
"Ok, gue akan buat perhitungan dengan siapapun yang berani mengganggu adik gue"Nalen terlihat sangat marah setelah mendengar semua cerita Lucky
Ketika ditanya orang tuanya Nalen tidak menceritakan apa yang sebenarnya terjadi, dia takut orang tuanya akan ikut khawatir terutama mamanya.
Sebelum adiknya pulang Nalen sudah berusaha mencari informasi dengan mendatangi sekolah adiknya untuk melihat rekaman CCTV yang dipasang di sudut-sudut sekolah, untuk memastikan pandangannya sekilas yang belum jelas, Nalen meminta copian dari rekaman sebelum keberangkatan hingga kepergian rombongan para siswa.
****
Dengan perhatian penuh Nalen menatap layar laptopnya untuk mendapatkan informasi sekecil apapun mengenai peristiwa yang menimpa adiknya. Nalen teringat ketika dia mengantar adiknya waktu itu ada yang menyebut nama adiknya, namun dari seragam yang dipakai dia bukan seorang siswa yang bersekolah di sana. Dicarinya gambar yang menampilkan kejadian itu.
"Nah, ini dia yang gue cari, Lo nggak akan pernah bisa lolos dari gue, karena lo sudah berani mengusik adik gue" Gumam Nalen dengan pandangan yang sulit diartikan bagi setiap orang yang melihatnya
Meskipun wajahnya yang terlihat bersih dan tampan. Namun, siapapun yang melihat Nalen saat ini akan merasa takut, karena wajahnya yang sedang tidak bersahabat dan terlihat sangat dingin. Sehingga muncullah seorang gadis imut yang tengah membawa es di tangannya berlari ketakutan dan menabrak Nalen yang tengah duduk melihat video rekaman CCTV yang telah dicopynya ke dalam laptop.
"Maaf Kak mengganggu, boleh nggak aku ikut duduk di sini?" Tanyanya seperti tanpa ada dosa padahal dia sudah sedikit membasahi baju Nalen dengan es yang dia bawa
"Karena Kakak diam, aku anggap kakak Setujuu, jadi kakak mohon diam dan jangan bergerak" Nalen hanya bisa memelototkan matanya melihat ada seorang gadis yang seenak sendiri memerintah orang lain. Padahal mereka kenal saja tidak "Dasar gadis absorb" Nalen hanya bisa membatin dan mengeleng-gelengkan kepalanya
Nalen diam bukan berarti menuruti keinginan gadis itu, namun dia sedang berkonsentrasi memandangi laptopnya. Tanpa disadari oleh Nalen, gadis itu ikut memandangi laptop yang berada di depan Nalen dan berkomentar "Lagi nyari informasi apa Kak, kalau videonya cuma segitu mana bisa dapat informasi jelas, mending diretas saja semua CCTV yang kakak inginkan"
Nalen dibuat kaget lagi dengan ide gila yang disampaikan oleh gadis di sampingnya itu yang masih juga celingak-celinguk mencari seseorang tapi sempat-sempatnya mengomentari dirinya yang sedang fokus. Dengan berat hati Nalen memberikan jawaban "Ngasih ide jangan yang gila, lagian gue bukan ahli IT, kalau mau nyari orang pasti mahal"
"Ngapain nyari orang, mana pinjam laptopnya, bakal gue retas semua CCTV yang ada di kota ini" Nalen masih dibuatnya melongo dengan tingkah gadis imut ini, laptopnya kini telah berpindah posisi ke depan gadis itu.
Dengan cekatan gadis itu mengetikkan kode-kode yang tidak diketahui oleh Nalen, Nalen Benar-benar terpukau dengan keterampilan gadis itu yang dalam waktu singkat sudah bisa memunculkan berbagai rekaman CCTV yang ada di kota ini saat ini. "Kakak butuh yang tanggal berapa?"
__ADS_1
Nalen menyebutkan tanggal,waktu dan lokasi serta target yang dia incar. Lagi-lagi tidak butuh waktu lama semua sudah terjadi dan tersimpan di dalam laptopnya. Nalen melihat gadis itu dengan rasa yang tidak bisa dia percaya, karena baru kali ini dia menemui seorang cewek yang jago dalam bidang IT, serta bisa meretas semua CCTV yang ada di kota ini. "Benar-benar gila" Batin Nalen takjub.
