CERITA CINTA ANAK SMK

CERITA CINTA ANAK SMK
64


__ADS_3

"Apakah lo percaya dengan yang dikatakan oleh mereka, mungkin tidak kalau mereka mempunyai tujuan yang lain, mungkin saja ada orang di belakang mereka" Dananya bertanya kepada Lucky, karena dia merasa masih ada yang Sonya sembunyikan di depan mereka namun entah apa


"Tidak, gue masih belum percaya dengan Sonya tidak mungkin dia melakukan sesuatu kepada orang yang baru kenal, kalau Nana untuk sementara gue sudah cukup percaya lagian apa yang dia lakukan tidak terlalu berbahaya" Danny dan Vicky juga setuju dengan yang dikatakan oleh Lucky, untuk menyelidiki Sonya dia tidak akan menggunakan identitasnya sebagai seorang ketua OSIS, namun akan bertindak di luar sekolah bersama dengan Nalen.


"Kalau sewaktu-waktu lo butuh bantuan, gue siap membantu" Danny menawarkan diri untuk mengungkap siapa sebenarnya yang telah melakukan hal jahat kepada sahabatnya


"Gue juga siap membantu kapanpun lo membutuhkan langsung calling saja" Vicky juga ikut penasaran dengan pelaku sebenarnya


****


Hari ini karena Lucky harus pulang sore untuk menyelesaikan pekerjaannya di restoran, Nia harus pulang sendiri karena dia ingin cepat tidur di kamarnya yang nyaman, dia merasa sedikit pusing menjalani sekolah hari ini yang melibatkan dirinya karena permasalahan yang menimpanya.


"Nia, maaf hari ini Kakak tidak bisa mengantarmu pulang, karena masih ada pekerjaan yang harus diselesaikan di restoran dan masih belum tahu sampai jam berapa selesai, dari pada kami nanti bosen lebih baik kamu pulang lebih dahulu biar Kakak telephone Nalen untuk menjemputmu" Nia menolak usul Lucky untuk menghubungi Nalen, dia ingin naik angkot.


"Nia pilih naik angkot saja, lagi pula Kak Nalen masih sibuk kuliah takutnya nanti malah mengganggunya"Lucky sebenarnya masih was-was jika harus mengizinkan Nia untuk naik angkot, namun karena semua dalam keadaan yang serba tidak bisa ditinggalkan, Lucky memilih untuk menemani Nia sampai angkot tiba dan membayarnya terlebih dahulu.


Angkot yang akan ditumpangi Nia sudah sampai, Lucky menghentikan dan segera menghampiri sopir angkot untuk memberikan ongkos Nia. dan sedikit memberikan tips agar sopir berjalan dengan hati-hati.


"Pak, tolong membawa mobilnya jangan ugal-ugalan ini sedikit rejeki untuk keluarga Bapak" Lucky menyodorkan dua lembar warna merah sebagai ongkos Nia naik angkot

__ADS_1


"Terima kasih mas, saya pasti akan hati-hati, Mudah-mudahan rejeki mas selalu lancar dan berkah" Sopir angkot sangat berterima kasih menerima dua lembar warna merah dia merasa mendapatkan durian runtub, karena sebenarnya hanya lima ribu saja untuk sampai di rumah Nia


"Aminnnn, semoga rejeki bapak juga lancar dan selalu diberi kesehatan" Lucky membalas do'a sang sopir angkot


Angkot mulai melesat meninggalkan lingkungan sekolah, Lucky juga bergegas mengambil motornya dan memakai helm juga jaketnya menuju restoran miliknya, karena sedang terjadi masalah yang belum pernah terjadi sebelumnya. Waktu jam terakhir, karyawannya menelphon mengatakan ada sesuatu yang hanya bisa diselesaikan oleh Lucky dan tidak bisa ditangani orang kepercayaan Lucky


Dengan kecepatan diatas rata-rata Lucky meninggalkan sekolah dan ingin cepat menyelesaikan masalah yang terjadi agar tidak mengganggu aktivitas restoran, akan sangat merugikan jika tidak segera terselesaikan.


