CERITA CINTA ANAK SMK

CERITA CINTA ANAK SMK
67


__ADS_3

Ryasmi dan Dewa berfikir sejenak mengingat wajah siapa yang ada di foto itu, dilihatnya beberapa kali wajah itu, dan baru teringan ketika melihat foto identitas perempuan itu.


"Iya, ini Elsa tetangga kita sebelum kita pindah ke sini" Ryasmi mengingat lebih dulu, karena dulu Ryasmilah yang sering berinteraksi dengan tetangganya sedangkan Dewa sibuk bekerja mencari nafkah keluarga yang pada waktu itu masih susah, kehidupannya dulu sering dibantu oleh Pras dan Rahma karena itulah mereka sahabatan dan sudah seperti keluarga


"Mana, Papa lihat masak tetangga kita ada yang berbuat jahat" Dewa ikut memperhatikan gambar yang ada di ponsel Nalen yang memperlihatkan wajah seorang wanita paruh baya, dengan usia yang tidak beda jauh dari mereka


Setelah diperhatikan beberapa kali mereka membenarkan penglihatan satu sama lain, dia adalah Elsa, suaminya telah meninggal dan mempunyai dua orang anak perempuan yang usianya tidak jauh dengan Nalen juga Nia, dulu mereka selalu bermain bersama di halaman rumah seorang tetangga yang sangat luas, bermain sepeda, petak umpet dan juga permainan anak-anak lainnya, mereka sudah seperti saudara.


"Oh iya, katanya sih awalnya beliau kaget ketika mengetahui restoran itu milik Lucky, beliau mengira pemiliknya adalah Om Prast, tapi Lucky tidak bilang kalau dirinya adalah putranya, bahkan gilanya lagi tante Elsa meminta ganti rugi yang tidak sedikit Ma" Nalen bercerita panjang lebar


"Minta ganti rugi bagaimana?" Nia yang tidak tahu maksudnya bertanya


"Iya, beliau minta ganti rugi karena makanan yang dipesan masih ada yang mentah, dan apabila tidak diberi ganti rugi maka akan di sebar di media sosial, tentu saja Lucky tidak mau usaha yang sudah dia bangun dengan susah payah hancur begitu saja"


"Memangnya beliau minta ganti rugi berapa?"


"Bentar Dik, kakak lupa berapa nominalnya" Nalen membuka aplikasi hijaunya dan melihat pesan dari Nara


"Ini nih Dik, minta ganti rugi lima puluh juta" Sontak membuat ketiga berkomentar bersamaam "Apa?????"


"Sebanyak itukah?" Ryasmi seperti tidak percaya mendengar penuturan Nalen


"Iya Ma, Nalen tidak salah baca kok, kalau mama tidak percaya baca saja sendiri" Nalen menyerahkan handphonenya kepada Ryasmi agar dibaca sendiri


" Sungguh tega sekali dia"


"Tidak hanya itu Ma, bahkan Lucky juga sempat dimaki-maki olehnya" Nalen memasukkan makanan ke dalam mulutnya

__ADS_1


Ryasmi dan Dewa tidak pernah berfikir sejauh itu mengenai tetangganya dulu, karenaa dilihat dari tingkat perekonomian mereka lebih mapan dari pada mereka.


"Apa sebenarnya tujuannya mencari Prast?" Dewa mencoba menganalisa maksud dan tujuan dari Elsa mencari Pras dan keluarganya


"Apakah mereka ada sesuatu yang tidak kita ketahui setelah kepindahan kita dari sana" Ryasmi juga ikut mengira-ira


Karena mereka tidak pernah mendengar kabar lagi tentang kedua keluarga itu, mereka tidak menemukan apa yang sebenarnya menjadi alasan hingga membuat Elsa berbuat sedemikian nekat.


