
Pasukan Rhapsodia memilih tempat untuk melakukan penyergapan mereka di sebuah jalur lembah di antara dua tebing.
Prajurit Macan Kumbang dan Kelelawar dengan Senjata Api tampak bersembunyi di sela-sela tebing bersiap untuk menembak begitu Pasukan Augra melewati tempat tersebut.
Sementara itu nyaris seluruh pasukan Wedge berada di atas tebing bersama Pasukan Udara Evora. Tugas mereka adalah melakukan serangan dari atas ke barisan pasukan lawan untuk memecah formasi.
Dan juga karena Yvvone bersikeras ingin melihat bagaimana Tesla Coil itu bekerja, maka bukan hanya Aksa dan Lily saja yang rencana awalnya akan ikut Kapal Udara untuk menghadang Pasukan Augra, namun kini semua orang ikut dalam Kapal Udara tersebut. Baik Nata, Val, dan juga rombongan Yvvone yang lain.
-
Pasukan Rhapsodia menunggu hingga dini hari sebelum kemudian ujung depan dari barisan Pasukan Augra mulai terlihat.
Meski bulan hanya terlihat setengah di langit gelap, namun masih cukup terang untuk memperlihatkan arakan-arakan panjang tersebut.
Barisan besar Pasukan Augra itu terdiri dari 100 prajurit, 25 Penyihir Petarung, 35 penunggang kuda, dan 50 Kereta Kuda berisi perlengkapan dan bahan makanan.
\=
"Jendral, tampaknya di depan ada wilayah dengan tebing di kedua sisinya. Tempat tersebut rawan akan penyergaban." Seorang kesatria dengan seragam Kerajaan Augra tampak melapor pada seorang pria Narva yang sedang duduk di atas kudanya, di barisan belakang.
Pria yang dipanggil Jendral itu terlihat menggunakan plat pelindung lengkap di atas pakaian bangsawannya.
"Kalau begitu kirim Prajurit Pengintai untuk memastikan tebing bagian atas. Kemudian perintahkan para penyihir dan prajurit untuk memasang formasi bertahan dari serangan atas sebelum memasiki wilayah itu," perintah sang Jendral dengan tegas dan penuh perhitungan.
"Baik, Jendral," jawab kesatria tersebut seraya mengangguk paham.
"Dan jangan lupa untuk menyiapkan prajurit dengan tameng dan pelindung dari logam Dracz untuk bersiap di sisi kiri dan kanan barisan. Kita harus waspada akan Senjata Api milik mereka," tambah sang Jendral sebelum kesatria itu beranjak pergi.
"Baik, Jendral," jawab kesatria itu lagi sebelum kemudian berlari menuju ke depan barisan.
"Portas," panggil sang Jendral ke pria Narva lain di atas kuda di sampingnya.
"Siap, Jendral?" jawab pria dengan pakaian pelindung yang terlihat berat menutupi bagian dada, lengan dan pahanya.
__ADS_1
"Perintahkan kepada para pengguna Senjata Mistik untuk ikut bersiap juga," perintah sang Jendral. "Terutama Aran. Kita memerlukan sihir pelindungnya," tambahnya kemudian.
"Laksanakan, Jendral." Pria bernama Portas itu menjawab dengan tegas sebelum mengarahkan kudanya untuk berjalan ke depan.
-
Tak lama Pasukan Augra mulai berjalan memasuki jalanan lembah di antara dua tebing itu dengan waspada. Formasi perlindungan mereka terlihat begitu kokoh.
Prajurit dengan tameng dari logam Dracz tampak berjalan pada posisi berpola dalam barisan. Berseling dengan penyihir dan prajurit yang terlihat menenteng busur panah mereka.
Dan ketika para prajurit itu mengangkat tameng dan penyihir mengeluarkan Sihir Pelindung, nyaris tidak ada celah yang dapat ditembus.
.
Namun sayangnya rencana Pasukan Rhapsodia untuk menunggu hingga barisan lawan tiba di tengah jalanan lembah sebelum melakukan serangan itu gagal karena Pasukan Pengintai Augra berhasil menemukan keberadaan mereka.
Dan oleh karena itu mau tidak mau Pasukan Rhapsodia harus melancarkan serangan lebih awal. Bahkan sebelum barisan para pemimpin dan Jendral lawan memasuki jalanan lembah tersebut.
.
Hanya serangan dari beberapa pengguna Senjata Mistik lah yang dapat menjatuhkan prajurit-prajurit Rhapsodia.
