
Setelah selesai membantu Pras untuk membereskan pekerjaannya, Nia terlelap pada sebuah sofa panjang yang berada di dalam kantor Pras. Sedangkan Pras keluar untuk bertemu dengan klien yang akan bekerja sama dengannya membuka outlet baru.
Hingga pukul sembilan malam Nia baru bangun dari tidurnya, dia terkejut setelah membuka mata dan tidak berada di kamarnya melainkan di ruang kantor milik mertuanya, ada rasa tidak enak dalam hati Nia karena tertidur. Nia keluar kantor dan bertanya kepada salah satu karyawan yang sedang sibuk mengantarkan pesanan kepada pel*nggan tentang keberadaan mertuanya.
"Mas, mau tanya, Dimana Pak Pras berada?"
"Sudah sejak tadi Bapak belum juga kembali mbak"
"Oh, Terima kasih mas... selamat bekerja kembali... semangat ya...."
Nia beruntung sejak tadi mertuanya tidak berada di kantor, hingga dia tidak harus menahan malu jika nanti bertemi dengan beliau.
Ketika outlet hampir tutup, Pras baru tiba dan langsung mencari keberadaan menantunya yang kini sedang duduk sendiri sambil menikmati makanan ringan.
"Maaf ya Nak... Papa lupa ninggalin kamu di sini"
Mereka segera meninggalkan outlet ayam milik Pras menuju rumah Lucky, Pras mengemudi sendiri karena sopirya sudah ijin sejak sore tadi.
*****
Sudah jam segini, tapi belum ada kabar juga dari pihak yang dimintai pertolongan oleh Lucky. Lucky mondari-mandir di teras rumahnya ditemani oleh Vicky dan Danny.
"Mengapa belum ada kabar juga sampai saat ini, sebenarnya mereka bisa bekerja tidak... hah" Lucky mulai uring-uringan dan melampiaskan kepada sahabatnya
"Gue harus pergi mencarinya sendiri, takutnya Nia dibawa oleh Manda dan disakiti"
Lucky mengambil kunci motor dan juga jaket tidak lupa helm kesayangannya. Motor sudah keluar dari garasi dan bersiap untuk membelah jalanan yang sudah tidak seramai sore tadi.
Dari jalan depan menuju halaman ada mobil warna hitam masuk. Berhati-hati dan sangat pelan menandakan jika sang pengemudi bukan tipe orang yang ugal-ugalan. Mobil terparkir tepat di depan garasi dimana Lucky saat ini berada di atas motornya.
Pras keluar dengan wajah marah dan menghampiri anaknya.
"Turun..." Titah Pras kepada Lucky yang sudah rapi
"Yah, Lucky harus pergi mencari Nia"
__ADS_1
"Sejak tadi kamu kemana saja, hingga baru saat ini akan pergi mencari istrimu, bagaimana jika ada orang jahat yang membawanya pergi dan kami tidak akan pernah bertemu lagi, terus kalau sampai orang tua Nia bertanya, kamu mau jawab apa?"
"Lucky tidak hanya berdiam diri Yah.... Lucky juga sudah mencari bantuan untuk mencari Nia, bahkan Danny dan Vicky juga ikut membantu" Kedua ayah dan anak saling beradu argumen tidak mau disalahkan
"Terus, apa hasilnya...?? Ayah juga yang menemukannya, sedangkan kamu hanya santai duduk di rumah"
"Benar Ay..... Sebentar... tadi ayah bilang apa? Apakah ayah menemukan Nia?"
"Dimana Yah..."
"Di dalam mobil ayah, sekarang dia tidur di kursi belakang. Jangan sampai dia terbangun dari tidurnya, kalau sampai Nia terbangun... kamu akan ayah hajar"
Lucky membuka pintu mobil milik ayahnya dengan hati-hati, dia takut bisa membangunkan Nia yang sedang terlelap di sana. Bukan karena takut akan ancaman ayahnya, namun karena dia merasa bersalah tidak bisa menemukan istrinya disaat dia tidak membawa uang ataupun handphone.
