CERITA CINTA ANAK SMK

CERITA CINTA ANAK SMK
174


__ADS_3

Setelah mengantar Ayah dan juga sahabatnya, Lucky bergegas menuju ke kamarnya dan menghampiri Nia yang masih terlelap dalam tidurnya, berkali-kali Lucky mengusap kepala Nia dan menciumnya dengan lembut. Saat ini dia sangat takut jika Nia tidak bisa kembali kepadanya lagi. Memandangi wajah Nia yang teduh dan sangat nyaman berada dalam tidur lelapnya.


"Terima kasih ya Allah, engkau telah mengembalikan istri hamba dalam keadaan sehat tanpa ada kekurangan apapun" Tidak terasa air mata Lucky mengalir ke pipinya dan jatuh ke wajah Nia, membuat dia mengerjapkan kelopak matanya dan menyadari saat ini Lucky berada di sampingnya


"Mengapa kakak menangis...." Mendengar ucapan Nia, Lucky segera menghapus sisa air matanya


"Siapa bilang kakak menangis?" Lucky malu mengakuinya


"Lalu, air yang jatuh di muka Nia tadi apa?" Nia yang belum membuka mata penuh bertanya


"Itu tadi, air yang kakak minum, tidak sengaja menetes"


"Oh, Nia kira air mata Kakak, Kak Lucky menangis karena tidak bisa bertemu dengan Nia sejak siang tadi"


"Itu tahu.... Kamu tahu tidak....?"


"Tidak, mana Nia tahu kalau Kakak belum bicara"


"Ini kakak mau bicara.... Kakak mencarimu ke mana-mana di bantu oleh Danny dan Vicky, serta kakak mencari bantuan kepada setiap orang yang Kakak temui, namun hingga malam tidak ada kabar sama sekali. Kakak hampir frustasi kalau saja ayah tidak datang tepat waktu. Untungnya ayah membawamu pulang dengan semangat. Kakak sangat bahagia bisa melihatmu tersenyum lagi di hadapan kakak seperti ini" Lucky memeluk erat tubuh Nia yang mungil, dia tidak ingin kehilangan untuk yang kesekian kali


Nia tersenyum mendengar perkataan Lucky. Dia merasa bersalah tidak segera memberi kabar kepada suaminya yang terlihat sangat khawatir.


"Maaf...." Hanya kata itu yang bisa terucap dari bibir Nia


"Shuuuut... Kakak yang harusnya minta maaf" Lucky kembali menci*m pipi Nia semakin dalam dan semakin intens hingga berujung pada olah raga malam, melepas rindu antara satu dengan yang lain.


"Terima kasih, karena sudah kembali kepada Kakak" Lucky mengakhiri dengan mengecup puncak kepala Nia dan mereka akhirnya tertidur dengan berp*lukan hingga pagi menjelang


****


Kegiatan sekolah Nia sudah selesai semua, dia tinggal menuggu hasilnya dibagikan. Nia dan Nana sering menghabiskan waktu bersama mengisi waktu setelah kegiatan sekolah yang membuat kepala mereka pusing.


Seperti siang ini mereka hendak pergi menonton bioskop yang terletak di salah satu mall terbesar di kota ini. Namun sebelum mereka berangkat, Nia minta izin dahulu kepada Lucky.

__ADS_1


"Kak, hari ini Nia minta ijin mau jalan-jalan dengan Nana menonton bioskop. Boleh tidak?" Nia menghampiri suaminya yang tengah menyelesaikan tugas kuliahnya yang akan memasuki akhir semester di tahun pertamanya


"Mengapa tidak nonton di rumah saja Say**ng.... Kakak masih takut jika nanti kalian bertemu dengan Manda di sana" Bukan tanpa alasan jika Lucky takut istrinya bertemu dengan Manda yang selalu berulah, dalam beberapa hari terakhir ada berbagai teror yang tidak mereka ketahui dari mana asalnya


"Jenuh Kak, Aku ingin keluar mencari udara dan ganti suasana" Nia merajuk manja


"Tapi..."


