
Pak Anwar selaku ketua penyelenggara kegiatan kali ini mulai berbicara di depan semua siswa dan mengucap Alhamdulillah kegiatan kali ini berjalan cukup lancar berkat adanya kerja sama yang baik antara pihak sekolah, Pengurus OSIS, juga pengelola kegiatan rafting tak lupa penginapan yang sangat baik dalam menyiapkan dan menyambut kedatangan semua rombongan.
Sebagai ucapan Terima kasih dari pihak sekolah memberikan sebuah kenang-kenangan kepada pengelola wisata dan pengelola penginapan dengan memberikan sebuah simbol Terima kasih berupa merchandise yang sebenarnya tidak seberapa harganya.
"Kami dari pihak sekolah dan peserta didik mengucapkan banyak terima kasih karena telah menerima kami dengan cukup mewah serta mendapatkan pelayanan yang maksimal, kami mohon kesediaan para pengelola apabila suatu saat kami ingin berkunjung lagi bisa diterima dengan baik pula, Selanjutnya kami mohon maaf apabila selama kami di sini begitu merepotkan pihak pengelola karena membutuhkan ini dan itu dengan rombongan kami yang banyak pastinya membuat pengelola menjadi kurang istirahat, sebagai akhir kata kami mohon pamit untuk kembali ke sekolah kami dan Insya Allah kami tidak akan pernah melupakan kebaikan serta pengalaman yang sungguh tiada habisnya" Itulah penggalan dari pidato dari Pak Anwar sebagai ucapan terima kasih.
Dari pihak pengelola diwakili oleh Pandu pemilik penginapan, inilah sedikit penggalang ucapan dari Pandu dia mengatakan "Kami sangat berterima kasih karena telah memilih kami sebagai partner dalam pelaksanaan kegiatan sekolah kali ini, hal ini akan menjadi salah satu ajang promosi ke luar kota agar kedepannya lebih dikenal oleh masyarakat di luar sana. Kami juga mohon maaf apabila selama penyelenggaraan kegiatan kali ini masih jauh dari harapan sekolah yang terlalu tinggi dan kurang maksimal dalam menyediakan tempat, konsumsi dan sebagainya yang jauh dari kata swmpurna. Dengan adamya kolaborasi dengan pihak dari luar kota seperti ini akan membuat kawasan ini lebih di kenal oleh masyarakar"
Dari pengelola juga memberikan sebuah tanda Terima kasih kepada sekolah sebagai ungkapan serta sebagai kenang-kenangan atas kerjasama yang terjalin dengan pihak sekolah. Selain untuk sekolah dari pihak pengelola juga memberikan kenang-kenangan untuk para siswa melalui beberapa permainan untuk menentukan siapa saja yang akan menerimanya.
Diantaranya permainan dengan berkelompok yaitu estafet karet. Yaitu permainan memindahkan karet dengan melalui sebuah sedotan yang diletakkan dalam bibir masing-masing peserta dan meletakkan karet itu sedotan dan memindahkan dari satu sedotan ke sedotan yang lain serta tidak boleh dipegang dengan tangan. Serta masih ada banyak permainan yang dipersiapkan sebagai penutup dari pemberian kenang-kenangan itu yang paling di tunggu oleh semua siswa adalah kenang-kenangan yang terakhir berupa handphone keluaran terbaru dengan harga yang cukup fantastik dan langsung dipimpin oleh Pandu "Ok, untuk yang terakhir akan langsung saya pimpin, kami hanya akan mengajukan sebuah pernyataan "Silakan maju dan ambil hadiah ini bagi seseorang yang memiliki tanggal lahir 16 Juli"
Ada beberapa siswa yang mengaku kalau mereka pemilik tanggal lahir itu namun setelah di cek melalui kartu pelajar, mereka hanya mengaku-ngaku saja. Dalam beberapa menit sudah tidak ada lagi yang mengaku pemilik tanggal lahir tersebut, hingga Pandu mengucapkan untuk yang terakhir kali "Kepada pemilik tanggal lahir tersebut silakan ke sini dan ambil hadiah ini, di dalam kotak ini Insya Allah bukan barang yang murah bagi pelajar seperti kalian, apabila tidak ada mohon maaf hadiah ini akan kami berikan kepada salah satu siswa yang menurut kami seorang siswa yang sangat kuat yang telah menerima perlakuan yang kurang baik namun tetap tidak membalas ataupun memberi balasan dan kami bersedia menjadi saksi atas kejadian tersebut"
"Bukannya itu tanggal lahir kamu Nia?" Tanya Lucky kepada Nia, karena terus terang sejak tadi Nia tidak mendengarkan Pandu yang sedang di atas panggung
"Tanggal lahir apaan sih Kak?" Nia malah balik bertanya
"Itu pemilik tanggal 16 Juli akan mendapatkan sebuah handphone keluaran terbaru yang harganya fantastik itu" Danny menimpali
__ADS_1
"Benarkah?" Tanya Nia penasaran
"Kalau itu benar tanggal lahir lo, benar-benar kejatuhan bulan kayaknya" Vicky ikut-ikutan menimpali
Nia mengangkat tangannya dan mengatakan dia lahir di tanggal tersebut, Pandu memintanya untuk naik ke panggung dan membawa kartu Identitas sebagai bukti. Nia langsung mengambil dan berjalan menuju panggung utama dan menerima hadiah itu secara langsung dari tangan Pandu sang pemilik penginapan.
