CERITA CINTA ANAK SMK

CERITA CINTA ANAK SMK
46


__ADS_3

"Nara berhenti" Namun Nara tidak menghiraukannya, dia memilih berlari menjauhi laki-laki yang kini mengejarnya. Ketika lelaki itu lengah Nara memilih untuk istirahat sejenak untuk mengembalikan nafasnya yang kini mulia tersengal-sengal, dia bersandar pada body sebuah mobil berwarna hitam yang sebenarnya ingin keluar dari parkiran, namun karena melihat ada gadis yang bersandar di sana, pemilik mobil mengurungkan niatnya untuk mengeluarkan mobilnya dan memilih membuka pintu dan keluar lagi "Hai, lagi ngapain, kayak dikejar anjing saja nafas sampai segitunya" Nalen menyapa Nara. Ya, mobil yang menjadi sandaran Nara adalah mobil milik Nalen yang ingin keluar dari parkira.


"Ini mah, bukan hanya sekedar anjing biasa yang ngejar, tapi anjing yang sangat buas" Nara menggambarkan lelaki yang mengejarnya tak ubahnya seekor anjing galak yang siap menerkam mangsanya kapan saja


"Mana anjingnya?" Nara menunjukkan orang yang mengejarnya, Nalen menjadi kaget dan takut bukan kepalang, kemudian langsung menarik tangan Nara dan memasukkannya ke dalam mobilnya serta bergegas meninggalkan parkiran dengan menginjak pedal gas sekuat tenaga agar tidak bisa dikejar lelaki misterius itu.


"Ada apa sih Kak, jangan ngebut-ngebut, Nia takut" Nia memegang seat belt yang terpasang dengan kuat untuk mengurangi rasa takut yang telah menghinggapinya, dia tidak tahu apa yang terjadi hingga kakaknya menyetir dengan kecepatan yang sangat tinggi, setahunya kakaknya tidak pernah menyetir dengan kecepatan tinggi.


"Kamu diam dulu, nanti kakak cerita setelah sampai di rumah" Nalen tetap fokus pada jalanan agar tidak terjadi kecelakaan, kebetulan jalanan saat ini cukup lengang


Nara juga ikut fokus pada jalanan meskipun dia duduk di kursi penumpang belakang, ketika dia bersuara, Nia kaget ternyata di belakang ada orang, sewaktu Nalen menarik paksa Nara masuk ke mobilnya, Nia sedang memejamkan mata untuk mengurangi rasa kantuk yang semakin mendera, hingga dia tidak sadar ada orang lain yang ada di mobil mereka.


"Loh, mengapa kak Nara bisa semobil dengan kita?" Nia langsung mengutarakan pertanyaan setelah melihat Nara berada di tempat yang sama dengannya, seingatnya dia tadi hanya dengan Kakaknya saja.


"Nanti, biar kakakmu cerita setelah sampai" Nara tidak ingin bercerita apa yang sebenarnya terjadi


Akhirnya Nia memutuskan untuk diam dan melafalkan do'a-do'a agar Allah selalu melindungi mereka, terus terang Nia merasa takut dengan kendaraan yang berjalan dengan kecepatan tinggi.


Tidak membutuhkan waktu lama Nalen berhasil memarkirkan mobilnya dihalaman rumahnya, dia bergegas turun dan memasuki rumahnya, tidak lupa dia juga mengajak Nara untuk masuk ke rumah mereka. Nia bergegas masuk rumah tanpa tahu apa penyebabnya sang kakak berbuat seperti itu. Setahunya Nalen tidak memiliki musuh dan juga tidak mau terkibat dalam pertengkaran.


Sampai di ruang tamu, ada Ryasmi yang sedang duduk santai di sofa sambil menikmati teh hangat serta sedikit cemilan yang beliau beli dari pasar tadi pagi. Beliau kaget ketika Nalen diikuti oleh seorang gadis terapi bukan Nia. Karena tadi Nalen pamit kepada beliau pergi untuk menjemput Nia di Sekolah.


