CERITA CINTA ANAK SMK

CERITA CINTA ANAK SMK
160


__ADS_3

Nia terlihat semakin kesakitan dengan memegang perutnya. Dia pindah dari kursi ruang makan ke sebuah sofa panjang yang berada dekat dengan ruang makan. Sontak semua orang yang melihat keadaan Nia semakin pucat menahan sakit di perutnya ikut panik.


"Sayang, ada apa? Apanyanyang sakit? Kakak tidak menyakiti perutmu kan... Kakak sudah pergi dari tadi, agar kamu bisa makan dengan lahap" Lucky memberondong pertanyaan untuk Nia


"Ada apa Dek?" Nalen yang baru turun dari tangga menuju ke ruang makan melihat adiknya kesakitan di bagian perut juga terlihat panik


"Sakit Kak... Tolong Nia, Nia sudah tidak tahan" Nia meringis menahan rasa sakit di perutnya yang seakan dia akan mengeluarkan sesuatu namun tidak bisa


Berulang kali rasa sakit seperti diremas, Nia rasakan dengan isak tangis yang membuat siapapun yang melihatnya akan ikut terlarut.


Rahma mendengar keributan di sofa dekat ruang makan berlari dengan tergopoh-gopoh.


"Ada apa ini, mengapa ada keributan?" Rahma belum melihat Nia yang menahan sakit. Setelah melihat anaknya kesakitan Rahma langsung memerintahkan Nalen untuk menyiapkan mobil


"Nalen, ambil kunci dan parkir mobil didepan pintu, Lucky kamu angkat Nia sekarang juga kita bawa dia ke rumah sakit sebelum terjadi sesuatu yang tidak kita inginkan" Rahma berlari mengambil dompet yang berada di kamarnya


Dengan sigap Lucky mengangkat tubuh istrinya dan memasukkannya ke dalam mobil dengan meletakkan kepala Nia di pangkuannya.


"Sayang, tahan dulu ya..... Kita akan segera sampai di rumah sakit" Lucky mengusap air mata yang keluar deras di muka Nia


"Tapi ini sakit sekali Kak.... Nia sudah tidak tahan lagi"


"Nalen, lebih cepat lagi bisa tidak"Rahma membentak Nalen yang terlihat santai menyetirnya, padahal Nalen sudah menginjak pedal gas dengan sekuat tenaga


"Ma, tapi Nalen sudah dengan kecepatan diatas rata-rata, Nalen tidak ingin mengambil resiko jika lebih cepat lagi dengan ini, yang ada nanti kita semua masuk rumah sakit" Perkataan Nalen dengan serta merta mendapat tamparan dari Rahma

__ADS_1


"Bicara yang benar bisa tidak, jangan sembarangan kalau bicara"


"Siapa yang bicara sembarangan Ma, sudah Mama diam biar Nalen bisa fokus menyetirnya, jangan sampai terjadi sesuatu terhadap adik" Nalen mulai fokus ke jalanan untuk mencari celah agar bisa mendahului mobil yang berada di depannya dengan menghidupkan klaksonnya beberapa kali. Ada beberapa mobil di depannya yang mengetahui maksud Nalen, namun banyak juga yang menganggap kelakuan Nalen sangat mengganggu.


Nia langsung dibawa ke Unit Gawat Darurat dan segera mendapat pemeriksaan setelah beberapa pertanyaan dilontarkan seorang perawat kepada Nia.


"Maaf sebelumnya, sudah berapa lama pasien mengalami kejadian seperti ini, atau mungkin sudah berapa kali mengalaminya?" Seorang dokter kandungan mulai bertanya


"Baru pagi ini, dan segera kami bawa ke sini Dok" Lucky menceritakan kejadian pagi ini


"Apakah pasien sebelumnya mengkonsumsi makanan yang berbahaya bagi kehamilan diusia kandungan yang baru segitu?"


"Menurut saya, istri saya tidak mengkonsumsi makanan yang berbahaya, karena semalam kami hanya makan makanan yang dijajakan oleh pedagang kaki lima yang kami undang dalam sebuah perayaan pesta perusahaan"


Awal pemeriksaan Nia diminta untuk berbaring dan Dokter mulai melakukan pemeriksaan melalui USG. Dokter terlihat tercengan dengan keadaan tahun Nia, yang terlihat sudah tidak terlihat lagi kantung kehamilan. Menurutnya janin yang berada dalam rahim Nia sudah hancur dan harus segera dibersihkan agar tidak membahayakan pasien. Namun yang membuat dokter tidak habis pikir, tidak mungkin dalam jangka waktu yang dekat janin itu dengan mudah hancur, seandainya tidak mengkonsumsi makanan yang berbahaya.


