CERITA CINTA ANAK SMK

CERITA CINTA ANAK SMK
150


__ADS_3

Dua hari setelah kejadian yang tidak terduga, Nia mendapatkan hari libur alaminya, dalam hati dia merasa sangat bahagia, karena kejadian itu tidak membuatnya harus menjadi ibu muda.


"Masih bisa kita rencanakan dengan matang, sayang" Lucky juga merasa bersyukur


"Hmmm Kak"


Mereka berencana mau berkonsultasi ke dokter secara langsung, untuk bisa merencanakan lebih matang. Sebelumnya mereka sudah mencari beberapa nama dokter yang berada di kota mereka.


Pagi ini mereka sudah membuat janji dengan seorang dokter yang membuka praktek mandiri, Seorang dokter perempuan yang masih belum terlalu berumur, dengan harapan mereka bisa berkomunikasi dengan baik, namun hasilnya diluar dugaan mereka, dokter yang mereka kira baik, ternyata mereka kurang bisa berkonsultasi dengan baik.


Pagi itu mereka belum mendapatkan jawaban yang memuaskan, kembali membuka aplikasi dokter online dan mencari dokter yang kemarin mereka hubungi, dokter Karla.


"Apakah ada masalah lagi?" Tanya dokter Karla dengan ramah. Belia sudah hafal dengan Lucky karena hanya dia pasiennya yang yang masih sangat muda


"Tidak Dok, tapi kemarin istri saya mengalami libur alami, apakah kami masih bisa melakukannya setelah selesai?"


"Bisa, kalau kalian masih belum menginginkan seorang anak lebih baik kalian main aman saja, harus memperhatikan masa subur, atau kalau takut bisa memakai pengaman, semua tergantung pada kesiapan kalian untuk memutuskan segera memiliki atau masih menunda"


"Seandainya istri saya melahirkan ketika usia yang sekarang apakah nantinya akan aman dok?"


"Asalkan dia juga sudah siap, serta ada dukungan dari suami serta keluarga, saya kira aman-aman saja. Tapi dia harus siap secara mental dan juga fisik"

__ADS_1


"Karena diusianya yang sekarang dia masih labil, kebanyakan dari wanita yang melahirkan diusia muda akan rentan dengan namanya depresi, maupun baby blues, semua itu bisa diatasi dengan adanya dukungan dari semua keluarga dan sebisa mungkin untuk menghindari tekanan, sering-sering konsultasi dan memeriksa kandungan lebih awal, jangan lupa memberikan nutrisi yang cukup bagi istrimu kelak" Dokter Karla menjelaskan panjang lebar


"Terima kasih dok, atas edukasi yang kepada kami, Apakah kami bisa berkonsultasi secara langsung dengan dokter?"


"Boleh, akan saya kirimkan alamat praktek saya"


"Terima kasih dok..."


****


Andi sudah menyusun rencana untuk membantu Nana mendapatkan perusahaan papanya kembali, mencari informasi kesana-kemari untuk mendapatkan data yang valid mengenai perusahaan tersebut. Nana sendiri belum tahu mengenai seluk beluk perusahaan secara detail, karena ketika papanya meninggal usianya masih bisa dibilang anak-anak yang tahunya hanya mendapatkan uang ketika dia membutuhkan.


Lucky juga ikut membantu mencari beberapa sumber yang bisa dijadikan informan mengenai perusahaan milik papanya Nana, salah satunya adalah Pras, ayahnya. Pras mengetahui banyak tentang perusahaan itu dari sejak berdiri hingga komisarisnya saat ini. Semenjak perusahaan itu dikuasai oleh Elsa mengalami sedikit masalah meskipun masih beroperasi dan juga memberikan keuntungan yang lumayan.


Ada kasak-kusuk diantara mereka yang kini sedang berada di sebuah ruangan yang cukup luas, semua yang datang adalah orang-orang yang memiliki pengaruh besar terhadap perusahaan, Elsa juga berada di tengah-tengah mereka, namun dia tidak mengetahui siapa yang sudah mengumpulkan semuanya di sini. Elsa mondar-mandir mencari biang keladi dari semua ini.


