
"Ada apa?" Lucky otomatis kaget mendengar hal itu, seperti sedang mengeluarkan kekesalan dalam hati
"Tidak apa-apa, hanya iri saja melihat mereka yang begitu bahagia meskipun saling meledek antara satu dengan yang lain" Nara mengeluarkan apa yang ada di otaknya saat ini
"Hal itu pulalah yang membuat gue jatuh hati pada Nia, mereka sejak kecil selalu bahagia meskipun dulu mereka hidup dengan sangat sederhana, ada kasih sayang di antara mereka" Lucky sebenarnya juga sangat iri dengan kedekatan kedua saudara ituew
"Jadi, gosip itu benar, bahwa lo sudah naksir Nia sejak kalian masih kecil?" Nara memastikan apa yang pernah dia dengar
"Awalnya mungkin gue cuma ingin punya adik dan ingin ada yang manja ke gue, tapi semakin lama perasaan itu berubah menjadi rasa sayang" Lucky bercerita awal muka mulai tertarik dengan Nia karena kedekatan Nia dengan kakaknya
Nara juga merasakan hal yang sama dengan Lucky, apalagi kehidupan Nara yang kini hanya dengan kakak tirinya sedangkan mereka tidak dekat sama sekali, kedekatan mereka hanya sebatas pekerjaan yang Nara tekuni. Mungkin saja seandainya dia tidak memiliki keahlian itu dia sudah ditendang dari keluarganya sejak dahulu.
Berinteraksi dengan mereka memang sangat menyenangkan bagi Nara, seolah-olah dia mendapatkan seluarga baru yang menyayanginya tanpa mengharapkan imbalan apapun, meskipun dia juga dimanfaatkan oleh Nalen, namun dia tidak merasa sedang dimanfaatkan karena dia sadar yang dia lakukan bukan suatu kejahatan. Bahkan dia sangat beruntung bisa bertemu dengan Nalen, sehingga dia bisa terlepas dari jerat kakak tirinya untuk melakukan pekerjaan yang tidak bersih.
Meskipun Nara sudah bekerja, namun sebenarnya da baru seusia dengan Lucky, namun dia mengikuti kelas akselerasi, sehingga dia lulus lebih dahulu dan saat ini belum ingin melanjutkan kuliah, bukan dia tidak mampu tapi masih bingung untuk ! 0 blnmenentukan pilihan jurusan yang akan dia ambil. Sebenarnya dia sudah memilih untuk mengambil managemen bisnis namun kakak tirinya berharap Nara bisa memperdalam pengetahuannya di bidang teknologi terutama yang berkaitan dengan kode-kode khusus yang berguna untuk memperlancar bagi perusahaan mempelajari perusahaan lain.
Bukan tanpa alasan Nara memilih Managemen bisnis, dia ingin memiliki kemampuan untuk mengelola sebuah perusahaan, dia ingin merebut kembali perusahaan yang kini dikuasai oleh kakak tirinya.
"Eh, kenapa melamun?" Lucky membuyarkan lamunan Nara yang sejak tadi melanglang buana entah kemana
"Tidak ada" Nara bukan termasuk orang yang mudah menceritakan masalahnya kepada orang lain, jadi dia lebih baik berbohong ketika ditanya oleh Lucky
__ADS_1
"Kita makan saja dulu bagaimana, mama sudah masak banyak tuh" Nalen yang tadi mengejar Nia kini sudah duduk di sofa ruang tamu
"Gue tadi sudah makan sambil mengecek laporan di restoran"Lucky menolak ajakan Nalen untuk makan karena dia memang masih kenyang
"Ayolah, temenin gue makan, gue belum makan sejak tadi siang" Nalen membujuk agar ada teman untuk makan
"Ogah, makan saja sendiri, kalau tidak mau makan sendiri ambil dan bawa ke sini" Nia langsung menyela perkataan kakaknya, karena dirinya juga tidak mau makan lagi "Kalau tidak minta temanin Kak Nara saja sana" Lanjut Nia
"Kak Nara makan saja dahulu bareng Kak Nalen, kasiah entar kalau dia sampai pingsan kita juga yang repot" Nia masih saja berbicara
"Kakakmu ini tidak selemah itu Dik...." Nalen membela diri
*****
Dengan menggunakan kekuasaan Lucky di Sekolah dan sebagai tanggung jawab pelaksanaan kegiatan, Lucky memanggil Sonya ke ruang OSIS dibantu oleh pengurus yang lain, karena kejadian yang menimpa Nia waktu itu karena kegiatan dari sekolah, jadi semua tanggung jawab berada pada pengurus OSIS dan pihak sekolah.
