CERITA CINTA ANAK SMK

CERITA CINTA ANAK SMK
151


__ADS_3

Semua mata dan telinga yang berada dalam ruangan tersebut tertuju kepada pengacara yang saat ini berada di samping Nana dan juga Andi. Dengan sedikit gemetar pengacara tersebut membuka perlahan amplop berstempel khusus. Bukan tanpa alasan saat ini tangannya begitu tremor. Setelah beberapa hari kematian papa Nana, dia ditangai oleh oleh Elsa dan Manda, mereka memberikan ancaman kepadanya.


Flashback On


"Kamu harus membuang semua yang berkaitan dengan semua wasiat Papanya Nana, jika sampai berkas-berkas itu tidak hilang dari muka bumi ini, maka kamu dan keluargamulah yang akan musnah dari bumi ini dan akan menyatu dengan tanah"


"Tapi Nyonya...."


"Tidak ada kata tapi, mulai sekarang semuanya di bawah kendali saya"


Pengacara tersebut segera pergi, memikirkan cara agar berkas tersebut masih selamat. Diam-diam membuat stempel yang mirip dengan aslinya, dan membawa berkas dalam sebuah map yang sama ke depan Elsa dan di depan mereka berkas tersebut dimusnahkan.


Flashback Off


Berkas dibuka dan mulai dibaca, Elsa terlihat sangat panik dengan bercucuran keringat di dahi dan lehernya.


"Baiklah akan saya bacakan wasiat dari almarhum, pertama Semua harta saya baik yang bergerak maupun tidak bergerak yang saya dapatkan sebelum menikah lagi, maka akan jatuh kepada anak saya dan akan segera dialih namakan ketika anak saya tepat berumur delapan belas tahun, sebelum menginjak usia tersebut maka semua dibawah perwalian istri saya, namun ketika anak saya telah mencapai usia tersebut maka secara otomatis perwalian tidak berlaku lagi"Pengacara itu mengambil nafas sejenak sambil menyesap kopi yang berada di hadapannya untuk mengurangi rasa panik yang terlihat begitu nyata


"Berikutnya, untuk istri dan anak yang dia bawa akan mendapatkan masing-masing sebuah mobil yang kini mereka gunakan beserta sebuah rumah yang berada tidak jauh dari rumah utama kami, tidak lupa setiap bulan akan tetap mendapatkan uang belanja sebesar sepuluh juta selama belum bersuami lagi, namun apabila mereka telah bersuami maka hal belanja bulanan otomatis dihentikan"Lanjutnya


"Apabila semua asset telah jatuh ke tangan anak saya Nana, maka semua keputusan ada di tangannya dan tidak ada seorangpun yang bisa mengganggu gugat"


"Itulah isi dari wasiat Bapak sebelum meninggal pada saat di rawat di rumah sakit" Pengacara mengakhiri pembacaan wasiat

__ADS_1


"Wasiat macam apa itu?" Elsa tidak Terima hanya mendapatkan sebagian kecil dari harta suaminya


"Maaf Bu Elsa, sepertinya mulai saat ini, Nanalah yang akan bertanggung jawab atas segala urusan perusahaan, jadi kami akan memperbaiki berkas untuk ditanda tangani pejabat baru" Kata salah satu petinggi perusahaan lama


"Tidak bisa, semua tanggung jawab masih berada di tanganku, kalian tidak perlu merubahnya, karena wasiat yang baru saja dibaca adalah palsu" Semua orang terkejut mendengar perkataan Elsa


"Wasiat ini adalah asli yang ditanda tangani langsung oleh Papanya Nana" Kata pengacara itu


"Bukankah dulu anda bilang tidak ada berkas wasiat apapun?" Elsa semakin terpojok dan tidak mungkin akan mengatakan bahwa wasiat itu sudah dibakar


"Maaf Bu Elsa wasiat yang asli sudah diamankan di dekat makam beliau, sehingga tidak ada yang mengira sama sekali tentang keberadaan wasiat ini, kalau tidak percaya bisa dicek keasliannya dari tulisan tangannya, tanda tangannya hingga stempel yang menempel di amplop ini" Pengacara menjelaskan.


Elsa meninggalkan ruangan dengan hentakan kaki yang kentara emosinya, dia tidak Terima dengan ulah pengacara itu, dia memikirkan bagaimana caranya menyingkirkannya.


Dewan komisaris dan dewan direksi memberikan ucapan selamat kepada Nana. Nana dan Andi terlihat sangat puas dengan kerja keras mereka untuk mendapatkan kembali perusahaan keluarga Nana. Nana tidak tahu apa yang akan terjadi seandainya tidak dibantu oleh Andi dan juga sahabat-sahabatnya, mungkin semua harta kekayaan papanya akan selalu dinikmati oleh Elsa dan Manda hingga ajal menjemput mereka.


