CERITA CINTA ANAK SMK

CERITA CINTA ANAK SMK
93


__ADS_3

Tukang ojek yang membawa Nia tadi panik melihat dia sudah tidak berdiri di pintu keluar, buru-buru dia mengambil handphonenya dan menelpon seseorang,


"Bu, maaf... Nona yang tadi sudah tidak ada lagi" Orang yang diseberang tidak tahu apa maksudnya


"Tidak ada bagaimana maksudmu?" Tukang ojek kebingungan bagaimana menjelaskannya, karena dia merasa bersalah yang sebelumnya sudah dipesan jangan sampai menurunkannya di tengah jalan tapi dia tidak mengindahkan perintah


"Maaf Bu, sekali lagi saya minta maaf, karena tadi bahan bakar sepeda motor saya habis, jadi saya mengisinya terlebih dahulu dan si nona menunggu di pintu keluar, setelah saya selesai dia sudah tidak ada, maaf saya bu...?" Tukang ojek ketakutan jika nanti semua upah yang sudah dia terima diminta kembali


"Ya sudah tidak apa, anggap semua ini kecelakaan" Rahma tidak ingin membuat tukang ojek ketakutan, sebenarnya yang menyuruh tukang ojek online sebenarnya adalah Rahma, namun siapa yang berani membawa Nia pergi?


Rahma panik setelah menutup telepon dari tukang ojek. Dia segera menghubungi Lucky yang sudah berangkat ke sekolah memakai mobilnya.


"Iya Bund, ada apa?" Lucky berkata seperti itu karena dia baru saja keluar dari komplek rumahnya

__ADS_1


"Kamu balik ke rumah, ada yang lebih penting dari sekolahmu!" Dengan perasaan khawatir Rahma meminta Lucky untuk segera kembali ke rumah


"Baik Bund" Tanpa bertanya apa maksud dari bundanya Licky langsung putar balik kembali ke rumahnya


Selain menghubungi Lucky, Rahma juga menghubungi suaminya dan juga Ryasmi, memberi kabar kepada mereka kejadian yang dialami oleh Nia pagi ini.


Lucky memarkirkan mobilnya dihalaman rumahnya, tidak lama setelah kedatangannya Pras juga memasuki halaman mereka. Dan juga disusul oleh keluarga Nia dengan menggunakan sebuah mobil.


Lucky tidak buru-buru bertanya apa yang sebenarnya terjadi dan mengapa mereka semua berkumpul di sini. Dia ingin mendengar dulu arah pembicaraan mereka, karena tidak biasanya mereka berkumpul dalam keadaan panik.


"Sebenarnya tadi pagi semua berjalan sesuai dengan rencana kita, tetapi entah apa namanya kemalangan atau memang jalan yang harus dilalui oleh mereka, tukang ojek mengisi bahan bakar dan Nia menunggu di pintu keluar, tetapi Nia menghilang sebelum dihampiri oleh tukang ojek kembali" Rahma menjelaskan apa yang terjadi pagi ini


"Jadi, semua kejadian pagi ini semua atas rencana Bunda?" Lucky langsung berbicara keras mendengar perkataan sang Bunda "Bagaimana semua ini bisa terjadi?" Lanjutnya

__ADS_1


"Bukan hanya rencana Bunda Nak, tapi semua, maafkan kami yang sudah teledor dan tidak bisa menjaga keselamatannya" Rahma terus menerus meminta maaf karena tidak mempersiapkan rencana dengan matang dan tidak menyiapkan rencana yang lebih aman.


"Kalau sudah terjadi kejadian seperti ini, bagaimana keadaan Nia, dari mana kita harus mulai mencarinya?" Lucky mengacak rambutnya dan terlihat frustasi


Mereka semua terdiam mendengar dan melihat kemarahan Lucky yang semakin menjadi. Wajahnya memerah berusaha menahan kemarahan.


"Kita harus lapor polisi" Dewa yang sejak tadi diam namun juga terlihat panik mengusulkan untuk segera mencari pertolongan kepada pihak berwajib.


"Kalau kita melapor kejadian harus sudah dua puluh empat jam, apakah kita harus nunggu selama itu dulu baru beraksi mencari?" Bukannya Lucky berani dengan orang yang lebih tua, tetapi kemarahannya semakin memuncak


"Lalu kita harus bagaimana? Kalau mau mencari kita harus mulai dari mana?"Pras juga bingung dari mana mereka harus memulainya


"Maaf, Lucky harus keluar, terserah kalian mau berbuat apa karena semua kejadian ini akibat ulah kalian" Lucky meninggalkan rapat kedua keluarga yang diadakan secara dadakan dan mendesak

__ADS_1


Lucky memacu mobilnya dengan kecepatan yang sangat tinggi, namun setelah lumayan jauh laju kecepatan mobilnya mulai dia turunkan dan mencoba menghubungi seseorang.


__ADS_2