CERITA CINTA ANAK SMK

CERITA CINTA ANAK SMK
41


__ADS_3

"Sialan....." Lucky mengumpat dalam hati


Terlihat jelas dimuka Lucky kalau dia benar-benar tidak suka dengan kejadian yang baru saja dia lihat. Namun, dia berusaha menutupi dengan beberapa kali meminum air mineral yang dibawanya sejak tadi tanpa melihat adegan selanjutnya. Detik berikutnya Lucky memilih untuk meninggalkan aula dengan dalih ingin ke toilet, dia paling kepada kedua sahabatnya, Danny dan Vicky juga tidak menaruh curiga dan membiarkan pergi ke toilet terlebih dahulu.


Untuk menghindari prasangka teman-temannya Lucky berjalan ke arah toilet, setelah tidak terlihat dari aula dia memilih untuk duduk di bawah sebuah pohon yang rimbun daunnya. Bersandar pada batang pohon sambil memejamkan mata untuk mengurangi rasa sakit di hatinya.


"Uh.... lebih baik di sini menikmati udara segar, dari pada di aula" Batin Lucky yang masih menikmati semilih angin yang menerpa wajahnya.


Hingga dia tidak sadar ada seseorang yang telah duduk di sampingnya dan berusaha untuk mengusik ketenangannya dengan berucap "Cemburu ya.... begitulah rasanya sakit hatiku ketika melihatmu selalu bersama Nia, dan sekarang kamu melihatnya di depan matamu langsung"Ucap Manda yang sedang mengeluarkan uneg-uneg yang ada di dalam kepalanya selama ini, dan baru mendapatkan kesempatan sekarang ini


"Apa hubungannya denganmu, gue rasa tidak ada sama sekali" Ketus Lucky menanggapi ocehan Manda yang menurutnya sunggu tidak layak untuk dikomentari.


"Adalah.... aku menyukaimu lebih dari apapun sejak kita masih SMP dulu, namun kau tidak pernah memberikan respon positif meskipun engkau telah mengetahuinya, bahkan saat ini kau berusaha dengan mati-matian untuk mendapatkan Nia" Manda masih saja mengoceh


"Lebih baik lo pergi dari sini, sebelum kesabaranku habis" Lucky mulai berbicara dengan nada naik satu tingkat, namun hal itu tidak membuat Manda untuk pergi dari dekatnya malah berusaha semakin mendekatinya dengan menggeser duduknya di samping Lucky


Lucky langsung berdiri ketika menyadari Manda akan mendekat kepadanya, dan meninggalkannya kembali ke aula.


"Dasar br*ngs*k, lo akan merasakan apa yang gue rasakan saat ini" Sumpah serapah Manda keluar begitu saja melihat Lucky memilih untuk pergi meninggalkannya sendirian


Lucky berjalan dengan cepat menuju aula seperti melihat sesuatu yang menakutkan, hal itu membuat Nia dan sahabat-sahabatnya bertanya-tanya. "Lo lihat setan? Mengapa lari?" Tanya Vicky ketika Lucky sudah duduk kembali di kursinya.


"Yang gue lihat lebih menakutkan dibanding setan" Danny langsung tertawa setelah mendengar perkataan Lucky, baru kali ini dia mendengar Lucky berusaha melucu.


"Mengapa lo ketawa, lo nggak percaya dengan yang gue bilang?" Karena Lucky masih sedikit marah, dengan ledekan temannya kali ini malah tambah menyulut kemarahannya


"Nih, lihat di luar sana, di depan pintu aula ada makhluk yang sangat menyeramkan" Lanjut Lucky

__ADS_1


Nia, Danny dan Vicky kompak melihat ke pintu aula dan melihat ada seorang cewek yang berdiri di sana


"Mana ada makhluk seperti itu, Kak Lucky nggak lihat ada cewek cantik di sana?" Nia langsung merespon dengan polosnya


"Orang kayak ondel-ondel gitu kamu bilang cantik?" Lucky tidak suka dengan komentar Nia yang mengatakan kalau Manda cantik


"Bukannya itu cewek kemarin yang nyerang Nia Kak?" Nia menyadari cewek yang berada di ambang pintu aula adalah Manda yang berusaha berbuat jahat kepadanya


