
"Nalen...., Fara..... " begitulah seseorang memanggil mereka.
Mereka berdua serentak mencari sumber suara yang diyakini berasal dari arah belakang mereka. Tak jauh dari tempat mereka berdiri terlihat seseorang laki-laki paruh baya seusia dengan papa dan mama mereka, beliau adalah Om Pras, Prasetyo Wibowo yang tak lain adalah ayah kandung dari Lucky Rasya Wibowo. Nalen dan Nia sangat kaget bisa ketemu Om Pras di Sini, karena sepengetahuan mereka setelah kepindahan keluarganya, Keluarga Om Pras juga pindah tak jauh dari daerah yang dulu mereka tempati.
"Om Pras.... " Nalen menyapa dengan sopan
"Alhamdulillah, ternyata benar kalian, Om kira Om salah lihat, maklum lama tidak ketemu, jadi pangling, sekarang kalian sudah besar." Pras sangat antusian ingin mengetahui kabar dari teman lamanya
"Iya Om, Alhamdulilah akhirnya kita bisa berjumpa lagi, Om bagaimana kabarnya?" Tanya Nalen tak kalah antusias
"Om sekeluarga baik, sekarang kami pindah ke daerah sini"
"Beneran Om, jadi rumah kita deket lagi dong, kapan-kapan Nalen mau ketemu Rasya boleh gak Om" Nalen seneng banget karena bakal ketemu teman bermainnya dulu
"Boleh, kapanpun boleh main ke rumah, pintu kami selalu terbuka untuk kalian"
"Terima kasih Om, tapi maaf Om, kami buru-buru harus segera pulang, sekali lagi maaf Om..... "
"Oh, iya gak apa-apa sampai ketemu nanti ya... "
Nalen memutuskan untuk segera pulang karena menunggu kabar dari mamanya lagi.
Dalam perjalanan pulang Nia bertanya ke Nalen apakan Mama memberi kabar ke kakaknya itu, karena selama mamanya pergi tidak pernah menghubungi Nia sama sekali.
"Kak, mama kapan pulang?"
"Mungkin dua atau tiga hari lagi, mama baru bisa pulang"
__ADS_1
"Papa juga sudah lama tidak telpon ataupun pulang ke rumah, apakah sesibuk itu hingga pulang saja tidak ada waktu" Gerutu Nia, namun Nalen hanya diam, dia tidak mau mengatakan kejadian yang sebenarnya
Flashback On
Mama menelpon Nalen memberi kabar mungkin dua atau tiga hari lagi baru bisa pulang, setelah pesawat dan semua penumpang ditemukan dan tidak ada korban meninggal, semua penumpang selamat bahkan tidak ada yang mengalami luka berat meskipun dengan sedikit luka ringan tapi mereka bersyukur masih diberi kesempatan untuk bertemu dengan keluarga mereka.
Semua penumpang menjalani trauma healing sebelum diperbolehkan kembali ke daerah asal masing-masing. Untuk pengawasan pemulihan dibutuhkan minimal dua hari.
"Assalamu'alaikum Nalen, Alhamdulilah Papamu selamat, semua penumpang dinyatakan tidak ada yang mengalami luka berat. Untuk pengawasan trauma healing disini membutuhkan kira-kira dua hari, setelah itu baru diijinkan pulang, jaga adikmu dengan baik, rahasiakan dulu semua ini dari adikmu, katakan padanya insya Allah dalam waktu tiga hari mama dan papa pulang."
Nalen sangat bahagia mendengar kabar dari mamanya, hingga dia memutuskan untuk membawa keluar adiknya meskipun hanya untuk sekedar makan.
Flashback Off
Nia sangat senang karena hari ini tidak diperbolehkan masuk sekolah bahkan diajak makan di luar oleh kakaknya, tidak mau menyia-nyiakan kesempatan bisa keluar rumah, Nia mengajak Nalen untuk jalan-jalan. Karena semua sudah dianggap selesai dan tidak ada yang perlu dikhawatirkan akhirnya Nalen menyetujui ajakan Nia untuk sekedar melepas penat.
