
Manda segera berlari keluar rumah sakit dengan tergesa-gesa tanpa menghiraukan keadaan lalu lalang pengunjung lainnya. Tanpa dia sengaja menabrak seorang bapak-bapaj yang hendak masuk ke rumah sakit.
"Maaf Om, saya tergesa-gesa" Manda meminta maaf dengan menundukkan kepalanya, hingga dia tidak mengenali orang yang ditabraknya
"Iya tidak apa-apa, lagi pula saya juga kurang memperhatikan jalan" Pras, orang yang ditabrak oleh Manda juga mengatakan hal yang sama, dan segera berlalu menuju ke kamar rawat menantunya
Keduanya saling meminta maaf, namun tidak mengetahui satu sama lain.
Sebuah angkot melintas tepat di depan Manda, ketika dia baru saja sampai di pinggir jalan raya, dia bergegas masuk ke dalam angkot saat angkot belum sepenuhnya berhenti. Rasa gemetar tubuhnya, karena takut jika orang-orang mengenalinya membuat Manda tidak fokus.
"Mbak mau kemana?" Tanya seorang kondektur
"Saya tidak ke mana-mana" Manda yang sedang tidak fokus menjawab tanpa mencerna pertanyaan
"Kalau tidak kemana-mana mengapa mbak naik angkot, turun sekarang" Perintah si kondektur
"Eh... eh.. Maaf Pak, saya sedang banyak pikiran, saya mau ke lapas X" Manda akhirnya menjawab dengan benar tujuannya naik angkot
"Cantik-cantik kok g*la" Kondektur berguman
"Bapak bilang apa, asal bapak tahu saya tidak g*la dan juga masih sangat sehat" Manda yang sedikit mendengar gumaman kondektur terlihat marah
Namun, kondektur hanya diam tanpa menjawab. Dalam hatinya dia juga tidak mau berbicara dengan orang yang kurang waras. Mobil mewah berwarna hitam tiba-tiba berhenti di depan angkot hingga membuat sopir angkot mengerem mendadak dan membuat seluruh penumpang terjatuh ke depan termasuk Manda.
"Hati-hati dong, yang dibawa manusia semua bukan barang mati" teriak seorang penumpang mengumpat sopir angkot
"Benar banget, jidat saya sampai sakit ini" Keluh penumpang lain
__ADS_1
"Maaf, semuanya tapi di depan ada mobil yang berhenti mendadak juga"Sopir angkot tidak mau menjadi kambing hitam para penumpang
Seorang lelaki muda menghampiri angkot dan meminta salah satu penumpang yang berada di dalam angkot untuk keluar.
"Manda, turun sekarang juga. Ada sesuatu yang harus kita selesaikan sekarang juga" Farhan meminta Manda untuk ikut dengannya
"Tidak mau, sudah tidak ada hubungan lagi diantara kita, bukannya saat itu kita sudah putus?" Manda tidak mau menuruti perkataan Farhan
"Mungkin bagimu sudah tidak ada lagi yang perlu dibicarakan, namun bagiku ada sesuatu yang harus diselesaikan sekarang juga" Farhan sudah kehilangan kesabarannya dengan menarik tangan kanan Manda untuk segera turun dari angkot
Manda yang ditarik paksa merasa kesakitan, namun hanya bisa menurut turun dari angkot dan mengurungkan niatnya untuk berkunjung ke tempat Elsa di hotel prodeo.
Farhan segera membuka pintu mobil di sebelah kemudi, Manda dihempaskan ke kursi penumpang, kemudian pintu dibanting dengan keras oleh Farhan. Perjalanan yang entah kemana tujuannya, Manda hanya diam tanpa berniat sedikitpun untuk membuka mulutnya hanya sekedar bertanya kemana dia akan dibawa.
Di depan sebuah restoran ternama, mobil yang dikendarai Farhan berhenti. Mereka turun dan memasuki restoran dan disambut oleh seorang penanggung jawab restoran yang sudah ditelepon Farhan sebelumnya. Mereka dibawa ke ruang privasi yang terletak di ujung. Tidak ada satu pengunjungpun yang bisa lewat ditempat itu kecuali sudah ada reservasi terlebih dahulu.
