CERITA CINTA ANAK SMK

CERITA CINTA ANAK SMK
157


__ADS_3

Lokasi pesta sudah di tentukan, para tama undangan di fokuskan pada halaman belakang perusahaan yang sangat luas dan terdapat pepohonan di setiap sisinya. Lampu warna-warni ikut menyemarakkan suasana pesta yang sangat menakjubkan, beberapa insan media turut hadir untuk meliput kegiatan salah satu perusahaan besar di kota ini.


Setiap sudut perusahaan sudah ditugaskan seorang penjaga bahkan ada yang dua orang di tempat-tempat yang rawan orang yang tidak berkepentingan ikut masuk.


Nana yang selalu di dampingi oleh Andi, sudah bersiap menerima tamu-tamunya. Dengan berdandan senatural mungkin untuk tetap mempertahankan usianya yang masih remaja. Lucky, Nia, Vicky dan juga Danny tidak mau ketinggalan, dengan memakai baju-baju bermerek, mereka hadir dengan penuh gaya.


"Wah, tuan rumah sudah kece saja, coba saja kalau gue duluan yang nembak Lo, apa mungkin gue juga akan berada di sisimu seperti Andi?" Danny berceloteh ketika mendekat ke arah Nana yang sudah terlihat cantik dan menawan


"Apaan coba, jangan bicara ngawur, sahabat gue mana mau dengan Lo" Nia yang mendengar langsung memberikan pembelaan kepada Nana


"Yang tidak berkepentingan dilarang berkomentar" Danny tidak suka dengan komentar Nia


"Sudah, sudah kita datang ke sini mempunyai misi yang sangat penting, kalian jangan sampai mengecewakan tuan rumah yang sudah bersedia membantu kita, dengan mengadakan acara yang semewah ini" Lucky mencoba menengahi perdebatan antara istri dan sahabatnya


"Jangan sungkan seperti itu, lagi pula acara ini saya buat juga untuk kepentingan saya" Nana juga mempunyai misi dalam acara kali ini, jadi mereka saling membutuhkan


"Masuk dan nikmatilah hidangan yang sudah tersaji" Nana mempersilakan sahabatnya untuk masuk dan menikmati segala sesuatu yang ada di sana


Nia yang akhir-akhir ini merasa sering lapar, tanpa malu menuju ke stan makanan yang tertata rapi dan beraneka ragam, Lucky melihat istrinya seperti orang yang kalap hanya menggelengkan kepalanya dan mendekatinya.


"Sayang, kamu jangan seperti ini dong... makan secukupnya saja ya..."


"Jadi kakak malu dengan Nia, kalau begitu jangan dekat-dekat Nia lagi" Nia semakin sensitif dengan perkataan orang, meskipun sebenarnya mereka tidak bermaksud menyinggung perasaannya


"Bukan begitu sayang, tapi kasihan pemilik acara, kalau makanannya habis sedangkan tamu masih banyak, mereka harus mencari kemana lagi" Lucky menjelaskan dengan hati-hati

__ADS_1


"Kalau kamu masih lapar, biar nanti seseorang mengantar makanan ke sini dan kamu bebas makan apa saja. Bagaimana apakah kamu setuju?" Lanjut Lucky


"Setuju, tapi Nia mau makanan yang ada di ujung jalan itu" Nia menunjuk seorang pedangang kaki lima yang sedang menjajakan dagangannya


"Baiklah, apa sih yang tidak buat istriku yang paling cantik dan imut ini" Lucky semakin hari semakin sayang dan tidak segan-segan menunjukkan kemesraannya di depan umum


Lucky segera meminta seseorang untuk memanggil pedagang kaki lima ke dekat halaman belakang tempat acara berlangsung, tidak hanya satu pedagang bahkan dia memanggil beberapa pedagang lain dengan dagangan yang berbeda.


Para pedagang terlihat gembira mendapat permintaan untuk membawa dagangan mereka ke sebuah pesta yang diselenggarakan oleh salah satu perusahaan besar di kota ini. Dengan langkah ringan mereka bergegas menuju halaman belakang perusahaan yang sudah banyak pengunjung pesta, mereka sangat takjub dengan dekorasi dan juga makanan yang tersaji di sana, mereka bertanya dalam hati, sudah banyak makanan enak mengapa masih memanggil mereka ya g berdagang jauh dari kata makanan mewah.


