
Malam harinya Aksa dan Nata berkumpul di ruang depan tenda mereka di dasar jurang Ceruk Bintang bersama Lily, Val, Rafa, dan Luque. Membicarakan tentang masalah yang sedari pagi tadi ingin segera Nata tanyakan kepada Lily.
"Apa kau masih mencari tahu tentang orang-orang yang sedang mengumpulkan gelang Scion itu, Lily?" tanya Nata kemudian dari sofa di sebelah Val.
"Kami... maksudku Aku, Nona Yvvone, dan beberapa Yllgarian dan Elf yang mulai datang membantu dalam lima tahun ini, masih terus mencoba melacak dan menyelidiki tentang gerak-gerik orang-orang tersebut." Lily menjawab dari tempat duduknya di depan meja laptop tepat di sebelah Luque. Berhadapan dengan Aksa yang duduk di seberang meja.
Sementara tampak Rafa berdiri di depan tungku di sebepah pintu masuk. Sedang menyiapkan teh untuk mereka semua.
"Ada lebih banyak Yllgarian dan Elf yang datang ke tempat ini?" Aksa terlihat bersemangat mendengar informasi tersebut.
"Benar. Kita kedatangan tiga klan baru yang sekarang tinggal di dalam hutan Sekai," jawab Lily kemudian.
"Itu bisa kita bahas nanti. Sekarang coba ceritakan mengenai orang-orang itu,, Lily," potong Nata sebelum pembicaraan mulai melebar.
"Mereka selalu selangkah di depan kami. Karena menurut informasi yang Nona Yvvone dapatkan, kini mereka tidak hanya sudah mendapat keempat gelang Scion, tapi juga mulai mendapatkan kristalnya." Lily mulai menjelaskan.
"Semuanya?" Nata bertanya seraya menerima segelas teh hangat dari Rafa. Gadis itu sudah mulai membagikan gelas berisi teh hangat ke yang lainnya.
"Menurut informasinya mereka baru mendapatkan tiga. Jadi kurang dua kristal lagi sampai Alta Larma benar-benar bisa digunakan kembali," jawab Lily.
"Mereka masih meneruskan pencarian mereka dalam kurun waktu lima tahun ini?" celetuk Aksa kemudian. Ia menjadi yang terakhir menerima gelas teh hangat dari Rafa, sebelum kemudian gadis itu duduk di sebelahnya.
"Besar kemungkinan mereka sudah melakukan pencarian jauh sebelum ini," timpal Nata. "Bila kita anggap perang di wilayah Estrinx dulu itu ada hubungan dengan hal ini, berarti kemungkinan besar mereka sudah melakukan pencarian gelang itu selama delapan tahun atau bahkan lebih."
"Siapa sebenarnya orang-orang ini? Dedikasi sekali," ucap Aksa seraya menggeleng tidak percaya.
"Yang jadi pertanyaan adalah apa tujuan mereka mengumpulkan gelang-gelang itu? Hendak digunakan sebagai apa Alta Larma itu nantinya?" ucap Nata yang terlihat sangat terganggu dengan hal yang belum ia mengerti itu.
"Yang jelas pasti bukan sekedar untuk barang kolektor," celetuk Aksa samhil meneguk teh hangat dari gelasnya.
__ADS_1
"Karena ini sudah menjadi masalah yang cukup meresahakan, maka semenjak dua setengah tahun yang lalu aku dan Nona Yvvone mencoba membawa masalah ini kepada Marga Elf yang lain, juga beberapa klan Yllgarian yang mungkin saja sedang melindungi kristal-kristal itu secara rahasia," ucap kelinci mungil itu dengan nada serius.
"Untuk mengabarkan kepada mereka bahwa ada yang sedang mengincar benda-benda tersebut, dan meminta mereka meningkatkan kewaspadaan akan kemungkinan datangnya serangan," tambah Lily kemudian. "Yang jelas orang-orang itu tidak boleh sampai mendapatkannya."
"Jadi pihak-pihak besar sudah mulai bergerak. Baguslah kalau memang begitu. Aku jadi merasa sedikit tenang." Nata tidak benar-benar terlihat tenang dan lega.
"Kau terlihat cemas. Apa kau mencurigai sesuatu yang mungkin berhubungan dengan orang-orang itu, Nat?" Kali ini Val yang bertanya setelah mengamati ekspresi wajah Nata.
"Hanya firasat saja. Tapi sepertinya ada hal yang tidak beres sedang terjadi di wilayah Elbrasta sekarang ini," jawab Nata kemudian.
