CERITA CINTA ANAK SMK

CERITA CINTA ANAK SMK
116


__ADS_3

"Tapi, anehnya dia memesan makanan bukan untuk dirinya sendiri, melainkan untuk orang lain, setelah gue lihat ternyata pesanan itu untuk seorang cewek. Kemungkinan besar dia memberi kejutan untuk pacarnya" Lanjut Farhan


Lucky mengernyitkan keningnya mendengar pernyataan Farhan, menurutnya mungkin pesanan itu untuk Nia.


"Maksud Lo, dia memesan makanan untuk orang lain? Apakah Lo tahu kejadian berikutnya?" Lucky ingin lebih banyak informasi


"Iya, dia pesan makanan untuk seorang wanita. Kejadian berikutnya mungkin cewek tersebut sangat bahagia mendapat kejutan dari pacarnya, gue langsung pergi setelah melihat pesanan itu" Awalnya Lucky senang mendengar Farhan berkata jika yang memesan makanan untuk seorang cewek adalah teman mereka, namun seketika. kecewa mendengar dia tidak tahu kejadian berikutnya


"Sayang sekali, Lo tidak tahu kejadian berikutnya" Lucky benar-benar terlihat frustasi


"Ada apa sebenarnya?" Farhan malah ikut penasaran


"Tidak ada kok" Lucky tidak ingin berbicara sembarangan dengan orang mengenai rencananya untuk menyelidiki kejadian yang menimpa kekasihnya, apalagi dengan pemilik tempat terjadinya peristiwa


Tidak hanya itu alasan Lucky tidak melanjutkan ceritanya, melainkan ada seseorang yang tengah berjalan ke arahnya dan diapun sangat mengenalnya. Lucky berniat untuk pergi setelah tahu siapa cewek yang mendekat ke arahnya, karena Lucky tidak ingin ada pembicaraan yang tidak ada gunanya, namun sebelum dia berdiri sudah ditahan oleh Farhan karena hendak dikenalkan dengan pacarnya yang sudah lama dia kejar dan baru sebulan jadian.


"Buru-buru amat, mau kemana sih? Tunggu sebentar biar gue kenalin dengan pacar gue, itu dia" Farhan menunjuk ke arah wanita yang hendak Lucky hindari, karena tidak ingin mengecewakan temannya, Lucky terpaksa duduk lagi menunggu wanita itu mendekat ke mejanya


"Hallo say*ang, kok lama banget?" Sapa Farhan ketika wanita itu sudah berada di sampingnya

__ADS_1


"Kenalin, dia Rasya, pasti kamu lupa dia salah satu teman sekolah kita dulu" Lanjut Farhan mengenalkan Lucky kepada pacarnya


"Dan ini pacar gue yang paling cantik dan tidak ada yang bisa menandinginya, Manda" Dengan percaya diri dan membanggakan Farhan mengenalkan pacarnya


"Hai Sya, apa kabar? "Sapa Manda tanpa basa-basi, yang membuat Farhan sedikit kaget


"Kalian sudah saling kenal? Bukannya dulu kalian tidak satu kelas, kok bisa kenal"' Farhan ingin memastikan bahwa dia tidak salah dengar


"Kami dulu adalah tetangga dekat, pastinya kami kenal" Lucky menjelaskan agar tidak terjadi kesalah pahaman


"Oh.... berarti kalian teman main ya waktu kecil?" Farhan mengerti dengan perkataan Lucky


Lucky segera berlalu dari mereka dan menyelesaikan pembayaran di kasir restoran, menunggu Vicky dan Danny yang sedang berusaha mendapatkan informasi yang mungkin bisa membantu dalam menyelesaikan teka-teki yang membuat Nia menderita.


Lucky menghubungi keduanya untuk segera keluar dari restoran apapun hasilnya. Setelah mereka keluar, Lucky mengajak keduanya ke rumah sakit dimana Nia dirawat untuk membicarakan dengan Nalen, langkah apa yang akan mereka ambil untuk dapat mengetahui siapa pelakunya.


Di rumah sakit, Nalen hanya sendirian menunggu adiknya yang masih terlihat lemah namun sudah banyak perkembangan dari sebelumnya. Nara yang kebetulan malam ini tidak memiliki jadwal penting menyempatkan diri menjenguk Nia di rumah sakit sekedar memberikan dukungan moril kepadanya.


"Bagaimana keadaan Nia?" Nara memulai percakapan dengan Nalen yang duduk sendirian di kursi tunggu depan kamar Nia

__ADS_1


"Sudah lumayan dibandingkan dengan tadi siang" Jawab Nalen singkat


"Apakah ada yang serius?" Tanya Nara lagi


"Menurut dokter ada kemungkinan kesengajaan pemberian racun kepada Nia" Nalen sebenarnya masih belum bisa percaya sepenuhnya dengan pernyataan dokter tersebut


"Dan kamu hanya diam saja, tidak mencoba mencari tahu kebenarannya?" Nara mulai melayangkan protesnya


"Bukannya tidak mau mencarinya, tapi kamu tahu sendiri orang tuaku masih di luar kota dan tidak ada yang menemani Nia di sini, tapi tenang saja Lucky sudah mulai jalan untuk mencari kebenaran dibantu oleh kedua sahabatnya" Nalen tidak ingin Nara salah paham dengannya


"Kemudian, bagaimana dengan hasilnya, apakah mereka bisa mendapatkan dengan mudah? Tapi saya yakin mereka akan mengalami sedikit kendala" Nara tidak menyepelekan usaha Lucky, namunenurut pengetahuannya pemilik tempat tidak akan mudah memberikan suatu informasi kepada orang asing kecuali untuk keperluan penyidikan lebih lanjut.


"Mudah-mudahan mereka diberi kemudahan dan memperoleh gambaran pelakunya" Nalen masih berharap besar dengan usaha yang Lucky tempuh


Lucky beserta kedua sahabatnya berjalan menyusuri koridor rumah sakit yang sudah cukup lengang karena waktu juga sudah menunjukkan pukul sepuluh malam, banyak dari para penunggj pasien memilih untuk istirahat. Pintu ruang rawat inap Nia bergetar beberapa kali dengan ketukan Lucky dari luar kamar.


Setelah mendapatkan sahutan dari dalam Lucky membuka pintu dan masuk ke ruang rawat Nia. menenteng sebuah kantong yang berisi beberapa makanan, ada buah juga beberapa makanan ringan tidak lupa beberapa botol air mineral.


"Bagaimana hasilnya Luck?" Nalen cukup penasaran dengan hasil kerja Lucky dalam beberapa jam belakang ini

__ADS_1


__ADS_2