Sampai di restoran sudah sangat ramai orang-orang berkerumun di dalam restoran seperti orang yang mau mengantri bantuan, dengan menyibak kerumunan Lucky yang masih memakai seragam sekolah sempat dihentikan oleh warga untuk tidak mendekat, namun berkat tangan kanannya kini Lucky bisa memasuki restoran dan menghampiri seseorang yang telah berbuat ulah di restorannya


Meskipun masih menggunakan seragam sekolah Lucky berjalan dengan didampingi oleh manajeger restoran yang rapi dengan memakai setelan jas


"Memang saya pengelolanya ibu, tapi sebelumnya saya minta maaf, karena semua atas kendali dari mas ini, kalau tidak ada beliau saya juga tidak menjadi seperti ini" Ibu itu melotot mendengar apa yang dibicarakan oleh Manager restoran yang secara tidak langsung mengatakan anak di depannyalah pemilik restoran ini


"Jadi, apakah dia pemilik restoran ini?" Lucky hanya tersenyum mendengar ucapan ibu paruh baya itu yang memakai baju dan perhiasan yang cukup mahal namun kelakuannya sangat minus


"Bukannya pemilih restoran ini Pras?" Ibu itu menyebut nama ayah Lucky namun Lucky tidak mau mengatakan siapa sebenarnya dirinya sebelum dia tahu siapa sebenarnya orang dihadapannya ini, karena dia sendiri tidak mengenal beliau


"Maaf, mungkin anda salah orang restoran ini bukan milik Pras melainkan milik saya, lagi pula saya tidak mengenal dengan orang yang Anda sebutkan" Masih dengan nada yang ramah Lucky menghadapinya

__ADS_1


"Baiklah, mungkin ada yang bisa saya bantu untuk menyelesaikan masalah yang ibu alami di restoran kami?" Lucky tidak ingin membuang waktu hanya untuk menghadapi pengunjung yang tidak beretika


"Kami akan menggugat restoran ini karena dengan seenaknya memberikan makanan yang saya pesan tidak sesuai dengan permintaan saya" Mendengar perkataan ibu itu Lucky tersenyum lagi


"Maksudnya tidak sesuai dengan permintaan ibu apa ya? Mungkin bisa dikatakan lebih detail lagi karena selama ini tidak pernah ada yang komplain dengan makanan yang ada di restoran ini semua sesuai dengan keinginan pelanggan dan kami mempunyai standar operasional yang cukup baik dan tidak pernah membuat pengunjung kecewa" Lucky meminta penjelasan yang lebih detail lagi agar tidak salah langkah dalam menyelesaikan permasalahan ini


"Makanan di sini tidak sesuai standar, ada daging yang masih mentah pada piring yang disajikan, lagi pula rasanya sangat asin dan tidak ada yang istimewa sama sekali" Sebenarnya ibu itu sudah salah mengira dari pemilik restoran, namun dia juga tidak mau malu dihadapan pengunjung yang lain akhirnya dia berbohong dan dia berharap akan mendapatkan ganti rugi dari aksinya kali ini


"Di meja mana ibu duduk dan coba bawa sini piring yang disajikan untuk anda nyonya" Lucky ingin melihat sendiri apakah benar dengar yang dikatakan ibu ini


"Mbak, tolong bawa ke sini piring ibu ini" Karena si ini tidak kunjung mengambil Lucky memilih untuk memerintahkan salah satu karyawannya untuk mengambilkannya


"Kalau sampai kamu menemukan daging itu, kamu benar-benar akan saya tuntut" Masih dengan suara tinggi ibu paruh baya mengoperasikan


"Baiklah silakan dipikirkan dulu tuntutan apa yang akan nyonya pilih" Masih dengan santai Lucky menanggapi omelan pengunjungnya


Piring sudah diletakkan di atas meja depan Lucky, dengan pelan Lucky mengaduk makanan untuk memastikan makanan itu memang tidak layak untuk dikonsumsi. Setelah beberapa kali mengaduk, Lucky langsung melempar piring di hadapannya dan berkata


"Apaan ini"

__ADS_1


__ADS_2