CERITA CINTA ANAK SMK

CERITA CINTA ANAK SMK
120


__ADS_3

Nia sudah diperbolehkan pulang setelah mendapatkan pemeriksaan dokter yang bertanggung jawab. Kedua orang tua Nia juga baru memasuki rumah ketika Nia dan Nalen sampai di halaman rumah mereka dengan diantar oleh Lucky.


"Nia, apa yang terjadi nak...?" Cecar Ryasmi ketika melihat anak gadisnya memasuki rumah


"Tidak apa-apa Ma... Cuma salah makan saja kok" Nia tidak ingin berkata yang sebenarnya sebelum mereka mendapatkan bukti yang benar


"Bagaimana dengan pemeriksaan Dokter?" Ryasmi masih saja mencecar Nia


"Sudah tidak apa-apa Ma.... Nia sudah sembuh dan semua pemeriksaan baik. Sekarang tinggal pemulihan saja" Nia menjawab dengan memutar badannya berulang kalian untuk meyakinnya kedua orang tuanya jika dia sudah sembuh


"Kalau begitu, lebih baik kamu istirahat biar cepat pulih" Ryasmi memilih tidak bertanya lagi dan membiarkan anak gadisnya untuk istirahat untuk pemilihan tenaga


Setelah berbincang dengan Nalen dan juga orang tua Nia, Lucky bermaksud untuk memohon diri untuk segera pulang, karena dia masih memiliki pekerjaan yang harus diselesaikan. Selain menyelesaikan pekerjaan di reatorannya yang sudah beberapa hari tidak dia kunjungi, Lucky juga berencana untuk menemui Andi.


Selesai dengan urusan restoran, Lucky segera bergegas menuju tempat dia membuat janji beetemu dengan Andi melalui sambungan telepon beberapa waktu yang lalu.


Andi nampak bersemangat bertemu Lucky, dia tidak berfikir apapun dan mengira hanya pertemuan biasa dengan teman lama. Lucky sudah sampai di tempat janjian disambut Andi yang sudah duduk di sebuah bangku ditemani dengan beberapa makanan dan dua botol minuman. Sengaja Andi menyiapkan terlebih dahulu untuk menyambut kedatangan Lucky yang belum sempat mereka bicara banyak setelah beberapa tahun tidak bertemu.

__ADS_1


"Sya, sini" Andi melambaikan tangannya ke arah Lucky yang baru memasuki restoran


Lucky berjalan mendekati Andi sambil tersenyum melihat sambutan teman sekolahnya. Lucky dan Andi duduk berhadapan menikmati makanan yang telah tersaji, mengenang kejadian-kejadian dulu sewaktu mereka masih bersekolah di tempat yang sama. Setelah cukup lama mereka mengenang masa lalu, Lucky mulai terlihat serius hal itu membuat Andi bertanya-tanya.


"Ada apa?" Tanya Andi


"Sebenarnya ada yang mau gue bicarakan denganmu" Lucky mulai bicara serius


"Mengenai apa? Kalau masalah pekerjaan yang sempat Lo bicarakan dulu, gue belum bisa menerimanya, karena masih ada pekerjaan yang harus gue selesaikan dalam sebulan ke depan" Andi memberikan alasannya


"Bukan masalah itu, kalau untuk pekerjaan terserah Lo mau mulai. Kapanpun Lo siap tinggal hubungi gue saja. Namun ada sesuatu yang harus gue konfirmasi kebenarannya" Lucky tidak ingin membuat Andi berkecil hati


"Sebelumnya, gue minta maaf jika apa yang nanti akan gue bicarakan menyinggung perasaanmu, bukan maksud gue untuk berbuat demikian" Lucky sebenarnya juga tidak enak hati jika harus bertanya secara langsung namun ini semua dia lakukan agar bisa melindunginya juga


"Sebenarnya apa sih yang akan Lo bicarakan, serius banget, gue tidak akan tersinggung dengan semuanya" Andi mencoba menyakinkan Lucky yang terlihat ragu untuk bicara, hal itu bisa Andi lihat permohonan maaf Lucky sebelum bicara


Lucky menarik nafas berat sebelum mulai bicara, dia masih memikirkan dari mana dia akan bicara supaya tidak menyinggung Andi yang selama ini dekat dengannya.

__ADS_1


Melihat mimik muka Lucky yang serius, Andi mengernyitkan dahinya. Namun dia berusaha tetap tenang dan terlihat masa bodoh dengan apa yang akan dikatakan Lucky.


"Beberapa hari yang lalu, pacar gue mengalami sesuatu di sebuah restoran yang berada di dekat sebuah kampus. Mungkin karena dia salah makan, akhirnya dia tidak sadarkan diri dan harus dilarikan ke rumah sakit, baru hari ini dia di bawa pulang. Menurut penuturannya ada seseorang yang menambahkan menu pada pesanannya. Awalnya dia tidak begitu ambil pusing dengan menu yang disajikan dimejanua, dia berfikir kalau memang salah menuliskan pesanannya. Singkat cerita semua makanan yang tersaji dimejanya dihabiskan olehnya" Lucky memeguk minumannya menunggu reaksi Andi ketika mendengar ceritanya, Namun sepertinya Andi masih belum sadar jika yang dibicarakan temannya adalah menyangkut dirinya


Karena tidak ada respon dari Andi, Lucky melanjutkan bicaranya "Setelah gue minta bantuan ke beberapa teman, ada yang mendapatkan informasi sebelum pacar gue tidak sadarkan ada yang memotret dan hasilnya sangat mengejutkan bagi gue. Karena ya g terlihat adalah dirimu, namun gue tidak percaya begitu saja dengan foto itu, makanya gue memilih untuk mengkonfirmasi ke lo langsung"


Andi terkejut dengan ucapan Lucky, dia tidak menyadari jika ada seseorang yang mengambil fotonya ketika mendatangi sebuah restoran beberapa waktu lalu. Yang lebih mwngagetkan baginya adalah pacar temannya menjadi korban makanan yang beracun.


"Apa lo mencurigai gue?" Andi bertanya lirih


"Mungkin iya curiga, karena menurut penuturan yang memotret lo memesan makanan dan diberikan ke seorang gadis kemudian tidak berselang lama lo meninggalkan restoran" Lucky tidak ingin membuat temannya tidak nyaman


"Bisa saja memang gue yang melakukan itu, tapi ada alasan yang kuat. Itupun gue tidak tahu jika gadis itu adalah pacar lo, kalau benar gadis yang gue beri makanan itu pacar lo, gue minta maaf" Andi belum mengatakan apa alasannya.


"Lo sendiri tidak mengenal gadis itu, tetapi mengapa Lo sampai berbuat nekat seperti itu, apakah ada orang lain di belakang Lo?" Lucky semakin terpancing untuk bertanya lebih banyak


Belum juga Lucky mendapatkan jawaban dari Andi, ada seseorang yang datang mencari Andi dan diajak untuk segera ke suatu tempat.

__ADS_1


"Maaf Sya, sepertinya gue harus pergi, lain kali akan gue jelasin semua, gue juga tidak bermaksud menyakiti pacar Lo, sekali lagi gue minta maaf yang sebesar-besarnya dan juga Lo sampaikan permintaan maaf gue untuk pacar Lo, gue akan melakukan apapun yang lo minta" Andi yang merasa bersalah berulang kali meminta maaf kepada Lucky


"Baiklah akan gue tunggu kapanpun Lo siap untuk memberitahukan semuanya" Lucky juga bersiap untuk meninggalkan restoran


__ADS_2