CERITA CINTA ANAK SMK

CERITA CINTA ANAK SMK
53


__ADS_3

Hari ini adalah hari pertama masuk sekolah setelah libur kenaikan kelas, kini Nia sudah kelas dua dan Lucky kelas tiga, sekarang Lucky punya tugas baru sebagai seorang ketua OSIS yang telah dikukuhkan sebelum kenaikan kelas tahun lalu. Kesibukan Lucky semakin banyak, pagi-pagi sekali dia harus sudah berangkat untuk mempersiapkan penyambutan siswa baru kelas satu.


Pagi ini, dia tidak bisa menjemput Nia untuk berangkat bersama, sudah dipastikan kalau harus menjemput Nia terlebih dahulu pasti tidak akan keburu untuk mempersiapkan semuanya. Mereka semalam sudah bicara, Niapun memakluminya.


Pagi ini Nia berangkat menggunakan motor matiknya yang sudah lama tidak digunakan untuk sekolah. Seperti setahun yang lalu, Nia hampir saja terlambat namun tidak separah dulu karena saat ini gerbang masih terbuka dengan lebar, namun siapa sangka sudah berdiri anggota OSIS di sana yang khusus ditugaskan untuk menjaga gerbang sekolah dan memberikan sanksi bagi siswa yang terlambat.


"Mohon maaf, silakan berbaris dengan teman-teman di sana" Ucap Danny mendekati Nia yang datang terlambat dan akan langsung menuju ke kelasnya


"Hah..." Nia kaget mendengar apa yang diucapkan Danny, karena dia mengira tidak akan ada hukuman saat ini, nyatanya dia sekarang diminta berkumpul dengan teman-temannya yang terlambat lainnya


"Iya, karena kamu terlambat datang ke sekolah" Danny tidak bisa membeda-bedakan, siapapun yang terlambat tetaplah harus mendapatkan sanksi


"Oh iya" Nia menjawab singkat dan berjalan menuju barisan yang sudah ada banyak siswa lain yang juga terlambat


Nia tidak menyangka keterlambatannya kali akan mendapatkan hukuman dari OSIS. Andaikan hari ini Lucky menjemputnya pasti kejadian seperti ini tidak akan terjadi, secara Lucky selalu tepat waktu ketika menjemputnya.


Dengan langkah gontai dan bermalas-malasan Nia berkumpul, disana sudah ada pengurus OSIS lainnya yang sedang memberikan beberapa arahan dan membagi tugas sebagai hukuman. Ada yang menyapu halaman, ada yang membersihkan toilet, ada juga membersihkan perpustakaan, semua diberi kegiatan fisik dan tidak ada yang mendapatkan hukuman berjemur di bawah Terima matahari, sebisa mungkin hukuman yang diberikan juga bermanfaat untuk kebersihan sekolah.


Nia kali ini mendapat hukuman menyapu perpustakaan dengan beberapa siswa lainnya, mereka mengerjakan dengan cepat agar bisa segera masuk ke kelas.


Keluar perpustakaan, ada yang menarik tangan Nia


dan membekapnya, otomatis dia memberontak namun kekuatan Nia tidak sebanding dengan orang yang membekapnya. Nia hanya bisa pasrah dan mengikuti orang tersebut.


"Mengapa terlambat?" Lucky berbicara ketika sudah sampai di ruang OSIS, ya yang membekap Nia adalah Lucky

__ADS_1


Dengan wajah lesu Nia menjawab "Bangun kesiangan"


"Bukannya kemarin sudah dibilangin tidur cepet agar tidak terlambat, mengapa masih ngeyel juga" Lucky menyerahkan air mineral untuk Nia dan duduk di depannya memastikan air itu diminum


"Tadi malam asyik marathon" Lucky kaget mendengar ucapan Nia


"Malam-malam mengapa marathon segala, bukannya istirahat malah olah raga" Lucky tidak tahu apa yang dimaksud marathon oleh Nia, terang saja Nia tertawa terbahak-bahak.


