Catatan Perang Besar Rhapsodia

Catatan Perang Besar Rhapsodia
05. Berbenah II


__ADS_3

Sebulan telah berlalu setelah seluruh wilayah selatan berhasil diambil alih sepenuhnya oleh Rhapsodia.


Aksa, Nata, Rafa, Luque, dan Lily mengadakan pemantauan langsung berkeliling wilayah selatan bersama dengan beberapa ketua kelompok Rencana Kerja.


Sebenarnya itu adalah ide Aksa yang memang ingin melakukan perjalanan berkeliling wilayah demi untuk mewujudkan rencananya membuat sebuah festival.


Dan sudah hari kelima setelah mereka bertolak dari Wilayah Pusat. Dan kini mereka sudah tiba di wilayah Eblan untuk memeriksa situasi sebelum memulai Rencana Kerja yang baru di tempat itu.


.


"Anda yakin, Tuan Aksa?" Seorang pria Morra yang dikenal Aksa sebagai Huston, pemimpin Rencana Kerja pengaturan ulang lahan tani wilayah Eblan, tampak bertanya tidak yakin.


Rombongan Aksa dan Nata sedang mengadakan pertemuan singkat setelah makan siang di kediaman pemimpin wilayah tersebut. Membahas tentang pemilihan lahan seusai melakukan pengamatan lokasi dari sepagian tadi.


"Ya, mulai dari sini sampai di sekitaran tempat ini, akan kita jadikan wilayah pertanian," ucap Aksa sambil menggambar sebuah bidang di atas peta yang diambil dari Drone beberapa hari sebelumnya.


Rencana Kerja pembuatan peta menggunakan Drone untuk wilayah selatan sudah mulai berjalan sejak beberapa minggu yang lalu.


Tugas pekerjaan ini diberikan kepada kelompok dengan jumlah 5 orang yang dipimpin oleh Eden. Yang memang ia sendiri yang mengajukan diri untuk pekerjaan itu karena keantusiasnya dengan Drone tersebut.


"Tapi ada bangunan kediaman bangsawan di sekitar wilayah timur ini, Tuan Aksa," ucap Huston seraya menunjuk ke sebuah gambar berbentuk persegi berwarna hitan di atas peta, kalau saja hal tersebut terlewat oleh Aksa.


"Ya, aku juga melihatnya. Lalu kenapa?" tanya Aksa ringan tanpa beban. "Hancurkan saja. Minta penghuninya untuk pindah bila memang tempat itu masih berpenghuni," lanjutnya kemudian sambil lalu.


"Menghancurkan kediaman bangsawan?" Huston bertanya ragu. Ia terlihat tidak rela mendapati sebuah bangunan mewah harus dihancurkan begitu saja.


Beberapa orang dalam ruangan itu yang belum mengenal Aksa sejak lama juga bereaksi seperti Huston. Sementara bagi yang sudah mengenal Aksa dari lama hanya mampu tertawa melihat reaksi Huston.

__ADS_1


"Benar. Toh itu hanya bangunan. Mereka bisa membangunnya lagi di lain tempat," jawab Aksa masih dengan ringan. Seolah membangun ulang sebuah kediaman mewah adalah hal remeh.


Mendengar ucapan Aksa, Huston tidak mampu membantah lagi. "Hm... baiklah. Saya mengerti," jawabnya kemudian mengikuti perintah Aksa.


"Lalu Parit disepanjang wilayah ini juga harus cukup besar. Dan bila ada pemukiman di sekitaran sungai, pindahkan mereka. Beri tempat di wilayah utara sini." Aksa pun melanjutkan pengarahannya.


.


Malam harinya rombongan Aksa dan Nata menghadiri undangan makan malam dari beberapa orang penting di wilayah Eblan. Termasuk Joan.


Acara makan malam itu diselenggarakan disamping untuk menyambut kedatangan Aksa dan Nata, juga untuk membicarakan beberapa masalah yang wilayah tersebut alami di luar masalah penting yang sudah dibuatkan Rtncana Kerjanya.


"Dari yang kami pantau sepagian tadi, wilayah ini sudah mulai membaik. Seluruh Rencana Kerja berjalan tanpa ada masalah yang cukup berarti," ucap Nata membuka topik pembicaraan selepas hidangan utama selesai disajikan.


"Benar, Tuan Nata. Semoga hal ini terus berjalan sampai ke Rencana Kerja berikutnya." Seorang pria Narva berwajah rupawan mantan bangsawan Estat Eblan menjawab ucapan Nata.


Pria bernama Gladio itu adalah tuan rumah dari acara makan malam tersebut. Dan merupakan salah satu anggota dari kelompok Rencana Kerja untuk membangkitkan perekonomian Wilayah Selatan.


"Ya, kami sudah menghubungi pihak percetakan surat kabar Wilayah Pusat untuk menambahkan jumlah cetakan mereka. Guna kita sebarkan di wilayah Eblan ini. Sebelum tempat percetakan selesai dibangun." Joan yang juga diberi tanggung jawab untuk menangani masalah penyebaran informasi untuk warga biasa di luar Wilayah Pusat itu menjawab.


