
Nalen menghubungi Nia dan mengatakan hari ini tidak bisa menjemput karena ada kegiatan tambahan. Nalen tidak bercerita yang sesungguhnya kalau dirinya mendapatkan masalah.
Dengan kesal Nia berjalan meninggalkan kelas untuk menunggu taksi online yang sudah dia pesan. Dalam hati Nia menyesal mengapa hari ini tidak membawa motor. Namun sayangnya taksi yang sudah dipesan dengan seenak jidatnya meng-cancel pesanannya, bahkan tidak hanya sekali dan saat ini sudah yang ketiga kalinya pesanannya di cancel oleh drivernya.
Nia mencoba menghubungi Kakaknya berharap bisa menjemputnya saat ini, Namun lagi-lagi tidak diangkat.
"Huft, mana panas lagi, giliran adiknya butuh bantuan tidak muncul-muncul" Batin Nia
Mau menelphone ke rumah juga percuma karena keluarga mereka tidak mempunyai sopir, sedang papanya sedang masa pemulihan. Nia hanya mencoba peruntungan mencari tumpangan kendaraan yang lewat depan sekolahnya.
Waktu sudah hampir menuju ke angka empat sore, Nia belum juga mendapatkan tumpangan sedang sekolahnya sudah mulai sepi, hanya ada beberapa siswa yang sedang mengikuti ekstrakurikuler. Hampir frustasi.... itulah yang dirasakan Nia saat ini.
"Belum pulang?" Tanya seseorang yang baru keluar dari gerbang dan mengagetkan Nia yang sedang meratapi nasibnya
Tidak ada jawaban ataupun pergerakan dari sana, seseorang berhelm fullface itu mematikan mesin motornya dan mendekati Nia.
"Hei, sadar kalau ada setan lewat baru tahu rasa lo"
"Eh, Kak Lucky baru pulang Kak?" orang ditanya malah balik tanya karena kagetnya
"Iya, Ni baru keluar, gue anterin aja gimana?" Tawar Lucky
"Nggak ah nanti ngerepotin lagi, nungguin kakak gue jemput saja" Nia masih saja bersikeras memilih menunggu kakaknya
"Nalen nggak bisa jemput lo, kalaupun bisa baru nanti malam" Lucky menjelaskan
"Dari mana Kak Lucky tahu, kalau Kak Nalen baru pulang nanti malam?" Lagi-lagi Nia dibuat penasaran
"Keputusan ada di tangan lo, mau gue anterin atau lo nungguin kakak lo sampai malam!" Lucky tidak menjawab namun malah memberi pilihan
Flashback On
Nalen berusaha menelpon adiknya, namun selalu saja di luar jangkauan. Dia sangat khawatir karena adiknya tadi pagi merasakan sakit lagi bahkan saat ini tidak bisa dihubungi, Nalen meminta tolong kepada Lucky untuk mengantarnya pulang karena dia sedang ada urusan dengan seseorang ke luar kota.
"Hallo, Assalamu'alaikum..." Lucky menjawab telepon dari seberang
__ADS_1
"Wa'alaikum salam..., Sya maaf apakah gue bisa minta tolong sama lo?"Tanya Nalen berhati-hati karena takutnya mengganggu kegiatan Lucky
" Bisa, lagian gue juga sudah mau pulang ini, emangnya minta tolong apa?"
"Tolong lo liat di luar gerbang sekolah lo, kalau Nia belum pulang tolong anterin dia pulang terlebih dahulu"
"Tapi sepertinya sudah tidak ada anak-anak lagi deh, karena ini juga sudah sore banget, ya sudah gue lihat dulu, entar biar gue anterin sampe rumah"
"Ok, Makasih Sya... Oh iya lo bilang juga kalau tidak mau lo anterin bilang saja gue pulangnya baru nanti malam"
"Sama-sama, iya nanti gue bilangin ke dia"
Lucky melihat ke luar gerbang meskipun sebenarnya dia belum selesai kegiatan ekstrakurikuler hari ini. Dilihatnya disana Nia sedang menunggu. Karena kasihan Lucky bergegas masuk ke parkiran dan mengeluarkan motornya.
Flashback Off
Langit sudah mulai kemerahan dan juga udara mulai dingin, karena takut tidak ada teman menunggu lagi, Nia memilih untuk ikut Lucky pulang.
