CERITA CINTA ANAK SMK

CERITA CINTA ANAK SMK
71


__ADS_3

Rencana sudah tersusun rapi tinggal menunggu waktu yang tepat untuk mengeksekusinya. Sebelum terlaksananya rencana yang telah dibuat, semua bersikap seperti biasa seolah-olah tidak sedang menyiapkan apapun, Lucky masih mengantar jemput Nia seperti hari-hari biasa dan di sekolah melakukan aktifitas sebagaimana tugas masing-masing.


Begitupun Sonya mengira masalahnya telah berlalu dan tidak ada penyelidikan lebih lanjut, sehingga dia mengabarkan kepada Manda bahwa Lucky dan teman-temannya tidak pernah mengungkit-ungkit masalahnya. Hal itu membuat Manda dan juga mamanya mengira waktu yang tepat untuk membuat keributan lagi.


Elsa dan juga Manda sudah melakukan penyelidikan lagi tempat usaha yang dimiliki oleh Pras sebenarnya, sehingga tidak akan keliru lagi, bahkan mereka menemukan fakta yang mengejutkan juga


"Jadi, mama tidak sia-sia meminta ganti rugi kepada anak ingusan itu yang nyatanya adalah anak kandung Pras, sungguh benar-benar suatu keberuntungan, apalagi dia tidak mengenali mama, jadi kita masih bisa santai mengenai anak ingusan itu" Manda tidak terima jika Lucky berulang kali disebut mamanya sebagai anak ingusan, baginya Lucky adalah sosok laki-laki yang hebat dengan usia yang masih belia dia sudah menjadi pengusaha sukses, sehingga membuat Manda semakin tergila-gila dan berusaha sekuat tenaga untuk mendapatkannya.


"Mama jangan sekali-kali menyebut Lucky sebagai anak ingusan lagi, karena tahu tidak, Manda ingin berusaha menaklukkan hatinya, namun dengan syarat jangan sampai dia tahu kalau kita berdua memiliki hubungan darah" Manda tersenyum dengan penuh misterius membuat Elsa bertanya-tanya apa sebenarnya yang sudah direncanakan oleh anaknya


"Sebenarnya apa yang sedang kamu rencanakan?" Siapa juga yang tidak penasaran dengan senyuman aneh yang ditampilkan oleh Manda, selama ini dia sendiri belum pernah melihatnya


"Mama, tidak usah khawatir dengan apa yang akan Manda lakukan, tapi mama harus ingat jangan lagi menyebutnya anak ingusan, dia adalah lelaki yang sangat tampan dan juga mapan di mata Manda" Elsa semakin banyak pertanyaan dibenaknya dengan tingkah anaknya


"Oh iya, mama ingetin lagi anak kedua mam itu tidak usah lagi mengejar Lucky apalagi mencari perhatian di depan Lucky lagi" Manda sudah tahu jika adiknya sangat mengagumi sosok Lucky sejak dia masih duduk di bangku SMP

__ADS_1


"Oh, jadi yang dikejar-kejar oleh adikmu yang tidak tahu malu itu anak ing.... " Belum selesai Elsa bicara langsung dipotong oleh Manda


"Coba mama selesaikan lagi, mama mau ngomong apa?" Elsa langsung menutup mulutnya dengang kedua telapak tangannya


****


Pulang sekolah, Lucky dan Nia beserta sahabat mereka Danny juga Vicky berencana singgah ke restoran milik Lucky dengan mengendarai motor sport dan beriringan membuat siapapun yang melihatnya terpana, segerombolan pengurus OSIS yang merupakan orang-orang yang cukup tampan dan lebih kerennya lagi motor yang mereka kendarai tidak murah harganya, dan diantara meraka selalu ada seorang cewek yang selalu tidak ketinggalan, siapa lagi kalau bukan Nia, banyak siswi di sekolah ini yang iri. melihat kedekatan Nia dengan mereka, apalagi dari dulu mereka sulit untuk didekati hanya untuk sekedar mengobrol terutama Lucky yang pada waktu itu masih sangat memikirkan keberadaan sang sahabatnkec yang belum ditemukan, sangat sulit untuk mengajaknya bicara, dia hanya menjawab apa yang perlu di jawab itupun dengan jawaban yang sangat singkat hingga membuat para siswa di sana enggan untuk berbicara dengannya. Meskipun dia tampan dan dengan kendaraan yang mentereng tapi dengan sikapnya yang tidak peduli dengan orang lain membuat mereka sulit mendekat, kecuali memang para cewek yang naksir dia, pasti akan melakukan segala cara untuk bisa berdekatan dan berbicara dengannya.