"Nah, baru sadar? Orang kelakuannya minus kayak gitu bukannya setan?" Lucky lebih semangat lagi menjelekkan Manda, akibat dari rasa cemburunya terhadap Nia dan Pandu yang belum juga mereda apalagi saat ini Pandu memperhatikan Nia dengan pandangan yang sangat memuja


"Duduknya bisa gantian tidak?" Lucky mengintimidasi Vicky untuk berpindah kursi dengan Nia yang saat ini berhadapan langsung dengan Pandu meskipun berada di meja yang berbeda, sedangkan Vicky membelakangi meja Pandu


Setelah keduanya berpindah, Vicky baru menyadari jika saat ini posisinya berhadapan langsung dengan Pandu, kemudian dia berseloroh dengan suara yang rendah di dekat telinga Lucky"Lo kalau cemburu terus terang saja kenapa sih, nggak usah uring-uringan kayak gitu"


"Kalau lo masih ingin bisa berjalan, sebaiknya lo diam sekarang juga" Dengan suara rendah Lucky membalas perkataan Vicky dengan sedikit mengeratkan giginya


Danny sibuk mengambil beberapa foto sebagai dokumentasi sekolah dari berbagai sudut. Selesai mendapatkan beberapa gambar yang bagus, Danny mulai melihat ulang hasil jepretannya. Tanpa sengaja ada salah satu gambar yang terdapat objek lain yang asing baginya.


"Kayaknya nggak mungkin deh dia siswa di sekolah ini?" Danny bergumam sendiri dan memperhatikan gambarnya lebih teliti, setelah memastikan Danny memperlihatkan gambar itu kepada Lucky dan Vicky.


"Bro, deketan sini cepetan kalian lihat gambar ini deh, sepertinya cewek ini bukan siswa di sekolah kita deh, tapi mengapa berada di acara kita?"


"Dia memang bukan siswa di sekolah kita, dia Manda, tapi mengapa dia ngobrol dengan siswi sekolah kita?" Lucky menjelaskan bahwa gadis itu adalah Manda teman SMPnya dulu


"Manda? Manda yang naksir lo tapi nggak lo tanggepin itu?" Danny makin penasaran dan ingin mengorelnya


Lucky hanya mengedikkan bahunya tanda dia tidak peduli dengan kejadian itu.

__ADS_1


"Tapi, siapa yang dia ajak bicara ini? Apa hubungannya?"


"Kalau nggak salah dia salah satu teman sekanat Nia, coba lo tanya ke Nia benar apa tidak" Vicky berbisik di telinga Danny


Danny mendekati Nia dan memperlihatkan salah satu gambar hasil jepretannya yang terlihat janggal, tapi bukan menampilkan sosok makhluk halus melainkan menampilkan sosok salah satu siswi yang sedang berbicara dengan orang lain di depan pintu aula.


"Nia, coba lo perhatiin apakah ini salah satu teman sekamarmu?*


" Iya, dia Sonya teman sekamarku, tapi bentar Kak bukannya yang satunya teman Kak Lucky? Memang mereka ada hubungan saudara ya?"Nia memberikan jawaban setelah melihat dengan cermat gambar yang diperlihatkan Danny kepadanya.


"Apa mungkin......." Nia bertanya-tanya dalam hati, namun tidak ingin mengatakan pada orang lain, dia akan menceritakan kepada kakaknya setelah sampai di rumah nanti


"Kak Danny boleh tidak Nia minta gambar itu?" Tanya Nia hati-hati


"Boleh, gue kirim ke nomor lo ya..... "Danny mulai mengirimkan gambar yang dimaksud ke nomor Nia


"Terima kasih Kak Danny"


Danny hanya menunjukkan jempolnya sebagai tanda Ok di depan dadanya.


Acara sudah mulai berakhir, semua siswa bergegas ke kamar masing-masing untuk mengambil barang untuk persiapan di tata di dalam bus yang sudah siap di depan penginapan.


Nia memilih untuk keluar dari aula setelah semua siswa satu persatu meninggalkan aula, dia tidak mau berdesak-desakan dengan yang lainnya. Setelah sepi NIa baru beranjak pergi menuju kamarnya untuk mengambil barang yang sudah dia pindahkan tadi pagi.


Namun, di depan pintu ada yang menghadangnya


"Hei, berhenti lo cewek murah*n" Sambil menghalangi jalan yang ingin dilewati Nia

__ADS_1


__ADS_2