CERITA CINTA ANAK SMK

CERITA CINTA ANAK SMK
92


__ADS_3

"Iya, Kakak sudah gila" Lucky kini merubah mimik wajahnya dengan sedikit cemberut dan seolah akan menangis


"Kok bisa? Kalau begitu besok Nia anterin kakak ke psikiater saja bagaimana? Nia siap kok mendampingi kakak sampai sembuh" Nia tidak sadar jika dirinya kini hanya dipermainkan oleh Lucky dan menganggap benar apa yang dia dengar dari mulut Lucky


"Kamu tahu, kakak gila karena apa?" Kini mata Lucky dibuat melotot hingga membuat Nia menjadi ketakutan


"Me... memangnya karena apa?" Dengan terbata-bata Nia memberanikan bertanya


"Ya karena kamulah....." Dengan santainya Lucky berbicara dengan tertawa terbahak-bahak


"Tidak, kakak masih waras kok... Kakak hanya gila saja karena setelah sepuluh tahun kita terpisah dan kini sudah bertemu tetapi belum bisa hidup bersama denganmu" Namun itu hanyalah akal-akalan Lucky agar bisa mengobrol dengan Nia, sebenarnya dia juga sudah sadar dengan usia mereka yang masih berstatua pelajar tidak mungkin bisa hidup bersama


Mereka berdua berbicara sampai larut malam, Nia sampai ketiduran di seberang sana. Hanya bisa bergumam ketika Lucky menanyakan sesuatu itupun tidak dicerna olehnya dengan benar. Karena Nia hanya bilang iya, iya dan iya ketika ditanya, akhirnya Lucky mengeluarkan pertanyaan yang cukup mengejutkan


"Kakak boleh tanya tidak?" Lucky memancing jawaban Nia agar mengucapkan kata "iya"


"Iya, Boleh" Jawaban yang ditunggu Lucky sudah keluar juga dari mulut Nia


"Boleh tidak kakak ke dapur ambil minum dulu?"


"Iya, boleh"


Lucky berpura-pura meninggalkan handphonenya dan berlalu menuju dapur, setelah beberapa menit dia kembali mengangkat handphonenya lagi


"Hallo, apa Nia masih di situ?"


"He.... em"


"Apakah kakak boleh ke rumah sekarang?"


"Iya"


"Tidur di sampingmu?"

__ADS_1


"Iya"


"Memel*kmu?"


"Iya"


Tapi setelah sadar Nia berteriak dan membuka matanya dengan lebar....


"Kakak tadi bilang apa?"


"Kakak tidak bilang apapun, tungguin kakak ya...." Lucky semakin gencar menggoda Nia dengan mengerlingkan sebelah matanya


"Kakak ganti baju dulu, pakai parfum dan ambil kunci motor segera meluncur ke sana"


"Tidak..... tidak..... tidak.... Kakak tidak boleh ke rumah malam ini, karena Mama dan Papa serta Kak Malem sedang ada acara di luar" Nia berteriak menolak kedatangan Lucky ke rumahnya dengan menggerakkan kedua tangannya ke kiri dan ke kanan bergantian sambil geleng-geleng kepala


"Kebetulan dong, jadi tidak ada yang akan mengganggu" Lucky masih saja menggodanya


"Jangan Kak...., Nia takut...." Kali ini Nia memohon dengan menangkupkan kedua tangannya


*****


Pagi hari di meja makan Rahma tersenyum dengan penuh arti ketika melihat putra semata wayangnya menuruni tangga dan berjalan sambil bersiul menuju ke meja makan menghampiri dirinya yang sedang menyiapkan sarapan untuk mereka.