"Bagaimana kalau Kakak ikut saja, biar nanti Nana mengajak Kak Andi"


"Kita lihat jadwal kakak dahulu ya..." Lucky mengecek jadwal kuliahnya yang berada di handphone miliknya


Setelah memastikan jika tidak ada jadwal kuliah esok hari Lucky menyetujui rencana Nia untuk keluar sekedar mencari suasana yang berbeda, setelah peristiwa hilangnya Nia pada waktu itu, Lucky semakin protektif terhadap Nia, apapun harus seijin ataupun bersama dirinya.


****


Manda dan Farhan membuat rencana untuk melakukan sedikit teror kepada Nia. Farhan ingin mengusik kenyamanan Nia terlebih dahulu, karena bukan tidak mungkin kenyamanan pasti berpengaruh juga terhadap kenyamanan Lucky.


Teror yang selama ini mereka gencarkan belum pernah ada yang mengetahui. Mereka menjalankan teror ketika hari sudah tengah malam dan beranjak dini hari, sehingga sudah sedikit orang yang berkeliaran ataupun keluar rumah.


"Kita hentikan sejenak, sebelum kita mulai lagi. Kita harus berhati-hati dalam bertindak, kalau teror itu terus-terusan kita gencarkan bukan tidak mungkin mereka akan mencurigai kita


"Lalu, bagaimana dengan polisi gadungan suruhanmu"


"Dia masih aman, hingga saat ini dia masih harus bersembunyi untuk menghilangkan ingatan orang-orang akan wajahnya"


"Apakah mereka juga belum juga menyadari jika polisi itu gadungan?"


"Setahuku, mereka tidak melakukan penyelidikan mengenai polisi itu, jadi kita masih aman"


"Tidak mungkin mereka tidak melakukan penyelidikan, sedangkan laporan mereka saja sudah terbilang lama dan belum ada kabar hasil penyelidikan"


"Entahlah" Farhan mengedikkan bahunya, tidak ingin membahas lebih jauh tentang mereka. Saat ini dia ingin menikmati makanan dihadapannya dan tidak ingin membahas pekerjaan atau apapun itu.

__ADS_1


****


Nia dan Nana beserta pasangannya masing-masing menuju lokasi yang sudah mereka sepakati untuk menonton bioskop. Mereka bertemu di sana karena membawa mobil sendiri-sendiri. Lucky tidak Ingin mengambil resiko jika mengendarai sepeda motor. Mobil yang digunakan juga mobil yang anti peluru dan dengan tingkat pengamanan elite.


Sebelum masuk ke gedung bioskop mereka mengantri membeli camilan. Nia dan Nana menunggu di dekat pintu masuk.


Seorang laki-laki, tiba-tiba saja menabrak Nana yang sedang berdiri sambil melihat ponselnya.


"Aduh...." Pekik Nana


Andi yang mendengar suara Nana berlari menghampirinya, dia takut terjadi sesuatu yang tidak diinginkan


"Kamu tidak apa-apa" Tanya Andi khawatir terhadap kekasih barunya namun sudah dekat lama


"Duh.... yang baru jadian, begitu saja paniknya minta ampun..." Goda Nia, yang membuat Nana tersipu malu


"Kalian kenal siapa lelaki tadi?"


"Tidak" Jawab Nana dan Nia serentak


"Kalian tunggu di sini sebentar" Perintah Andi


Andi mendekati Lucky yang masih mengantri dan berbisik di telinganya


"Kita harus hati-hati, ada seseorang yang dengan sengaja menabrak Nana dan takutnya dia berbuat lebih kepada mereka" Bisik Andi


"Biar aku saja yang mengantri di sini, lebih baik kamu segera kembali ke dekat mereka" Lucky juga berbisik


"Baiklah"


Andi berjalan mendekati Nana dan Nia yang masih belum menyadari sepenuhnya jika ada seseorang yang sejak tadi memperhatikan mereka dengan pandangan yang sulit diartikan. Namun, setelah mengetahui Andi berjalan mendekati mereka, lelaki itu mulai menjauh dan menjaga jarak.


Mata elang milik Andi selalu mengawasi gerak-gerik lelaki yang sangat mencurigakan itu hingga lelaki itu menghilang dari pandangannya.

__ADS_1


"Mengapa kesempatan itu sulit sekali didapatkan" Gerutu lelaki itu


"Kamu tidak akan pernah mendapatkan kesempatan apapun"


__ADS_2