CERITA CINTA ANAK SMK

CERITA CINTA ANAK SMK
49


__ADS_3

"Berarti di sini kita mendapatkan seorang tersangka ataupun dalangnya yaitu Manda, Apakan Lucky mengenal Sonya?" Nara mencoba menganalisa


"Tidak, gue baru tahu yang namanya Sonya ketika gue membantu Nia membuang ular yang ada di tas Nia"


"Apakah Nia sebelum kegiatan kenal dengan Sonya?" Nara menginterogasi untuk membuat kesimpulan


"Tidak Kak, Nia tidak kenal dia, tapi dia minta sekamar dengan Nia"


"Bagaimana dengan Risma dan juga Nana?"


"Risma adalah teman sekelas Nia, tapi Nia tidak begitu dekat dengannya, sedangkan Nana adalah satu-satunya sahabat yang Nia punya di sekolah"


"Apakah Nia tahu bagaimana kehidupan Nana?"


"Kalau menurut pengajian Nana kepada Nia, dia temasuk dari keluarga menengah ke bawah, bahkan Nia pernah melihat dia memakai baju yang menurut Nia sangat lusuh, tapi di hari yang sama Nia bertemu lagi di mall dengan memakai baju yang lumayan bagus dan terawat, bahkan waktu itu Kak Lucky juga melihatnya"


"Ok, sepertinya kita tidak perlu menyelidiki Risma, yang harus kita cari tahu lebih mendalam adalah Manda, Sonya dan juga Nana. Karena menurutku ada yang janggal dalam diri Nana" Nara menyimpulkan dari hasil pembicaraan dengan Nia dan Lucky


Semua menyetujui dengan apa yang dijabarkan oleh Nara, karena apa yang disampaikan cukup masuk akal, Manda adalah salah satu cewek yang terobsesi dengan Lucky, Sedangkan Sonya dan dan Nana belum diketahui motifnya.


Malam semakin larut, mereka memilih untuk istirahat, Nara berdua dengan Nia, Nalen dengan Lucky dan Danny dengan Vicky, antara kelompok Nalen dan Danny harus bergantian menjaga nyala api agar tidak padam supaya tidak ada binatang berbahaya yang mendekat.

__ADS_1


Di dalam tenda, Nara berbincang-bincang dengan Nia, menanyakan tentang kebenaran perasaa yang diungkapkan oleh Lucky,


"Sebenarnya bagaimana perasaanmu terhadap Lucky?" Nara menanyakan perasaan pribadi Nia terhadap Lucky


"Sebenarnya Nia masih ragu dengan perasaan Nia sendiri, pasalnya Nia kenal Kak Lucky waktu kita masih kecil dulu, waktu itu Nia cukup dekil, jadi tidak mungkin Kak Lucky mempunyai perasaan terhadap Nia sejak masih kecil dulu, mungkin Kak Lucky salah paham, yang menganggap Nia adalah salah satu teman Nia yang cukup cantik waktu kecil dulu" Nia tidak cukup percaya diri meskipun Lucky berulang kali mengatakan hal yang sama


"Mengapa tidak kamu coba, kamu terima dulu apa yang diutarakan oleh Lucky padamu, sepertinya dia memang sungguh-sungguh menyukaimu, tapi aku sarankan jangan terlalu dalam terbawa perasaan sebelum kamu benar yakin dengan perasaanmu" Nara memberikan saran kepada Nia


"Sebenarnya hari ini adalah batas waktu, Nia memberikan jawaban, namun kami belum ada kesempatan untuk berbicara berdua, mungkin akan Nia coba terlebih dahulu untuk menerima Kak Lucky, apapun konsekuensinya"


Mereka berdua terlalu dalam obrolan hingga larut malam, hingga mata sudah tidak sanggup untuk dibuka lagi dan kini terlelap dalam tidur yang cukup nyaman.


***


"Apakah kami sungguh masih menyukai adik gue, rasanya gue tidak bisa percaya seratus persen setelah sekian lama kita terpisah, lo masih mempunyai rasa yang sama seperti waktu kita kecil dulu, lo dikelilingi oleh cewek-cewek cantik, tidak mungkin lo tidak memiliki hubungan dengan salah satu cewek tersebut" Nalen mengutarakan seluruhnya, apa yang ingin dia ketahui dari seorang cowok yang katanya sangat menyukai adiknya, dia tidak ingin adiknya berada digenggaman cowok yang salah.