"Baguslah kalau memang begitu. Karena menurut tuan Matyas kemarin butuh setengah tahun untuk jaringan Radio Komunikasi dapat digunakan di wilayah ini ke barat." Nata membalas.


"Saya dengar pihak kita sudah mengajukan perundingan damai dengan wilayah Joren?" tanya Gladio memulai topik pembicaraan yang baru. "Apa kita mendapat tanggapan baik dari pihak mereka?"


"Pihak Joren belum memberikan jawaban atas usulan perundingan tersebut. Kurasa mereka cukup pusing sekarang. Sampai butuh waktu lebih dari satu minggu untuk memutuskannya," jawab Nata dengan tawa kecil menatap ke arah Joan. Ia memaksudkan ucapannya itu dengan rumor yang telah disebar Joan di wilayah Kerajaan Joren.


Sedang Joan yang tahu maksud dari ucapan Nata itu hanya tersenyum kecil.

__ADS_1


"Bila Joren menyetujui perundingan itu, berarti kita memiliki kesempatan besar untuk melakukan perjanjian dagang bahkan dengan wilayah Durahan dan Galasium," ucap Gladio yang terlihat sangat bersemangat dengan kemungkinan tersebut.


"Tak perlu terburu-buru memikirkan hal tersebut tuan Gladio. Tugas kita sekarang adalah membangkitkan perekonomian wilayah selatan ini terlebih dahulu," balas Nata yang coba menekan semangat Gladio yang meluap-luap.


"Ya, kurasa anda benar tuan Nata. Prioritas kita saat ini memang perekonomian di wilayah kita sendiri." Gladio terlihat sedikit malu karena terlalu bersemangat.


"Benar. Dan hal itu tidak akan mudah. Karena rencananya setahun kedepan kita harus sudah mulai menciptakan mata uang khusus pengganti logam mulia sebagai alat tukar, dengan membuat sebuah Bank," ucap Nata kemudian.


"Mata uang pengganti logam mulia sebagai alat tukar?" Gladio langsung bertanya balik setelah mendengar konsep yang menarik minatnya. "Bagaimana hal tersebut bisa bekerja?"


"Ya, secara sederhananya sih, kita akan membuat alat untuk digunakan sebagai ukuran atau nilai saat melakukan jual beli." Nata menjawab mencoba untuk menjelaskan. "Dan untuk membuat alat tersebut berharga meski bukan logam mulia, maka kerajaan harus mengakui dan menjamin nilainya. Dan untuk mengawasi juga menjaga nilai dari alat tersebut, maka kita perlu membuat badan khusus untuk menanganinya."


"Badan khusus itu adalah Bank?" tebak Gladio.


"Benar. Kita akan mulai menyebarkan mata uang itu melalui gaji para pekerja pemerintahan sebagai pernyataan resmi. Dengan begitu kita bisa menyesuaikan harga barang dan kebutuhan lainnya dalam satuan mata uang yang baru tersebut." Nata menjawab dengan rentetan penjelasan tambahan. "Lalu kerajaan akan mulai membeli logam mulia para penduduk dengan harga yang cukup tinggi untuk membantu memperluas penggunaan mata uang tersebut."


Tampak tidak hanya Gladio saja yang terlihat serius mendengarkan penjelasan Nata. Hampir seluruh orang yang menghadiri acara makan malam itu begitu tertarik dan penasaran dengan bagaimana konsep uang bukan logam mulia itu bekerja.


"Dan dengan begitu pihak kerajaan akan memiliki tambahan dana berupa logam mulia untuk membeli kebutuhan ke wilayah luar," lanjut Nata kemudian.


"Oh, benar. Itu benar-benar ide yang luar biasa, tuan Nata." Terlihat Gladio tak dapat menutupi ekspresi antusiasnya mendengar penjelasan Nata tersebut. "Itu berarti kita juga bisa memaksa pihak luar menggunakan mata uang kita untuk membeli barang-barang kita yang mereka butuhkan. Dengan begitu mata uang kita juga akan mulai menyebar ke luar kerajaan."


"Benar. Dan bila mata uang kita mulai diakui dan digunakan di banyak tempat, maka kita bisa mulai melakukan penyesuaian harga dan mereka akan mengikutinya," jawab Nata kemudian.


"Itu berarti dengan kata lain kita memonopoli harga pasar seluruh wilayah yang menggunakan mata uang kita?" Gladio tampak tidak percaya dengan kemungkinan yang bisa terjadi dari rencana pembuatan mata uang tersebut.


Sedang Nata hanya menjawab dengan anggukan kepala.

__ADS_1


"Dan sekedar tambahan info saja. Kita bisa menggunakannya untuk menjajah wilayah lain dengan membuat wilayah itu berhutang pada kita karena perubahan harga yang kita lakukan," sahut Aksa tiba-tiba yang sedari tadi hanya diam menikmati makanan penutupnya. "Ya tapi mungkin ratu tidak akan menyukainya," tambahnya kemudian yang mendapat balasan tawa dari yang lain.


-


__ADS_2