*****


"Apakah Ayah dan Bunda mengenal orang ini?" Lucky memperlihatkan gambar yang sempat dia ambil ketika berbicara dengan Elsa sewaktu mereka melakukan negosiasi


"Seperti apa orangnya?" Pras mengambil handphone milik Lucky dan memperhatikan wajah pelaku


"Sepertinya kita memang kenal, Bund?" Lanjutnya setelah benar-benar dia perhatikan


"Benar Yah, ini Elsa tetangga kita yang punya dua anak perempuan seusia dengan Lucky, bukannya kalian dulu sering bermain dengan Nalen juga Nia?" Rahma membenarkan apa yang dikatakan oleh suaminya


"Masak sih Bund, dia tetangga kita, lalu apa maksudnya mencari Papa di restoranku?" Lucky tidak percaya jika tetangganya telah memerasnya


Ditengah pembahasanpembahasan, ada yang mengetuk pintu rumah, dengan sedikit berlari Mbak Sri selalu asisten rumah tangga menuju pintu utama dan segera membukanya


"Mbak, Lucky ada tidak?" Belum juga masuk ke rumah Danny langsung bertanya ke mbak Sri


"Ada, Den Lucky sedang bercengkerama dengan ibu dan bapak di ruang keluarga, silakan masuk Mas" Danny menuju ruang keluarga menghampiri Lucky diikuti oleh Vicky


"Assalamu'alaikum Om, Tante?" Ucap Danny dan Vicky bersamaan

__ADS_1


"Wa'alaikum Salam, Eh masuk Dan, Vick.... " Rahma menyapa kedua sahabat sang putra, mereka sering main ke rumah Lucky sehingga mereka sudah dekat dengan kedua orang tua sahabatnya


"Terima kasih tante" Namun sebelum keduanya duduk di ruang keluarga sudah di tarik oleh Lucky dan mengajak mereka ke kamar pribadinya yang terletak di lantai dua


"Tidak usah Bund, biar mereka ke kamar Lucky saja, Mbak Sri tolong buatkan minuman dan juga bawakan camilan ke kamarku ya...." Sebelum menaiki tangga Lucky meminta tolong untuk dibawakan makanan dan minuman ke kamarnya ketika melihat sang assisten berada di dapur


"Iya Den, minuman segera tiba" Sri meskipun sebagai asisten rumah tangga, namun dia tidak merasa diperlakukan kurang baik bahkan sudah dianggap seperti anggota keluarga.


Sri membuatkan minuman yang dipesan oleh majikannya dan mengantarnya ke kamar disertai beberapa toples makanan ringan


"Ini Den minumannya, jangan sampai ada sisa, kalau sampai ada sisa, besok-besok tidak akan Sri buatin minum untuk kalian" Sri berpesan sambil berlalu meninggalkan kamar Lucky


"Siap mbak.... semuanya akan kembali ke dapur dengan bersih" Vicky berteriak menjawab Sri


Di dalam kamar mereka mulai mendiskusikan apa yang dialami Lucky siang ini, mereka tidak menyangka banyak kejadian yang menimpa sahabatnya akhir-akhir ini. Dari kejadian yang menimpa Nia sampai saat ini menimpa Lucky, semuanya tidak bisa dipandang sebelah mata, mereka butuh memikirkan dengan matang apa yang akan dilakukan.


"Apakah Nia sudah tahu kejadian di restoran siang ini?" Danny bertanya kepada Lucky yang sejak kedatangan mereka lebih banyak diam tidak seperti biasanya masih banyak bicara


"Kalau gue belum memberitahunya, tapi mungkin sudah mendengar dari Nalen karena tadi siang Nara sempat menghubungi Nalen dan menceritakan kejadian siang ini" Danny dan Vicky hanya mengangguk-angguk mendengar penjelasan sahabatnya


"Lalu apa rencanamu ke depannya? Mungkin kita bisa membantumu" Lucky tersenyum mendengar sahabat-sahabatnya yang selalu bersedia membantu dalam keadaan susah.


"Untuk sementara identitas sudah gue ketahui, wanita itu adalah tetangga kami waktu belum pindah ke sini, kata Bunda beliau mempunyai dua anak perempuan yang seusia dengan kita, tapi gue sudah tidak ingat lagi dengan wajah mereka" Lucky menceritakan apa yang dia dengar dari bundanya


"Jangan-jangan dia punya dendam dengan keluargamu?" Vicky membuat kesimpulan sendiri


"Bukannya bagaiman-bagaimana tetapi kalau dilihat dari latar belakangnya sepertinya mempunyai sedikit masalah dengan ayah atau bundamu" Danny juga mengambil kesimpulan yang sama dengan Vicky

__ADS_1


"Tapi, sepertinya tidak ada, karena dari dulu keluarga gue cuma dekat dengan keluarga Nalen saja, untuk tetangga yang lain saja gue sudah tidak ingat, apalagi teman-teman sepermainan gue yang tidak seintens dengan Nalen dan Nia"


__ADS_2