"Mungkin lo tidak percaya jika saat ini gue berkata, jika selama ini gue tidak memiliki hubungan apapun dengan salah satu cewek itu, jangankan memiliki hibungan, perasaan suka saja tidak terbersit sedikitpun dibenakku, entah mengapa adikmu yang selalu ada di sini" Lucky memegang dadanya dan mengatakan dengan sungguh-sungguh,


"Kalau memang benar apa yang lo katakan, gue akan merestui kalian asalkan, Nia mau menerimamu dengan tulus, namun jika lo sampai menyakiti adik gue, mungkin gue yang akan langsung turun tangan menghajarmu, meskipun engkau adalah sahabatku" Nalen benar-benar melindungi adiknya


"Lo, bisa pegang kata-kata gue, gue tidak akan pernah membuat adik lo menangis, tidak akan membuat adik lo menderita, bahkan saat ini gue sudah menyiapkan semuanya untuk kehidupan kami di masa mendatang, gue sudah merintis usaha rumah makan yang sudah lumayan ramai, bahkan Nia pernah gue ajak ke sana, namun dia tidak tahu kalau restoran itu milik gue sendiri, restoran itu gue rintis dari uang saku gue waktu SMP, dan sekarang sudah berjalan hampir dua tahun" Nalen menceritakan kesungguhannya dalam mempersiapkan segalanya agar nantinya tidak merepotkan orang tua

__ADS_1


"Namun, apabila orang tuamu tidak menyetunuinya bagaimana?" Nalen tetap waspada dengan segala kemungkinan


"Gue tetap dengan pendirian gue, sekarang gue sudah dewasa, mereka tidak berhak mengatur atas hidup gue, gue akan tetap mempertahankan Nia dan berusaha meyakinkan mereka bahwa ini adalah yang terbaik bagi hidup Lucky"


"Baiklah, akan gue lihat bagaimana ke depannya" Nalen mengakhiri pembicaraan mereka ketika mata sudah tidak sanggup untuk tetap terjaga, karena mereka nanti akan menggantikan Danny dan Vicky untuk menjaga perapian.


****"


Bahkan antara Danny dan juga Vicky juga terjadi pembicaraan mengenai hubungan Lucky dan Nia, hubungan mereka seperti topik yang asyik untuk dibicarakan.


"Dan, sebenarnya lo tahu tidak, bagaimana perasaan Lucky ke Nia?" Vicky bertanya kepada Danny karena selama ini dia sendiri belum pernah. mendengar cerita cinta seorang Lucky yang ternyata hatinya sudah tertambat pada seseorang sejak masih kecil


"Dulu Lucky pernah bercerita ketika Manda pernah menemuinya menyatakan perasaannya, dia bahkan menolaknya mentah-mentah tanpa memberikan alasan, saat itulah dia bercerita ke gue bahwa dia sudah menyukai seorang cewek teman kecilnya yang menurutnya waktu kecil tidak terlalu cantik, namun sangat menarik perhatiannya karena manjanya. Bahkan dia juga bersumpah tidak akan ada cewek lain yang bisa menggeser namanya di dalam hatinya, hingga dia bertemu lagi dengan sahabatnya itu" Danny bercerita panjang lebar apa yang diketahui olehnya mengenai Lucky


"Pantas saja..." Vicky bergumam namun masih terdengar oleh Danny


"Pantas kenapa?"


"Tidak, kamu ingat tidak waktu pertama kali kita malakin Nia untuk mentraktir kita, bagaimana perlakuan Lucky terhadap Nia, bahkan dia tidak pernah menyentuh perempuan manapun tapi dengan senang hati dia menawarkan diri untuk memboncengkannya bahkan memberikan jaketnya untuk Nia, apakah waktu itu dia sudah tahu bahwa Nia adalah teman kecilnya yang sudah mencuri hatinya?"


"Sepertinya waktu itu belum menyadari jika Nia adalah teman yang dia nantikan, namun seiring berjalannya waktu, setelah pertemuannya dengan Nalen Kakak Nia, di semakin gencar mencari perhatian Nia"

__ADS_1


__ADS_2