
Setelah mendapatkan perawatan luka-luka akibat dari peristiwa kecelakaan, Lucky mengajak Nia pergi ke dokter kandungan, untuk memeriksa kebenaran mengenai kehamilan Nia.
"Mengapa kita ke sini Kak?" Nianterkejut melihat sebuah papan nama bertuliskan dokter kandungan
"Nanti setelah pemeriksaan kamu akan tahu sayang" Lucky ingin Nia mendengar secara langsung dari mulut dokter
Setelah mendaftar, mereka mengantri. Ada beberapa pasie yang memperhatikan mereka dengan pandangan yang sedikit tidak bersahabat, bahkan ada yang terang-terangan membicarakan mereka secara terang-terangan.
"Anak sekarang kalau pacaran memang kelewatan, kalau sudah begini mereka pasti berfikir akan menggugurkannya" Dengan jelas pasien yang duduk di sebelah Nia membicarakan mereka
"Bukan urusan kita, yang penting anak-anak kita kelak harus kita jaga dengan baik, agar tidak berbuat yang melebihi batas" Seorang pasien lainnya menimpali
Lucky berusaha mengalihkan perhatian Nia ke tempat lain dan membicarakan usaha meraka yang saat ini sedang mendapatkan keuntungan yang sangat memuaskan.
"Bagaimana kalau kita adakan wisata karyawan sebagai bentuk terima kasih kita kepada mereka Kak?"Nia yang mendengar penuturan Lucky mengenai kemajuan usaha mereka sangat antusias
"Betul juga, kita buat rencana dulu dan kita serahkan kepada manajer agar diatur waktu dan tempat yang diinginkan oleh mereka" Lucky setuju dengan usul istrinya
Seorang ibu yang mendengar perbincangan merdeka berdua sangat tertarik dengan topik pembicaraan Nia dan Lucky.
"Maaf, apakah ibu boleh bertanya?" Tanya ibu paruh baya yang sedang mengantar anak perempuannya periksa kandungan
"Boleh, ibu mau bertanya apa?" Lucky menjawab dengan ramah
"Tadi ibu sempat mendengar kalian ingin mengapresiasi karyawan kalian, anak remaja seperti kalian sejak kapan memiliki usaha?"
__ADS_1
"Alhamdulillah, sudah berjalan tiga tahun dan saat ini hampir empat tahun"
"Wah....kalian hebat, Bisnis kalian bergerak dibidang apa kalau boleh tahu?"
"Kuliner tante" Lucky menjawab tanpa ada keinginan mengatakan nama restorannya
Ibu tersebut terlihat bangga ada anak muda yang sudah mencapai kesuksesan. Namun, yang membuat dia penasaran adalah mereka masih sangat muda tetapi mendatangi dokter kandungan.
"Adikmu ada penyakit apa, sepertinya usia kalian masih belasan tahun?" Lucky tersenyum mendengar pertanyaan itu
"Dia bukan adik saya"
"Lalu?" dahi yang sedikit berkerut menandakan ada sedikit rasa penasaran
"Istri saya" Semua yang mendengarnya tanpa ada komando mengarahkan pandangannya kepada mereka berdua, ada pandangan yang tidak percaya, ada pemandangan yang sangat kentara seperti pandangan menghina.
Semua terdiam dan tidak ada yang ingin bertanya lagilagi. Perawat memanggil nama Nia dan mmempersilakan dia masuk dan didampingi oleh keluarga.
"Maaf, harus anggota keluarga yang mendampinginya" Perawat itu menghadang langkah Lucky yang hampir melewatinya
"Saya suaminya Sus, apakah kami harus membawa orang tua kami hanya untuk pemeriksaan?" Lucky sangat marah ketika dirinya tidak diperbolehkan untuk masuk
Lucky mengeluarkan buku nikah dan diperlihatkan agar dia bisa segera masuk, dia lelah untuk berdebat. Setelah melihat dan membaca buku tersebut, Lucky diperbolehkan untuk masuk mendampingi Nia.
Bahkan sampai di depan dokter kandungan yang seorang wanita, mereka mendapatkan perlakuan yang kurang menyenangkan. Untuk menghindari pertanyaan yang tidak perlu, Lucky segera memperlihatkan buku nikah mereka.
__ADS_1
"Bisa dijelaskan apa keluahannya?" Nia yang kurang tahu mengapa dia diajak ke dokter kandungan hanya diam dan yang menjelaskan adalah Lucky
"Begini Dok, saya curiga istri saya saat ini sedang berbadan dua"
"Bagaimana kamu mencurigainya?"
"Tadi kami mengalami kecelakaan dan diperiksa oleh dokter yang ada di sebuah klinik, beliau mengatakan jika sepertinya istri saya tengan mengandung, maka untuk memastikan kami diminta untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut agar diketahui kebenarannya.
"Bailklah, silakan untuk berbaring. kita lakukan pemeriksaan USG, agar hasilnya lebih valid"
Nia mengikuti seorang perawat yang mempersilakannya untuk berbaring dan melakukan sesuatu persiapan pemeriksaan. Diperlihatkan monitor kepada Nia dan Lucky bahwa memang benar jika saat ini Nia tengah mengandung dan masih sangat dini untuk melakukan pemeriksaan karena terlihat baru dua minggu.
"Sebenarnya masih sangat dini jika kita melakukan pemeriksaan, namun karena habis kecelakaan maka sangat perlu diadakan pemeriksaan lebih lanjut, untuk sementara akan kami resepkan obat untuk dikonsumsi selama satu minggu, jika nanti ada sesuatu yang tidak diinginkan maka harus segera di bawa kemari lagi, namun akan lebih baik lagi jika orang tua kalian ikut hadir di sini"
"Terima kasih Dok, jika nanti terjadi sesuatu maka orang tua kami akan ikut pemeriksaan"
Mereka meninggalkan ruang rawat dokter kandungan dengan perasaan was-was, terutama Lucky yang begitu terpukul mendengar dokter mengatakan "jika terjadi sesuatu", meskipun semua belum jelas, namun hatinya tidak bisa dipungkiri ada rasa yang tidak bisa dikatakan.
****
Manda sangat bahagia bisa melakukan sedikit balas dendam untuk mamanya, kali ini dia tidak meminta bantuan siapapun, selain masalah uang yang sudah semakin sulit untuk didapatkan, dia juga ingin melakukannya sendiri karena sudah tidak percaya lagi dengan cara kerja utusannya yang selalu gagal dalam melakukan tugas yang diberikan.
Rasa puas menghadirkan senyum mengembang dibibirnya. Tanpa memikirkan bagaimana akibat yang akan diterimanya.
Suara ketukan menghilangkan senyum yang sejak tadi mengembang di wajah cantik Manda.
__ADS_1
"Bapak mencari siapa?" Manda bertanya setelah melihat seseorang yang memakai baju coklat berdiri di depan pintu.