"Selamat pagi Nak, bahagia banget kayaknya anak Bunda satu ini" Lucky tersenyum simpul mendengar perkataan sang Bunda


"Bunda bisa saja, kita sarapan pakai apa Bund?" Lucky berusaha mengalihkan pembicaraan


"Tidak usah menyembunyikan sesuatu dari bunda, Bunda tahu kok semalam kamu telponan dengan Nia kan....?" Rahma tidak sabar mendengar pengakuan anaknya


"Apa sih Bund, Lucky tidak menyembunyikan apapun" Lucky masih berusaha untuk menutupi


"Kalau tidak mau jujur juga tidak apa, cepat sarapan dan segera berangkat jangan lupa jemput menantu Bunda, kalau sampai telat kamu bakal tahu akibatnya" Rahma mengancam sang putra jika dia tidak segera berangkat

__ADS_1


"Baik Bunda, Lucky akan segera berangkat" Selesai sarapan Lucky bergegas menuju garasi mengeluarkan motornya, namun alangkah kagetnya kedua ban motornya kempes semua, diapun kembali berlari ke dalam dan sudah disambut sang Bunda


"Ada apa Luck?" Rahma bertanya seolah-olah dia tidak mengetahui apa yang terjadi dengan motor anaknya


"Ban sepeda motor Lucky kempes Bund" Lucky menjawab sang Bunda sambil berlari menuju ke kamarnya untuk mengambil kunci mobilnya


Namun, alangkah malangnya nasib Lucky kini kunci mobil yang dia cari tidak kunjung dia temukan, Rahma senyun-senyum melihat tingkah anaknya karena sebenarnya semua yang terjadi dipagi ini adalah akibat ulahnya.


Flashback On


Rahma mendengar semua pembicaraan antara Lucky dan Nia melalui panggilan handphone. Kemudian Rahma memikirkan apa yang akan dia lakukan.


Rahma menghubungi seseorang untuk melakukan sesuatu, diapun beraksi di rumahnya dengan cara mengempeskan kedua ban motor Lucky dan menyimpan kunci mobil milik Lucky yang dia ambil dari kamar Lucky ketika sang putra sudah terlelap.


Flashback Off


Lucky berlari ke sana kemari mencari kuncinya dan berteriak "Bunda..., Bunda lihat kunci mobil Lucky tidak?"


"Bukannya semalam sudah kamu simpan?" Rahma cekikian menjawab pertanyaan Lucky


"Iya, semalam Lucky taruh di meja belajar Lucky, tapi anehnya sekarang tidak ada. Apa ketinggalan di ruang depan, tolong bantu carikan dong Bun" Lucky frustasi mencari keberadaan kunci mobilnya yang tidak kunjung ketemu


"Iya, Bunda bantu mencarinya" Rahma pura-pura ikut mencari di meja ruang tamu di ruang keluarga dan juga di ruang lainnya


"Sekali lagi bunda tekankan, kalau kamu sampai telat menjemput Nia atau dia berangkat sendiri dan terjadi apa-apa dengannya, kamu harus menanggungnya" Rahma mengeluarkan ancamannya lagi


"Iya Bundaku sayang..... yang penting sekarang kunci mobil ketemu dulu dan Lucky pastikan tidak akan terjadi apapun terhadap Nia"


****


Nia sudah menunggu beberapa saat dan kini jarum jam yang panjang sudah menunjukkan ke angka sebelas, itu pertanda sekolah sudah akan tutup tanda-tanda Lucky datang menjemputpun belum terlihat dan tidak ada kabar sama sekali dari dia. Nia sudah mencoba menghubungi nomor milik Lucky namun tidak ada respon darinya.


Nia berencana berangkat bersama dengan Nalen namun naasnya sudah berangkat beberapa menit yang lalu. Nia menghidupkan aplikasi ojek online dan memesan kendaraan untuk mengantarnya ke sekolah. Sebelum naik ojek Nia mengirim pesan ke Lucky kalau dia sudah berangkat naik ojek.

__ADS_1


Nia berangkat ke sekolah dengan naik ojek online tanpa berpikir macam-macam, baru beberapa menit ojek di pesan kini tukang ojek sudah berada di depan gerbang rumahnya. Nia bergegas keluar gerbang dan segera berangkat. Setelah menempuh perjalanan beberapa kilo tukang ojek meminta ijin untuk mampir ke pom terlebih dahulu untuk mengisi bahan bakar, Namun menyetujuinya dan menunggunya di pintu keluar pom. Tanpa disadari olehnya ada seseorang yang mendekat dan langsung menyekapnya dengan sapu tangan hingga tidak sadarkan diri dan dimasukkan ke dalam mobil.


__ADS_2