"Maaf Pak, apakah benar kami diminta datang ke sini?" Tanya seorang pedagang memastikan


"Benar Pak, saya yang meminta para pedagang ke sini, karena istri saya ingin makan jajanan yang kalian jual" Lucky menjelaskan


"Oh, yang mana istri bapak? Apakah yang di sebelah bapak?" Tanyanya lagi


"Ada apa Pak?"


"Bapak masih terlihat muda sekali, apakah saya bisa panggil Mas saja?"


"Iya, boleh Pak, saya memang baru masuk semester pertama dan istri saya masih bersekolah" Lucky mengatakan dengan jujur


"Oh....."


"Tapi kami menikah bukan karena kecelakaan lho Pak..." Lucky tidak ingin ada yang berpraaangka buruk terhadap mereka

__ADS_1


Pedagang tersebut hanya tersenyum mendengar perkataan jujur dari Lucky, beliau segera menyiapkan semua yang dipesan Lucky dan dilanjutkan dengan pesanan dari para pengunjung lainnya. Mereka memilih jajanan gerobak yang disediakan secara mendadak. Bagai ditimpa durian runtuh, para pedagang kaki lima melayani dengan sepenuh jiwa, karena semua sudah dibayar lunas oleh Lucky.


Diantara para pedagang tersebut ada seorang pedagang yang masih sangat muda dengan memakai syal yang menutup sebagian wajahnya, hingga sulit untuk dikenali. Sepertinya dia pedagang baru, dilihat dari caranya melayani pembeli masih terlihat sangat kaku. Meskipun terbilang cukup lama dalam melayani pembeli, namun mereka rela menunggu karena menurut pengunjung rasanya makanannya cukup enak.


Menurut penilaian dari para karyawan yang mayoritas pemuda, pedagangnya juga cantik, meskipun hanya terlihat matanya saja. Terlihat bulu matanya yang lentik, membuat siapapun yang melihatnya akan terpesona.


"Mbaknya cantik, bagaiamana kalau nikah dengan saya saja, dijamin hidup mbak tidak susah dan tidak jualan di waktu malam seperti ini" Goda salah satu karyawan yang masih setia melajang meskipin usianya sudah lebih dibilang matang


"Maaf Pak, tapi saya tidak berniat menikah dengan seorang karyawan rendahan seperti anda" jawab pedagang wanita muda tersebut dengan nada yang sangat sombong


"Jangan berlagak sombong mbak, mbak saja hanya jualan makanan anak kecil, paling juga tidak banyak pendapatannya, mending dengan saya hidup dijamin tidak perlu bekerja keras lagi" Pemuda itu masih saja ngotot


Wanita muda itu sudah tidak ingin meladeni segala macam pertanyaan yang tidak berkaitan dengan barang dagangannya. Para lelaki yang tidak terima dipaerlakukan sedikit kasar menjadi marah dan membuat kekacauan kecil di sana, hingga satpam harus turun tangan.


"Ada apa ini, mengapa terjadi kerributan di sini?" Seorang satpam perusahaan menghampiri keramaian


"Tidak apa-apa Pak" Mereka yang berkerumun segera membubarkan diri, mereka takut jika dilaporkan kepada atasan mereka dan menyebabkan pemutusan kerja oleh perusahaan


Karena tidak ada yang mengaku dan juga mereka semua sudah bubar, maka pihak keamanan tidak mempermasalahkan lagi. Semua terlarut dengan pesta dan menikmati makanan yang tersedia. Hingga tanpa mereka semua sadari pedagang perempuan muda meninggalkan gerobak dagangannya dan entah kemana pemiliknya.


"Maaf Pak, pemilik gerobak ini kemana ya?" Nia bertanya kepada seorang pedagang yang berada di sebelahnya


"Maaf mbak, saya juga tidak tahu, mungkin baru eke toilet, tunggu saja mbak" Nia memilih menunggu pemilik gerobak yang menjajakan makanan kesukaannya mie telur gulung.


Cukup lama Nia menunggu kedatangan pemilik gerobak yang kini sudah mendekat ke arah gerobak dagangannya.

__ADS_1


"Ma.. Maaf mbak, sudah membuat Anda menunggu lama" Sedikit tergagap penjual itu melihat keberadaan Nia


__ADS_2