Dokter segera melakukan tindakan setelah mendapat persetujuan dari keluarga pasien. Lucky menunggu dengan cemas dengan tindakan yang dilakukan terhadap istrinya di dalam sana. Mondar-mandir di depan pintu yang dilakukan Lucky saat ini untuk mengurangi rasa cemas mendalam yang menimpanya saat ini.


"Kita berdo'a saja semoga tidak terjadi apa-apa dengan Nia" Nalen menepuk bahu adik iparnya untuk menenangkannya, yang sebenarnya dia sendiri juga mencemaskan keadaan adiknya


"Kak, sepertinya ada orang yang dengan sengaja memasukkan sesuatu ke dalam makanan Nia" Lucky mengingat perkataan dokter kandungan yang mengatakan ada sejenis obat penggugur kandungan dalam pemeriksaan darah Nia.


"Kita harus segera menyelidiki siapa saja yang memberikan makanan kepada Nia" Nalen juga menyetujui pendapat Lucky


"Tapi kita tidak bisa melakukannya sendiri, kita butuh bantuan banyak orang untuk menyelidikinya"

__ADS_1


"Kita minta polisi saja yang melakukan penyelidikan"


"Tidak bisa, kita jangan menggunakan polisi untuk mengungkap peristiwa ini, gue takut nantinya akan mempengaruhi penilaian terhadap perusahaan keluarga Nana" Lucky tidak mau egois hanya untuk menyelesaikan masalahnya harus melibatkan orang lain lagi


"Lalu apa yang harus kita lakukan"


Lucky masih belum bisa fokus untuk memberikan ide jalan keluar masalahnya saat ini, yang terpenting sekarang Nia baik-baik saja. Lucky hanya terdiam mendengar pertanyaan Nalen.


"Sudahlah, nanti akan gue pikirkan jalan yang harus kita lakukan agar tidak melibatkan banyak orang, yang terpentingLo harus fokus dahulu dengan kesembuhan adik gue"


Lucky tersenyum mendengar perkataan Nalen. Dia bersyukur memiliki keluarga yang saling mendukung. Tidak lama akhirnya dokter keluar dari ruang tindakan, dan meminta Lucky untuk masuk ke dalam menunggu Nia siuman. Hampir satu jam Lucky duduk di samping istrinya sambil sesekali mengecup kening dan mengelus tangan milik Nia.


"Sayang, kamu sudah bangun?" Lucky segera memeluk istrinya ketika Nia mulai membuka mata


"Kak, mengapa Nia ada di sini?" Nia tidak ingat dengan kejadian sebelum dia masuk ke ruang ini


"Jangan kita bicarakan sekarang, nanti setelah kita kembali ke ruang rawat akan kakak ceritakan semuanya" Lucky merasa sangat bersyukur karena istrinya sudah membuka mata dan berbicara dengannya meskipun dalam hatinya sedih karena kehilangan calon anak yang baru beberapa minggu berada di dalam rahim Nia


Seorang perawat masuk setelah mengetahui Nia sudah siuman, dengan cekatan melepas semua alat bantu yang menempel pada tubuh Nia. Setelau beres Nia sudah diperbolehkan pindah ke ruang rawat. tidak butuh waktu lama, setelah siuman mereka diperbolehkan untuk pulang setelah menyelesaikan semua administrasi dan mengambil obat yang sudah diresepkan oleh dokter kandungan.


"Mama di mana Kak? Sejak tadi Nia tidak melihat mama dan Kak Nalen?" Nia yang hanya ditemani Lucky mempertanyakan keluarganya


"Mereka sudah tidak sayang lagi kepada Nia"Lanjutnya


" Siapa bilang mereka tidak sayang lagi kepadamu, mereka sayang kok, cuma memang tadi mama dan kak Nalen pulang untuk membuatkan makanan kesukaanmu dan berencana akan kembali sebelum kamu siuman" Lucky memberikan alasan mengapa keluarga istrinya tidak ada satupun yang ada di sampingnya

__ADS_1


__ADS_2