CERITA CINTA ANAK SMK

CERITA CINTA ANAK SMK
143


__ADS_3

Nia menyeret koper yang berisi beberapa baju dan juga buku-bukunya dari kamar yang terletak di lantai atas di bantu oleh Lucky. Nalen dan Nara masih berada di ruang tamu menyelesaikan tugas kuliah mereka.


"Mama sama Papa di mana Kak?" Nia yang tidak mendapati kedua orang tuanya di ruang tamu maupun di ruang keluarga mengalihkan perhatian kakaknya yang sedang fokus menyelesaikan tugasnya dengan menanyainya


"Ada di kamar, memangnya mau pergi sekarang Dik?" Nalen yang sudah mengetahui rencana adiknya bahwa malam ini akan pulang ke apartemen langsung menodong Nia dengan pertanyaan


"Iya, takut kemalaman"


"Takut kemalaman atau takut tidak diperbolehkan pergi sama Mama?"


"Takut kemalaman Kak, kata orang-orang sebelum satu minggu pernikahan tidak boleh bepergian dan pulang ketika malam tiba"


"Siapa yang bilang Dik?"


Lucky yang mencuci otak Nia dengan kata-kata tersebut bergegas mengajak Nia untuk berpamitan kepada kedua orang tua Nia, untuk menghindari olok-olok kakak iparnya.

__ADS_1


Mendengar pintu kamar diketuk, Ryasmi segera keluar dan mendapati anak dan menantunya sudah berdiri di depan kamarnya.


"Ada apa Nak?" Sapa Ryasmi dengan lembut


"Begini Ma, kami mau berpamitan pulang ke apartemen, takutnya nanti kemalaman lucky malas kalau harus macet-macetan di jalan karena ini malam minggu pasti banyak orang yang menghabiskan malam di luar rumah"


"Apartemen mana Luck? Bukannya kamu belum punya apartemen, lebih baik jika kalian jangan menghamburkan uang untuk menyewa apartemen" Ryasmi kaget sekaligus memberikan arahan untuk anaknya


"Kami baru membelinya tadi pagi Ma, lagi pula tempatnya sangat strategis cocok untuk investasi jangka panjang, letaknya juga dekat dengan sekolah Nia, jadi biar dia tidak terlibat sekolahnya"


"Eh, eh sebentar. Kalau baru tadi pagi kalian belinya berarti belum ada furniturenya. Lalu kalian mau tidur dimana, sok-sokan mau pulang ke sana?"


"Tenang Ma, pembelian unit di sana sudah dilengkapi dengan segala macam isi yang dibutuhkan dalam rumah, baik perlengkapan masak, perlengkapan tidur, maupun fasilitas yang lainnya"


"Ya sudah kalau begitu, kalau ada apa-apa jangan segan-segan menghubungi kami"

__ADS_1


"Iya Ma, Kami berangkat dulu" Lucky dan Nia mencium tangan Ryasmi dan Dewa


"Jaga diri kalian baik-baik" Pesan Dewa ketika melepas kepergian anak gadisnya yang sangat dia sayangi.


Di rumah Dewa tinggal mereka berdua juga Nalen, meskipun ada Nara yang kini diminta untuk tinggal bersama mereka, namun rasanya berbeda. Biasanya Nialah yang membuat seluruh isi rumah menjadi kalang kabut dan berantakan.


"Rumah sepi ya Pa?" Ryasmi mengingat berapa ramainya rumahnya ketika ada Nia, karena ada aja tingkah manja dan minta diperhatikan


"Iya, Papa juga tidak menyangka anak kita sudah menikah dan kini sudah punya rumah sendiri. Papa senang Nia bisa mendapatkan lelaki seperti Lucky yang sangat mandiri dan tentunya sangat perhatian dan sayang kepada Nia"


"Betul Pa, anak semuda Dia sudah memikirkan masa depan dengan matang, berbeda dengan anak kita yang ini" Ryasmi mencebikkan mulutnya mengarah ke Nalen


"Mama.... Bukannya dido'ain supaya bisa sukses malah, disumpahin" Nalen yang melihat dan mendengar dirinya dibandingkan dengan iparnya merasa tersinggung


"Mama selalu mendo'akan kalian semua agar sukses di dunia dan di akhirat, tinggal bagaimana usahamu untuk mencapainya"

__ADS_1


"Terima kasih Mama, Mama adalah yang terbaik"


__ADS_2