Tidak lama berselang, Nana dengan memakai sepatu kesayangannya dan tidak lupa hanya memakai celana panjang dan kaos, tas ransel yang berada di punggungnya, dikawal oleh Andi dan juga seorang pengacara memasuki ruangan tersebut dengan percaya diri.


"Ada apa ini, mengapa kamu bisa di sini Nak?" Elsa sudah cukup ketakutan melihat Nana yang datang didampingi oleh pengacara yang sangat dipercaya oleh almarhum suaminya


"Mama lebih baik duduk dulu, semuanya akan dijelaskan oleh pengacara papa, bukannya aku tidak bisa bicara, namun alangkah baiknya jika beliau yang membacakan semuanya" Nanti berbicara dengan berani dihadapan para dewan direksi dan dewan komisaris

__ADS_1


"Tapi apakah kami tidak bisa menjelaskannya terlebih dahulu kepada Mama?"


"Nana kira mama sudah tahu apa maksud kedatanganku ke perusahaan didampingi oleh pengacara papa"


"Lebih baik kita bicarakan dulu di rumah Nak, kita tidak bisa mengundang mereka secara sembarangan tanpa adanya persiapan"


"Mungkin hanya mama yang tidak memiliki persiapan sedikitpun dengan keberadaan kami semua di sini, namun bagi Nana, semuanya sudah Nana persiapkan dengan matang dan juga ada data-data yang sangat valid, bahkan mereka semua sudah menerima salinannya, apakah mama belim mendapatkannya? Wah sayang sekali, harusnya mama sudah menerimanya kemarin dan bisa mempersiapkan segalanya"


"Kamu anak kecil, tahu apa kamu tentang perusahaan, sebaiknya kamu pulang dan belajar, sebentar lagi kami akan ujian dan akan mencari universitas terbaik yang sudah kamu impikan" Elsa sudah sedikit tersulut emosinya namun masih dia tahan, dia tidak ingin namanya jelek di mata mereka.


Setelah berdebat kecil Elsa memilih diam dan segera duduk, dia ingin mendengarkan dan melihat apa yang sudah direncanakan oleh anak tirinya satu ini.


"Baiklah, kita mulai pertemuan pagi ini, sebelumnya perkenalkan saya Nan satu-satunya anak kandung pendiri perusahaan ini, saya di sini berniat untuk mengambil alih perusahaan ini dari tangan nenek lampir yang memanfaatkan uang papa saya untuk kehidupannya yang tidak jelas" Nana memperkenalkan diri, sebenarnya dia juga tidak kenal siapa saja orang yang ada di hadapannya saat ini.


"Apa-apaan kami, anak kecil jangan pernah ikut campur tentang perusahaan, yang kamu butuhkan sekarang adalah belajar dan jangan berfikir macam-macam" Elsa terlihat sangat gugup


"Mama..... mamaku yand cantik... harusnya mama tahu hak perwalianmu terhadapku, Apakah mama saat ini sudah bisa menyimpulkan?" Perkataan Nia yang sangat berani membuat Elsa naik pitam dan berusaha untuk meninggalkan aula sebelum rapat selesai


Untuk mempersiapkan semua ini sudah dipikirkan dengan matang dan jangan sampai gagal. Pengacara mulai mengeluarkan beberapa kertas dari dalam tas kerjanya. Ada sebuah Map yang juga masih dilindungi dengan Amplop lain supaya berkas-brrkas itu tidak rusak.


Selesai membuka dan membaca sedikit berkas-berkas tersebut, Pengacara mulai menata dan mengurutkan, berkas mana yang harus disampaikan terlebih dahulu, agar penjelasannya mudah dipahami setiap orang yang ada ruangan itu, tanpa membuat gaduh orang lain yang sedang bekerja di sini.

__ADS_1


"Maaf Nyonya Elsa, sebelumnya ijinkan saya untu membuka map yang saya pegang saat ini, " Pengacara mulai membuka pembicaraan di depan orang-orang berpengarun tersebut.


__ADS_2