CERITA CINTA ANAK SMK

CERITA CINTA ANAK SMK
35


__ADS_3

Dari kejauhan ada seseorang yang sedang memperhatikan kedekatan mereka dan mulai mengeratkan giginya......


"Ngapain sih mereka, mesra-mesraan di sini nggak ada kerjaan banget, lagian nggak lihat tempat juga" Orang tersebut melihat Lucky yang sedang membantu mengoleskan obat yang dibawa Nia di bagian kaki, sedang Nia mengoleskan di bagian tangan, orang yang sekilas melihat pasti juga akan berfikir mereka sedang bermesraan, namun orang-orang yang berada di dekat mereka tahu, sebenarnya sedang mengoleskan obat di sela-sela. menikmati jajanan yang sudah dibeli.


"Nana, mengapa bengong.... Yuk cepet kita beli jajanan di sana, sepertinya enak" Risma menarik Nana yang sedang memperhatikan kedekatan antara Nia dan Lucky yang selama ini sebenarnya membuat Nana sangat cemburu. Sebenarnya Nana sudah lama mengagumi Lucky, bahkan jauh sebelum dia memasuki sekolahnya yang sekarang, Nana bersekolah di sana juga karena ingin melihat Lucky dari kejauhan dengan alasan yang sama Nana mendekati Nia yang dia ketahui mereka dekat, dalam hatinya berfikir seandainya dia bisa mendekati dan bersahabat dengan Nia maka akan lebih mudah dia mendapatkan perhatian dari Lucky.


Namun, nyatanya semua diluar dugaannya. Nia dan Lucky seperti sepasang kekasih yang tidak bisa dipisahkan satu sama lain, karena dimana ada Nia disitu ada Lucky meskipun menurut pengakuan Nia mereka tidak ada hubungan apapun, tapi pandangan orang lain yang melihatnya tidak bisa disanggah lagi dari perhatian-perhatian Lucky yang diberikan untuk Nia menandakan salah satu bahkan dari keduanya sebenarnya ada rasa saling mengagumi sebagai lawan jenis.


"Na, lo mau beli apa?" Tanya Risma, namun tidak ada respon dari Nana dan membuat Risma kembali mengeluarkan pertanyaan yang sama dengan nada yang sedikit keras


"Nana......, lo mau beli apa" Sambila menggoyangkan tangan Nana, Risma berharap dengan begitu akan cepat mendapatkan respon dari Nana


"Eh... eh, ngapain sih pakai teriak-teriak gue belum bud*g kali" Sungut Nana karena telinganya sakit mendengar teriakan Risma


"Belum bud*g tapi ditanya berulang kali nggak dijawab.. Huft...." kini gantian Risma yang mengomel "Lagian lo ngelamunin apa sih Na, gue perhatiin sejak tadi ngelamun terus" Lanjut Risma


"Enggak, nggak ada kok, yuk kita ke sana dan segera kembali ke penginapan takutnya nanti kemalaman" Ajak Nana yang kini giliran Nan yang menarik tangan Risma dengan agak kasar


Meneruskan menyusuri deretan pedangang makanan, Nana dan Risma membeli beberapa cemilan yang menarik perhatiaan mereka, setelah dirasa cukup, mereka kembali dengan jalan yang sama. Tak disangka Risma melihat Nia uang sedang duduk di gazebo dengan seseorang.


"Eh, itu bukannya Nia...? yuk kita samperin dia, makan di gazebo itu kayaknya nikmat sambil melihat pemandangan taman kota yang ramai" Nana malah menarik tangan Risma yang sudah bersiap untuk menghampiri Nia sehingga mengakibatkan kakinya tersandung kaki sendiri dan jatuh di rerumputan taman.


Risma sangat malu karena banyak pengunjung yang memperhatikannya saat iniini, tak terkecuali Nia dan juga Lucky sempat kaget mendengar ada sesuatu yang jatuh, namun kini tak menghiraukannya lagi, mereka melanjutkan menikmati makanannya.


"Untung mereka tidak kemari bakal ditaruh mana tuh muka" omel Nana ketika melihat Nia dan Lucky tidak menghiraukannya lagi

__ADS_1


"Salah lo juga ngapain narik-narik tangan gue, kan sakit" Keluh Risma kini selain celananya kotor, kakinya juga sedikit sakit.