Flashback On
Malam tadi Pandu mengecek lembar pemesanan kamar yang telah diisi oleh Nia, dia mencatat beberapa informasi penting dari tanggal lahir, alamat hingga nomor telephone Nia. Dari sana dia berinisiatif membuat beberapa permainan yang salah satunya akan memberikan handphone yang dengan sengaja di dalam boks diberikan kertas yang berisi nomor telepon Pandu dan berharap nanti Nia menyimpannya. Sebenarnya itu hanya trik nakal dari Pandu untuk bertukar nomor telephone dengan Nia.
Entah sejak saat itu Pandu benar-benar ingin tahu tentang gadis ingusan itu.
Nia jelas sangat gembira mendapatkan sebuah handphone yang diidam-idamkan seluruh siswa dengan harga yang fantastik, ia dapatkan secara cuma-cuma memang benar ucapan Vicky, Nia bagaikan kejatuhan bulan.
Teman-temannya saling berteriak
"Buka..... buka.... " para siswa serentak meminta Nia untuk membuka kotak itu, untuk membuktikan bahwa di dalam kotak itu benar-benar sebuah handphone keluaran terbaru
Pandu mempersilakan Nia untuk membuka kotak tersebut. Dan benar saja di dalamnya terdapat sebuah kotak yang bergambarkan handphone yang dimaksud dan masih tersegel dengan sempurna.
__ADS_1
Segel dibuka dan diambilnya barang di dalamnya berwarna gold yang begitu mewah, siapapun yang melihatnya akan merasa iri dengan keberuntungan Nia kali ini.
Sonya, Nana dan Risma begitupun menginginkan handphone itu.
"Beruntung sekali dia?" Sonya berkata dengan sinis
"Iya, mengapa keberuntungan selalu berpihak kepadanya sih" Risma tidak kalah sinis dalam berkata.
"Namanya juga sudah rejeki, jangan iri dengan rejeki orang lain" Nana berkata dengan bijak
"Memangnya kamu tidak iri melihat orng lain dengan mudahnya mendapatkan handphone keluaran terbaru tanpa mengeluarkan uang sepeser pun?" Tanya Sonya dengan berapi-api
"Siapa sih yang tidak iri, semuanya akan iri melihat ini, apalagi kita yang hanya sebagai pelajar dan tidak mungkin bisa membeli handphone dengan seri itu, sedangkan dia mendapatkannya dengan cuma-cuma" Nana berkata panjang lebar "Namun yang namanya rejeki tidak akan pernah tertukar" Lanjutnya
"Iya bu ustazah....." Jawab Sonya dan Risma bersamaan.
Di sisi lain, Lucky merasa hatinya agak sakit melihat orang yang dia sayang sejak kecil mendapatkan hadiah yang begitu mewah dengan harga yang fantastik di depan matanya langsung. Sebenarnya dia juga mampu untuk membelikan barang itu untuknya.
"Sialan....." Lucky mengumpat dalam hati
__ADS_1