"Selamat sore Ma" Nalen menyapa Sang Mama ketika dia menyadari diperhatikan oleh mamanya sejak tadi

__ADS_1


"Kenalin Ma, ini Nara teman Nalen" Kemudian dia memperkenalkan Nara kepada Mamanya


"Selamat sore, Mamanya Nalen, Ryasmi" Ryasmi mengulurkan tangannya untuk menyalami teman anaknya


"Sore Tante, Nara teman Nalen. Maaf sebelumnya tante pasti kaget dengan kedatangan saya, tadi tidak sengaja..." Nara berusaha menjelaskan namun sebelum selesai bicara sudah di potong oleh Ryasmi


"Sudah, tidak apa-apa Nalen tidak akan membawa temannya ke sini kalau tidak ada alasan yang kuat, duduklah dan akan tante buatkan minum terlebih dahulu" Ryasmi meninggalkan ruang tamu beranjak ke dapur untuk membuat beberapa minuman untuk anak-anaknya dan juga tamunya


"Maaf Kak, Nia ke kamar dulu ya... capek banget mau mandi terus istirahat" Nia pamit kepada Nalen dan juga Nara namun belum sempat beranjak pergi Nara bersuara


"Tunggu, boleh tidak kak Nara ikut denganmu?" Nara hati-hati berbicara takut menyinggung pemilik rumah


"Iya, lebih baik kali ini kami di sini dulu, dan istirahat di kamar Nia" Nalen juga memiliki pendapat yang sama. Meskipun mereka belum lama kenal namun Nalen percaya kalau Nara adalah orang baik, jadi tidak mungkin akan berbuat macam-macam.


Nia langsung menuju kamr mandi sesampainya di kamar, karena badannya sudah lengket dan bau. Nara hanya duduk di ranjang milik Nia yang berukuran cukup besar dan tertata rapi, sebenarnya bukan Nia yang rajin, namun mamanya yang selalu menata kamarnya ketika dia pergi sekolah.


****


"Temanmu mana Len?" Ryasmi bertanya kepada Nalrn setelah mendapati tamunya sudah tidak ada di kamar tamu.


"Dia, Nalen suruh istirahat di kamar Nia Ma" Nalen menceritakan kejadian yang menimpa Nara sore ini, hingga dia memutuskan untuk mengajaknya ke sini. Ryasmi mengerti kekhawatiran anaknya, namun beliau juga bertanya "Apakah dia sudah menghubungi keluarganya, takutnya nanti kita malah terkena masalah"


"Oh iya, biar nanti Nalen suruh dia ngabarin keluarganya Ma"

__ADS_1


*****


Lucky bari saja memasuki pintu utama rumahnya, kali ini tidak hanya bundanya yang menyambut, namun juga ada ayahnya yang sedang duduk santai di ruang keluarga.


"Assalamu'alaikum Bunda, Ayah..." Lucky mengucapkan salam


"Wa'alaikum salam..." Jawab Ayah dan Bundanya serentak


"Baru pulang Nak..?" Ayah Lucky bertanya


"Iya Yah, Lucky tadi langsung pulang setelah sampai di sekolah, kebetulan semua siswa langsung di tunggu oleh keluarganya, jadi Lucky tidak harus menunggu mereka terlalu lama" Sebenarnya Lucky mempunyai tugas untuk memastikan semua siswa sudah pulang, sebelum dirinya pulang, namun karena dengan cepat semua siswa sudah pulang, kesempatan bagi Lucky untuk segera pulang untuk istirahat


"Sekarang kamu masuk ke kamar dan ganti bajumu, sudah sangat bau" Perintah Bundanya


Lucky meninggalkan kedua orang tuanya untuk membersihkan diri di kamarnya, Lucky segera keluar kamar mandi setelah mendengar beberapa kali ponselnya berdering,


"Hallo, Assalamu'alaikum, Ada apa Len?" Nalen yang berada di seberang sana menjawab


"Wa'alaikumsalam, Luck lo ada acara tidak malam ini"


"Lo beneran kangen sama gue Len, baru juga masuk rumahrumah dan ketemu sama Ayah dan Bunda, sudah lo cariin saja" Nalen tertawa mendengar temannya berbicara seperti itu


"Bukan begitu bro, tapi gue cuma mau ngomong sedikit sama lo"

__ADS_1


Nalen menceritakan kejadian sore ini kepada Lucky dan Lucky berjanji esok hari akan ke rumah Nalen, Karena malam ini dia Ingin istirahat dan bercengkerama dengan kedua orangtuanya karena jarang dia bisa bertemu dengan Ayah dan Bundanya seperti ini.


__ADS_2