CERITA CINTA ANAK SMK

CERITA CINTA ANAK SMK
87


__ADS_3

"Kak, apa yang terjadi dengan Nia? Kenapa Kak Nalen ada di sini?" Setelah sadar Nia melintarkan banyak pertanyaan


"Sudahlah, sekarang lebih baik kamu ganti baju dulu, nanti akan kakak ceritakan" Nalen meminta Nia untuk mengganti pakaiannya yang basah terlebih dahulu sebelum mendengarkan apa sebenarnya yang terjadi


Karena kejadian yang menimpa Nia malam ini, Lucky meminta Dananya dan Vicky untuk datang ke restorannya, dia harus bergerak cepat menyelesaikan permasalahan ini, selama ini mereka hanya diam karena mengira Manda dan juga mamanya tidak akan melakukan hal jahat lagi.


"Kak, sebenarnya apa yang terjadi?" Setelah mengganti pakaiannya Nia duduk di sebelah kakaknya yang terlihat sangat gusar.


"Sebaiknya sekarang kau masuk saja ke kamar itu dan biarkan Nara yang akan bercerita" Nalen memerintahkan Nia untuk masuk ke kamar Lucky yang berada di dalam kantor


"Ra, tolong kau ceritakan apa yang sudah dialami oleh Nia malam ini, agar dia lebih hati-hati ke depannya" Bukannya Nalen tidak mau bercerita langsung kepada Nia, namun alangkah baiknya jika yang menyampaikan sesama perempuan


"Baiklah, ayo ikut kakak" Nara mengajak Nia untuk segera meninggalkan mereka


Keduanya berjalan beriringan memasuki kamar yang satu-satunya yang ada di dalam kantor milik Lucky, yang dulu pernah Nia gunakan untuk tidur juga.


"Kak, sebenarnya apa yang terjadi dengan Nia?" Nia sangat penasaran dengan kejadian yang menimpanya, seingatnya dia tadi bersama Lucky berada di taman, namun setelahnya dia sudah tidak ingat apapun


"Dengarkan Kak Nara, tapi sebelumnya kamu harus janji dulu" Nara sedikit menjeda sebelum melanjutkan ceritanya


"Janji apa kak?"


"Janji jika kau tidak akan marah pada siapapun" Nara memastikan Nia terlebih dahulu sebelum memulainya


"Iya, Nia tidak akan marah kepada siapapun" Nia menunjukan jari telunjuk dan jari tengahnya membentuk huruf V

__ADS_1


Nara mulai menceritakan apa yang telah terjadi baik yang terjadi di taman sampai mereka sampai di restoran.


Flashback On


Nia mulai melepas jaketnya dan mengibaskan tangannya berulang kali, merasa kepanasan dia menghabiskan minumannya hingga tandas. Tanpa dia sadari badannya semakin lama semakin panas, sepatu dan kaos kakinya juga mulai ia lepas. Kancing bajunya juga mulai dia lepas satu persatu hingga dia tanggalkan disampingnya, namun untungnya dia masih memakai kaos pendek.


Lucky mulai bingung dengan apa yang terjadi dengan Nia, dia berusaha menguhungi Nalen agar datang ke taman setelah menceritakan kejadian yang menimpa Nia. Nia semakin menjadi mem*luk lengan Lucky dan berusaha menc**mnya beberapa kali, namun ditepia oleh Lucky.


Untuk menghentikan aksi Nia, sebelum Nalen datang Lucky menyatukan kedua tangan Nia dan mengikatnya dengan baju Nia yang sempat dilepas oleh Nia. Untuk menghindari Nia berulah ke sana kemari, Lucky terpaksa mem*luk Nia. Namun, Nia malah meracau ke mana-mana.


"Kak, panas... lepas*n baju Nia, Nia sudah tidak tahan lagi" Racauan Nia yang semakin menjadi bahkan sempat membuat Lucky akan berbuat khilaf, namun untungnya Nalen sudah tiba bersama Nara


"Tega Lo ya, ngikat adik gue kayak gini, ini juga kemana jaket dan juga sepatunya" Nalen sangat marah ketika melihat keadaan Nia yang seperti itu dan berada dalam p*lukan Lucky


"Gue bisa jelasin semua" Lucky berusaha menjelaskan


Lucky melepaskan ikatan Nia, dan kini Nia leluasa melakukan apapun dalam keadaan tangannya yang sudah bebas, dia mulai mem*luk Lucky dan berusaha meraih pip*nya berulang kali namun dihalau oleh Nalen. Melihat kelakuan adiknya Nalen tidak jadi marah dan langsung mengangkatnya ke dalam mobil dan meletakkan di kursi belakang ditemani oleh Nara dan Nalen memegangnya dengan erat, sedangkan Lucky yang menyetirnya.