"Maaf Pak, saudara Sonya dari kelas 2D dipanggil ke ruang OSIS karena ada sesuatu yang harus dia selesaikan" Dananya meminta izin kepada guru yang sedang mengajar di kelas 2D
"Silakan atas nama Sonya keluar dan menuju ke ruang OSIS" Guru yang mengajar memberikan izin kepada Sonya
"Baik Pak, saya minta izin untuk memenuhi panggilan dari OSIS dulu" Sonya meminta izin kepada guru yang mengajar
__ADS_1
"Terima kasih Pak, kami mohon diri dulu" Danny meninggalkan kelas 2D dan menuju ke ruang OSIS karena di sana sudah ditunggu oleh pengurus yang lain dan juga guru penanggungjawab kegiatan outing klass
Danny masuk dan diikuti oleh Sonya, dia sangat kaget karena di sana sudah banyak yang menunggunya, dalam benaknya bertanya apa sebenarnya yang akan diselesaikan disini. Dengan langkah pelan dan menuju ke kursi yang masih kosong, semua mata tertuju kearah Sonya ya g membuatnya sedikit ciut.
"Sonya silakan duduk" Pak Anwar selaku penanggungjawab kegiatan mempersilakan Sonya untuk duduk dengan tenang
"Dalam kesempatan ini kami sebagai guru penanggungjawab kegiatan outing klass ingin meminta penjelasan dari Sonya mengenai kejadian yang menimpa Nia pada waktu rafting, karena menurut penyelenggara rafting ada kesengajaan yang Anda lakukan, apakah benar apa yang mereka laporkan?"Pak Anwar tanpa basa-basi meminta penjelasan dari Sonya
"Sebelumnya saya minta maaf Pak, karena yang berada di perahu itu bukan hanya saya dan juga Nia saja, melainkan kami ada berempat, kemudian atas dasar apa bapak hanya memanggil saya sendiri dan yang lain tidak dipanggil?" Sonya mempertanyakan keberadaannya yang hanya sendirian di ruang ini
"Kami memanggil kamu sendiri, bukan tanpa alasan, kami memiliki beberapa bukti sebagai dasar untuk memanggil kamu" Pak Anwar membuka alasan memanggil Sonya
"Lihatlah apa yang ada di layar sana" Pak Anwar meminta Sonya untuk memperhatikan rekaman CCTV yang sudah berhasil diretas oleh Nara dan digunakan Lucky untuk memperkuat dugaan sementara, disana terpampang jelas pada saat Sonya menarik baju Nia dengan sengaja
"Tapi Pak, pasti itu hanya rekayasa saja" Sonya tidak mau mengakui video yang sedang diputar karena hanya beberapa detik saja, mungkin saja itu hanya rekayasa saja
"Kalau kamu mau yang lebih lengkap, nanti kamu bisa melihat sendiri keseluruhan rekamannya yang lebih panjang" Pak Anwar juga tidak mau kalah karena beliau sudah melihat keseluruhan rekaman yang diserahkan oleh Lucky sebelum rapat dimulai
"Tapi, saya punya alasan sendiri ketika melakukan hal itu"
"Berarti kamu secara tidak langsung mengakui apa yang sudah kamu lakukan kepada Nia" Pak Anwar langsung mengambil keputusan bahwa Sonya memang salah telah melakukan hal yang kurang baik kepada temannya sendiri dengan sengaja dan hal itu tidak dibenarkan
__ADS_1
"Bolehkah, saya menyampaikan alasan saya" Sonya meminta waktu untuk menjelaskan
"Lebih baik kamu sampaikan kepada yang bersangkutan dan meminta maaf secara langsung" Pak Anwar tidak akan memperpanjang lagi menngenai urusan ini, dan diserahkan kepada pengurus OSIS untuk menyelesaikannya