CERITA CINTA ANAK SMK

CERITA CINTA ANAK SMK
48


__ADS_3

Semua tenda sudah berdiri ketika hari sudah mulai sore, mereka membagi tugas untuk mencari kayu bakar sebagai perapian untuk menghalau binatang buas agar tidak mendekat, mengambil air dan juga mempersiapkan semua perlengkapan yang di bawa dari mobil.


Mereka makan malam sangat sederhana jika dibandingkan dengan yang setiap hari mereka makan di rumah dan hanya beralaskan tikar yang tebalnya tidak seberapa namun mereka sangat menikmatinya. Makan malam langsung berada di alam di bawah langit dengan cahaya rembulan dan bintang-bintang bertaburan di sana.


Camping kali ini tidak hanya bersenang-senang semata, mereka berenam mempunyai tujuan ingin membahas sesuatu yang cukup penting, membahas masalah yang menimpa Nia beberapa hari yang lalu. Nalen mengeluarkan laptopnya yang berisi bukti-bukti yang mengarah kepada seseorang, setelah sebelumnya dia menceritakan awal dari kecurigaannya.


"Kenapa bawa laptop segala?" Vicky yang penasaran langsung saja bertanya


"Ok, akan gue perlihatkan kepada kalian apa yang ada di dalam sini, mungkin diantara kalian ada yang mengenalnya." Nalen mulai menghidupkan laptop di depan teman-temannya


Di putarnya video rekaman CCTV yang telah diperolehnya berkat bantuan Nara yang saat itu kebetulan sedang bersembunyi dari seseorang.


(Maaf, sebenarnya saya sendiri kurang begitu tahu apakah bisa atau tidak CCTV seluruh kota di retas secara bersamaan serta mencari kronologi suatu kejadian, ini hanyalah kehaluan saya sendiri (harusnya sih bisa), berharap CCTV bisa membuktikan suatu kasus)


Terlihat jelas di sana, dengan setting di luar sekolah mereka menggambarkan ada seorang cewek yang bukan siswa dari SMK yang sama tengah berdiri bersandar pada pintu mobil, dan tidak lama dihampiri oleh seorang siswi dari SMK ini, namun hanya terlihat punggungnya saja, mereka berbicara serius satu sama lain dan cewek yang membawa mobil membuka mobil dan mengambil barang kemudian memberikan sesuatu kepada Siswa yang hanya terlihat punggungnya, kemudian mereka berpisah dengan tujuan masing-masing. Diperbesarnya gambar yang menayangkan barang yang diberikan disana tergambar seperti memberikan benda yang mirip dengan kalajengking.


Sontak semua mata melebar melihat adegan yang ada di depan mereka. Mereka tidak menyangka mainan cewek-cewek itu adalah kalajengking.


"Wah.... wah... mengapa mereka mainannya kalajengking?" Danny berdecak kagum ada cewek yang mainan binatang seperti itu.


"Bukan untuk mainan, mungkin mereka merencanakan sesuatu yang jahat kepada orang lain" Vicky ikut berkomentar

__ADS_1


"Tumben pinter..." Lucky menimpali perkataan Vicky


"Iya, karena pada waktu gue lewat di dekat mereka, sepertinya mereka akan meletakkan di dalam tas seseorang, itulah kata-kata yang sedikit gue dengar" Nalen mengeluarkan apa yang selama ini dia pendam, selama beberapa hari ini


Nia teringat akan kejadian ada ular di dalam tasnya waktu itu, dia mulai gemetar apa mungkin binatang itu sebenarnya yang akan mereka taruh di dalam tasnya.


"Kak, apa mungkin sebenarnya mereka ingin berbuat jahat kepada Nia?"Nia gemetar ketakutan andai benar binatang itu yang ada di dalam tasnya, meskipun sama-sama binatang buas, tapi waktu itu hanyalah mainan.