****
Di sekolah
Bel pulang sekolah sudah berbunyi, semua siswa berhamburan keluar kelas setelah melakukan do'a bersama. Tak terkecuali Lucky, Dani dan Vicky juga segera memakai tas di punggungnya dan bergegas menuju parkiran karena hari ini tidak ada kegiatan ekstra maupun rapat OSIS. Mereka memutuskan menunggu Nia di parkiran menurut perjanjian hari ini harusnya mereka masih ditraktir oleh Nia, namun sudah beberapa saat dan sekolah mulai sepi orang yang di tunggu tak kunjung terlihat batang hidungnya.
"Bro, tuh cewek kemana sudah ditungguin kok gak muncul-muncul" Tanya Dani kepada Lucky
"Emang gue emaknya" Jawab Lucky sekenanya "Lo mau pulang gak, gue mau pulang tapi sebelum pulang gue mau ke mall dulu" Lanjutnya
"Ikut-ikut, lagian nungguin tuh cewek lama banget, ntar keburu pingsan gue" Dani berseru dengan semangat
__ADS_1
Vicky hari ini sebenarnya tidak bisa ikut karena di rumahnya akan ada acara, jadi dia diminta segera pulang oleh kedua orang tuanya. Namun dengan sedikit negosiasi akhirnya mengijinkan dia untuk pulang sore hari.
Lucky dan Dani segera menaiki motor sport mereka, berjalan beriringan menuju kafe yang berada di dalam mall untuk sekedar mengisi perut yang sudah mulai keroncongan. Setelah memarkirkan motor mereka bergegas masuk mall, di depan pintu Mall Lucky melihat seseorang yang sedang duduk di kafe, siluet wajahnya tidak asing menurut penglihatannya.
Tidak menunggu lama Lucky berjalan menghampiri seseorang yang telah lama duduk di sana dan diikuti oleh kedua temannya yang selalu mengekor dibelakangnya. Melihat semua meja sudah terisi Vicky langsung bersuara "Kalau keadaan kayak gini kita tidak dapat meja dong.... " gerutu Vicky karena dia sudah sangat lapar.
Ketika Nia mengangkat kepala, matanya langsung tertuju pada orang yang baru memasuki malam dan berjalan menuju ke arah mejanya, dengan cekatan Nia berpindah duduk di sebelah kakaknya dan berkata "Kakak diam ya, jangan menoleh, didepan pintu mall ada kakak kelas yang kemarin Nia ceritain ke kakak"
"Emang siapa sih yang berani malakin adik gue yang cantik ini, biar gue kasih bogem saja enak saja bersikap arogan pada adik kelas" Nalen mulai emosi mendengar orang -orang yang meminta traktir ke Nia berada tak jauh dari posisi mereka saat ini, Nalen ingin membuat perhitungan dengan mereka namun sebelum berdiri dengan benar pergelangan tangannya ditarik Nia
"Apaan sih Kak, jangan ikut campur urusan Nia yang ini dulu ya.... " "Nia bisa selesaiin sendiri kok.."
Nia belum cerita kalau kemarin dia tidak jadi membayar semua makanan yang di pesan melainkan ada orang lain yang telah membayar, karena Nia juga tidak mau rugi seandainya dia bilang tidak jadi mentraktir otomatis uang yang di kirim kakaknya kemarin pasti minta dikembaliin.
Dari sebuah meja yang tidak jauh dari meja Nia ada dua gadis yang berseragam sekolah juga yang sedang menikmati makanan mereka, namun salah satu diantaranya kemudian teriak memanggil nama seseorang yang sangat familiar di telinga Nia dan Nalen.
"Rasya..... "
"Duduk sini saja bareng sama kita, lagian cukup kok untuk kita berlima apalagi sudah tidak ada meja kosong lagi" Begitulah gadis itu dengan sedikit memaksa Lucky untuk duduk dengan mereka.
Nia dan Nalen serentak menoleh ke belakang namun sayang orang yang mereka cari sudah tertutup dan bersandar pada pilar yang ada di gedung itu.
"Kakak dengar nggak tadi?" Tanya Nia penasaran dan memastikan bahwa pendengarannya tidak salah
"Iya kakak juga dengar, tapi dimana dia?" sambil celingukan Nalen mencari orang yang dimaksud namun hasilnya nihil juga
"Ah sial.... kenapa tuh cewek ada di sini." Lucky mengumpat dalam hati
__ADS_1