****


Nalen mengeluarkan ponselnya untuk menghubungi adiknya sesampainya dia di rumah pulang dari kampus malam ini, hari ini Nalen sangat sibuk hingga mengerjakan tugas sampai malam alhasil jam sembilan dia baru sampai rumah


"Hallo, Assalamu'alaikum Kak Nalen, sudah kangen ya sama adik...." Sapa seseorang diseberang telepon dengan nada bicara dibuat manja


"Idih, siapa juga yang kangen, mending adik nggak ada di rumah, hidup kakak terasa tenang dan nyaman, nggak ada yang mengganggu, atau nggak usah pulang saja kali Dik...." Goda Nalen dari seberang sana


"Kalau adik nggak pulang, trus nanti yang ngabisin uang kakak siapa coba....?" Masih dengan nada manjanya tanpa malu didepan Lucky yang sejak tadi sudah gemes dengan tingkah manjanya


"Dik, kamu hati-hati di sana ya.... kalau ada apa-apa langsung saja minta bantuan" Nasehat Nalen untuk adik tersayangnya


"Siap kakakku, ada lagi?" Tanya Nia


"Nia lagi suntuk, malas cepet-cepet tidur. Ini adik lagi di taman"


"Sendirian....???"


"Nggak, sama Kak Lucky nih di sebelah adik"


"Ya sudah, baik-baik disana" "Hei Sya, gue titip adik gue, kalau sampai adik gue kenapa-kenapa lo harus tanggung jawab"


Lucky hanya bisa tersenyum mendengar permintaan temannya itu, jangankan diminta nggak dimintapun pasti dia jaga.

__ADS_1


"Kenapa Kak Licky senyum-senyum?" Nia penasaran apa yang membuat Lucky senyum-senyum misterius


"Nggak, lucu saja, kadang gue berfikir ingin sekali memiliki adik cewek, mungkin gue akan lebih protektif dibanding Nalen" Nia langsung menyerobot perkataan Lucky


"Kak Nalen itu tidak hanya protektif tapi lebih ke arah nyebelin, apa-apa di tanya, dimana, sama siapa, sedang apa, sudah makan belum, nggak boleh ini nggak boleh itu, pokoknya nyebelin banget"


Langit sudah mulai gelap dan pengunjung sudah mulai berkurang sedikit demi sedikit, namun Nia masih belum ingin beranjak dari sana, lebih tepatnya dia males ketemu dengan teman-teman sekamarnya.


"Kenapa nggak mau kembali ke kamar?" Tanya Lucky


"Males saja ketemu mereka, sepertinya mereka tidak suka dengan keberadaan Nia, Nia curiga kejadian yang Nia alami seperti sudah direncanakan"


"Kamu nggak boleh suudzon gitu, nggk baik" Nasehat Lucky


"Tapi benar Kak, itulah salah satu penyebab sebenarnya Niaa nggak mau punya sahabat, mereka semua ada maunya, entah secara langsung ataupun tidak langsung" Keluh Nia


"Dulu Nia pernah punya sahabat, tapi ternyata dia dia bersahabat dengan Nia karena dia menyukai cowok yang selalu baik pada Nia, dan mencoba mencelakai Nia bahkan sampai mengancam agar menjauhi cowok itu, kalau tidak mau dia bakal membuat Nia sakit"Nia mengeluarkan keluh kesahnya "Nia takut jika ancaman cewek tadi sore juga akan terjadi pada Nia dikemudian hari karena selalu dekat-dekat dengan Kak Lucky" Lanjutnya


"Kamu nggak usah takut dengan Manda, gue nggak ada perasaan apapun ke dia, lagi pula gue sudah menemukannya (Gadis kecil teman mainnya dulu tak lain adalah Nia) dan tak akan gue lepas lagi sampai kapanpun"


"Memangnya siapa sih yang sudah membuat kakak tidak bisa berpaling ke yang lain?" Lucky tersenyum mendengar pertanyaan Nia Kali ini


Dengan menghela napas yang cukup dalam Lucky akan berterus terang tentang siapa orangnya


"Sebenarnya dia adalah gadis yang..... " Kata-kata Lucky terpotong sebelum selesai hal itu membuat hatinya dongkol

__ADS_1


"Lucky dicariin Pak Anwar suruh kesana kata beliau ada yang mau dibicaraain" Danny menyusul Lucky ke taman karena sudah sejak tadi Pak Anwar mencari-cari Lucky


__ADS_2