CERITA CINTA ANAK SMK

CERITA CINTA ANAK SMK
54


__ADS_3

Nia duduk sendiria di dalam ruang OSIS dengan menikmati makanan dan minuman yang diberikan oleh Lucky sambil memainkan ponselnya, merasa jenih Nia menaikkan kakinya ke atas kursi dan mulai merebahkan diri di sana sambil meringkuk seperti bayi. Sudah cukup lama Nia tertidur di sana, namun belum ada juga tanda-tanda Lucky masuk ke ruangan ini, dia menelphone Lucky yang hari ini tidak mempedulikannya sama sekali.


"Halo Kak Lucky kemana saja sih?" Nia kesal karena dari seberang telepon terdengar suara yang sangat ramai


"Kakak ada di.... " Tiba-tiba teleponnya terputus sebelum Lucky menyelesaikan perkataannya


Nia menjadi jengkel dan keluar dari ruang OSIS dan memilih untuk menuju tempat parkir mengambil kunci motornya segera meninggalkan sekolah karena hari sudah sore.


Di lihatnya sepeda motor Lucky dan teman-temannya masih ada di parkiran, hal itu membuktikan bahwa mereka masih ada di sekolah hanya itu yang ada di dalam pikiran Nia.


Dengan kecepatan di atas rata-rata Nia mengendarai sepeda motornya hingga tidak butuh waktu lama untuk sampai di rumahnya. Setelah memasukkannya ke garasi, Nia langsung menuju kamar untuk membersihkan diri dan segera menuju dapur untuk makan, kebetulan yang dia makan di sekolah tadi hanya cemilan yang membuat perutnya masih lapar. Semua ruangan Nia sapu dengan matanya, namun tidak terlihat seorangpun di dalam rumah.


"Ini Orang-orang pada kemana, tumben rumah sepi, biasanya kalau mama mau pergi bilang ke Nia, tapi kenapa di rumah tidak ada orang" Nia bertanya-tanya dalam hati.


Namun pada detik berikutnya Nia sudah masa bodoh dengan keadaan di rumahnya, karena sudah sejak tadi perutnya keroncongan minta diisi. Karena di rumah tidak ada seorangpun, Nia makan di depan televisi sambil menikmati acara yang di tayangkan.


Karena jenuh, Nia memilih masuk ke kamar dan menguncinya, berbaring di kasur ditemani dengan musik yang dia putar dari handphonenya mengantarkan Nia ke alam mimpi hingga makan malam tiba. Semua sudah ada di rumah dan mengajak Nia untuk makan malam di luar.


Mereka menggunakan satu mobil menuju tempat yang sudah mereka pilih sebelumnya. Nia belum menyadari kemana arah tujuan mereka, yang tak lain adalah restoran milik Lucky.


****


Di rumah Lucky

__ADS_1


"Nak, apa semua sudah kamu pikirkan dengan matang?" Tanya Rahma kepada Lucky anak satu-satunya


"Sudah Bun, semua sudah Lucky pikirkan sejak lama sebelum Lucky bertemu kembali dengannya" Lucky berusaha untuk meyakinkan sang bunda bahwa apa yang dia lakukan memang sudah lama dia rencanakan.


"Kalau kamu benar-benar sudah yakin, Bunda hanya bisa mendo'akan dan mendukung apapun yang akan kamu lakukan" Rahma hanya bisa pasrah ketika melihat kesungguhan dan keyakinan sangat putra


"Ada apa ini?" Pras, ayah Lucky tiba-tiba muncul dari pintu utama dan mendapati anak dan istrinya sepertinya sedang terlibat pembicaraan yang sangat serius


Rahma menceritakan semuanya kepada Pras mengenai niat baik sang putra, namun Pras adalah sosok yang keras dan tidak bisa dibantah


"Tidak boleh, kalian masih sekolah apalagi masih SMA, kalian harus menyelesaikan kuliah terlebih dahulu" Pras berusaha menggagalkan rencana Lucky


"Tapi Ayah, semua sudah Lucky pikirkan sejak lama, bahkan sudah sejak dulu" Lucky masih berusaha meyakinkan Ayahnya


"Memangnya kamu bisa menanggung semuanya?" Pras masih meragukan kemampuan anaknya