-
Helen, Wedge, dan Evora berdiri di atas tebing menatap ke bawah ke arah Pasukan Augra yang sedang bertahan.
"Mereka benar-benar telah bersiap untuk menghadapi kita ternyata," ujar Helen menurunkan teropongnya.
"Kalau begini, mau tidak mau kita harus mematahkan formasi pertahanan mereka." Evora berucap.
"Ya, berarti saatnya kita bergerak," sahut Wedge seraya membenahi posisi baju pelindungnya. "Prajurit bersiap! Kita akan turun ke bawah," lanjutnya dengan perintah kepada prajurit yang berbaris di belakangnya.
.
__ADS_1
Tak lama kemudian puluhan Yllgarian Burung Hantu mulai terlihat melayang di atas bagian tengah barisan formasi Pasukan Augra dengan mengendong masing-masing seorang prajurit. Anggota Pasukan Elit termasuk di dalamnya.
Dan tidak menunggu sampai pasukan lawan bertindak, Pasuka Burung Hantu itu segera menukik ke bawah dan menerjang salah satu prajurit lawan hingga tersungkur. Yang sekaligus merusak formasi pertahanan mereka, seraya menurunkan prajurit yang ia gendong.
Setelah itu para Yllgarian tadi segera kembali melesat ke atas untuk membawa prajurit lain dari puncak tebing untuk turun ke bawah.
Tiga puluh anggota Pasukan Elit yang pertama diturunkan oleh Yllgarian tadi, sudah berada ditengah-tengah barisan lawan. Dan karena keahlian mereka dalam menggunakan Senjata Api, bahkan dalam pertarungan jarak dekat, membuat mereka dengan mudah membuka area untuk prajurit lainnya turun dengan lebih mudah.
-
"Jendral, mereka menurunkan prajurit dari atas tebing ke tengah barisan untuk merusak formasi pertahanan kita." Seorang kesatria melapor pada sang Jendral.
"Sudah ku duga mereka akan melakukan taktik seperti ini, karena kemampuan terbang para Yllgarian itu," jawab sang Jendral terlihat tenang. "Perintahkan untuk membagi barisan dalam formasi lebih kecil, dan siapkan pelempar Bolas untuk menghentikan pergerakan Yllgarian itu," lanjutnya memberikan perintah.
"Laksanakan, Jendral!" jawab kesatria tersebut sebelum kemudian bergegas menuju ke depan untuk melanjutkan perintah sang Jendral.
"Prajurit Pelempar Bolas, bersiap!" terdengar seruan keswtria tersebut di antara riuh pertarungan.
.
Tak lama kemudian susunan formasi pasukan Augra pun berubah. Beberapa penyihir tampak membuat sihir pelindung ke beberapa prajurit yang terlihat sedang memutar buah tiga tali yang disatukan dengan tiga buah batu pada masing-masing ujungnya. Membidikkannya ke para Yllgarian Burung Hantu yang masih sibuk turun naik mengirim prajurit dari atas tebing ke bawah.
Puluhan senjata berupa tali berpendulum batu itu mulai berterbangan ke arah para Yllgarian. Yang langsung menjerat dan mengikat sayap para Burung Hantu itu saat senjata yang disebut Bolas tersebut mengenai tubuh mereka. Membuat mereka terjatuh ke tanah dan tidak dapat terbang lagi. Setidaknya sampai terlepas dari ikatan tersebut.
.
"Tak kusangka mereka akan sepandai ini mempersiapkan Bolas untuk menghentikan Pasukan Udara," ucap Evora yang masih berdiri di pinggiran tebing menatap ke bawah.
"Ya, tapi tidak cukup pandai untuk melakukan serangan melewati wilayah ini," ujar Helen kemudian.
"Sepertinya sudah tiba giliranku untuk turun ke bawah," ucap Wedge sebelum kemudian berjalan menuju ke barisan prajurit Yllgarian untuk bersiap dibawa ke medan pertempuran di bawah.
"Hati-hati, Jendral Wedge," ucap Helen sebelum tubuh Wedge diangkat terbang oleh salah satu Prajurit Udara, yang kemudian melesat turun ke bawah dengan cepat.
__ADS_1
"Ku rasa sudah saatnya memanggil 'Berunda'," tambah Jendral perempuan itu seraya berjalan meninggalakan Evora menuju ke tempat Radio Komunikasi berada.
-