"Siapa yang olah raga, aku marathon nonton drakor, bukannya olah raga" Lucky hanya bisa nyengir mendengar penjelasan Nia


"Ya sudah, besok Kakak jemput, awas kalau bangun kesiangan, bakal aku siram pakai air seember" Lucky pergi meninggalkan Nia yang masih menikmati sejuknya AC yang ada di ruang OSIS sambil menghabiskan minumannya, sementara Lucky harus segera kembali ke panitia penyelenggaraan orientasi siswa baru setelah mengatakan untuk mengunci pintu ketika keluar kepada Nia.


Kini badannya sudah segar kembali setelah menghabiskan minuman yang diberikan oleh Lucky. Menuju ke kelas yang sebenarnya belum pembelajaran, semua siswa masih asik bercerita dengan temannya satu sama lain, sedangkan para guru sedang mengadakan rapat, jadi meskipun terlambat, Nia tidak akan ketinggalan pelajaran karena memang belum ada jadwal.


Seperti biasa, kini Nia memilih duduk menyendiri membaca novel online yang ada di handphonenya dan tidak mau bergabung dengan yang lainnya. Menikmati kesendirian yang bermanfaat dari pada harus berghibah dengan teman-temannya.


Sebelum menuju ke ruang OSIS, Nia sudah menghubungi Lucky jika dirinya ingin beristirahat di sana.


"Halo Kak, Nia masih belum ingin pulang, boleh tidak kalau Nia istirahat di ruang OSIS?"


"Boleh, asal jangan membuat keributan di sana" Lucky mengijinkan Nia untuk beristirahat disana, karena mereka juga ingin membicarakan masalah Nia waktu liburan akhir tahun lalu.


"Siap bos, Nia tidak akan berulah"


"Baiklah, tunggu dulu, kakak akan segera ke sana membuka pintunya" Nia masih menunggu kedatangan Lucky ketika Sonya menghampirinya

__ADS_1


"Hai Nia, bagaimana kabarmu?" Sonya mulai menyapa Nia yang sedang asyik memperhatikan phonselnya


"Hai, kabar gue baik, bagaiman dengan Lo, gue harap lo juga baik" Nia berusaha bersikap biasa


"Gue, baik kok, mengapa lo berdiri di sini? Lo lagi dihukum ya.....?" Sonya mulai mengejeknya


Dari jarak yang sudah tidak jauh, Lucky juga mendengar perkataan Sonya dan langsung menjawab "Kalau Nia dihukum memangnya kenapa?"


"Ya, wajar saja, orang seperti dia memang pantas mendapatkan hukuman setiap hari" Sonya mulai memperlihatkan ketidaksukaannya pada Nia


"Mengapa bisa wajar? Memangnya dia pembuat onar?" Lucky mulai memberikan pertanyaan kepada Sonya


"Secara diakan anaknya tidak mau bergaul dengan temannya pastinya, dia berusaha menarik perhatian orang lain dengan berbuat onar" Sonya berbicara dengan cukup ketus


"Daripada berteman dengan orang yang munafik, lebih baik sendiri" Lucky mulai berbicara dengan tidak bersahabat


"Kalau sudah tidak ada kepentingan lagi, silakan pergi dari sini" Lucky membuka pintu ruang OSIS dan menarik tangan Nia agar segera masuk.


Hal itu malah membuat Sonya bertanya-tanya, mengapa mereka semakin dekat satu sama lain, bahkan Lucky mengizinkannya untuk masuk ke ruang OSIS, padahal selama ini tidak ada yang boleh masuk kesana selai pengurus.


Sonya mengintip dari luar menguping pembicaraan Nia dengan Lucky di dalam, namun dia tidak bisa mendengar apapun, karena frustasi tidak bisa mendengar apapun, Sonya pergi dari sana dan memilih untuk pulang.


Lucky meninggalkan Nia sendirian di sana, Nia mulai menata kursi untuk dia gunakan untuk berbaring dan beristirahat.


"Lebih baik kamu istirahat dulu di sini, Kakak akan keluar sebentar dan jangan lupa ini dimakan" Sambil memberikan seplastik makanan ringan dan minuman yang telah dia siapkan sejak pagi khusus untuk Nia.

__ADS_1


"Wah, Terima kasih..... Makin sayang deh"


"Apaan sih, biasa saja.... tidak usah seperti itu" Lucky meninggalkan Nia sambil mengusap kepala Nia yang sudah duduk nyaman di kursi milik Lucky.


__ADS_2