pengumuman untuk mengundang warga yang memiliki waktu dan kesempatan untuk hadir menyaksikan penerbangannya secara langsung di tepian Jurang Besar.
Sedang pembahasan tentang Kapal Udara tersebut sebenarnya sudah mulai ramai diperbincangkan di kalangan masyarakat semenjak kereta balon yang menarik perhatian beberapa waktu lalu. Dan hal tersebut membuat antusias para penduduk untuk melihat langsung jadi semakin tinggi.
Acara diselenggarakan di Galangan Kapal di dasar Jurang Besar. Namun orang-orang yang hadir tampak berdiri bergerombol di sepanjang pembatas Jurang Besar hingga jembatan kereta uap. Dan karena ukuran Kapal tersebut yang cukup besar, terutama bagian balonnya, membuat para penduduk masih dapat melihatnya meski dari jarak sejauh itu.
.
Kapal Udara yang terlihat mengapung di atas sungai dengan tali tertambat pada dermaga kecil itu, tidak memiliki tiang layar di bagian tengah geladak atas seperti yang ada pada kapal layar pada umumnya.
Namun terdapat dua buah batang kayu lengkap dengan layar terpasang di samping kiri dan kanan lambungnya. Dan tepat dibelakang masing-masing layar tersebut, terpasang baling-baling dengan ukuran yang cukup besar seperti yang biasa dipasang pada sebuah kincir angin.
Sedang bagian atas kapal tersebut terdapat sebuah balon berwarna coklat kusam, berbentuk seperti gabungan dari 3 buah benda oval yang sengaja diikat menjadi satu, dengan ukuran yang nyaris enam kali besar badan kapalnya. Dan tampak diikat dengan tambang yang terbuat dari anyaman serat kayu dan tali logam.
Balon tersebut mampu mengangkat beban setara dengan 200 orang diluar berat kapalnya sendiri.
Terlihat pula sebuah tangki besar berbentuk persegi panjang terpasang di bawah balon sebelum kerangka bagian atas anjungannya.
Dan meski memiliki anjungan, namun roda kemudi kapal tersebut berada di luar, di geladak atas tepat di depan jendela kaca anjungan tersebut.
.
Dan untuk saat ini, kapal tersebut tidak memiliki persenjataan apapun. Hanya difungsikan sebagai alat transportasi.
.
Tali penambat pun kemudian dilepas saat mereka yang hendak ikut penerbangan pertama tersebut telah naik semuanya.
Mereka total ada dua puluh lima orang. Yang mana adalah; Aksa, Nata, Lucia, Rafa, Luque, Lily, Val, Jean, Couran, Orland, Cornelius, Amithy, Papera, Matyas, Haldin, Anna, Nikolai, Alexander, Eden, Caspian, dan sisanya adalah prajurit penjaga Ratu.
Namun dua puluh lima orang itu belum termasuk dengan para mekanik dan awak kapal yang bertugas menjaga dan mengendalikan kapal tersebut. Bila ditotal berarti ada sekitar 45 orang dalam penerbangan pertama tersebut.
.
Sementara itu Lucia sudah terlihat berdiri di ujung haluan kapal dengan Mikrofon di tangan, siap untuk membuka acara tersebut.
Ucapan Lucia itu nantinya akan diteruskan ke semua Pengeras Suara di setiap wilayah. Agar penduduk yang tidak dapat menghadiri acara secara langsung tetap dapat mendengar perkataan dari Pemimpin mereka.
.
__ADS_1
Denging menganggu terdengar dari setiap Pengeras Suara sebelum kemudian disusul oleh suara Lucia.
"Dengar, wahai sanak saudaraku. Kapal Udara ini adalah sebuah bukti bahwa para dewa masih menyertai kita. Mereka masih memberikan berkatnya kepada kita.
"Dan dengan berkat inilah kita akan mengambil kembali wilayah selatan yang telah dirampas dari kita. Dengan berkat inilah kita akan mulai membentuk kembali perdamaian yang dulu pernah terjadi.
"Dan pada hari ini, kalian semua akan menjadi saksi kebangkitan dari kejayaan Rhapsodia sekali lagi!"
Seketika semua orang bersorak mendengar ucapan dari Lucia tersebut. Dan bersamaan dengan itu pula, Kapal Udara mulai melayang meninggalkan permukaan sungai. Yang membuat para penduduk yang berada di tepian Jurang Besar itu bersorak lebih kencang lagi.
.
Kapal Udara tersebut sengaja terbang tidak terlalu tinggi, agar para penduduk masih bisa melihatnya.
Beberapa orang, baik anak-anak maupun dewasa, tampak berlarian mengikuti Kapal Udara tersebut sambil melambai dan berseru-seru.
Sedang Lucia terlihat membalas lambaian tangan mereka dari ujung haluan.
.
Kapal Udara tersebut bergerak menuju ke timur. Namun karena tidak terbang cukup tinggi, mereka tidak akan melewati Gunung Sekai. Kapal Udara itu hanya akan melewati atas Desa Timur, lalu berbelok arah menuju utara.
Tampak penduduk Desa Timur sudah berkumpul di depan tiang Pengeras Suara menunggu Kapal Udara tersebut muncul. Dan sama seperti apa yang dilakukan oleh para penduduk di pingiran Jurang Besar tadi, mereka tampak berseru dan melambaikan tangan dengan gembira.
Begitu pula saat melintas di atas Kota Utara. Para penduduk yang melihat Kapal Udara tersebut tampak melambai dan berseru, sambil berlarian mengikuti.
.
Dari Kota Utara itu mereka menuju ke arah barat. Melewati Garnisun, Desa Waduk, dan Peternakan juga Suaka milik Selene.
Dan hal yang sama juga dilakukan oleh baik prajurit maupun penduduk yang berada di wilayah-wilayah tadi, saat melihat Kapal dengan balon raksasa melintas di atas kepala mereka.
.
Kemudian karena tidak ingin keberadaannya diketahui oleh orang luar, maka Kapal Udara tersebut berbelok arah ke selatan sebelum mencapai dinding Tebing Barat. Dan langsung kembali menuju Galangan Kapal Jurang Besar tanpa melewati Kota Selatan. Karena kuatir alat angkut udara tersebut akan terlihat oleh orang-orang dari balik Gerbang Selatan.
\=
Dan kelak hari tersebut akan diperingati sebagai hari kelahiran Armada Udara Gandaberunda. Pasukan andalan kerajaan Rhapsodia, yang berperan penting dalam penaklukan separuh dari daratan Elder.
-
__ADS_1