"Maaf ya Kak, Nia ngerepotin lagi" Nia meminta maaf karena benar-benar tidak enak hati. Padahal mah yang direpotin malah senang-senang saja.
Dalam perjalanan tidak ada pembicaraan sedikitpun diantara keduanya, bahkan hampir separuh perjalanan tak ada yang bersuara sama sekali,
"Sebelum pulang, mau nemenin gue nggak?" Tanya Lucky
"Nemenin kemana Kak, asal nggak ada yang marah Nia mau-mau saja" Jawab Nia
"Gue mau nyari makan dulu, karena sejak siang belum makan"
"Ok, Nia temenin, lagian kan Nia cuma nebeng"
Sudah mendapat persetujuan, Lucky memasuki restoran yang dulu pernah mereka singgahi
"Ayo masuk, gue sudah laper banget" Lucky menarik tangan Nia untuk ikut masuk ke restoran tersebut
"Kirain cuma singgah sebentar seperti dulu"
__ADS_1
"Mana ada, ayo masuk"
Lucky mencari tempat yang masih kosong dan memilih meja dekat dengan jendela yang memiliki view langsung ke sebuah taman kecil yang terdapat air mancur serta kolam ikannya.
"Wow keren banget viewnya...." Nia bergumam karena merasa takjub dengan pemandangan yang dia lihat dari dalam restoran itu.
Selain pemandangan yang indah, kondisi di dalam juga sangat nyaman baik itu untuk anak kecil, remaja maupun untuk keluarga, masing-masing ada lokasi tersendiri, di sana juga tersedia arena bermain anak yang ditata seaman mungkin bagi anak, tersedia spot-spot selvi bagi anak-anak remaja dan juga gazebo-gazebo terbuka untuk menikmati alam.
"Pantesan di sini lumayan mahal, pemandangannya saja keren gini" Nia baru kali ini memasuki reatoran ini, meskipun sudah sering mendengar namun belum pernah memasukinya.
"Lo mau makan apa" Lucky membuyarkan lamunan Nia ketika sang pramusaji menanyakan menu yang akan di pesan
"Nggak usah saja Kak, Nia sudah makan" Namun perutnya tidak bisa menyembunyikan rasa lapar yang mendera
"Ya sudah gue pesenin sekalian saja"
"kepiting asem manis, cumi goreng dan juga jus jeruk, masing-masing dia mbak" Lucky menyebutkan pesanannya
"Iya mas, silakan tunggu terlebih dahulu, akan segera kami antarkan" Pramusaji berlalu dengan ramah
Gimana nggak ramah coba dengan pemilik restoran jelas harus menghormati. Jadi pemilik dari restoran ini sebenarnya adalah Lucky, yang sudah dia kelola sejak dia masuk kelas satu dan mengambil sekolah kejuruan dibidang managemen bisnis. Dia ingin langsung mempraktikkan ilmu-ilmu yang diperolehnya dengan sedikit pengembangan disesuaikan dengan perkembangan saat ini yang mengusung konsep nyaman untuk keluarga, Anak-anak dan juga anak muda.
Tidak perlu menunggu lama semua pesanan sudah tersaji di atas meja. Dari pihak cheff yang mengetahui pemilik restoran berkunjung dengan seorang gadis, dia berinisiatif menambahkan kue lava coklat berbentuk hati yang dihiasi sangat cantik dan dibuat khusus dengan bahan premium.
"Silakan dinikmati mas, mbak... " Pramusaji mempersilakan keduanya untuk menikmati hidangan yang sudah tersaji.
"Terima kasih" Jawab Nia tak kalah ramah dengan pramusaji itu
Melihat sebuah kue yang baru dilihatnya, Lucky hanya bisa tersenyum dan memuji dalam hati untuk chef yang menyiapkan dan mengambil ponsel yang ada di sakunya dan mengirim pesan kepada chef tersebut yang berisi Terima kasih dan akan memberi bonus di akhir bulan.
"Kenapa ada kue segala? Bukannya Kak Lucky tadi tidak memesan kue ya..?"
"Mungkin bonus dari restoran"
"Rasya......" dari pintu masuk restoran seorang gadis muncul dan berjalan menuju meja yang di duduki oleh Lucky dan Nia
__ADS_1
Nia dibuat semakin bingun dengan keadaan yang dialaminya dan berucap "Rasya siapa....???!"