Sesampainya di restoran mereka memilih meja dengan pemandangan yang langsung menghadap air mancur sebagai tempat favorit mereka ketika berkunjung ke sana, Lucky sendiri memilih begabung dengan sahabat-sahabatnya sambil melihat interaksi karyawannnya dengan para pengunjung, selain itu dia juga menyelesaikan pekerjaannya di sana sambil mengobrol ringan mengenai kegiatan di sekolah hari ini.


Apalagi di jam pulang sekolah, banyak anak-anak remaja yang mencari spot foto untuk mereka posting di instagram mereka, mereka yang berani datang ke sini biasanya anak-anak dengan uang saku yang berlebih, karena mereka tidak akan mampu membayar jika hanya memiliki uang saku yang sedikit.


Ketikan Nia berjalan menyusuri restoran, dia melihat sosok yang tidak begitu asing bagi penglihatannya, dengan sedikit mendekat dan berlindung di balik tiang, Nia mulai memperhatikan keberadaanya yang sedang duduk bersama sahabatnya, dengan gaya yang begitu mencolok memperlihatkan betapa kayanya dia, dengan mengeluarkan handphone keluaran terbarunya dan juga dompet keluaran brand ternama meskipun bukan dari luar negeri, namun harganya cukup mahal bagi kalangan pelajar seperti mereka.


Nia memutuskan untuk kembali ke meja yang tadi di tempati oleh Lucky dan menceritakan apa yang barusan dia lihat.

__ADS_1


"Kak, lihat deh segerombolan anak SMA yang duduk di meja sana" Nia menunjuk meja yang diduduki oleh orang itu


"Mana?" mereka bertiga berebut melihat siapa yang dimaksud Nia


"Itu yang duduk di sana, cewek-cewek yang memakai seragam sekolah" Nia masih berusaha menunjukan keberadaan orang yang dimaksud namun mereka tidak kunjung menemukannya, membuat Nia sedikit marah


"Memangnya ada apa dengan pengunjung itu?" Tidak ingin membuat Nia semakin marah, Lucky mencoba melontarkan pertanyaan yang sedikit mengarah ke sana


"Sepertinya Nia pernah melihatnya, tapi sampai sekarang belum juga ketemu siapa dia, apakah kakak mengenalinya" Lucky memperhatikan lagi segerombolan siswa yang dimaksud Nia alangkah kagetnya dia ketika mengetahui siapa yang duduk di meja yang dimaksud oleh Nia.


"Jelas kamu pernah melihatnya, kamu lupa dengan kejadian pada waktu outing class dulu, dia yang memarahimu di jalan ketika kamu pulang membeli obat" Nia mengingatnya dan dia juga membenarkannya


"Iya benar memang dia orangnya yang tiba-tiba berusaha memukul Nia tanpa ada alasan yang jelas, bukannya dia juga yang kakak cari selama ini, kenapa tidak langsung disamperin saja" Nia baru teringat jika beberapa minggu yang lalu mereka membicarakannya untuk membuat perhitungan, tapi anehnya Lucky hanya diam saja ketika melihat keberadaannya.


Namun, siapa sangka sebenarnya Lucky sudah bertindak terlebih dahulu tanpa sepengetahuan mereka, dengan memerintahkan bagian chef yang memasak menu pesanan dari segerombolan anak SMA itu

__ADS_1


"Siapa bilang kakak tidak membalasnya, kita harus rapi dalam menjalankan rencana kita, kalian lihat saja apa yang akan terjadi nanti pasti mereka akan heboh" Dengan tersenyum misterius Lucky berbicara


__ADS_2