"Apa itu tentang alasan mengapa Elbrasta tidak melakukan serangan ke wilayah ini selama lima tahun terakhir?" Aksa menyahut dengan tebakan.
"Benar. Pergolakan bangsawan yang terjadi dalam kerajaan mereka itu terlalu aneh untuk bisa bertahan selama lima tahun ini. Biila tidak sengaja di jaga agar tetap terus seperti itu." Nata mengungkapkan deduksinya.
"Tapi apa alasannya mereka melakukan hal itu? Bukannya malah akan merugikan kerajaan itu sendiri?" Aksa bertanya.
"Itulah kenapa aku merasa ini hal yang aneh. Tapi kalian jangan mengatakan tentang ini kepada Lucia atau yang lainnya. Setidaknya dalam waktu dekat ini. Hal itu akan menambah beban mereka."
"Kau mungkin ada benarnya." Tiba-tiba Lily berbicara sambil terlihat mengingat-ingat sesuatu. "Karena saat serangan yang terjadi di Kota Tengah lima tahun yang lalu, ada Glaive yang datang bersamanya," ucapnya lagi.
"Siapa itu Glaive?" Nata bertanya.
"Mereka adalah kelompok penguna sihir kegelapan. Mereka tinggal di barat Hutan Tua.
"Wow. Dark Assassin akhirnya muncul juga," celetuk Aksa setelah mendengar penjelasan dari Lily.
"Oh, aku ingat. Mereka ikut serta dalam peperangan Api Hitam seratus tahun yang lalu sebagai pasukan pelindung raja Bruixeria." Luque tiba-tiba menimpali. Gadis itu terlihat mengangguk-angguk kecil.
"Benar. Karena merekalah peperangan itu disebut dengan Api Hitam." Lily membenarkan ucapan Luque.
__ADS_1
"Apa itu Bruixeria?" Nata kembali dibuat bingung dengan nama dan istilah yang terus bermunculan dalam pembicaraan tersebut.
"Oh, apa aku belum pernah menceritakannya padamu?" sela Aksa kemudian. "Bruixeria itu adalah nama kerajaan dari Raja Tiran dalam perang Api Hitam. Nama rajanya adalah Rei LeBruixa," jelasnya kemudian.
"Oh, begitu. Dan kau merasa Glavie itu ada hubungannya dengan kerajaan Elbrasta?" Nata melanjutkan pertanyaannya kepada Lily.
"Tadinya aku mengira mereka ada hubungannya dengan kerajaan selatan. Tapi setelah kupikir-pikir lagi, tidak mungkin Glaive mau mendengarkan bangsawan atau raja dari kerajaan-kerajaan kecil tersebut.
"Jadi pasti ada seseorang dengan kekuatan besar, atau mungkin keturunan dari raja-raja dari masa seratus tahun yang lalu, yang mereka akui dan mereka dengar.
"Dan sekarang ini sisa keturunan dari raja masa itu, hanyalah garis keturunan Elbrasta saja." Lily menutup penjelasan panjangnya.
"Bukankah Lucia keturunan asli Elbrasta, lalu mengapa mereka mau diperintah untuk menyerang tempat ini dan melukainya?" Nata bertanya lagi.
"Itu tadi hanya dugaanku saja. Aku tidak tahu apa alasan mereka menyerang tempat ini. Tapi melihat segala yang tengah terjadi dugaan itu adalah yang paling mendekati," ucap Lily menjawab.
"Atau mungkin keturunan dari raja Tiran itu yang memberi perintah?" celetuk Aksa memberikan kemungkinan lain.
"Bisa saja, meski kemungkinannya sangat kecil. Karena seluruh keturunan raja Bruixeria dihabisi bersama jatuhnya kerajaan tersebut," jawab Lily.
"Dihabisi, ya?" Nata berucap dengan pandangan menerawang menembus tungku di sebelah pintu masuk.
"Lalu apa yang akan kau rencanakan setelah ini, Nat?" tanya Aksa kemudian.
"Segera bersiap untuk menghadapi apapun yang sudah direncanakan oleh para pengumpul gelang Scion itu," jawab Nata kemudian mengalihkan pandangannya ke arah Aksa.
"Berarti kau harus segera menyelesaikan masalah yang ada di wilayah ini, Nat."
"Benar. Besok akan kupastikan lagi pada Lucia."
__ADS_1
"Tapi ngomong-ngomong, dimana kalian mandi selama ini, Ra? Aku tidak melihat ada kamar mandi di sekitar tenda ini?" tanya Aksa tiba-tiba kepada Rafa.
-