"Baiklah, kalau kamu benar-benar yakin buktikan kepada ayah, mulai saat ini kamu tidak akan mendapatkan fasilitas apapun dari ayah, kalau dalam waktu seminggu ini kamu masih bisa bertahan, akan ayah ikuti semua kemauanmu" Pras akhirnya memberikan tantangan kepada putranya untuk melihat kesungguhannya, dimintanya kunci mobil yang pernah diberikan, namun tidak pernah dipakai oleh Lucky, juga kartu debit yang selama ini juga tetap sebagai penjaga dompet saja, karena tidak pernah keluar dari sana meskipun setiap bulan ayahnya selalu mengisinya.


"Tapi, sekarang bolehkan Yah... Lucky melaksanakan rencana Lucky malam ini?" Lucky masih mencari ridho ayahnya


"Asalkan apa yang kamu keluarkan untuk malam ini bukan dari uang ayah, maka ayah ijinkan" Lucky meminta ayahnya untuk mengecek kartu debit yang baru saja dia kembalikan ke ayahnya


"Ayah boleh mengecek kartu yang baru saja Lucky kembalikan ke ayah sekarang juga kalau sampai uang yang di dalamnya berkurang satu rupiah, maka Lucky akan menyerah saat ini juga" Pras segera mengetikkan sesuatu dari ponselnya, dan alangkah kagetnya saldo yang ada di sana cukup banyak, bahkan lebih banyak dari semua yang dia kirim tiap bulan, karena Lucky juga mengisinya setiap bulan meskipun hanya sedikit-sedikit, sebenarnya bukan untuk dirinya, namun dia berencana akan memberikannya kepada sang Bunda.

__ADS_1


Pras hanya bisa terdiam dan mengikuti semua rencana putranya dan mereka segera meninggalkan rumah menuju tempat yang sudah dipersiapkan.


****


Danny dan Vicky sudah siap di tempat, mempersiapkan segala keperluan dan memastikan semuanya telah selesai dan terpasang dengan sempurna, mereka mendukung semua rencana sahabatnya yang sudah mereka rancang beberapa hari terakhir.


Flashback On


Lucky menyampaikan semua rencananya kepada sahabatnya, bukan karena apa-apa tapi dia butih bantuan untuk memuluskan semua rencananya kali ini, Danny dan Vicky kaget mendengar semua penuturan sang sahabat yang menurut mereka adalah sebuah rencana yang membutuhkan pemikiran yang matang terlebih dahulu sebelum memutuskan semua seperti sekarang.


"Lo sudah gila ya Luck?" Danny langsung berkomentar tidak menyetujuinya


"Mungkin gue benar-benar akan menjadi gila jika rencana ini tidak segera gue laksanakan" Lucky masih saja santai menjawab pertanyaan sahabatnya


"Apa semua ini sudah kamu bicarakan dengan kedua orang tuamu?" Danny memperingatkannya lagi


"Tidak ada yang bisa merubah semua keputusanku, meskipun sampai saat ini gue belum cerita kepada mereka" Lucky percaya kalau Bundanya akan selalu mendukung apapun yang dia lakukan asal tidak melakukan perbuatan yang merugikan diri sendiri dan orang lain, namun sebenarnya yang menjadi kendala adalah ayahnya yang begitu keras kepadanya dan mungkin akan sulit mendapatkan restu dari ayahnya


"Kami sebagai sahabat hanya bisa mendukung apapun yang akan kamu lakukan asal kamu tidak main-main dengan apa yang akan kamu lakukan, jangan mempermainkan perasaan orang dan Lo harus mampu menjaganya" Danany dan Vicky hanya bisa mendukung karena semua sudah diputuskan, mereka tidak berhak ikut campur dengan apa yang akan diputuskan dalam hidup sahabatnya


Flashback Off


"Menurut lo, acara malam ini akan ada hambatan tidak?" Danny meminta pendapat kepada Vicky

__ADS_1


"Gue rasa akan berjalan lancar meskipun ada sedikit selisih paham, terutama orang tua Lucky karena orang tua Nia sudah tahu semuanya dan mereka juga mendukung


" Ok, kita lihat saja nanti"


__ADS_2