CERITA CINTA ANAK SMK

CERITA CINTA ANAK SMK
26


__ADS_3

"Hei...... " Nia mengawali sapaannya


Dengan wajah yang kaget gadis itu menoleh ke belakang dan "Eh, Nia kamu sudah lama di sini?" gadis itu malah bertanya


"Ternyata benar kamu Na, aku pikir orang lain, aku tadi sempat berpikir kalau itu bukan kamu" Nia menjelaskan "Kamu sedang mencari perlengkapan untuk acara besok pagi ya...?" Tanya Nia kemudian


Nia masih bertanya-tanya dalam hati, padahal mereka selama ini bersahabat dan sudah tahu mengenai satu dengan yang lain, namun mengapa saat ini Nia mulai agak curiga jika sebenarnya sahabatnya itu telah menyembunyikan sesuatu dari dirinya. Memang selama ini Nia tidak pernah bermain ke rumah sahabatnya itu, jadi tidak paham apakah yang dia ceritakan selama ini mengenai keluarganya adalah benar adanya.


"Eh, maaf Na, aku duluan ya.... soalnya sudah ditunggui Kak Lucky dan yang lainnya di sama"


"Iya, Hati-hati ya..." Pesan Nana kepada Nia


Nia meninggalkan Nana yang masih memilih beberapa barang yang dia butuhkan dan segera menuju kasir untuk menyelesaikan semua transaksinya.


"Ini barangmu" Lucky menyerahkan sekantong plastik yang berisi barang belanjaan Nia yang sudah selesai pembayarannya


"Semuanya berapa Kak?" Tanyanya


"Nggak usah, sudah gue bayar sama punya anak-anak juga kok"


"Jangan gitu lah Kak, Nia jadi nggak enak selalu ngeropotin Kak Lucky" Nia menyesal karena tadi menitipkan belanjaannya kepada Lucky, karena tidak ada niatan untuk minta dibayarin


"Sudah, nggak apa-apa, lain kali gantian saja kalau gitu" Usul Lucky


"Boleh...., benar lho lain kali Nia yang bayarin"


"Iya"


****


Di rumah Nia

__ADS_1


Sesampainya Nia di rumah, dia langsung masuk ke kamar dan membersihkan badannya yang terasa lengket, masih dengan sisa tenaga yang tinggal sedikit namun Nia masih semangat untuk packing semua kebutuhan yang akan dia bawa pada saat rafting.


"Ma, Nia besok mau ada kegiatan ke luar kota, mungkin akan menginap semalam di sana, Minta uang jajan dong Ma..." Nia merajuk kepada mamanya


"Bukannya adik tadi sudah belanja jajanan banyak banget ya, buat apa minta uang jajan lagi? " Ryasmi melihat anak gadisnya tadi sore pulang dengan membawa banyak makanan ringan kalau bukan untuk di bawa besok, untuk apa dibeli


"Tapi, itu kan makanan Ma, kalau adik nanti haus gimana, kalau lapar tengah malem gimana?" Nia masih berusaha merayu mamanya


"Iya, besok mama kasih kamu uang" Ryasmi akhirnya mengalah karena kasihan juga kalau tidak dikasih uang


"Dik, kamu belanja banyak gitu dapat uang dari mana?" Tanya Ryasmi penasaran


"Kalau yang tadi sih, Nia nggak ngeluarin uang, yang bayarin Kak Lucky?" Jawab Nia jujur


"Oh..." Jawab Ryasmi singkat


"Jadi, tadi yang bayarin pangeran ya Dik...?" Ledek Nalen


"Pangeran apaan sih Kak" Nia benar-benar tidak tahu maksud kakaknya karena selama ini dimata Nia, Lucky dianggap tak lebih seorang kakak yang selalu melindungi dirinya sama seperti Nalen kakaknya


"Dibilangin nggak ada, ya nggak ada" Nia mulai marah karena selalu dideaak oleh kakaknya


"Ada juga nggap apa-apa kok Dik, kita mah dukung saja, benar nggak Ma...." Nalen meminta dukungan ke mamanya "Lagian sipa sih Dik yang nggak mau sama cowok seperti Lucky, sudah ganteng punya penghasilan sendiri ketika masih usia belia, perhatian kurang apa sih Dik...?" Tanya Nalen penasaran


"Tau aku, Nia mau istirahat, selamat malam Pak, Ma, Kak Nalen.... have a nice dream....." Pamit Nia


Mereka mengobrol hampir jam sembilan, mengingat besok pagi Nia mau melakukan perjalanan yang cukup jauh, Nia mohon diri untuk istirahat terlebih dahulu takutnya besok ngantuk dan tidak bisa menikmati perjalanan.