" Mengapa harus ke kamu, memangnya kamu kenal dengan mereka?"Tanya Nalen


"Tidak, Nia tidak kenal mereka sebelumnya, tapi setelah sampai di sana, Sonya, siswa yang menerima binatang itu, memintaku untuk sekamar dengan dia, trus waktu Nia beli obat, cewek itu berusaha menyakiti Nia" Nia mengingat semua hal yang menimpanya saat itu,


"Apa mungkin dia naksir Lo?" Tanya Vicky


"Dulu dia pernah mengungkapkan perasaannya ke gue, tapi kalian semua tahu, hati ini sudah ada yang mengisi sejak dulu?" Lucky berkata seperi itu sambil memandang Nia tanpa berkedip


"Iya, teman kecil lo itu kan?" Danny berkomentar


"Dan dia sekarang berada bersama kita di sini, yang tidak akan mungkin gue lepas lagi selamanya, apapun yang terjadi gue akan melindunginya" Lucky berkata dengan sungguh-sungguh


Semua mata melongo mendengar penuturan Lucky, namun tidak dengan Nalen yang sudah mengetahuinya sejak lama, bahkan sejak kecil Lucky pernah bicara hal sama, tapi waktu itu dia hanya menganggapnya bualan seorang anak kecil yang tidak pernah dia menyangka akan keseriusan itu tetap ada di dalam hati Lucky. Dia merasa beruntung jika adiknya benar bisa bersama Lucky, mungkin dia akan disayang dan dimanjakan oleh Lucky yang telah mengetahui bagaimana sifat dan watak Nia dari dulu.

__ADS_1


"Tapi kalau memang kejadian yang menimpaku kemarin hasil dari tindakan Sonya, juga tidak mungkin, bukannya yang ada di dalam tasku mainan ular, bukan kalajengking?" Semua yang ada di sana membenarkan peristiwa itu yang ada di dalam tas Nia bukan kalajengking, semua berkesimpulan bukan Sonya orangnya


"Lagi pula waktu itu Sonya juga ketakutan melihat ada ular di dalam tasku, jadi mustahil dia pelakunya" Lanjut Nia


"Benar juga, berarti ada pihak lain yang melakukannya" Nalen menyimpulkan


"Mengapa semua orang ingin berbuat jahat kepada Nia sih, padahal Nia tidak pernah mengusik mereka, jangankan mengusik kenal saja tidak" Nia mulai kesal dengan apa yang menimpanya setahun terakhir


"Karena lo dekat dengan Lucky" Vicky menjawab terus terang


"Lalu, apa hubungannya dengan hal itu?" Nia semakin tidak mengerti apa yang dimaksud Vicky


"Ya, bisa jadi mereka naksir Lucky tapi mereka tidak mendapat tanggapan dari Lucky akhirnya mereka menyerang lo untuk menarik perhatian Lucky" Danny menganalisa, karena yang berbuat jahat ke Nia perempuan


"Lha bukannya hati Kak Lucky sudah ada yang mengisi, mengapa tidak ke orang itu, mengapa harus ke Nia, kita dekat juga karena kita dulu sudah kenal, tidak hanya sekarang ini" Nia semakin kesal, bukannya selama ini dia dan Lucky tidak ada hubungan apa-apa, ya memang akhir-akhir ini Lucky pernah mengutarakan perasaannya dan mengatakan sebenarnya dialah yang dia suka sejak kecil, namun Nia masih belum bisa mempercayainya, karena dulu dia sangat jelak dibandingkan dengan teman-temannya sebayanya. Ada satu teman kecilnya dulu yang cantik dari dulu, dalam hatinya mungkin Lucky salah orang yang harusnya disukai bukan Nia tapi anak itu.


"Kan, sudah aku bilang beberapa kali, gadis itu kamu, berarti kamu masih belum mempercayainya, terus bagaiman membuatmu percaya bahwa memang engkaulah yang selama ini mengisi hatimu" Lucky berkata dalam hati sambil mengeluarkan kata "Huft.... Sabar..."


"Kenapa lo Luck, mencari kebenaran memang harus sabar..." Vicky berkata seperti itu mengira bahwa Lucky mulai kesal mengapa tidak mudah mencari pelakunya


"Sudah, sudah lebih baik kita pikirkan beberapa kemungkinan lain, dibanding harus berdebat tidak berguna" Nara mencoba menengahi perdebatan yang semakin tidak ada kaitannya dengan kejadian yang menimpa Nia

__ADS_1


__ADS_2