Sampai di restoran, kembali Nalen menggendong adiknya dipundak dan langsung menuju ke kamar mandi dengan arahan Lucky. Di letakkan di bawah shower dengan masih dipegang dengan kuat oleh Nalen, hingga mereka berdua basah kuyup.


Flashback Off


"Mengapa bisa seperti itu sih Kak?" Nia mulai sesenggukan mendengar cerita Nara


"Sudahlah, semua sudah terjadi, dan kamu tahu apa yang sebenarnya kamu minum?" Nara bertanya terlebih dahulu

__ADS_1


"Tidak, tapi setelah meminum beberapa teguk, badan Nia terasa panas dan merasakan ada sesuatu keinginan yang kuat dari dalam diri Nia, tapi tidak tahu apa yang Nia inginkan, wajah ini terasa panas dan ada keinginan untuk dis*ntuh, hingga jaket yang Nia pakai, sudah gue lepas tapi masih saja panas sampai akhirnya minuman itu gue habiskan, dan saat itu Nia sudah tidak bisa mengendalikan gerakan Nia dan tidak tahu apa yang Nia lakukan di sana" Nia menceritakan apa yang dia rasakan setelah meminum


"Lo sudah meneguk minuman yang dicampur obat per*ngs*ang oleh seseorang" Nara memilih segera mengatakannya


Nia shock mendengar apa yang dikatakan oleh Nara dengan menutup mulutnya.


"Jadi, maksud Kak Nara.... Nia..... " Nia sudah mulai menangkap apa yang sudah terjadi terhadapnya


"Heem" Nara menganggukkan kepalanya


"Tapi tidak usah cemas, mereka sedang membuat rencana untuk membalas pelakunya" Nara berterus terang dengan apa yang akan mereka lakukan


"Sekarang kamu istirahat dulu, Lo sepertinya sedikit demam karena guyuran air shower yang tidak sedikit" Nara meminta Nia untuk istirahat terlebih dahulu, sedangkan dia akan keluar bergabung dengan para cowok-cowok yang sedang membuat rencana pembalasan


Dengan ditemani beberapa minuman kaleng dan juga camilan yang dibuat oleh chef restoran sebelum pulang, mereka mulai membahas apa yang akan mereka lakukan.


"Bagaimana dengan rencana awalnya?" Danny mulai bertanya


"Kita akan mempermalukan dia seperti mereka mempermalukan Nia kali ini, gue sebagai kakak tidak terima, jika adik gue dibuat seperti itu di depan umum, untungnya ada Lo di sana" Nalen tidak bisa membayangkan bagaimana keadaan adiknya jika tidak ada di Lucky bersama adiknya.


"Ok, gue juga setuju dengan apa yang Nalen rencanakan, namun siapa target pertama kita?" Lucky juga setuju dengan apa yang dibilang Nalen


"Gue rasa, Nana tidak akan berbuat nekat seperti itu, jika memang itu kehendaknya sendiri, setelah mengetahui mereka memiliki hubungan kekeluargaan, tapi menurut gue Nana dimanfaatin oleh Manda dan juga nyokapnya" Danny memberikan pandangannya mengenai Nana, karena selama bersahabat dengan Nia, dia tidak pernah melakukan sesuatu yang diluar perkiraan


"Gue juga setuju dengan Lo Dan, kalau dilihat dari tampangnya sepertinya Nana tidak akan berbuat seperti itu kecuali dia dalam keadaan tertekan, sebaiknya kita selidiki dulu, hubungan seperti apa diantara mereka" Vicky ikut memberikan pandangannya

__ADS_1


"Kalau memang Nana dimanfaatkan oleh mereka, berarti target pertama kita adalah Manda terlebih dahulu" Nalen memutuskan targetnya


"Ok, akan lo rasain bagaimana yang adim gue rasakan" Nalen menggenggam tangannya dengan pandangan yang sangat menakutkan bagi yang melihatnya


__ADS_2