*****


Di rumah Lucky

__ADS_1


Malam ini keluarga Lucky berkumpul untuk makan malam, ayahnya yang jaran pulang kebetulan hari ini bisa pulang dan bersantap malam bersama layaknya keluarga yang lain, tak lupa selepas makan malam bersama mereka berbincang di ruang keluarga meskipun mereka hanya bertiga tapi ada ruang tersendiri untuk mereka mengobrol, lebih tepatnya adalah playgroundnya Lucky waktu masih kecil yang diubah menjadi ruang keluarga


"Bagaimana sekolahmu Luck?" Tanya sang ayah membuka pembicaraan


"Biasa saja yah, berjalan dengan lancar, Lucky mampu mengikuti semua mata pelajaran dan sudah Lucky terapkan di restoran Lucky, dan besok pagi kami ada acara puncak kegiatan akhir tahun pelajaran ke luar kota" Lucky menjelaskan dengan cukup detail


"Ke luar kota? memangnya nggak bisa di lakukan di sini saja Luck?" Tanya Rahma sang Bunda


"Nggak ada Bun, acaranya besok kita mau rafting, mana ada di sini sungai yang bisa untuk rafting" Jawab Lucky


"Menginap dong Luck?" Tanya Rahma lagi yang tidak rela jika harus ditinggal putra semata wayangnya


"Mau tidak mau, kita harus bermalam di sana"


"Apakah temannya banyak Luck?" Rahma masih saja khawatir


"Banyaklah Bun, kelas satu dan kelas dua semua boleh ikut"


"Luck, Bunda boleh Tanya sesuatu nggak sih?" Rahma berkata dengan hati-hati


"Biasanya Bunda juga langsung tanya, mengapa sekarang pakai minta ijin segala" Lucky mengernyitkan dahinya pertanda dia agak kaget dan khawatir


"Karena...." Rahma masih menggantung pertanyaanya namun mau tidak mau dia lanjutkan juga "Menyangkut tentang hubungan mu dengan Nia."


Sebenarnya Lucky sudah memikirkan untuk cerita kepada kedua orang tuanya secepatnya, namun setelah dia berpikir ulang mungkin lebih baik akan dia ceritakan dan mengutarakan keinginannya setelah pulang dari outing class.


"Bund, bukannya Lucky tidak mau cerita tapi alangkah baiknya hal ini kita bicarakan setelah Lucky kembali dari outing class saja gimana?" Lucky masih berusaha mengelak dengan perasaannya saat ini, meski sebenarnya sudah sejak kecil dia menyukai Nia, dia takut kalau perasaan ini hanya sebatas seorang kakak yang menyayangi adiknya bukan karena seorang laki-laki yang menyayangi seorang wanita


"Bund, biarkan Lucky benar-benar mengerti dengan perasaan Lucky saat ini" Lanjutnya


"Ya sudah nggak apa-apa asal kau bahagia dengan apa yang menjadikan pilihanmu, apapun itu Bunda akan selalu mendukungmu, asal kamu juga bertanggung jawab dengan segala jalan yang engkau pilih"

__ADS_1


"Terima kasih Bunda, do'ain semoga semua jalan yang Lucky pilih selalu menjadi pilihan terbaik bagi Lucky dan kehidupan Lucky di masa mendatang serta selalu mendapatkan restu dari ayah dan Bunda adalah hal yang selalu Lucky harapkan" Lucky memeluk Bundanya dengan penuh kasih sayang


"Apapun itu Insya Allah akan Ayah dan Bunda dukung asal dalam hal positif dan tidak keluar dari ajaran agama yang kita anut" Rahma juga semakin mempererat pelukannya kepada sang putra


__ADS_2