Malam ini, Nana mengadakan syukuran di rumahnya, dia mengundang teman-temannya termasuk Lucky dan juga Nana tidak lupa Nalen dan Nara yang ikut membantu mendapatkan hak-haknya kembali. Nana yang selalu di dampingi Andi merasa sangat bahagia bisa menemukan sosok lelaki yang sangat peduli dan tanggung jawab seperti Andi. Meskipun Nana tahu pekerjaan Andi dahulu namun Nana tetap mempercayainya.


"Wah, pengantin baru datang juga, gue kira tidak akan datang" Danny yang sudah cukup lama duduk dan menikmati hidangan di sana menggoda Lucky dan Nia yang baru datang dengan genggaman tangan yang tidak pernah lepas satu sama lain. Lucky yang begitu tampan dan berwibawa malam ini ditemani Nia yang tidak kalah rapi dan manis, dia berdandan dengan sangat natural karena tidak ingin terlihat tua diusianya yang masih sangat sangat muda, namun keduanya tampak serasi hingga membuat siapapun yang melihatnya akan sangat iri.


Lucky tidak menanggapi ocehan sahabatnya, dia memilih untuk menemui pemilik acara malam ini. Sedikit berbasa-basi, dan juga mengucapkan selamat kepada Nana yang telah berhasil mendapatkan apa yang menjadi haknya selama ini.


"Selamat ya Na, semoga kedepannya bisa lebih baik" Nia memberikan ucapan kepada sahabatnya

__ADS_1


"Terima kasih Nia, semua berkat bantuan kalian yang tidak bisa saya hitung" Semua yang didapatkan Nana saat ini memang kerja keras semua sahabat dan orang-orang terdekat Nana yang peduli dengan dirinya, terutama Andi sebagai sosok yang sangat bekerja keras untuk mengembalikan hak kekasihnya


"Semoga kalian bisa bekerja sama memajukan bisnis orang tuamu" Lucky juga mendo'akan


"Terima kasih Kak Lucky, kami harus belajar banyak dari Kakak" Nana yang sudah mengetahui bisnis yang dilakukan Lucky sejak masih sekolah merasa perlu untuk menimba ilmu pengelolaan usaha.


"Kapanpun kalian mau belajar datang saja ke rumah atau ke kantorku, aku siap membantu kalian" Lucky dengan tangan terbuka memberikan kesempatan untuk belajar secara langsung kepada dirinya, meskipun sebenarnya dirinya juga belum begitu mumpuni, namun berkat bantuan manajernya udahan Lucky berjalan dengan sukses


Nalen dan Nara yang sejak tadi menunggu kedatangan adik dan juga iparnya merasa lega setelah melihat kedatangan mereka.


"Dik, lama banget baru sampai, dari rumah jam berapa?" Nalen langsung menarik adiknya yang sudah beberapa hari tidak bertemu


"Kak Nalen sakit, memangnya tangan Nia besi main tarik-tarik saja" Nia sewot dengan perlakuan kakaknya yang berlebihan


"Tumben marah, biasanya juga tidak apa-apa" Nalen merasa ada yang berbeda dengan sikap adiknya


"Ada apa sih Luck, adik gue Lo apain?" Nalen yang tidak terima diperlakukan adiknya seperti itu menyalahkan Lucky yang selalu di dekat Nia


"Jangankan kamu kak, gue saja yang selalu bantuin dia apa-apa di rumah selalu dicuekin dan marah-marah tidak jelas" Lucky juga merasa agak aneh dengan tingkah istrinya beberapa minggu terakhir


"Apa mungkin kecapean, sekolah dan membersihkan rumah kalian yang besar itu?" Lucky dan Nia kini telah menempati rumah baru mereka yang cukup besar


"Mana mungkin, bahkan semua pekerjaan rumah sudah ada yang menyelesaikan, mana ada istriku bekerja di rumah, kegiatannya cuma sekolah bahkan berangkat dan pulang juga sudah ada sopir yang mengantar, pekerjaan sekolahnya saja Lucky yang kerjakan, Kak Nalen tahukan seberapa besar otaknya?" Nia memang tidak terlalu pintar dalam pelajaran di sekolah, tapi entah bagaimana Lucky bisa tergila-gila dengannya yang perbedaannya seratus delapan puluh derajat

__ADS_1


"Kakak bicara apa? Kalau tidak ikhlas bicara di depan Nia langsung, jangan di belakang Nia" Dengan nada tinggi Nia menghentikan pembicaraan antara suami dan kakak lelakinya


Lucky dan Nalen hanya saling pandang mendengar perkataan Nia yang lumayan keras


__ADS_2