"Mengapa gue dibawa ke sini?" Manda berkata dengan ketus
"Tidak ada lagi yang perlu kita bicarakan setelah hari itu" Masih dalam posisi berdiri Manda berucap lagi
"Lebih baik kamu duduk dulu dan kita makan, agar bisa bicara dengan lebih nyaman" Manda duduk di seberang kursi yang diduduki Farhan
Beberapa waktu suasana di ruangan itu senyap tidak ada satupun dari mereka yang mengeluarkan suara. Setelah makanan yang dipesan oleh Farhan datang mereka berdua makan dalam diam. Farhan tidak ingin kehilangan na*su makannya ketika harus berbicara terlebih dahulu sebelum kenyang perutnya.
"Harusnya kau segera bicara, karena gue masih ada keperluan yang sangat penting" Manda ingin segera ke tempat ibunya untuk meminta saran dan saat ini dia dalam keadaan panik karena belum tahu tujuan Farhan mengajaknya makan di tempat privasi seperti ini
"Sabar, seandainya kamu tahu tujuanku mengajakmu ke sini, kamu bakal tidak akan tergesa-gesa pergi dari sini" Farhan masih santai menanggapi ocehan Manda
__ADS_1
"Bahkan gue sedikitpun tidk tertarik dengan apa yang akan Lo bicarakan denganku saat ini"Ketus Manda lagi
"Apakah Lo yakin tidak akan tertarik dengan tawaran kerja sama dengan rencanaku untuk menghancurkan Rasya?" Farhan mulai mengatakan tujuannya mengajaknya bertemu
Manda
****
Di luar ruangan masih di tempat yang sama dimana Manda dan Farhan berada. Danny dan Vicky sedang mengerjakan tugas kuliahnya sambil makan bersama teman-temannya yang lain.
"Dan, Lo lihat cewek yang baru keluar dari ruang itu tidak?" Vicky yang tidak asing dengan sosok perempuan yang baru keluar dari ruang privasi menyenggol lengan Danny yang duduk di sebelahnua dan berbicara dengan pelan
"Siapa? Bahkan aku tidak melihat siapapun yang keluar dari tempat itu" Danny celingukan memperhatikan tempat yang disebutkan oleh sahabatnya
"Jangan-jangan mbak Kun, ingin menagih hutang Lo?" Danny malah mengejek sahabatnya
"Enak saja, mana mungkin orang ganteng seperti gue punya hutang, jangankan ke Mbak Kun, dengan Lo saja gue tidak pernah berhutang" Vicky tidak terima diejek sahabat karibnya
"Kalau hutang, tidak pernah ingat. Tapi kalau soal menagih janji tidak pernah lupa"
"Lo lihat ponsel gue ini" Vicky memperlihatkan sebuah video yang tidak dia sengaja merekam kejadian yang baru mereka bicarakan
Danny beberapa kali mengulang melihat video tersebut, sambil mengingat-ingat wajah yang menurutnya memang tidak asing.
"Oh iya, gue ingat, ini teman SMPnya Lucky dan sampai saat ini masih mengejar-ngejar Lucky, bukannya karena dia juga, saat ini berbaring di rumah sakit. Kita harus segera menelpon Lucky" Danny yang mengingat segera mengambil ponselnua untuk menghubungi Lucky
"Jangan dulu, karena saat ini Lucky sedang sibuk mengurus Nia yang akan segera kembali ke rumah" Vicky tidak enak hati jika akan mengganggu sahabatnya yang sedang sibuk dengan hal-hal yang tidak penting dan bahkan mereka tidak tahu maksud dan tujuan wanita itu berada di sana.
__ADS_1
"Oh, ya sudah nanti saja kita bicarakan lagi di rumah Lucky sambil menjengul Nia" Danny akhirnya sepakat dengan perkataan Vicky
Tidak lama mereka mendapat telepon dari Lucky jika saat ini dia sudah berada di rumah dan meminta mereka untuk ke rumahnya untuk menyelesaikan tugas kuliahnya.