"Terima kasih ayah... " Lucky berlalu meninggalkan Pras yang masih berada di luar dengan Nia berada di dekapannya
Pras hanya tersenyum melihat anaknya yang terlihat sangat bahagia setelah sejak siang mencari kesana-kemari.
"Om, masuk dulu...." Vicky memanggik Pras yang masih berada di luar rumah dan hendak memasukkan sepeda motor milik Lucky ke garasi
"Iya, sebentar"
Mereka berkumpul di ruang keluarga setelah Lucky membaringkan Nia di kamarnya, mengobrol sambil menikmati makanan.
****
"Tidak aku sangka kamu lebih licik dari pada aku" Manda berbicara dengan Farhan melalui sambungan telepon
"Maksud kamu apa?"
"Tidak ada yang tidak perlu kamu tutupi, aku sudah tahu apa yang kamu lakukan dengan laporan mereka di kantor polisi"
"Bukan licik, namun hanya melakukan strategi pencegahan agar semua bisa dikendalikan"
"Bagaiamana dengan mereka, apakah mereka tidak curiga dengan polisi gadungan yang kamu pekerjakan?"
__ADS_1
"Mereka tidak curiga sama sekali, kebetulan waktu itu semua polisi sedang melakukan apel pagi dan tidak ada seorangpun yang berada di ruangan depan"
"Wow, benar-benar sangat berpihak dengan rencanamu, Tidak kusangka bisa menemukan rekan kerja sangat kompeten dan profesional sepertimu"
"Kamu memujiku? Tapi sayangnya aku tidak terpengaruh dengan pujiannu itu"
Mereka menghentikan obrolan melalui telephone dan melanjutkan aktivitas masing-masing.
"Aku harus mempersiapkan rencana sendiri, sebelum Farhan memanfaatkan keadaanku" Manda berbicara sendiri sambil duduk di kursi teras menikmati malam yang sudah kian gelap dan sudah tidak ada orang yang berlalu lalang di jalan depan
Malam kian larut, mata Manda semakin berat untuk tetap terjaga, memasuki kamar dan menguncinya dari dalam dan menikmati mimpi indah dalam tidurnya. Malam ini Manda tidak ingin memikirkan rencana apa yang akan dia lakukan. Dalam benaknya hanya ingin istirahat dengan tenang dan kembali segar keesokan harinya.
****
"Ayah sebenarnya bertwmu dengan Nia di mana?" Atau sebenarnya Ayah sudah bertemu dengan Nia sejak siang?" Lucky mengajukan beberapa pertanyaan sekaligus
"Memang" Pras menjawab dengan santai
"Jadi...."
"Tidak boleh? Itu hanya sedikit untuk memberikan peringatan kepadamu" Pras memandang tajam ke arah Lucky
"Iya ayah, Lucky akan hati-hati dan selalu melindunginya"
"Ayah harus segera kembali, Bunda di rumah sendirian. Kasihan dia"
"Salam untuk Bunda Yah..... Lucky janji tidak akan pernah terulang lagi kejadian seperti ini"
Pras menepuk pundak anaknya untuk memberikan dorongan moril kepada anak semata wayangnya. Beliau segera menaiki mobil hitamnya membelah jalanan menuju rumah.
Hari sudah cukup malam, Danny dan Vicky juga berpamitan kepada Lucky. Tidak lupa Lucky juga berterima kasih kepada mereka yang sudah membantu dan mendukungnya sejak siang tadi.
"Ada yang aneh dengan kantor polisi yang kalian datangi tadi pagi" Danny lupa memberikan informasi itu kepada Lucky dan baru teringat ketika dia hendak meninggalkan kediaman Lucky
"Ada yang aneh bagaimana, mereka mencatat semua aduan kami dan akan segera melaporkan jika mendapatkan titik terang masalah yang kami laporkan" Lucky tidak curiga sama sekali dengan polisi yang menerima laporannya
__ADS_1
"Salah satu polisi di sana bilang bahwa hari ini tidak ada yang membuat laporan ke kantor" Lanjut Danny. Dan segera naik ke atas motor yang sudah ada Vicky di atas sana
"Kalian harus lebih berhati-hati jangan lengah menjaga Nia" Lanjut Danny memberikan saran kepada Lucky