CERITA CINTA ANAK SMK

CERITA CINTA ANAK SMK
23


__ADS_3

"Kalau memang Kak Lucky benar Kak Rasya coba sebutkan....?"Todong Nia


" Suruh nyebutin apa Dik, nama lengkap?? Nama orang tuanya???Emangnya dia interview kerja apa?" Ucap Nalen terlihat seperti mentertawakan sikap aneh adiknya


"Diam lo Kak, Kak Nalen nggak tahu apa yang aku maksud." Bentak Nia


"Adik nggak boleh berkata seperti itu" Ryasmi ikut menengahi perdebatan antara kakak dan adik


Sedangkan orang yang menjadi bahan perdebatan hanya menonton dan sesekali tersenyum kecil, membayangkan seandainya dikeluarganya juga seperti itu alangkah bahagianya sayangnya anggota keluarganya sibuk sendiri-sendiri.


"Sudah-sudah ayo diminum dulu keburu dingin airnya"Ryasmi mencoba menengahi lagi biar cepet selesai


Mereka mengambil gelas yang sudah berisi teh dan mulai meminumnya diselingi beberapa pertanyaan mengenai keadaan keluarga Lucky sekarang karena mereka sudah lama tidak berjumpa.


Tak terasa adzan maghrib sudah berkumandang saling bersahutan. Mereka bergantian mengambil air wudhu dan melaksanakan sholat maghrib berjama'ah dengan Dewa sebagai imamnya. Selepas melaksanakan kewajiban sholat, Lucky segera mohon diri


"Maaf, Om dan tante sepertinya Lucky harus segera pulang takut Bunda nungguin"Lucky mohon diri kepada orang tua Nia


" Lho nggak makan malam sekalian, padahal Tante sudah masak banyak ini"Ryasmi terlihat raut kecewa diwajahnya karena berharap Lucky mau makan malam terlebih dahulu di rumahnya


"Terima kasih banyak tante, Insya Allah lain waktu Lucky akan main lagi, sekali lagi Lucky mohon maaf..." Sebenarnya Lucky juga tidak enak hati, namun dia juga kasihan juga bundanya di rumah tidak ada yang nemenin


Dengan rasa kecewa mereka melepas kepulangan Lucky yang sudah siap mengenakan jaket dan helm kesayangannya, ketika Lucky bersiap untuk menstarter motornya Nia menghampirinya lagi dan berucap "Kak Lucky beneran lupa dengan apa yang harus dikatakan?" Nia benar-benar penasaran, padahal dia sendiri selalu mengingat kata itu yang harus dia katakan ketika mereka bertemu suatu saat nanti


Flashback On


Waktu itu ketika keluarga Nia berencana pindah, mereka berpamitan kepada sanak famili dan semua kenalan yang ada di kampung mereka, selain berpamitan merekaa juga meminta maaf apabila sewaktu mereka tinggal bersama banyak melakukan kesalahan yang disengaja maupun tidak sengaja.


Tak terkecuali mereka juga berpamitan dengan keluarga Lucky yang pada waktu itu rumah mereka berdekatan dan selalu menjadi penolong bagi keluarga Nia selama mereka hidup di sana.

__ADS_1


Nia menemui Lucky yang sedang menonton kartun di televisi. Nia bilang kalau dia dan keluarganya akan pergi jauh. Memang pada waktu itu Nia belum tahu apa itu pindah rumah karena dia masih kecil.


"Kak Rasya, maafin Fara ya... Fara mau pergi dari sini, mungkin Fara akan lama dan tidak akan kembali lagi ke sini, Terima kasih karena kakak selama ini mau menjaga dan melindungi Fara"


"Memangnya Fara mau pergi kemana?" Tanya Lucky kecil


"Nggak tahu, Fara diajak pergi mama dan papa" Jawab Fara


"Fara jangan nakal ya, karena Kak Rasya nggak bisa ngejagain kamu lagi, kamu harus jadi anak pemberani selama tidak bersama kakak, kalau ada yang ngejahatin kamu, kamu harus berani ya..." Pesan Lucky kecil kepada Nia


"Kakak kalau sudah besar nanti jangan lupa cari Fara ya..... Fara pasti kangen dengan kakak" Nia hampir menangis ketika mengatakan hal itu


"Kamu jangan cengeng, kakak janji bakal nyari kamu, tapi kalau kita tidak saling kenal lagi gimana?" Lucky kecil frustasi karena pasti setelah besar nanti mereka akan berubah secara fisik dan juga wajahnya.


