CERITA CINTA ANAK SMK

CERITA CINTA ANAK SMK
42


__ADS_3

Namun, di depan pintu ada yang menghadangnya


"Hei, berhenti lo cewek murah*n" Sambil menghalangi jalan yang ingin dilewati Nia. Dia adalah Manda yang berusaha mencari perhatian dari Lucky dengan selalu mengganggu Nia


"Ada apa?, sepertinya kita tidak ada urusan, tolong minggir, gue mau ke kamar ambil tas" Namun Manda tidak mau pergi dari hadapan Nia.


Nia sudah tidak perduli lagi, dia memilih untuk segera meninggalkan cewek tidak tau diri itu. Dengan langkah lebar Nia menuju kamar dan segera masuk untuk istirahat barang sebentar sebelum dia keluar menuju bus yang sudah di sediakan.


Di dalam hatinya mulai berfikir saat pulang nanti pasti akan ada rasa canggung dengan teman sekamarnya karena semalam dia tidak kembali bersama mereka bahkan tidak memberi kabar sama sekali dan pagi ini dia malah memilih duduk bersama dengan Lucky dan teman-temannya.

__ADS_1


Ditengah rasa dilema, tiba-tiba handphonenya berdering segera dia angkat dan terdengar lagi suara Kakak tercinta dari seberang sana menyapanya "Assalamu'alaikum, Adik sudah perjalanan pulang belum?" Nia hanya bisa tersenyum betapa perhatiannya sang Kakak, diapun menjawab "Memangnya mengapa kalau sudah? Apakah sekangen itu kakakku yang ganteng ini?" Masih saja dia menggoda kakaknya, tapi sebenarnya dalam hati dia sangat bahagia mendengar segala ocehan kakaknya yang dianggapnya sebagai sebuah perhatian.


"Lebih baik kalau kami tidak pulang sekalian saja Dik... " Padahal dalam hati Nalen sangat merindukan Adiknya itu karena rumah terasa sepi saat adiknya tidak ada di rumah.


"Jangan begitu lah Kak, Nia saja ingin banget segera pulang menikmati masakan mama yang super enak


" Ya sudah Kakak mau siap-siap kuliah, kalau begitu nanti hati-hati di jalan jangan berulah?" Nalen mengakhiri panggilan telephonnya karena Nia sudah dipanggil seseorang dari luar kamar


Dibukanya pintu dan kembali mengunci setelah dia rasa semua barangnya sudah keluar, dengan menyusuri lorong penginapan yang di kanan dan kiri adalah kamar-kamar yang ditempati oleh teman dan kakak kelasnya. Di depan sana sudah banyak yang berlalu lalang teman-temannya membawa barang bawaan mereka menuju bus yang ingin segera pulang melepas rasa kangen dengan keluarganya yang dalam beberapa hari ini mereka tinggalkan.

__ADS_1


Nana, Sonya dan Risma juga sudah keluar kamar dengan mengobrol dan bercanda, ketika Nia melihat mereka dia merasa ada sesuatu yang mengganjal di dalam hatinya dan memutuskan untuk mendekati mereka dan meminta maaf "Hai, selamat pagi" Sapa Nia "Maaf, semalam gue tidak kembali ke kamar karena gue pulangnya sudah terlalu larut, selain itu gue nggak bawa kunci kamar sehingga gue takut akan mengganggu istirahat kalian kalau gue mengetuk pintu" Nia berbong mengenai keadaan semalam


"Santai saja kali... Kami juga tidak ada yang terbangun semalaman, terlalu nyenyak tidur kami hingga tidak menyadari kalau kamu tidak kembali ke kamar, bahkan tadi pagi kami sempat berfikir sudah keluar duluan ketika kami baru bangun, tetapi ternyata kami salah" Jawab Nana mendramatisir


Mereka seger menuju ke area parkir setelah mendengar beberapa kali panggilan dari pengurus OSIS untuk segera naik ke bus karena hari sudah cukup siang.


"Kita duduknya seperti kemarin saja" Nana mengajak Nia untuk duduk bersama lagi selama perjalanan pulang


Nia mengangguk tanda dia setuju dengan usul Nana barusan. Namun, setelah sampai di bus kenyataannya semua kursi sudah terisi seorang di setiap tempt duduknya, mau tidak mau mereka duduk terpisah satu sama lain. Nia memilih duduk di kursi agak belakang, entah dia duduk dengan siapa juga tidak tahu karena hanya ada tas yang di taruh di sana sedang pemiliknya tidak terlihat.

__ADS_1


Tak berselang lama bus mulai melaju meninggalkan area parkir penginapan, Nia bertanya kemana pemilik tas yang ada di sebelahnya ini, Nia sudah mulai tidak peduli dia memasang earphonenya dan mulai memejamkan matanya, ada beberapa anak masuk ke dalam bus tapi Nias tidak berniat untuk membuka mata lagi karena kantuk sudah mulai menyapanya.


Lucky pemilik tas yang berada di sebelah Nia hanya bisa menggelengkan kepala melihat gadis kecilnya terlelap dengan nyaman tanpa menghiraukan keadaan di sekitarnya yang sudah mulai gaduh.


__ADS_2