CERITA CINTA ANAK SMK

CERITA CINTA ANAK SMK
70


__ADS_3

"Kalau boleh tahu, gadis kecil ini siapa Bund?" Nia menanyakan nama gadis kecil berkulit putih yang sempat mengutarakan perasaannya kepada Lucky


"Oh, itu kalau tidak salah ingat namanya..... " Belum juga selesai Rahma berbicara dengan Nia, pintu kamar telah diketuk berulang kali dan memanggil beliau


"Bunda... bukain pintunya, Lucky ada perlu dengan Bunda" Karena tidak kunjung dibuka, Lucky mengetuknya semakin keras


"Iya, bisa sabar sedikit tidak sih, ini di rumah bukan di hutan, lagi pulang Bunda masih dengar kok, kamu nggak usah teriak-teriak kayak tarzan gitu" Merasa terganggu Rahma sedikit meninggikan suaranya yang menandakan bahwa beliau tidak suka telah diganggu


Dengan wajah cemberut Rahma membuka pintu dan keluar kamar diikuti Nia,


"Ada apa?" Sampainya di luar kamar Rahma langsung cemberut


"Bunda kenapa sih keluar kamar cemberut gitu, kalian berdua tidak bertengkar kan....?" Lucky menjadi gelagapan melihat reaksi sang Bunda yang memperlihatkan mood yang kurang baik


"Yang ngajakin bertengkar itu kamu, ngapain coba ketuk pintu dengan teriak-teriak segala, gangguin orang lagi bicara serius saja" Lucky melirik ke arah Nia yang kini berada di belakang Rahma, namun Nia hanya mengedikkan kedua bahunya tanda dia kurang mengerti maksud Rahma, karena menurutnya yang dibicarakan tadi juga tidak penting-penting amat


Lucky sampai melupakan tujuannya mencari sang Bunda karena perdebatan kecil yang tak kunjung selesai.


"Kamu mencari Bunda ada perlu apa, kalau mau mengambil Nia tidak boleh, Bunda masih ada yang perlu dibicarakan dengan dia, kalau sampai berani mengganggu lagi ini yang bakal bicara" Rahma mengacungkan genggaman tangannya ke arah Lucky


"Tidak Bun, kalau bunda mau bicara dengan Nia sehari semalam juga silakan, Lucky tidak melarang tapi Lucky mau sedikit bertanya kepada bunda, mengenai orang yang ada video yang pernah Lucky lihatkan tempo hari" Lucky berhati-hati dalam bicara takutnya sang bunda tambah marah kepadanya


"Oh itu, ada apa memangnya?" Rahma masih saja bicara ketus

__ADS_1


"Ayolah Bund, bicara yang lembut bisa tidak? Lucu cuma mau tanya apakah ibu itu adalah ibu dari teman Lucky yang pernah mengutarakan perasaannya kepada Lucky?" Dengan tegas Rahma menjawab


"Iya, memang benar dia adalah ibunya, jangan bertindak gegabah Nak, semua perlu diselidiki terlebih dahulu" Rahma sudah mulai melunak serta memberikan arahan kepada anaknya agar tidak terlalu terbawa emosi dalam bertindak


"Karena itulah Lucky bertanya kepada bunda, untuk membuka sedikit informasi agar kami tidK salah mengambil langkah"


"Terima kasih Bundaku sayang atas informasinya" Lucky berlalu pergi meninggalkan bundanya dengan mencuri sedikit ciuman di piki kiri sang bunda


"Halah, kalau ada maunya, sayang.... sayang" Rahma mengomel namun tetap tersenyum memperhatikan sang putra yang kini semakin terbuka dan tidak murung lagi


Setelah mendapatkan sedikit informasi, Lucky kembali ke ruang keluarga untuk melanjutkan membuat rencana apa yang akan mereka lakukan.