Ditengah Nalen menikmati pemandangan di depan matanya terdengan suara dering handphone berbunyi dan otomatis mangagetkannya yang benar-benar sedang fokus. Dengan perasaan kesal Nalen mengambil handphone yang berada di dalam ranselnya dan menekan tombol hijau tanpa melihat siapa yang tengah berbicara di seberang sana.
"Hallo, Assalamu'alaikum, siapa ya..." Tingkah bodoh Nalen membuat si penelpon tertawa terbahak-bahak
"Wa'alaikum salam, ih... Kakak apaan sih, memangnya nggak di lihat dulu apa siapa yang telephone" Si penelpon ngomel-ngomel tanpa memberi kesempatan Nalen untuk berbicara, omelannya semakin lama semakin membuat telinganya sakit, dan kini Nalen telah mengetahui identitas penelpon siapa lagi kalau bukan adik kesayangannya Nia.
"Maaf, tadi Kakak lagi fokus, eh malah situ nelphone" Baru juga bicara beberapa kata langsung dipotong oleh Nia lagi
"Fokus ngapain sih Kak..?" Perkataan Nalen malah membuat Nia penasaran
"Bukan, bukan apa-apa, adik sudah selesai kegiatannya?" Nalen malah balik bertanya
Ditengah asyik mengobrol gadis yang berada di samping Nalen ingin beranjak pergi, namun sebelum benar-benar pergi pergelangannya sudah ditarik lagi oleh Nalen.
"Apa?" Tanyanya singkat dan sedikit galak
Nalen hanya menarik ekor matanya menatap gadis itu bergantian dengan kursi disamping dan menepum kursi itu beberapa kali, karena perbincangan dengan adiknya belum selesai.
Dengan berat hati gadis itu duduk kembali sambil cemberut dan menghentakkan kakinya beberapa kali, karena sudah cukup lama Nalen berbicara di telephone padahal dia sendiri yang meminta untuk duduk kembali.
"Kalau gue nggak dianggep ngapain nyuruh gue duduk lagi"Gerutu si gadis sambil cemberut
" Siapa sih kak, Kakak lagi ketemu teman ya...?"
__ADS_1
"Iya, Kakak tutup dulu ya, nanti setelah selesai kakak telephone lagi" Pamit Nalen, Nia juga mengiyakan dengan nada yang masih berat padahal sebenarnya dia juga sudah mau masuk lagi ke sungai.
Masih dengan wajah yang cemberut gadis di samping Nalen nerocos, "Kalau mau pacaran jangan ngajak-ngajak gue, gue juga ada urusan yang sangat penting, sekarang bisakan gue pergi"
Nalen dengan santainya menjawab "Belum, karena lo membuat kesalahan sama gue, lo harus tanggung jawab"
"Maksudnya..." Gadis itu tak mengerti kesalahan apa yang telah ia perbuatan terhadap Nalen, jelas terlihat bahwa dialah yang telah membantunya untuk meretas CCTV seluruh kota dan mendapatkan apa yang diinginkan Nalen, tapi mengapa masih harus bertanggung jawab
"Lo sudah membasahi baju gue dengan es yang lo bawa, sekarang gue minta tanggung jawab lo" Dengan wajah malas gadis itu hampir saja menonjok wajah Nalen yang tampan namun masih jomblo, "Kan gue sudah bantuin lo mendapatkan rekaman cewek lo, gue harus bertanggung jawab apa lagi?"
"Cewek gue....?" Sekarang gantian Nalen yang bingung, siapa juga yang mencari rekaman ceweknya, jangankan cewek temannya saja banyak yang cowok lagipula diabelum memikirkan untuk pacaran.
"Itu....." Gadis itu menunjuk laptop yang menyala dan masih menayangkan video CCTV beberapa hari yang lalu
Sambil menepuk jidat, Nalen sedikit frustasi dan berkata "Dia bukan cewek gue, tapi gue mau buat perhitungan sama dia" Dengan penuh penekanan kata-kata itu keluar dari bibir Nalen
"Nggak gentle banget sih, buat perhitungan sama cewek" Gadis itu berkomentar dengan sedikit ketus
"Bukan nggak gentle, tapi gue butuh bantuan lo"
"Tapi, kita kan tidak kenal, gue nggak kau berurusan sama kalian"
"Lo, sudah memutuskan membantu gue, jadi lo harus ikut sampai urusan ini selesai"
"Kapak gue mutusin untuk membantu lo?!" Gadis itu bertanya-tanya
__ADS_1