CERITA CINTA ANAK SMK

CERITA CINTA ANAK SMK
134


__ADS_3

Sesampainya di kediaman keluarga Nia, semua masuk rumah dan duduk di sofa ruang tamu, mereka berbincang mengenai kejadian yang menimpa Dewa dan Ryasmi. Tidak biasanya mereka pergi dan pulang larut malam dengan menyetir sendiri, biasanya jika mereka hendak bepergian jauh pasti mencari sopir atau mengajak Nalen.


"Mengapa mama dan Papa pergi sendiri kalau mau pulang selarut ini?" Nalen merasa bersalah atas kejadian yang menimpa orang tuanya


"Sebenarnya Mama dan Papa tadi tidak ada niat untuk pulang selarut ini, jadi kalian jangan menyalahkan diri kalian, karena ban mobil yang kempes membuat Mama dan Papa pulang terlalu larut" Ryasmi menjelaskan mengapa sampai selarut ini mereka baru pulang


"Tapi mengapa tidak memberi kabar ke Nalen ataupun Nia Ma?" Nalen masih belum puas dengan jawaban Mamanya


"Kebetulan handphone Mama dan Papa kehabisan daya, mau pinjam punya orang lain tapi Mama tidak hafal dengan nomor kalian" Sebelum Nalen bertanya lebih lanjut sudah dibatasi oleh Ryasmi

__ADS_1


"Sudah lebih baik kita istirahat dan kita bicarakan besok pagi, lagi pula Mama sudah tidak bisa menahan kantuk" Ryasmi tidak ingin membahas kejadian malam ini karena sudah capek dan mengantuk


"Iya, lebih baik kalian segera istirahat" Dewa juga beranjak meninggalkan mereka dan menyusul istrinya


Mereka semua kemudian mengikuti jejak orang tua mereka pergi ke kamar masing-masing untuk beristirahat karena memang sudah dini hari dan hampir subuh. Mata yang sudah tidak tertahankan membuat mereka semua terlelap dalam mimpi masing-masing, namun tidak bagi Ryasmi yang tidak bisa memejamkan matanya sedetikpun. Hingga adzan subuh berkumandang Ryasmi belum juga tidur, beliau beranjak ke kamar mandi untuk mengambil air wudhu dan menjalankan sholat subuh baru membangunkan yang lain. Mereka memilih mengerjakan kewajiban di kamar mereka dan ingin segera melanjutkan mimpi yang belum usai. Namun, mengingat kejadian semalam mereka akhirnya tetap berkumpul lagi di ruang keluarga setelah membersihkan diri.


"Ma, hari ini kita masak apa?" Nia menghampiri Ryasmi yang sudah sibuk menyiapkan bahan masakan untuk pagi ini


"Buat omlete sama roti panggang saja Ma, biar Nia yang menyiapkan s*s*" Nia mengusulkan membuat makanan itu saja dari pada harus berkutat dengan dapur dalam keadaan lelah

__ADS_1


"Baiklah, kamu ambil gelas yang bersih, s*s*nya sudah mama hangatkan tinggal tuang, setelah selesai kamu bantu mama oleh roti dengan selain" Ryasmi melihat perubahan pada anak gadisnya yang dulu tidak pernah menginjakkan kakinya di dapur, kalaupun ke dapur cuma membuat mie instan


Selesai menyiapkan makanan untuk sarapan, semua disajikan di meja makan dan memanggil semua untuk menikmati makanan yang sangat sederhana. Mereka makan dalam keadaan diam serta berada dalam alam pikiran masing-masing, Nia sangat canggung dengan suasana pagi ini yang tidak seperti biasanya yang disertai obrolan dan candaan. Dia memperhatikan kedua orang tuanya yang terlihat sedikit murung dan tidak seperti biasa, namun Nalen bersikap seperti biasa layaknya tidak terjadi apapun. Sedangkan Lucky cuma bisa memperhatikan wajah-wajah keluarga barunya yang terlihat murung dan tidak terlihat ceria, dalam batinnya berfikir mungkin mereka semua kecapean setelah acara kemarin yang sangat mendadak. Bahkan hingga selesai sarapan semua hanya bungkam dan kembali masuk ke kamar setelah selesai membereskan meja makan.


"Say*ng ada sesuatu yang aneh tidak dengan sarapan kali ini?" Lucky yang baru pertama kali mengikuti sarapan dikeluarga harusnya mengkonfirmasi apa yang ada dalam otaknya


"Iya Kak, Nia juga merasakan ada yang aneh dengan mereka, tidak seperti biasanya, setiap kami di meja makan selalu bercanda dan menceritakan semua yang kita alami dan tidak ada yang ditutupi sama sekali" Nia membenarkan pemikiran Lucky


"Apa karena ada Kakak di sini?" Lucky merasa tidak enak jika semua kejanggalan pagi ini karena keberadaannya masih belum diterima keluarga Nia

__ADS_1


"Mana mungkin, bukannya mereka sudah terbiasa dengan keberadaan kakak di rumah ini?" Nia mengingatkan jika Lucky sering berada di tengah-tengah keluarga Nia yang selalu terbuka dan menerima siapapun teman anak-anaknya


__ADS_2