"Bagaimana, sudah mendapatkan informasi yang benar belum?" Nalen buru-buru bertanya ketika melihat Lucky sudah memasuki ruang keluarga


"Benar juga, anaknya berusaha menyakiti Nia, sedang ibunya pasti ingin berbuat sesuatu kepada Om Pras, kalau tidak mana mungkin dia memerasmi dengan uang yang cukup banyak" Nalen membenarkan perkataan Lucky, bahkan seperti mendapat angin segar Lucky merasa sependapat dengan Nalen


"Lalu, apa yang harus kita lakukan terlebih dahulu?" Danny ikut nimbrung pembicaraan mereka berdua


"Kalau menurut gue, lebih baik kita selidiki dulu anaknya, mempunyai maksud tujuan yang bagaimana hingga ingin berusaha menyakiti Nia, baru setelah selesai kita akan mulai menyelidiki ibunya" Nara memberikan usul


"Gue juga setuju dengan Nara, selain itu kita sudah mendapatkan bukti yang kuat untuk anaknya, tinggal kita mendesak Sonya untuk memberikan kesaksiannya agar lebih kuat dalam memberikan argumentasi untuk mematahkan Manda" Vicky yang sejak tadi hanya diam kini mulai mengeluarkan suara yang juga dibenarkan oleh semua yang ada di sana


Semua sudah setuju untuk menyelesaikan masalah Manda terlebih dahulu, ssambil berjalan mengumpulkan informasi tentang Elsa yang sudah memeras Lucky dan berusaha mencari Pras. Dengan menentukan waktu setelah pulang sekolah, waktu yang di pilih selesai agar tidak mengganggu semua kegiatan sekolah, serta tidak akan melibatkan pihak sekolah namun semuanya murni karena masalah pribadi, mereka merasa tidak enak jika harus menggunakan nama sekolah untuk menyelesaikan masalah pribadi.

__ADS_1


Hari sudah malam, selesai makan malam mereka berpamitan untuk pulang tidak terkecuali Nalen yang akan mengajak adiknya untuk segera pulang, namun Rahma masih belum mengijinkan Nia untuk pulang.


"Nalen, kamu segera pulang saja sendiri dan bilang kepada orang tuamu, Nia biar nanti Lucky yang mengantarnya" Rahma tidak mengijinkan Nalen membawa pulang Nia, namun malah mengusir Nalen untuk segera pulang


"Kalau Nalen nanti dimarahin mama bagaimana?" Nalen bingung harus bilang apa jika nanti mamanya bertanya


"Bilang saja masih ada perlu dengan Bunda"


Karena merasa kalah berdebat dengan Rahma, Nalen memilih mengalah dan pulang tanpa disertai oleh adik kesayangannya


****


Di rumah Manda


Elsa dan Manda sedang makan malam dan membicarakan rencana selanjutnya yang akan mereka lakukan agar lebih rapi dan tidak menimbulkan curiga bagi keluarga Nia dan juga keluarga Pras.


"Ma, bagaimana ini menurut informasi dari orang yang sudah Manda percaya, mereka sudah mencurigainya" Manda merasa kesal ketika dia mendengar laporan dari Sonya kalau dia habis diinterigasi oleh Lucky dan kawan-kawan bahkan dia dipaksa untuk meminta maaf kepada Nia pada waktu itu juga


"Lagi pula kamu juga yang tidak becus mencari orang untuk mengelabuhi mereka, kalau sudah begini kita akan sulit untuk memisahkan keluarga mereka lagi, Mama juga gagal menemui Pras, ternyata restoran yang mereka gunakan sebagai acara bukan milik Pras, melainkan milik seorang anak ingusan yang masih sesusia denganmu, tapi mama juga mendapatkan keuntungan dari dia, kamu tahu apa? mama mendapatkan uang lima puluh juta cuma-cuma dan mereka tidak bisa mendapatkan bukti apapun untuk membuat perhitungan dengan Mama" Elsa menceritakan apa yang dialami dengan wajah ceria


"Wah, mama banyak uang nih, bagi dong Ma.... alat kosmetik Manda sudah banyak yang habis, dan juga hari ini teman-teman Manda ngajakin nongkrong di kafe"Manda berbinar-binar mendengar Mamanya mendapatkan uang yang banyak tanpa harus bekerja.


"Bagaimana dengan adikmu, apa yang sudah dia lakukan untuk kita, bisanya cuma nyusahin saja?" Elsa mulai sedikit emosi ketika membahas anak keduanya

__ADS_1


__ADS_2