Karena permasalahan itu, lucky meminta kepada Nia kecil, apabila nanti sudah besar ketemu lagi harus mengucapkan kata "KANGEN" sebagai kata untuk membuktikan bahwa memang orang tersebut benar-benar yang mereka cari. Lebih kerennya adalah sebagai pasword mereka berdua.


Lucky menyalakan motornya dan berlalu dari hadapan Nia. Nia menjadi sangat galau ternyata dia sudah melupakannya. Namun ketika hampir mencapai pintu gerbang Lucky menghentikan motornya dan membuka helmnya dan mengucapkan "KANGEN" dihadapan Nia.


Hal itu membuat Nia terbengong dan tidak merespon apa yang telah dikatakan oleh Lucky. Karena tidak ada respon Lucky berlalu pergi meninggalkan kediaman keluarga Nia.


Kecewa itulah yang dirasakan Lucky ketika meninggalkan rumah Nia, karena semua diluar ekspektasinya, kenyataannya Nia hanya diam dan tidak merespon apapun setelah mati-matian mendesak Lucky untuk mengatakan sesuatu.


"Huh, dasar cewek tadi merengek-rengek untuk mengatakan sesuatu, setelah aku katakan malah diam" Batin Lucky yang sedikit kecewa


***


Di kediaman Lucky


Benar saja bundanya sudah mondar-mandir di ruang tengah menunggu kedatangan anak semata wayangnya pulang dari sekolah, padahal ini sudah malam, Lucky lupa memberi kabar ke bundanya apabila dia pulang telat.

__ADS_1


Senyum sang bunda mulai terbit mana kala sudah terdengar suara motor memasuki kawasan rumah mereka.


"Baru pulang Nak, kemana saja jam segini baru nyampe rumah" Rahma langsung memberi pertanyaan bertubi-tubi


"Maaf bunda, tadi Lucky nganter Nia dulu dan mampir ke restoran sebentar mengecek kondisi di sana" Lucky menjelaskan "Lagi pula tadi setelah sampai di rumah Nia ada Om Dewa dan juga Tante Ryasmi jadi Lucky menyapa mereka sebentar sampai lupa ngasih kabar ke bunda" Lanjutnya


"Ya, sudah nggak apa-apa, lain kali jangan diulangi lagi ya... Bunda khawatir denganmu" Nasehat Rahma kepada anaknya "Apakah kamu sudah makan?" Tanya Rahma lagi


"Belum bunda tadi habis sholat maghrib Lucky langsung mohon diri ke Om dan Tante"


"Kalau begitu yuk bunda temenin makan malam, bunda sudah masak banyak untukmu, semua makanan kesukaanmu"


Malam ini mereka hanya makan malam berdua seperti malam-malam yang telah lalu, karena Pras ayah Lucky jarang makan di rumah. Namun di tengah mereka makan ada seseorang yang mengetuk pintu, tak di sangka Prasetyo ayah Lucky pulang ke rumah.


"Assalamu'alaikum, ayah pulang" Ucap Pras dari depan pintu


"Wa'alaikum salam" Jawab Lucky dan Rahma bersamaan


Rahma segera bangkit dan menyambut kedatangan sang suami, tak lupa mencium tangannya dan menuju meja makan bersama, Lucky tidak menyambutnya karena sedang makan jadi hanya menyapa saja, meskipun mereka sibuk dengan kegiatan masing-masing namun mereka termasuk keluarga yang harmonis tidak pernah ada pertengkaran diantara mereka.


"Bagaimana sekolahmu Luck?" Pras bertanya kepada Lucky


"Alhamdulilah lancar yah, bagaimana keadaan ayah, apakah baik-baik?" Lucky bertanya balik


"Alhamdulillah ayah baik, oh iya beberapa hari yang lalu, ayah ketemu dengan Nalen dan juga Fara, apakah kamu sudah bertemu mereka Luck?"


"Sudah Yah, ini tadi Lucky baru pulang dari rumah mereka, kebetulan tadi Nalen nggak bisa jemput Fara dan meminta Lucky untuk mengantarnya pulang" Lucky menjelaskan


"Oh, syukur kalau kalian sudah ketemu"

__ADS_1


__ADS_2